
Shang Feng melompat menghindari setiap jeratan tali jiwa Li Hua. Ujung tali memiliki beberapa cabang meliuk-liuk bagaikan ular hidup. Shang Feng terbang ke sana kemari di atas awan nenghindari setiap jebakan jeratan tali jiwa.
"Pengekangan tak kasat mata! " ucap Li Hua.
Beberapa tali tipis berada di sekitar Shang Feng mengepungnya hingga tak bisa bergerak. Tubuhnya seakan terkunci oleh sesuatu tak kasat mata.
"Baiklah jika menggunakan beladiri surga. Aku akan menggunakan berbeda, " ucap Shang Feng menyatukan kedua telapak tangannya. Cahaya emas muncul samar.
"Tubuh Dharma! " ucap Shang Feng.
Cahaya terang berwujud Buddha bersinar memutuskan tali tipis disekitarnya.
"Sutra takdir: Lantunan Kedamaian! " ucap Shang Feng membacakan mantra. Suaranya menggema. Li Hua merasakan pusing seakan seseorang membisikkan untuk tidur. Dia menggelengkan kepalanya berusaha untuk tetap sadar. Memikirkan amarah dendam membuat Li Hua memiliki secercah kesadarannya.
"Beladiri jiwa: Tenik jeratan sutra! " ucap Li Hua mengayunkan talinya membentuk jeratan layaknya sarang laba-laba. Dia mengalirkn qi diseluruh tubuhnya dan membuat perlindungan jiwanya sendiri sembari menghilangkan efek penenang.
Shang Feng tersenyum meremehkan. Dia merentangkan kedua tangannya membuat beberapa pola formasi tercipta.
"Tapak penghancur bumi! " ucap Shang Feng.
Beberapa tapak raksasa melesat ke arah Li Hua. Dia mengayunkan kembali talinya membuat tapak hancur disertai ledakan. Angin kencang turun membuat tekanan hebat. Shang Feng membuka telapak tangannya melesat turun.
"Tapak pembelah langit! " teriak Shang Feng.
"Bommmm!! "
Li Hua menahan telapak tangan Shang Feng dengan susah payah. Matanya menatap tajam.
"Perenggut jiwa! " ucap Li Hua.
Aliran energi aneh mengalir melalui lengan Li Hua menyalur ke dalam tangan Shang Feng menyebar melalui pembuluh darahnya hingga menbuat dantiannya terkontaminasi sesuatu asing.
"Deggg!! "
Jantung Shang Feng terasa nyeri. Li Hua menampilan senyum kemenangan. Shang Feng menatap tajam sebagai balasan.
"Jiwamu akan menjadi tumbal tali ini, " ucap Li Hua.
"Bommmm!! "
Ledakan terjadi begitu hebat di langit. Kekuatan besar telah dilepaskan.
"Sreettt!....Sreeettt!!"
Tali jiwa mengikat tubuh Shang Feng membuatnya tak bisa bergerak. Energi kehidupan tubuhnya mengalir diserap oleh Li Hua.
"Apakah kau lupa teknik apa yang aku gunakan selama melawanmu? " ucap Shang Feng.
"Beladiri spiritual! " balas Li Hua.
"Benar! Kau pun salah menyerap energi kehidupanku, " ucap Shang Feng membelah dirinya.
__ADS_1
"Sutra takdir: Pembelahan jiwa surgawi! " ucap Shang Feng.
Tubuhnya membelah diri mengelilingi Li Hua. Mereka melakukan gerakan yang sama.
"Teknik pedang takdir langit! " ucap mereka serempak.
Pedang raksasa muncul dari kekosongan. Li Hua menahan menggunakan tali menjerat pedang untuk berhenti di udara.
"Tarik! " ucapnya menarik tali. Kekangan tali terlihat jelas. Aliran energi spiritual mengalir melilit pedang raksasa tersebut.
Shang Feng melepaskan diri dari jeratan tali jiwa dengan mudahnya.
"Hancurkan! " perintah Shang Feng.
Li Hua menerima tekanan kuat hingga ia tak bisa bertahan dalam waktu lama.
"Tidakkk!! " teriak Li Hua.
"Boommmm!! "
Hempasan energi kuat terjadi. Tubuh Li Hua hancur tak berjejak.
"Ibukota telah ditutup seluruh aksesnya. Kau bisa saja lari namun bukankah membuat keributan lebin menarik? " ucap Kaisar Ding Feng.
"Tentu saja. Aku ingin melakukannya, " ucap Shang Feng.
Dua kloningan mendekatinya. Keduanya memiliki karakteristik berbeda. Masing-masing mewakiliki energi dua Kaisar.
