
"Beraninya menyusupi jiwa seseorang melalui mimpi! " marah Permaisuri Dai Yu.
Song Zhuang terhenyak. Cahaya terang menyilaukan tiba-tiba muncul.
"Anda? " ucap Song Zhuang.
Permaisuri Dai Yu menunjukkan wujud sebenarnya.
"Pergi sebelum mati! "perintah Permaisuri Dai Yu.
" Baikk!! "jawab Song Zhuang menghilang.
Shang Feng muncul setelahnya. Permaisuri Dai Yu mendarat.
" Luluh lantahkan mereka semua sesuai keinginanmu,"ucap Permaisuri Dai Yu.
" Aku menunggu waktunya tiba mereka datang ke ibukota Baoxue sembari menyelidiki Tuan Muda akademi itu dan kekaisaran. Terlalu melelahkan jika meramal masa depan, "ucap Shang Feng.
" Maksudmu murid pak tua itu ya? Dia bukan manusia. Dia adalah iblis yang berhasil mewujudkan diri menjadi manusia, "ucap Permaisuri Dai Yu.
Shang Feng mengeluarkan pedang iblis darah menunjukkannya kepada Permaisuri Dai Yu.
" Benar itu. Dia sisa jiwa pedang dari pedang iblis milikmu itu, "ucap Permaisuri Dai Yu.
" Baik! Aku berterima kasih kepada Anda, "balas Shang Feng kembali ke dunia nyata.
Dia terhenyak terbangun beberapa saat sebelum helaan nafas panjang ia lakukan. Matanya terpejam kembali. Dia benar-benar tertidur pulas.
Alam kesadaran Shang Feng.
" Apakah aku perlu memberikannya langsung bunga karma? Dewi terang-terangan membimbingnya, "ucap Kaisar Ding Feng.
" Jangan! Biarkan dia pergi ke benua Yunchang mengembalikan jiwamu, "balas Kaisar Cai Jin.
" Maksudmu kau ingin dia datang ke benua Yunchang mendatangi pemakamanku? "tanya Kaisar Ding Feng.
" Benar. Setelah itu dia harus pergi ke benua Shengming menemukan pohon dewa sebelum kembali ke benua Shenyun, "jawab Kaisar Cai Jin.
" Mengapa kau menahannya untuk kembali? "ucap Kaisar Ding Feng heran karena tak biasanya Kaisar Cai Jin melakukan tindakan seperti itu.
" Untuk menghindari konflik kota suci lebih dalam. Klan Luo mengunjungi benua Shenyun saat ini, "jawab Kaisar Cai Jin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Benua Shenyun.
Seseorang mengguncang langit kekaisaran hingga membuat Wei Rong keluar. Dia berhadapan dengan orang misterius tersebut.
"Siapa? " tanya Wei Rong.
"Luo Chang" jawabnya dengan nada angkuh menatap Wei Rong.
"Klan Luo dari kota suci? " ucap Wei Rong memastikan dugaannya.
"Benar! Putraku menghilang tepat dimari. Katakan atau aku bunuh semua orang di benua Shenyun ini! " marah Luo Chang.
__ADS_1
"Apakah kau kira benua suci Shenyun kekurangan orang-orang kuat? " ucap Liu Mengyao.
Lima pedang beladiri melesat menghantam tubuh Luo Chang. Suara derit benda tajam terdengar nyaring hingga percikan api terlihat.
"Pergi! " ucap Luo Chang.
Pedang kembali kepada Liu Mengyao. Lu Chang mengrenyitkan dahinya.
"Darimana kau memiliki kotak itu? " tanya Lu Chang dengan nada mengintimidasi.
"Aku tak perlu menjawab pertanyaanmu! " balas Liu Mengyao.
Lu Chang meledakkan energinya membuat hempasan angin kuat menyapu segalanya. Liu Mengyao membuka 12 pedangnya secara langsung mengarahkan untuk menyerang.
"12 pedang beladiri? Sepertinya kau tak tahu rahasianya," ucap Lu Chang.
"Pergi! " perintah Liu Mengyao.
12 pedang beladiri melesat mengitari Lu Chang bersiap untuk melakukan penyerangan.
"Formasi lingkaran pedang pembunuh! " ucap Liu Mengyao.
12 pedang beladiri membentuk formasi ganda mengurung Lu Chang.
"Benar-benar tak tahu ketinggian langit! " balas Lu Chang.
Telapak tangannya dialiri kekuatan hebat. Dia mengangkatnya ke atas menahan pedang spiritual Liu Mengyao.
"Hancurkan untukku! " ucap Lu Chang.
Ledakan energi membuat Liu Mengyao mundur beberapa langkah. 12 pedang beladiri miliknya melayang-layang.
"Siapa namamu? " tanya Lu Chang.
"Liu Mengyao! Putra raja pedang Liu Bai! "
"Putra Liu Bai? Sepertinya aku pernah mendengar nama itu. Oh ya! Kalau tidak salah dia pernah memasuki kota suci dan pulang membawa kekalahan telak," balas Lu Chang.
