
Selesai mengucapkan kalimat tersebut, tanah berguncang hingga muncul lima naga yang mewakili masing-masing elemen.
"Pergilah!, " perintah pangeran Shang Feng.
Kelima naga tersebut melesat ke langit menghantam satu per satu segel gunung Luo Lie. Retakan terdengar samar hingga berubah menjadi jelas.
"Pyarrrr!!! "
Kelima naga melesat turun menghantam Luo Lie hingga hancur.
"Lima elemen, sepertinya kau benar-benar seorang jenius. Mewujudkan kelima elemen menjadi naga adalah hal mustahil bagi orang biasa. Tapi kau memiliki tiga pedang dewa tentu saja bukan orang biasa, " ucap Luo Lie.
"Aku tak pernah menyebut diriku kuat, aku hanya ingin melindungi orang-orangku, " balas pangeran Shang Feng.
"Karena kau seorang jenius hebat, aku tak bisa membiarkanmu hidup atau kota suci akan terancam,"ucap Luo Lie melayang di udara. Dia membuat segel tangan kemudian formasi besar tercipta.
"Kau akan mati bersama mereka karena teknik ini adalah teknik warisan keluarga Luo-ku, " ucap Luo Lie disusul dengan energi luar biasa keluar dari dalam formasi tersebut yang merupakan tiga pedang raksasa yang memiliki nafas kuno dari segi energi yang dipancarkan olehnya.
"Teknik Pedang Tiga Kesatuan! " ucap Luo Lie.
Tiga pedang raksasa melesat ke arah pangeran Shang Feng. Dia segera mengeluarkan tubuh dewa delapan lengan miliknya. Tiga pedang dewa dia pegang. Kedua telapaknya sama-sama mengeluarkan api. Ketiga Pedang bersatu disusul dengan menyatunya dua api yang saling bertolak belakang melesat membungkus pedang gabungan tersebut.
"Teknik Pedang Pembakar Dunia! " teriak pangeran Shang Feng.
Dua kekuatan saling bertabrakan hingga membuat angin berhembus begitu kencang. Ketiga jiwa Kaisar keluar dari dalam tubuh pangeran Shang Feng. Mereka membuat segel tangan yang sama.
"Teknik Jaring Surgawi! " ucap mereka serempak.
Sebuah jaring mengikat tubuh Luo Lie dengan erat.
"Hancur!! " ucap pangeran Shang Feng mendorong kekuatanya hingga menyebabkan tiga pedang Luo Lie hancur. Jaring surgawi telah mengikat tubuhnya. Luo Lie berusaha keluar dari dalam jaring tersebut.
"Kalian para bedebah! " marah Luo Lie kepada para Kaisar.
"Hanya seorang bocah keluarga Luo berani mengacaukan benua Shenyun, " ucap Kaisar Ding Feng.
"Kalian akan menerima akibatnya ketika keluarga Luo mengetahuinya! " teriak Luo Lie.
Sinar cahaya keluar dari tubuh Permaisuri Jia Mei melesat ke arah Luo Lie yang membuat dia diam seketika.
"Penjara roh! Sepertinya Permaisuri Jia Mei mendapatkan sesuatu dari alam roh, " ucap Kaisar Cai Jin.
Pangeran Shang Feng melihat tubuh ibundanya yang tak sadarkan diri tertidur di papan es abadi.
__ADS_1
"Aku baru mengetahui mengapa jiwa Permaisuri bisa rusak. Kemungkinan jiwanya diesktrak untuk mengaktifkan pilar langit dan mendapatkan energi primordialnya, " ucap Kaisar Cai Jin.
"Aku tahu ini semua terlalu rumit untuk dipikirkan," balas pangeran Shang Feng.
Ketiga jiwa Kaisar menghilang begitupun pangeran Shang Feng mendarat di tanah menghampiri mereka.
"Kita kembali. Aku telah menyelesaikan pembalasan dendam mereka yang terluka dibuatnya, " ucap pangeran Shang Feng.
Mereka semua menganggukkan kepalanya setuju. Pangeran Shang Feng melambaikan tangannya memenjarakan Luo Lie dalam cincin kehampaan miliknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Wei Rong tengah melayang di udara menatap dengan seksama beberapa orang di depannya.
"Ajaran iblis kesesatan berani datang kemari? " tanya Wei Rong.
"Wei Rong... Aku dengar poros tengah telah diduduki kembali keturunan Kaisar Shang Yuan. Aku ingin melihat bagaimana rupa orang itu. Aku tahu kau baru saja bertarung besar-besaran dimari, " ucap Mo Guan pemimpin ajaran sesat benua Shenyun.