Mereka berdua melesat pergi meninggalkan tubuh aslinya. Shang Feng meninggalkan awan berniat untuk turun. Dia dapat dengan jelas melihat ibukota tengah terpasang formasi besar.
"Masing-masing wilayah raja menyumbangkan kekuatan fondasi formasi. Selanjutnya adalah pergi ke tanah leluhur mengecek kondisi utusan pangeran ke tujuh itu, " ucap Shang Feng melesat pergi.
Formasi raksasa berada dalam lingkup wilayah kekaisaran. Ibukota adalah pusat formasinya. Shang Feng dengan leluasa pergi kemanapun yang ia inginkan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Istana Kekaisaran.
Kaisar Tu Lei mengrenyitkan dahinya ketika mendengar kabar bahwa Li Hua tewas. Dia mendengar kabar dari kedua putra kebanggannya saat ini bahwa orang misterius menargetkan mereka berdua. Perintah perburuan yang dikeluarkan membuat gerakan di bawah ibukota.
"Akademi Salju Abadi patur dicurigai, " ucap Kaisar Tu Lei.
"Aku merasakan seseorang datang berkunjung ke ibukota. Dia memiliki kekuatan hebat, " ucap Bao Chai leluhur tersembunyi klan Tu.
"Leluhur! Dia bernama Shang Feng. Kedua putraku melaporkan penyerangan tak terduga dan aku yakin adalah dia. Menguasai seni beladiri spiritual, " ucap Kaisar Tu Lei.
"Shang Feng? Aku merasakan tiga orang kuat dengan energi asing. Dua diibukota dan terakhir aku masih melacaknya hingga saat ini, " ucap Bao Chai.
"Tiga! " ucap Kaisar Tu Lei terkejut.
"Perintahkan perburuan bagi bangsawan untuk menangkapnya, " ucap Bao Chai.
__ADS_1
"Tapi dia murid dalam akademi salju abadi, " ucap Kaisar Tu Lei.
"Lakukan secara tertutup! " perintah Bao Chai.
"Baik! " balas Kaisar Tu Lei.
Bao Chai menghilang dalam sekejap. Kaisar Tu Lei nengeluarkan plakat perintah.
"Seluruh bangsawan dengarkan titahku. Buru pemuda yang bernama Shang Feng dan bawa dia ke istana, " perintah Kaisar Tu Lei.
Seluruh ibukota berada dalam kondisi mencekam. Gerakan bawah tanah sangat terasa. Masing-masing kediaman pangeran mengeluarkan penjaan ketat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kediaman bangsawan Lin.
Kepala keluarga Lin mendengarkan titah Kaisar segera memerintahkan pencarian.
"Seorang murid akademi yang berani membuat onar di ibukota, sungguh pemberani, " ucap Lin Dewei.
Pasukan keluarga Lin bergerak di jalanan ibukota setelah mengetahui letak keberadaan Shang Feng.
"Paviliun Youle? Sungguh pemuda agresif, " ucap Lin Dewei menutup buku tertawa pelan.
Pasukan bangsawan Lin telah berada di depan paviliun Youle. Mereka masuk ke dalam mencari keberadaan Shang Feng. Membelah keramaian hingga mengeluarkan token perintah. Pengurus paviliun memberitahukan keberadaan Shang Feng.
"Tangkap atas perintah Yang Mulia! "
Shang Feng meletakkan sebotol arak sembari tersenyum.
"Pangawal bangsawan Lin yang datang, " ucap Shang Feng.
"Kau harus ikut dengan kami! "
"Aku tak suka yang namanya diperintah! " balas Shang Feng menyemburkan arak dari mulutnya menyebabkan api muncul mengelilingi sekitarnya.
Shang Feng beranjak berdiri bertarung melawan pasukan keluarga Lin.
"Formasi pengepungan! "
Mereka membentuk formasi pengepungan ganda tanpa takut dengan api.
"Akan aku bakar kalian semua hingga menjadi abu! Tempramentalku bahkan lebih buruk dibandingkan Yang Tingguang, " ucap Shang Feng melambaikan tangannya membuat api melayang menyambar berapa orang membakarnya hingga menjadi abu.
"Api karma: Kematian tak berbentuk! " ucap Shang Feng.
Api kian membesar membentuk wujud roh api melesat menyerang lainnya. Beberapa orang tak bisa melakukan perlawanan apapun. Senjata akan langsung meleleh dibuatnya. Shang Feng berdiri di tengah lingkaran api. Cincin pada jarinya mengkilat.
"Bakar! " ucap Shang Feng.
Seluruh pasukan bangsawan Lin hangus tak bersisa. Shang Feng tertawa penuh kemenangan.
__ADS_1
"Bagaimana dia mengatasinya. Aku sangat menantikan kabar, " ucap Shang Feng.