
Shang Feng menghindari serangan pengalihan sesaat sebelum ia tersadar bahwa orang yang berada dalam kunciannya menghilang.
"Siapa? " tanya Shang Feng.
"Wu Chaoxiang! " ucapnya memperkenalkan diri dengan lantang. Tubuhnya diselimuti oleh api membara.
"Jika Dia mendaki langit hari ini dan semuanya kalah bukankah halaman timur benar-benar akan kehilangan muka. Terutama tetua Ya De, " ucap Tetua Agung.
"Tenang saja. Jika halaman timur luluh lantah maka membuktikan bahwa dia masuk kualifikasi murid dalam. Aku datang hari ini sebab ingin melihat bagaimana dia berkembang. Reruntuhan ibukota dinasti pertama akan dibuka. Kita tak bisa menunggu lebih lama, " ucap Dekan Akademi.
Tetua Agung menganggukkan kepalanya. Reruntuhan dinasti pertama adalah yang terpenting.
"Kau memiliki elemen api ditengah dinginnya benua Hanleng? " ucap Shang Feng.
"Apiku tak akan pernah padam bahkan dinginnya benua Hanleng tak akan bisa memadamkan apiku! " ucap Wu Chaoxiang.
Seutas senyuman muncul. Shang Feng menghentakkan kakinya membuat angin berhembus melewati Wu Chaoxiang.
"Baik! Apakah hawa dinginku bisa memadamkan apimu?"ucap Shang Feng melesat memegang pedang yang kemudian ia ayunkan sekuat mungkin.
"Wushhhh!!!"
Wu Chaoxiang menahannya menggunakan pedang api. Shang Feng muncul di belakang bersiap mengayunkan pedang.
"Tranggg!! "
Kedua pedang beradu. Wu Chaoxiang berbalik bersiap memukul perut Shang Feng yang berhasil di tahan olehnya.
"Lidah api matahari! " ucap Wu Chaoxiang.
Bilah pedang meliuk-liuk melesat dengan kecepatan tinggi. Shang Feng mengayunkan pedangnya menahan serangan tersebut.
"Tornado matahari! " ucap Wu Chaoxiang.
Angin tornado bersuhu panas membumbung tinggi menelan Shang Feng.
"Teknik pedang matahari penaluk! " ucap Wu Chaoxiang mengangkat pedangnya ke langit membuat formasi tercipta disusul dengan pedang raksasa melesat keluar dari dalam.
"Apakah Wu Chaoxiang berhasil? " tanya Tetua Agung.
"Dia akan tetap menang. Lihatlah bahwa es tak pernah mencair dimana ia mengucapkan teknik pembekuan abadi, " ucap Dekan Akademi.
Angin dingin berhembus sesekali melewati penonton. Angin yang membawa jejak energi alami dari benua Hanleng mengalir berkumpul memasuki tornado api.
"Melatih dengan dendam membuat iblis merasuki tubuhnya. Sungguh bakat yang disayangkan, " ucap Shang Feng mengangkat pedangnya ke atas. "Teknik pemanggilan prajurit salju! " Aliran hawa dingin yang masuk ke dalam pesang sungai dan salju berubah menjadi pasukan roh yang keluar bersiap menghantam pedang raksasa.
Shang Feng menancapkan pedangnya di tanah membuat hembusan angin dingin menyebar dengan cepat membekukan tornado api.
"Hancurkan!! " perintah Shang Feng.
Pasukan prajurit salju bergabung hingga membentuk bilah pedang memaksa pedang raksasa untuk hancur. Perlahan-lahan suara retakan terjadi hingga tak lama kemudian hancur berkeping-keping. Tornado api hancur. Shang Feng berdiri dengan wibawanya dikelilingi aliran hawa dingin benua Hanleng.
__ADS_1
"Siapa kau sebenarnya? " tanya Wu Chaoxiang.
"Aku Shang Feng dari kota Haifeng! "
"Pengendalianmu telah melampaui dua bersaudara Wu,"ucap Wu Chaoxiang.
"Maksudmu dua pangeran itu? Tapi aku memang kuat dan menunggumu menggunakan teknik terkuatmu. Aku adalah pangeran salju, " balas Shang Feng.
"Bualanmu terlalu tinggi! " ucap Wu Chaoxiang.
Dia membuat segel tangan seketika api membara berbentuk bulat dan kian membesar.
"Teknik matahari pemusnah! " ucap Wu Chaoxiang.
Shang Feng mengangkat pedangnya ke atas memgumpulkan aliran hawa dingin benua Hanleng.
"Buka! " ucap Shang Feng.
Pedang sungai dan gunung mengkilap muncul rune kuno. Shang Feng memejamkan matanya.
"Teknik Pedang Pembekuan Massal! " ucap Shang Feng disusul dengan aliran hawa dingin memadat membentuk pedang raksasa.
"Turun! " perintah Wu Chaoxiang.
Bola api layaknya matahari perlahan-lahan turun. Suhu menjadi panas.
"Tebas! " perintah Shang Feng.
Dua kekuatan bertolak belakang bertabrakan membuat benturan energi meledak kemana-mana . Hawa dingin Shang Feng perlahan-lahan membekukan api disetiap inci.