Semenjak dinasti Zhufu berdiri dan dinasti lainnya, ajaran iblis kian menjamur dimana-mana hingga benua Shenyun memiliki basisnya di ujung barat.
"Dia sedang memporak-porandakan sekte Tianmen. Kemungkinan tengah bertarung dengan Xian Pengfei,"ucap Wei Rong.
"Heh! Melawan Xian Pengfei hanya membutuhkan beberapa menit untukku, " balas Mo Guan.
"Kau! Serang!! " perintah Mo Guan.
Anak buahnya yang memiliki basis kekuatan tingkat tinggi alam dewa bumi puncak tingkat lima menyerbu Wei Rong.
"Bangggg!!! "
Mereka semua terpental ketika menabrak sesuatu yang keras.
"Namo Amituofo"
Biksu Tang Zhou berdiri di hadapan Wei Rong. Mereka yang sebelumnya terpental menatap tajam biksu Tang Zhou.
"Tang Zhou... Kau benar-benar ikut campur urusan semua orang. Apakah kuil Shengxin milikmu ingin dihancurkan? " ucap Mo Guan.
"Aku memiliki misi menjaga benua Shenyun, tentu saja aku harus ikut campur, " balas biksu Tang Zhou.
"Heh! Mengandalkanmu menjaga poros tengah benua Shenyun takutnya kau akan mati hari ini, " ucap Mo Guan.
"Benua Shenyun harus menjadi pusat pemerintahan Kekaisaran Selatan! " ucap biksu Tang Zhou.
__ADS_1
"Serang!! " perintah Mo Guan.
Beberapa bawahannya membuat segel melancarkan serangannya. Biksu Tang Zhou membuat segel tangan seketika lonceng emas muncul menghantam serangan energi hitam bawahan Mo Guan.
"Anda... " ucap Wei Rong.
"Aku keluar kota suci membawa tugas menjaga benua Shenyun terutama poros tengah, " ucap biksu Tanh Zhou.
Suara-suara mengerikan terdengar di luar perlindungan lonceng emas. Menampakkan wajah-wajah mengerikan dari jiwa-jiwa sesat dunia.
"Hancur! " ucap biksu Tang Zhou menghempaskan energi jahat tersebut. Mo Guan melesat menyerang biksu Tang Zhou menggunakan tangan kosong. Pertarungan mereka berlangsung sengit. Wei Rong mengamati pertarungan tersebut. Sebuah pedang melesat ke arah Wei Rong. Seseorang datang berhadapan dengannya. Dia adalah pemimpin pasukan sayap kanan ajaran sesat Mo Hai. Pedang kembali ke tangannya.
"Ketua Lembah Obat Wei Rong, " ucap Mo Hai.
Wei Rong menatap Mo Hai dengan pandangan biasa tenang.
"Apakah wilayah barat tak cukup untuk kalian tempati?"tanya Wei Rong.
Suara angin terdengar disusul dengan pedang melesat ke arahnya. Dia berniat menahannya sebelum seseorang datang memblokir pedang tersebut.
"Tiga kekuatan telah kembali sepenuhnya, mengapa harus saling bersitegang? Sekte Tianmen telah hancur apakah kau tak melihat cahaya aneh di timur? " ucap walikota Shang Wen.
"Apakah begitu? Satu tempat hanya memiliki satu penguasa, " balas Mo Dan pemimpin ajaran sesat sayap kiri.
Walikota Shang Wen berdiri sejajar dengan Wei Rong. Mereka berdua menatap musuh mereka dengan tenang mengabaikan pertempuran yang sedang terjadi.
"Pertarungan ini seimbang bukan? " tanya Walikota Shang Wen.
"Benar. Tapi, jika walikota kota beladiri benua Shenyun tewas bukankah semuanya menjadi kacau? " balas Mo Hai.
"Tak ada bedanya aku walikota Wushuang atau apapun itu. Tapi aku disini berdiri mewakili Kaisar Shang Feng sebagai anggota kekaisaran Tianwu," ucap walikota Shang Wen.
"Omonganmu memang benar-benar melambung tinggi!"ucap Mo Hai mengayunkan pedangnya.
"Pedang datang! " perintah walikota Shang Wen membuat awan terbelah dengan pedang melesat ke arahnya.
"Tebas! " perintahnya.
"Booommmm!!!"
Ledakan besar terjadi di udara. Pedang bening layaknya air dan kokoh seperti gunung.
"Pedang sungai dan gunung. Kau Pangeran kesembilan Shang Wen! Bukan! Kau Raja Dianli! " ucap Mo Hai.
__ADS_1