Holy Dynasty Emperor Throne

Holy Dynasty Emperor Throne
Kemarahan Permaisuri Dai Yu


__ADS_3

Alam Kesadaran Qin Li.


Kegelapan tak berujung membuat Qin Li hampir gila karena tak menemukan cahaya sedikitpun.


"Beri aku jawabanmu. Mengikuti takdir atau menentangnya? " ucap suara misterius.


"Menentangnya! " balas Qin Li.


Cahaya terang menyilaukan muncul di tengah kegelapan. Sosok mulia datang dihadapan Qin Li.


"Dewa? " tanya Qin Li.


Mengenakan jubah putih dengan rambut hitam legam berpenampilan tinggi.


"Seseorang pernah memanggilku sebagai Zhen Liang"


"Dewa Zhen Liang. Junior memberi hormat, " ucap Qin Li.


"Katakan padaku alasanmu menolak takdir? " tanya Zhen Liang.


"Karena aku menebak bahwa Yang Mulia Shang Feng memiliki ramalan takdir besar yang menyangkut seluruh umat manusia, " jawab Qin Li.


"Benar. Aku melakukan kesalahan namun aku hanya bisa melakukan ini untuk kalian, " ucap Zhen Liang.


"Kau bilang demi umat manusia? " tanya Permaisuri Dai Yu.


Gulungan kain biru membentang hingga seorang wanita muncul. Dia sedikit memiliki emosi ketika berhadapan dengan Zhen Liang.


"Kau? " ucap Zhen Liang.


"Ya! Ini aku! " balas Permaisuri Dai Yu.


Zhen Liang memiliki ekspresi tak begitu mengenakkan.


"Kau tak kembali ke alam dewa? " tanya Zhen Liang.


"Aku bukan seorang dewi dari istana Xingye lagi. Sekarang aku tanya. Mengapa kau meninggalkan dewi Lu Lan! "ucap Permaisuri Dai Yu.


" Aku... Aku memenuhi tugas Yang Mulia, "jawab Zhen Liang.


" Cihhh! Kau memang laki-laki brengsek! Meninggalkan dewi Lu Lan sedangkan kau menikahi dewi Shu Mi yang merupakan juniormu sendiri. Apakah kau tahu saat kabar itu beredar? Istana Tianxian menanggung malu!"ucap Permaisuri Dai Yu marah.


"Aku.. Terpaksa melakukannya, " balas Zhen Liang.

__ADS_1


"Terpaksa katamu! " ucap Permaisuri Dai Yu mengehempaskan kekuatan besarnya. Selendang birunya memanjang berkibar.


"Dewi Lu Lan menanggung malu bahkan istana Tianxian menanggung hinaan di alam dewa. Kau menikahi juniormu pada saat di alam manusia? Sungguh tercela! Aku tak perlu menghormatimu!"


Permaisuri Dai Yu merentangkan kedua lengannya. Wujud spiritual dirinya muncul dengan kedua mata hitam legamnya.


"Katakan padaku sekali bahwa kau harus berjanji kepada mereka untuk segera memberikan warisan tubuh dewa kepada lima bangsawan! Tak perlu ada ujian lagi!" ucap Permaisuri Dai Yu mengancam Zhen Liang.


"Aku berjanji untuk melakukannya, " ucap Zhen Liang.


Dia menatap Qin Li mengerahkan kekuatannya memaksa pewarisan tubuh dewa.


"Aku telah melakukannya. Tubuh dewa Yin-Yang dia miliki, " ucap Zhen Liang.


Permaisuri Dai Yu melambaikan tangannya membuat tubuh Qin Li menghilang kembali ke dunia nyata.


"Katakan. Apa alasam dibalik kau menikahi juniormu itu? Karena ingin memimpin manusia menduduki takhta suci Kaisar alam manusia atau apa? " tanya Permaisuri Dai Yu.


"Aku terpaksa melakukannya karena aku cinta padanya. Kenyamanan membuat hatiku luluh, " jawan Zhen Liang.


"Dewa pedang terhormat, tidak! Dewa perang Zhen Liang. Apakah benar hatimu luluh karena kenyamanannya? Dewi Lu Lan mengabdikan seluruh hati dan tenanganya demi kau. Ketika kau menjadi dewa pedang, dia selalu datang membimbingmu menjadi dewa sejati. Tapi apa? Kau malah mengkhianatinya ketika mendapat tugas dari Yang Mulia, "ucap Permaisuri Dai Yu.


" Aku tahu!!! Aku sama-sama mencintai mereka! "balas Zhen Liang.