Liu Mengyao mengepalkan tangannya memendam amarah kuat.
"Tak peduli masa lalu namun aku harus merebut kembali reputasi ayahku! " ucap Liu Mengyao menggerakkan jarinya memerintahkan 12 pedang beladirinya melesat menyerang Lu Chang. Mereka berdua bertarung menggunakan beladiri pedang.
"Pedang bumi penghancur! " ucap Lu Chang mengayunkan pedangnya.
Bilah raksasa menahan 12 pedang beladiri milik Liu Mengyao.
"Boommm!! "
Liu Mengyao terkena serangan Lu Chang membuatnya terpental jauh memuntahkan seteguk darah segar.
"Apakah kau tahu kotak pedang itu berasal dari mana? Jika memang tak tahu maka aku akan memberitahumu. Kotak pedang beladiri merupakan salah satu harta pusaka kota suci milik klan Xia, dewa pedang kota suci, " ucap Lu Chang.
Liu Mengyao menatap Lu Chang tak percaya akan ucapannya.
"Tidak! Aku tak peduli kotak ini berasal dari mana. Ayahku memiliki alasan untuk itu, " ucap Liu Mengyao.
__ADS_1
"Tak masalah. Aku akan membawanya kembali, " ucap Lu Chang mengadahkan tangannya membuat kotak pedang bergetar berusaha mengarah kepadanya. Wei Rong mencegahnya. Dia segera mengambil kotak pedang memerintahkan 12 pedang beladiri untuk kembali.
"Anak muda. Lebih baik serahkan benda itu kepadaku , " ucap Lu Chang.
"Tidak akan aku serahkan benda ini kepadamu. Barang milik raja Liu Bai merupakan milik putranya juga, " balas Wei Rong.
"Anak muda, masa depanmu cukup panjang. Namun keputusan yang kau ambil salah besar, " ucap Lu Chang.
"Aku tak pernah takut kepada klan Luo-mu ataupun klan Xia. Bukankah kau mengatakan bahwa kotak pedang ini bukanlah milik raja Liu Bai melainkan milik klan Xia yang berarti kau mengetahui rahasia kotak pedang ini, " ucap Wei Rong mengusap-usap kotak beladiri dengan lembut.
"Benar. Pusaka klan Xia kotak beladiri menyimpan rahasia klan Xia turun-temurun, " ucap Lu Chang.
"Maksudmu seperti ini? " tanya Wei Rong menepuk kotak kayu membuat 12 wadah pedang beladiri terbuka 180° .
"Kau pun sama bodohnya dengan dia. Membuka 12 pedang beladiri, " ucap Lu Chang.
"12 pedang bumi maksudmu? " tanya Wei Rong.
"Apa! " balas Lu Chang sedikit terkejut.
Wei Rong kembali menepuk pundak kayu membuat kotak kayu membuka kembali wadah pedangnya hingga 360° terpantul seperti cermin.
"12 pedang bumi, 12 pedang langit!" ucap Wei Rong dengan lantang.
Lu Chang terhenyak melihat 12 pedang langit dan bumi.
"Kau mengetahui kotak pedang beladiri klan Xia! " ucap Lu Chang.
"Benar! Aku mengetahuinya! " balas Wei Rong mengangkat jari telunjuknya membuat 12 pedang bumi keluar dari dalam wadahnya melayang di udara. Wei Rong kembali mengangkat jarinya membuat 12 pedang rahasia dari kotak pedang yakni pedang langit keluar dari dalam wadahnya dengan sempurna.
"24 pedang surga dan bumi!" ucap Wei Rong menyatukan kedua telapak tangannya membuat 24 pedang beladiri melesat ke arah Lu Chang dengan cepat.
Lu Chang mencoba menghindari serangan 24 pedang beladiri. Dia tengah terkepung dengan pedang suci.
"Pedang pengguncang dunia!" ucap Lu Chang.
Awan bergemuruh dengan petir mengglegar menyerang pedang suci. Lu Chang mengusap pedangnya mengangkatnya ke langit.
"Hancurkan untukku! " perintah Lu Chang.
Petir saling bersahutan satu sama lain menyerang pedang-pedang suci.
"Blarrrrr!!! "
"Blaaarrrr!! "
"Blaarrrr! "
Tak ada efek apapun yang diterima oleh pedang suci ataupun Wei Rong. Liu Mengyao menghampiri Wei Rong.
"Ini? " tanya Liu Mengyao.
"Pedang surga dan bumi. Klan Xia mengumpulkan pedang suci dari tempat-tempat telarang di alam manusia. Pedang bumi yang terlihat, pedang langit membuka jalan. Mendiang Raja Liu Bai pasti telah membuat sesuatu di kota suci, "jawab Wei Rong.
" Aku mendengar kata-kata terakhir ayahanda mengatakan bahwa kotak pedang yang ia bawa dari kota suci kembali ke benua Shenyun harus disembunyikan dari mereka, "balas Liu Mengyao.
__ADS_1
Lu Chang tengah dikepung 24 pedang suci yang saling terhubung membentuk tiga formasi lingkaran pedang.