
Cahaya terang memancar dari tubuh biksu Tang Zhou. Dia seakan makhluk yang turun dari surga. Silaunya membuat Shi Jintian dan Chan Fan menggunakan lengannya menutupi pancaran sinar cahaya tersebut.
"Namo Amituofo" ucap biksu Tang Zhou.
Telapak tangan biksu Tang Zhou terbuka berada di dada menghadap ke luar berikut dengam wujud Buddha dibelakangnya.
"1000 cahaya kebajikan dan kemakmuran, " ucap Shi Jintian.
Dia melayang di udara membuat segel tangan hingga sebuah formasi tercipta.
"Cermin penghisap! " ucap Shi Jintian.
Cahaya dari tubuh biksu Tang Zhou terhisap oleh cermin raksasa tersebut. Chan Fan melayang menggunakan pedang darah menyerang biksu Tang Zhou. Puluhan ribu pedang mengarah kepada biksu Tang Zhou.
"Namo Amituofo" ucap biksu Tang Zhou.
Lengan Buddha berubah menjadi mudra Abhaya disusul dengan telapak tangan raksasa melesat menahan puluhan ribu pedang tersebut.
Aura kematian menguar dari tubuh Chan Fan. Dia menggunakan metode dari lembah hantu. Teknik pedang kekosongan. Pedang raksasa turun dari langit bergerak ke arah biksu Tang Zhou. Shi Jintian mengeluarkan teknik pedangnya. Puluhan ribu pedang memenuhi langit.
"Teknik ribuan pedang pemusnah! " ucapnya memerintahkan pedang tersebut untuk turun.
Biksu Tang Zhou tak gentar menghadapi serangan gabungan kedua orang tersebut. Wujud sang Buddha perlahan berdiri dan seribu tangan muncul.
"Namo Amituofo" ucap biksu Tang Zhou.
Serangan ribuan pedang ditangkis oleh tangan-tangan Buddha. Pedang raksasa Chan Fan telah ditahan oleh tongkat biksu Tang Zhou yang ia lemparkan. Energi besar bertabrakan hingga menyebabkan tanah berguncang.
__ADS_1
"Tapak Buddha dari surga! " ucap biksu Tang Zhou.
Telapak tangan raksasa berwarna emas melesat menghantam mereka berdua. Wujud Buddha seribu tangan dipertahankan oleh biksu Tang Zhou. Mereka berdua terluka hingga memuntahkan darah segarnya.
"Tak heran Shi Chao mati, " gumam Shi Jintian.
"Kita pergi!" ucap Shi Jintian.
Mereka pergi secepat angin. Biksu Tang Zhou memuntahkan seteguk darah segar.
"Tubuhku terlalu tua jika menggunakan wujud sang Buddha seribu lengan di tambah tapak surga, " ucap biksu Tang Zhou berjalan masuk ke dalam kuil menggunakan tongkat sebagai alat bantunya berjalan.
Wujud sang Buddha seribu lengan merupakan wujud tertinggi dari teknik kuil Shengxin. Tapak surga adalah teknik peningkatan dari tapak emas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Ranah alam dewa tak hanya dewa manusia, dewa bumi dan dewa langit. Jarak antara dewa bumi dengan dewa langit sangat jauh bahkan melampaui dua ranah. Terdapat ranah yang hilang yakni ranah dewa palsu dan dewa semu. Masing-masing dibagi menjadi tiga bagian. Awal, menengah dan puncak. Setelah melewati dua ranah dewa palsu dan semu, maka akan memasuki ranah abadi yakni dewa langit, " ucap pangeran Shang Feng membaca isi gulungan tersebut. Dia menutup kembali dan menyimpannya.
"Danau dewa adalah pertapaan para Kaisar pendahulu. Melawan dua Kaisar dan pemilik pedang karma, aku harus mencapai ranah dewa bumi puncak bahkan setengah alam dewa palsu," ucap pangeran Shang Feng bertekad.
Pangeran Shang Feng memejamkan mata dan memasuki dimensi kekosongan. Pencerahan surga warisan Kaisar Shang merupakan sebuah buku yang disebut sebagai buku "Pengetahuan Dunia". Pangeran Shang Feng melihat buku pengetahuan dunia melayang di depannya melambaikan tangannya membuat buku tersebut terbuka.