Hembusan angin menambah kobaran api. Shang Feng mengrenyitkan dahinya.
"Bommmm!! "
Ledakan terjadi keduanya munudur beberapa langkah. Seseorang datang berdiri di hadapan Wu Chaoxiang.
"Aku bahkan belum menyelesaikan pertarungan, " ucap Shang Feng.
"Kau menguasai es tentu saja golongan kelas atas. Wu Chaoxiang tentu saja bukan tandinganmu"
"Jadi? " tanya Shang Feng.
"Aku akan bertarung dengannya melawanmu. Namaku Qiu Tuxuan"
"Baik! Aku tak akan kalau melawan peringkat ke lima halaman timur, " ucap Shang Feng bersemangat.
Tetua Agung melihat sekilas wajah Dekan Akademi.
"Menggebrak sarang ular bertahun-tahun tak hanya membangunkan sang induk tetapi anak-anaknya juga,"ucap Dekan Akademi.
"Lima teratas telah ikut partisipasi. Jika dia gagal maka dibawahnya sama saja gagal meskipun tak bertarung, " balas Tetua Agung.
__ADS_1
"Pergilah ke pak tua itu, " ucap Dekan Akademi.
"Mengerti! " balas Tetua Agung menghilang dari tempatnya.
Dekan Akademi menghela nafas panjang melihat ke arah arena pembuktian.
Shang Feng menatap dua musuh di depannya. Seutas senyuman muncul ketika melihat Qiu Tuxuan.
"Akhirnya aku menemukanmu. Seseorang yang membuat gurunya kecewa, " ucap Shang Feng.
Qiu Tuxuan melangkah dan langsung muncul di belakang Shang Feng. Serangannya berhasil ditangkis. Shang Feng berbalik namun dihadiahi pukulan Wu Chaoxiang. Kedua lengannya menahan serangan.
"Sekarang! " ucap Qiu Tuxuan.
Mereka berdua mengeluarkan teknik masing-masing. Kobaran api yang dipadukan dengan angin membuat api semakin membara membakar tubuh Shang Feng. Semua orang terhenyak sangat antusias menunggu hasilnya. Mereka berdua menjauhi Shang Feng.
Api perlahan-lahan padam akibat hembusan angin dingin menerpa.
"Tebasan melingkar! " ucap Shang Feng mengayunkan pedang sembari berputar membuat bilah pedang berbentuk lingkaran penuh melesat.
"Duarrrrr!!! "
Tubuhnya penuh akan hawa dingin mematikan. Dia benar tak main-main. Kekuatan pengendalian hawa dinginnya adalah mutlak.
"Domain Kaisar: Pembekuan Mutlak! " ucap Shang Feng memerintahkan jangkauan pembekuan kian meluas.
Qiu Tuxuan membuat segel tangan dengan cepat. "Teknik Badai Angin! "
Wu Chaoxiang melakukan hal yang sama ia menggunakan elemen api hingga serangan mereka melakukan kombinasi membentuk tornado bergerak mencoba membuat pembatas mengenai pembekuan abadi. Shang Feng hanya tersenyum meremehkan melihat usaha mereka berdua.
"Benar-benar bodoh!" ucap Shang Feng melesat muncul di dihadapan Wu Chaoxiang membuatnya terkejut ketika menerima tamparan telak. Qiu Tuxuan segera waspada mempersiapkan teknik tercepatnya.
"Kecepatanmu kurang jika berhadapan denganku, " ucap Shang Feng muncul mengacungkan jari telunjuknya melesat dengan kecepatan tinggi melewati Qiu Tuxuan.
"Apa! " ucap Qiu Tuxuan terkejut dan secara alami memegang pipinya dimana goresan benda tajam membuat darah keluar.
"Pedangnya berada di tangan kanan sedangkan dia mengacungkan jari telunjuk kirinya. Jangan-jangan pedang tak berwujud, " batin Qiu Tuxuan melihat Shang Feng telah mendarat berdiri dengan alami.
Qiu Tuxuan mengeluarkan gulungan kemudian ia teteskan darahnya sendiri.
"Formasi Angin Kacau! " ucap Qiu Tuxuan.
Formasi tercipta dan seketika badai angin tak beraturan mengelilingi Shang Feng.
"Teknik pembakaran matahari! " ucap Wu Chaoxiang.
Hembusan api membakar mengelilingi Shang Feng. Qiu Tuxun menghilang bergabung dalam badai yang ia ciptakan. Melihat Shang Feng berdiri pada mata badai membuatnya tersenyum. Tubuhnya perlahan-lahan menghilang.
"Terlalu naif melawanku jika satu per satu, " ucap Shang Feng menahan serangan pedang Qiu Tuxuan hanya dengan jari telunjuknya.
"Bagaimana bisa! " ucap Qiu Tuxuan.
__ADS_1
"Seharusnya kau tahu teknik pedang ini, " balas Shang Feng memegang lengan Qiu Tuxuan kemudian ia banting ke tanah.
"Bagaimana bisa kau melakukannya? " tanya Qiu Tuxuan.