" Dia tengah mengandung putramu! Dia mendapat hinaan dari seluruh alam dewa. Jika bukan karena reputasimu, dia akan berbicara. Putramu lahir dan meninggal tepat tujuh hari setelah kelahiran. Kau tahu sendiri mengapa putramu dari dewi Shu Mi memiliki permusuhan abadi hingga hari ini? Karena dia terlahir kembali sebagai manusia. Dan kau membuat keputusan salah!"


"Aku tahu semuanya. Aku berharap inilah akhirnya. Aku tahu mengapa kau membelanya. Dia sahabatmu! " ucap Zhen Liang.


"Katakan padaku. Siapa yang kau pilih saat ini? " tanya Permaisuri Dai Yu.


"Dua-duanya. Aku memilih mereka. Aku tak ingin perang terulang kembali, " jawab Zhen Liang.


"Kau benar-benar egois. Aku tak menyangka bagaimana dewi Lu Lan mencintaimu, " balas Permaisuri Dai Yu.


"Aku tak memihak siapapun. Mereka berdua akan sama-sama menaiki alam dewa bertemu denganku. Aku akan menggunakan energi kekacauan di alam manusia mencegah terjadinya bencana itu, " ucap Zhen Liang tegas.


Permaisuri Dai Yu melayang perlahan meninggalkan Zhen Liang.


"Aku beritahu satu hal. Meskipun aku bisa dibilang juniormu sebab aku menikahi cucumu, tapi dewi Lu Lan pernah memberitahuku satu hal. Dia patah hati membawa putranya ke hadapan Yang Mulia. Kekecewaannya mendalam hingga membuat Yang Mulia bersimpati. Dia memiliki dua kesempatan permintaan pengabulan secara langsung. Adapun permintaannya ialah membuat kutukan tak berujung bagi alam manusia yang tecipta dari darah putramu sendiri dan kedua adalah bahwa mereka akan terus bertarung sampai salah satu putramu benar-benar tewas. Dan yang tewas adalah putramu dari dewi Shu Mi itu adalah hal mutlak,"ucap Permaisuri Dai Yu.


" Tidak! Semuanya akan selamat. Aku percaya rencanaku sebelumnya! "balas Zhen Liang.


" Heh! Yang Mulia Kaisar tidak pernah inkar janji kepada siapapun. Dia akan mati! "ucap Permaisuri Dai Yu menghilang dalam sekejap.

__ADS_1


Zhen Liang jatuh ke dalam renungan. Dia menerika berita tak terduga.


" Tapi, dia adalah putra dari dewi bumi Shu Mi,"ucap Zhen Liang menghilang memasuki portal.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Alam nyata.


Qin Li tersadar berikut dengan lainnya.


"Selamat! Kalian memiliki tubuh dewa. Bukankah mengejutkan? " tanya Shang Feng.


Mereka beranjak berdiri memberikan penghormatan kepada Shang Feng.


"Kita harus kembali. Tenang saja, pemimpin akademi tak akan mengetahui pewarisan tubuh dewa kalian, " ucap Shang Feng.


"Mengerti! " balas mereka serempak meninggalkan kuil.


Bayangan permaisuri Dai Yu muncul dari selendang biru.


"Terima kasih telah menjaga mereka, " ucap Shang Feng.


"Tak masalah. Bawalah selendang ini sebagai hadiah kekasihmu, " balas Permaisuri Dai Yu.


"Mengerti, " ucap Shang Feng.


Shang Feng beranjak berdiri. Dia berjalan meninggalkan kuil memberikan senyuman meremehkan kepada seseorang.


"Ayo!" ucap Shang Feng.


Mereka berenam melayang melesat turun dari kuil membelah awan hingga angin. Suara lonceng terdengar nyaring menandakan ujian kuil dewi telah usai. Tetua Agung melihat Shang Feng dengan kelima pengawalnya melayang di udara yang kemudian mendarat di tanah.


"Kalian lulus ujian jiwa agung dengan sempurna memperoleh pencerahan dari dewi, " ucap Tetua Agung.


"Aku bagaimana Tetua? " tanya Qin Fengge.


"Kau lulus. Ujian ini hanyalah salah satu hadiah dari pemimpin karena mereka yang bisa berada di kuil dewi maka memperoleh pencerahan yang dapat meningkatkan kekuatan jiwa, " jawab Tetua Agung.


Qian Fengge merasa mendapatkan hadiah luar biasa.


"Kalian semua kecuali Shang Feng bisa mengikuti tetua untuk pemilihan asrama, " ucap Tetua Agung.


"Baik! " jawab Qian Fengge.

__ADS_1


__ADS_2