" Awal adalah akhir begitupun sebaliknya. Semuanya adalah satu begitupun kekuatan. Tidak ada yang pernah lebih ataupun kurang. Semuanya seimbang. Teknik ilahi pengetahuan dunia pedang, buka! "ucap pangeran Shang Feng.
Buku pengetahuan dunia bersinar terang hingga aksara kuno muncul melayang di udara. Wujud spiritual manusia yang tengah memperagakan berbagai macam teknik pedang terlihat mengelilingi pangeran Shang Feng.
" Sepertinya, aku hanya bisa membuka dua jurus pedang. 'Teknik Pedang Roda Takdir dan 'Teknik Pedang Pembelah Langit' dari sekian banyaknya teknik pedang"gumam pangeran Shang Feng.
__ADS_1
Wujud spiritual tersebut masuk ke dalam tubuh pangeran Shang Feng. Dia terhenyak tanpa sebab hingga kedua matanya terbuka. Sekelilingnya telah berubah dimana wujud spiritual seseorang mengelilinginya dengan pedang di tangan masing-masing.
"Aku memasuki kesadaran pendahulu? " ucap pangeran Shang Feng.
Salah satu wujud spiritual mendekati pangeran Shang Feng.
"Leluhur! " ucap pangeran Shang Feng bersujud.
Wujud spiritual yang mendekati pangeran Shang Feng ialah pendiri dinasti Tianwu, Kaisar Shang Yuan.
"Aku hanyalah jejak kesadaran yang aku tinggalkan di danau dewa ini berikut mereka, " ucap Kaisar Shang Yuan merujuk pada para Kaisar terdahulu.
"Pewaris sah takhta Kaisar bertapa di danau dewa dan akan memasuki alam kesadaran terdalam dari darah kekaisaran. Karena kau telah membuka dua jurus dari pengetahuan dunia pedang, aku akan membantumu berikut dengan mereka, " ucap Kaisar Shang Yuan.
Kelima Kaisar pendahulu mengalirkan kekuatannya kepada pangeran Shang Feng. Kaisar Shang Yuan menyentuh kening pangeran Shang Feng dan semuanya berubah, hanya pangeran Shang Feng dan Kaisar Shang Yuan.
"Ini adalah domain kesadaranku sendiri. Aku akan membantumu membuka pencerahan surga tahap ketiga. 'Teknik mengguncang langit dan bumi', " ucap Kaisar Shang Yuan.
Kaisar Shang Yuan membuat gerakan tangan mengalirkan pencerahan yang ia miliki ke dalam tubuh pangeran Shang Feng. Energi spiritual suci mengelilinginya dan masuk ke dalam tubuhnya. Pangeran Shang Feng membuka kedua matanya kembali.
"Meskipun Pencerahan Surga hanya dimiliki oleh para dewa, namun guru memberikannya kepadaku. Sesungguhnya ilmu 'Pencerahan Surga' sangat mengerikan. Mengetahui seluruh isi dunia fana dengan pemikiran mendalam. Meskipun aku berjanji tak menggunakan kekerasan kepada guru, namun bukan berarti penjahat tak boleh dibiarkan begitu saja. Energi yang diberikan oleh para Kaisar telah membuka teknik ketiga dari buku pengetahuan pedang dunia. 'Teknik Pedang Kebenaran' ketiga teknik pedang ini sebenarnya adalah teknik milik Kaisar Cai Jin dengan pedang dewa takdirnya,"ucap Kaisar Shang Yuan.
"Jadi, ketiga teknik ini bukan murni teknik leluhur?" tanya pangeran Shang Feng.
"Tidak. Buku ilahi pengetahuan dunia pedang adalah induk dari segala macam teknik pedang di dunia manusia. 'Pencerahan Surga' milikku merupakan hadiah dari guru beserta buku ilahi itu, "ucap Kaisar Shang Yuan.
" Apakah aku bisa menemukan pedang takdir Kaisar Cai Jin? "tanya pangeran Shang Feng ragu karena ia takut dikira serakah.
__ADS_1
" Aku memilikinya di dasar danau dewa, "jawab Kaisar Shang Yuan.