
Kota Tianqi.
Penyerbuan mendadak Jendral Lei Zixin tersebar. Pintu ibukota telah terterobos oleh pasukan jendral Lei Zixin. Mereka menuju istana yang dipimpin jendral Lei sendiri.
"Yang Mulia Kaisar! Kau harusnya turun dari takhtamu sekarang! " teriak Jendral Lei Zixin.
Penasihat istana bersama dengan kepala kasim menuruni anak tangga menghampiri Jendral Lei bersama pasukannya.
"Yang Mulia tengah beristirahat. Mohon Jendral Lei kembali, " ucap penasihat istana.
"Penasihat istana! Aku Lei Zixin ingin memberitahukan kepada dunia bahwa Kaisar Feng Yu adalah pembohong. Dia memanipulasi dekrit Mendiang Kaisar! " teriak Jendral Lei Zixin.
Seluruh kota Tianqi telah terkepung oleh pasukan jendral Lei.
"Jendral lebih baik kembali atau menerima hukuman,"ucap kepala kasim.
"Siapa yang berani menghukumku? Aku memegang plakat Xuanwu! " balas Jendral Lei.
"Kau bilang memegang plakat Xuanwu? Apakah kau mencoba menipu Tuanmu? " ucap Hua Jing turun dari langit membawa raja Ming Xing yang tertunduk lesu. Jendral Lei terkejut melihatnya.
Empat plakat militer melayang di udara. Salah satunya adalah plakat Xuanwu dan yang lainnya adalah plakat dari tiga keluarga beladiri yang dipegang oleh pendekar suci.
"Dekrit Kaisar! " ucap Hua Jing.
Semua orang segera bersujud ketika Hua Jing mengucapkan hal tersebut.
"Raja Ming Xing telah memberontak melawan istana dan Jendral Lei Zixin telah membunuh tiga pendekar suci maka akan dijatuhi hukuman mati!" ucap Hua Jing.
"Ming Xing.... Apakah kau menyesal dengan perbuatanmu? Apakah plakat Xuanwu tak begitu cukup dimatamu? " ucap Kaisar Feng Yu melalui transmisi suara yang dapat di dengar semua orang.
"Tidak!! Aku tak menyesal sedikitpun! Aku yakin kau akan berada dalam posisi sama sepertiku! Dinastimu akan hancur! " Teriak raja Ming Xing.
Jendral Lei Zixin jatuh tertunduk setelah mendengar dekrit Kaisar. Dia salah dan bodoh.
"Kau memang tak berubah. Ayahanda kecewa dengan sikapmu, " ucap Kaisar Feng Yu.
Raja Ming Xing mendengus dingin sebagai balasannya. Prajurit istana menangkap raja Ming Xing beserta jendral Lei Zixin dan membawanya ke penjara bawah tanah. Sebuah anak panah melesat dengan kecepatan tinggi. Hua Jing melemparkan kipasnya untuk menahan anak panah tersebut memasuki pintu istana.
"Yang Mulia, terima kasih telah membantu membuka kembali kasus lembah obat. Namun Yang Mulia ingin hamba pergi, maka hamba menghendaki, " ucap Wei Rong melalui transmisi suara. Dia berdiri dengan tegap di atas gerbang kota menatap jauh ke depan istana.
"Mengapa kau berkata seperti itu? Siapa yang akan menjaga kesehatanku? " ucap Kaisar Feng Yu.
__ADS_1
"Yang Mulia memiliki besan raja obat Yao Chen. Hamba sebagai Tuan Muda Lembah Obat sekaligus murid langsung Kaisar Obat Xia Kang akan memimpin kembali Lembah Obat menuju kejayaannya. Hamba dimari hanya ingin mengatakan bahwa saling memanfaatkan tidak mesti menghasilkan hasil yang buruk, " balas Wei Rong.
Kaisar tertawa mendengar ucapan Wei Rong.
"Karena Tuan Muda Lembah Obat telah kembali memimpin Lembah Obat, maka kejayaan sama seperti Kaisar Obat Xia Kang dahulu akan segera terjadi, "ucap Kaisar Feng Yu.
" Mohon Yang Mulia datang berkunjung jika ada waktu. Hamba memberi hadiah pertemuan identitas baru ini,"balas Wei Rong pergi meninggalkan gerbang kota Tianqi.
Di depan meja, Kaisar Feng Yu melihat sebuah duplikat segel giok Kaisar Sembilan Naga yang merupakan stempel khas kekaisaran besar. Berbeda dengan dinasti Zhufu yang memiliki segel giok penyu naga sebagai stempel resminya.
" Dia benar-benar berperang melawanku, "ucap Kaisar Feng Yu.
Hua Jing datang melapor kepada Kaisar Feng Yu.
