Holy Dynasty Emperor Throne

Holy Dynasty Emperor Throne
Kedatangan Orang Lama


__ADS_3

"Selama aku hidup aku dihormati! Aku tak akan kalah semudah itu! "ucap Feng Ming membuat segel tangan hingga bayangan Kaisar Ding Feng muncul memegang sebilah pedang mengayunkannya.


" Tebas! "ucapnya.


"Blarrrr!!!"


Pangeran Shang Feng mempertahankan kekuatan dari pedang takdir. Kaisar Xue Kai membuat celah membuat Feng Ming menoleh. Pangeran Shang Feng melihat kesempatan segera maju menusuk perut Feng Ming.


"Arkhh!! " ucap Feng Ming kesakitan dan kesadarannya kembali pulih. Pedang Karma terlempar jauh. Jiwa Kaisar Ding Feng muncul.


"Xue Kai! " Marah Kaisar Ding Feng.


"Diam! " balas Kaisar Xue Kai.


Feng Ming menatap kedua mata pangeran Shang Feng.


"Aku tetap tak mampu melawan takdir kematianku, "ucap Feng Ming.


"Pedang Takdir Kaisar Cai Jin adalah kebalikan dari pedang Karma Kaisar Ding Feng, " balas pangeran Shang Feng menarik pedangnya seketika Feng Ming jatuh yang tak lama kemudian ia tewas.


"Cai Jin! " ucap Kaisar Ding Feng.


Wujud spiritual Kaisar Cai Jin keluar dari dalam pedang takdir. Dia dengan wajah lembutnya menatap Kaisar Ding Feng.


"Mengapa kau membantunya! " ucap Kaisar Ding Feng.


"Dia orang yang ditakdirkan. Tentu saja aku harus membantunya, " balas Kaisar Cai Jin.


"Maksudmu? " tanya Kaisar Ding Feng mengubah ekspresinya dalam sekejab. Kaisar Cai Jin menganggukkan kepalanya.


Pangeran Shang Feng menatap ketiga Kaisar dalam Legenda tersebut.


"Junior memberi salam, " ucap pangeran Shang Feng.


Kaisar Cai Jin melangkah hingga jaraknya dengan pangeran Shang Feng cukup dekat.


"Kau keturunan Kaisar Shang? Aku turut prihatin runtuhnya dinasti Tianwu, " ucap Kaisar Cai Jin.


"Junior mengerti, " balas pangeran Shang Feng.


"Bocah! Pedang Karma aku berikan padamu, " ucap Kaisar Ding Feng mengadahkan tangannya seketika pedang Kaisar berada dalam genggamannya.


Kaisar Cai Jing mengadahkan tangannya membuat pedang takdir yang berada dalam genggaman pangeran Shang Feng kembali ke tangannya.

__ADS_1


"Jangan tunjukkan kedua pedang dewa jika tak terpaksa. Tenang saja. Jiwaku dan yang lainnya akan tetap ada kecuali pedang hancur, " ucap Kaisar Cai Jin.


"Junior mengerti, " balas pangeran Shang Feng.


"Hei! " panggil Kaisar Ding Feng kepada Kaisar Cai Jin.


"Apa? " tanya Kaisar Cai Jin.


"Aku teringat dimana kita ber tujuh dahulu pernah membuat seluruh benua berguncang karena pertarungan. Sepertinya kita akan berkumpul kembali nantinya, " jawab Kaisar Ding Feng.


"Benar. Dia akan melawan musuh terbesarnya saat ini. Sekte Tianmen, " ucap Kaisar Cai Jin.


"Hanya sekedar sekte Tianmen sekali pedangku aku ayunkan maka mereka akan musnah, " balas Kaisar Ding Feng.


"Jika dinasti Tianwu saja runtuh, bukankah ada konspirasi besar dibaliknya? " tanya Kaisar Cai Jin.


"Ya. Aku juga berpikir seperti itu, " jawab Kaisar Ding Feng.


"Sepertinya suatu saat nanti tujuh benua akan bersatu kembali, " ucap Kaisar Xue Kai.


Dua Kaisar menoleh ketika Kaisar Xue Kai berbicara.


"Itu melawan kehendak langit, " ucap Kaisar Cai Jin.


Ketiga Kaisar menoleh menatap pangeran Shang Feng dan menilainya.


"Sepertinya kau benar-benar berambisi menyatukan tujuh benua. Tidak ada seorangpun diantara kami yang bisa menyatukan tujuh benua karena ada larangan dari kehendak langit itu sendiri, " ucap Kaisar Cai Jin.


