
Lembah Obat.
Wei Rong tengah meminum teh herbal di dalam paviliun penyembuhan. Hembusan angin membuatnya meletakkan cangkir dimeja. Seseorang datang di luar paviliun penyembuhan.
"Wei Rong... Apakah kau tak memberi muka terhadapku?" tanya leluhur Feng Gui.
"Leluhur Feng Gui? Kakek Kaisar Feng Yu, " gumam Wei Rong.
Pintu paviliun penyembuhan terbuka lebar. Wei Rong berjalan keluar. Leluhur Feng Gui menatap kedatangan Wei Rong.
"Aku memintamu menyelamatkan Feng Yu, " ucap leluhur Feng Gui.
"Atas dasar apa aku harus melakukannya? Kaisar Feng Yu memiliki raja obat sebagai mertua putranya, mengapa aku harus kembali, " balas Wei Rong.
"Feng Yu membawamu ke istana setelah Kaisar Obat tewas. Apakah itu bukan termasuk budi baik Feng Yu?"tanya leluhur Feng Gui.
"Ayah angkat tewas akibat ulah klan Shi dan raja obat Yao Chen. Apakah istana membuka mata pada saat itu? Membawaku ke istana dan menyetujui gelar raja obat milik walikota Yao Chen, " jawab Wei Rong.
"Heh!! Aku memiliki batas toleransi! Kau adalah Tuan Muda Lembah Obat. Alasan istana menutup mata adalah karena klan Shi mengendalikan dinasti! " ucap leluhur Feng Gui.
"Aku akan menyetujui permintaanmu asalkan kau menyetujui persyaratanku, " ucap Wei Rong.
"Apa persyaratanmu? " tanya leluhur Feng Gui.
"Umumkan takhta Kekaisaran kosong, seluruh pangeran tak berhak mendudukinya, " jawab Wei Rong.
"Lancang!! " Marah leluhur Feng Gui meledakkan energi spiritualnya.
"Takhta Kaisar dinasti Zhufu hanyalah milik keturunanku! Tidak ada satupun orang yang bisa menggantikannya!"ucap leluhur Feng Gui menunjuk Wei Rong dengan amarahnya.
"Terserah apa yang kau lakukan. Kaisar Feng Yu akan tewas bahkan sebelum konfrensi Qinglong. Karma hukuman surgawi adalah sesuatu mutlak di alam semesta bagi siapapun yang tak dikehendaki oleh langit. Pikirkan baik-baik perkataanku, " ucap Wei Rong berbalik berjalan memasuki paviliun penyembuhan.
Leluhur Feng Gui marah meledakkan energinya melesat mengepalkan tangannya berniat meninju Wei Rong.
"Banggg!! "
Tinju leluhur Feng Gui tertahan oleh dinding tipis tak terlihat yang mengelilingi Wei Rong.
"Selagipun orang-orang tua itu datang, mereka tak akan pernah bisa menyentuhku selagi aku berada di lembah obat. Pergi! " ucap Wei Rong.
Leluhur Feng Gui mundur menatap nyalang Wei Rong sebelum pergi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Istana Panjang Umur.
Leluhur Feng Gui masuk ke dalam kamar Kaisar. Dia berdiri disamping ranjang. Kaisar Feng Yu membuka matanya.
"Dia mengajukan syarat. Kau harus mengumumkan takhta Kaisar kosong dan seluruh pangeran tak berhak atas takhta Kaisar, " ucap leluhur Feng Gui.
"Lancang! Tak akan aku biarkan takhta Kaisar jatuh ke tangan selain keturunanku! " ucap Kaisar Feng Yu.
"Baiklah kalau itu keputusanmu. Aku akan bertarung melawannya hingga ia menyerah bahkan tempatnya akan kembali musnah!" balas leluhur Feng Gui menghilang.
__ADS_1
Kaisar Feng Yu mengepalkan kedua tangannya. Dia mengingat Wei Rong yang mengusulkan konfrensi alkemis hingga memberikan pendapatnya untuk menjadi abadi.
"Aku terlalu meremehkanmu, " ucap Kaisar Feng Yu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lembah Obat.
Seluruh pepohonan dan tanaman herbal bergoyang tersapu oleh angin. Leluhur Feng Gui mendarat di tanah tepat di halaman paviliun penyembuhan.
"Wei Rong! Aku ingin bertaruh denganmu! Jika aku berhasil mengalahkanmu maka kau harus menyelamatkan Feng Yu! " ucap leluhur Feng Gui.
"Apa taruhannya?" tanya Wei Rong keluar dari paviliun penyembuhan.
"Takhta dinasti Zhufu, " jawab leluhur Feng Gui.
"Baik! Aku menerima taruhan ini, " balas Wei Rong.
Pedang datang melesat berada dalam genggaman leluhur Feng Gui.
"Pedang Hati Mati? Sepertinya, Kaisar Feng Gui ingin membunuhku, " ucap Wei Rong.
Leluhur Feng Gui melesat dengan sekali pijakannya menyerang Wei Rong.
"Trangg!! " suara pedang berdenting.
Leluhur Feng Gui terkejut hingga ia mundur kembali.
"Menarik pedang dari kekosongan?" ucap leluhur Feng Gui terkejut.
"Cihh!! Aku tak akan kalah! " balas leluhur Feng Gui.