" Yang Mulia, pasukan yang sebelumnya dipimpin raja Ming Xing telah diungsikan ke tempat suku Qingshui berada. Suku Qingshui telah musnah menyisakan putri kepala suku yang sebelumnya berada di kota Meili, "ucap Hua Jing.
" Kota perang kosong? "tanya Kaisar Feng Yu.
" Benar Yang Mulia, "jawab Hua Jing.
" Umumkan titahku bahwa pertunangan Yuan'er segera dilaksanakan secepatnya. Sebelum itu, kirimkan pesanku kepada raja Lu untuk datang menghadap, "ucap Kaisar Feng Yu.
" Tunggu! "
Hua Jing berbalik badan ketika Kaisar Feng Yu memanggilnya.
"Ratu Xi?" tanya Kaisar Feng Yu.
"Hamba mendengar beliau terluka parah dan seorang pria menyelamatkannya, " jawab Hua Jing.
"Kau boleh pergi, " balas Kaisar Feng Yu.
Hua Jing membungkukkan kepalanya sebelum pergi dari ruang kerja Kaisar.
"Wei Rong... " gumam Kaisar Feng Yu.
Beberapa saat kemudian utusan Kaisar masuk tergesa-gesa dengan wajah pucat.
"Lapor! Kota perang telah musnah. Seluruh bangunan hancur hingga istana utama runtuh. Tanah menjadi lautan lahar dan terdapat air yang menggenang, " ucap utusan tersebut.
Kaisar Feng Yu terkejut hingga beranjak berdiri. Bawahan yang ia utus mengecek keadaan kota perang mengatakan bahwa kota perang telah musnah? Sungguh membuatnya terkejut.
__ADS_1
Paviliun Tianji.
Kedatangan Kaisar mengunjungi paviliun Tianji telah tersebar. Ketua paviliun Shi Jun menyambutnya.
"Salam kepada Yang Mulia, " ucap ketua Shi Jun.
Kaisar langsung duduk dan mengeluarkan duplikat segel giok Kaisar Sembilan Naga metakkannya di atas meja.
"Jelaskan maksud ini!" titah Kaisar Feng Yu mutlak.
Ketua Shi Jun menyentuh segel giok tersebut kemudian mengangkatnya membiarkan cahaya menyinari segel giok tersebut.
"Duplikat super segel giok dinasti besar, " ucap ketua Shi Jun.
"Apa maksudmu? Apakah dinastiku akan runtuh?" tanya Kaisar.
"Kota perang dialiri lava dan air memiliki hawa dingin menusuk yang berarti pertempuran hebat telah terjadi. Lembah hantu telah musnah, lembah obat kembali berjaya. Semuanya terjadi dalam satu waktu. Seseorang merencanakannya, dia adalah pewaris dinasti besar,"jawab ketua Shi Jun.
"Siapa dia dimana? Akan aku buru dan bunuh saat ini juga! " ucap Kaisar dengan marah.
"Yang Mulia tak akan bisa menemukannya. Dia akan datang dengan sendiri. Kemungkinan pada saat konfrensi Qinglong, " balas ketua Shi Jun.
"Brakkk! "
Kaisar dengan marah menggebrak meja ketika mendengar balasan ketua Shi Jun.
"Takhtaku harus jatuh di tangan keturunanku! " ucap Kaisar Feng Yu.
Ketua Shi Jun menghela nafas panjang mendengar ucapan Kaisar Feng Yu.
"Yang Mulia bisa melakukan sesuai keinginan Yang Mulia, namun jika ingin memburu kelima bangsawan Tianwu, aku harap Yang Mulia tidak bertindak gegabah. Rencana menumbalkan Wei Rong dan gadis Mu berujung pada keberhasilan Yang Mulia menghukum raja Ming Xing di publik dan rencana Yang Mulia sendiri dimanfaatkan oleh Wei Rong untuk pergi secara resmi, " ucap ketua Shi Jun.
"Aku tahu aku dimanfaatkan. Namun aku pastikan keturunanku akan menduduki takhta Kaisar ini, " balas Kaisar pergi meninggalkan paviliun Tianji.
Ketua Shi Jun merubah senyumannya menjadi amarah. Tangannya mengepal mengingat salah satu saudaranya Shi Chao yang melindungi lembah hantu tewas.
"Biksu Tang Zhou, apakah kau benar-benar akan ikut dalam pertempuran ini? Melindungi keturunan lima bangsawan dan putra suci?" ucap ketua Shi Jun.
Ketua Shi Jun duduk bermeditasi di depan bola armiler. Membuat beberapa gerakan tangan dan energi langit dan bumi terserap ke dalam tubuhnya.
"Aku harus segera memulihkan kekuatanku menuju ranah menengah," ucap ketua Shi Jun.
__ADS_1