"Junior pernah mendengar legenda kuno dimana tujuh pedang, tujuh benua, tujuh dinasti dan tujuh hewan mistik akan mengguncang alam manusia hingga membuat langit berguncang bahkan dewa pun akan turun mencegahnya, " ucap pangeran Shang Feng.


"Hah....! Kau benar-benar berambisi dan aku suka itu. Aku dengar Kaisar Shang mengumpulkan tiga hewan mistik di wilayahnya, " ucap Kaisar Ding Feng.


"Benar. Ying Ke, Huo Yelian dan Hei She, " jawab pangeran Shang Feng.


"Sudahlah. Pertarungan di luar akan segera dimulai. Wei Rong murid sang Abadi akan menunjukkan taringnya hari ini, " ucap Kaisar Cai Jin.


Kaisar Ding Feng menghentakkan kakinya membuat domain api karma perlahan menghilang dengan jasad Feng Ming jatuh ke tanah. Pangeran Shang Feng melayang di udara.


"Ming'er!! " teriak leluhur Feng Gui.


Dia memegangi tubuh Feng Ming kemudian menatap nyalang pangeran Shang Feng.


"Beraninya kau membunuh Feng Ming!! " teriak leluhur Feng Gui.

__ADS_1


"Semuanya akan aku lebur kembali! " balas pangeran Shang Feng.


Leluhur Feng Gui berdiri dia dengan marah menatap pangeran Shang Feng.


"Dengarkan perintahku! Bunuh Dia! " ucap leluhur Feng Gui.


Kaisar Jiang Shan dan Kaisar Ren Cai menghilang dari tempat duduknya dengan kecepatan kilat berdiri dibelakang leluhur Feng Gui. Pedang Hati Mati melesat berada dalam genggaman leluhur Feng Gui.


"Tebas! " ucap leluhur Feng Gui.


Sebuah pedang melesat menghancurkan bilah pedangnya dan langsung bertabrakan dengan pedang Hati Mati mendorong leluhur Feng Gui. Pangeran Shang Feng diserang dari berbagai arah oleh tombak naga perak dan pedang guntur petir.


"Trang!! "


Kedua senjata ditangkis dan kembali kepada pemiliknya.


"Aku ingin melihat. Siapa yang berani menyentuhnya,"ucap seseorang memegang tombak.


Leluhur Feng Gui berdiri dia dengan marah menatap pangeran Shang Feng.


"Dengarkan perintahku! Bunuh Dia! " ucap leluhur Feng Gui.


Jie Quentin datang memegang tombaknya dimana ia menatap pemegang tombak naga perak. Begitupun dengan pedang guntur petir yang kembali kepada pemiliknya setelah di tangkis. Penangkis pedang guntur petir tak lain adalah Zhi Nan.


"Tombak pengguncang bumi dan pedang air ekstrem! "


"Jiang Wenyan, tak kusangka kau masih hidup, " ucap Jie Quentin.


"Heh! Jika kau saja masih hidup mengapa aku tidak?"balas Jiang Wenyan.


"Hari ini pak tua ini akan membantu seorang pemuda yang ingin duduk santai di kursinya.Apakah gelar dewa tombak bumi bisa aku pertahankan? " ucap Jie Quentin.


Leluhur Feng Gui mundur dan pedang tersebut kembali kepada pemiliknya Wei Rong. Pedang unim yang terbuat dari akar rotan.


"Ren Han! Beraninya kau menyakitiki pangeran Shang Feng, " ucap Zhi Nan.


"Kau benar saja belum mati. Kaisar Sheng Jing saja bisa aku bunuh mengapa kau tidak? " ucap Ren Han.


Kaisar Jiang Shan dan Kaisar Ren Cai menerima kode dari leluhur Feng Gui. Mereka melesat ke arah pangeran Shang Feng. Sebuah tongkat bambu memukul perut mereka hingga membuatnya terjatuh kembali di tanah. Hui Li datang dengan tenang melayang berada di belakang.


"Aku ingin lihat, apakah orang buta ini mampu mengalahkan kalian yang disebut sebagai leluhur pertama dua dinasti yang dielu-elukan sebagai leluhur terkuat setelah kematin Kaisar pertama dinasti Zhufu?"ucap Hui Li dengan ekspresi mengejek keduanya. Bibir tipisnya membuat siapapun tak tahan akan lihainya dia merangkai kata-kata tajam menjatuhkan lawan bicaranya dalam sekejap mata.


"Pendekar buta! "ucap kedua Kaisar terkejut.

__ADS_1


" Bangsawan dan walikota dengarkan perintah! Serang Shang Feng dan bunuh dia! "perintah leluhur Feng Gui.


__ADS_2