Pedang hati mati membelah dirinya disusul dengan leluhur Feng Gui melesat menyerang Wei Rong. Kecepatannya luar biasa. Wei Rong menunduk ketika ayunan pedang mengincar kepalanya. Tendangan dilayangkan oleh Wei Rong memaksa leluhur Feng Gui untuk mundur. Dia melayang di udara. Pedangnya bergetar hingga sebuah formasi besar tercipta dibelakangnya.
"Lima mata formasi dengan tubuh sebagai induk formasi? Teknik formasi pedang penghancur, " ucap Wei Rong.
Dia melayang di udara. Pedangnya membelah diri dengan gerakan segel tangannya, enam portal muncul mengeluarkan pedang.
"Serang! " ucap Wei Rong.
Pedangnya melesat menghantam pedang raksasa leluhur Feng Gui. Gerakan segel tangan cepat dilakukan oleh leluhur Feng Gui.
"Teknik hukuman pedang! " ucap leluhur Feng Gui.
Langit terbuka dan pedang raksasa turun. Wei Rong menahan pedang tersebut menggunakan telapak tangannya.
"Hancur!" ucapnya meledakkan energi spiritual membuat pedang raksasa tersebur retak kemudian hancur disertai ledakan besar.
Leluhur Feng Gui mendarat di tanah begitupun dengan Wei Rong.
"Sepertinya aku terlalu meremehkan Tuan Muda Lembah Obat. Aku menyesal membiarkan Feng Yu membawamu ke istana, " ucap leluhur Feng Gui.
"Aku hanya seorang tabib dan juga murid dari lembah obat, " balas Wei Rong.
__ADS_1
"Aku Feng Gui tak pernah kalah dalam hal pertarungan!"ucap leluhur Feng Gui.
"Cih! Pada saat kau menjadi putra mahkota, kau kalah dalam konfrensi Qinglong melawan putra mahkota dinasti Tianyuan. Itukah yang kau sebut tak pernah kalah? " tanya Wei Rong.
"Lancang! Beraninya kau mengomentariku! " bentak Feng Gui membuat gerakan segel tangan dan seketika energi langit dan bumi berkumpul mengelilingnya berubah menjadi zirah spiritual.
"Jika kau terkena tebasan pedangku maka kau akan kehilangan indra perasaanmu! Kau tak akan pernah merasakan namanya rasa! " ucap leluhur Feng Gui.
"Kau tak berhak menentukan perasaanku, " balas Wei Rong.
Tanah bergetar hebat hingga sulur tanaman mencuat dari dalam tanah mekar membentuk puluhan pohon rindang.
"Teknik ribuan pohon kehidupan! " ucap Wei Rong.
Leluhur Feng Gui tecengang melihat lembah obat berubah menjadi hutan lebat dengan begitu cepat.
"Aku tak pernah mendengar seseorang menggunakan teknik ini, " ucap leluhur Feng Gui.
Wei Rong melayang di udara mendarat di pucuk pohon berhadapan dengan leluhur Feng Gui.
"Serang! " ucap leluhur Feng Gui mengayunkan pedangnya.
Wei Rong menanggapinya dengan serangan langsung. Dia menghindari ayunan pedang leluhur Feng Gui meninju tubuhnya hingga membuatnya mundur.
"Teknik pedang keputusasaan! " ucap leluhur Feng Gui mengayunkan pedangnya.
Pohon bergerak memblokir serangan tersebut hingga membuat lubang besar pada pohon yang dilewati oleh serangan leluhur Feng Gui.
"Domain kesedihan! " ucap leluhur Feng Gui.
Sekeliling berubah menjadi dimensi lain yang merupakan domain spiritual leluhur Feng Gui. Dia berjalan mendekati Wei Rong yang diam tak bergerak sedikitpun.
"Tidak ada satupun manusia yang selamat dari domain kesedihan milikku ini. Semua manusia memiliki perasaan, aku akan membunuhmu dengan pedang hati mati membuatmu menderita tak memiliki perasaan, " ucapleluhur Feng Gui.
Wei Rong mengangkat kepalanya menatap lurus ke arah leluhur Feng Gui.
"Bagaimana bisa! Domain kesedihan memantik isi hati seseorang! " ucap leluhur Feng Gui terkejut.
"Aku tak memiliki perasaan begitupun dengan cinta. Hatiku telah mati, " ucap Wei Rong seketika tubuhnya bersinar terang.
"Hancur! " ucap Wei Rong.
Domain kesedihan milik leluhur Feng Gui hancur berkeping-keping. Dia memuntahkan seteguk darah segarnya.
"Kau kalah, " ucap Wei Rong.
"Tak mungkin! " balas leluhur Feng Gui seketika terhenyak melihat lengannya mengalir darah dan dadanya terasa sakit.
"Kembalilah. Meskipun kau Kaisar Feng Gui kakek Kaisar Feng Yu, umurmu terlalu muda untuk mengalahkanku. Keturunanmu akan musnah ketika tiba saatnya, " ucap Wei Rong.
"Aku tak akan membiarkan itu terjadi!" balas leluhur Feng Gui.
"Tenang, aku akan datang ketika konfrensi Qinglong sengai ketua lembah obat, " ucap Wei Rong.
__ADS_1
Leluhur Feng Gui menghilang. Dia gagal dalam pertaruhannya. Mendengar ucapan Wei Rong dia tahu akan menagih janjinya pada saat itu.
"Perjanjian sumpah Kaisar Sheng Jing akan tiba, " ucap Wei Rong.