Holy Dynasty Emperor Throne

Holy Dynasty Emperor Throne
Munafik


__ADS_3

Wei Rong membuka kedua matanya. Dia beranjak berdiri berjalan menuruni altar melambaikan tangannya membuat pintu batu terbuka. Dia melangkah keluar menyambut tamu tak diudang yang dia maksud. Lembah Obat telah diserbu pasukan istana.


"Cepat keluar! Perintah Yang Mulia Permaisuri! " teriak Shou Feng.


Pintu paviliun penyembuhan terbuka lebar dengan Wei Rong berjalan ke luar.


"Kau ditangkap atas tuduhan meracuni Yang Mulia Kaisar! " ucap Shou Feng.


"Kau diperintah siapa? Permaisuri atau penasihat istana?"tanya Wei Rong.


"Aku mewakili Yang Mulia Permaisuri membawa titah penangkapanmu, " ucap penasihat istana keluar dari kerumunan orang.


Penasihat istana Shao Yi berhadapan dengan Wei Rong.


"Aku meninggalkan istana sesuai perintah Yang Mulia Kaisar. Mengapa aku dituduh meracuni Yang Mulia?"tanya Wei Rong.


"Kau menerobos masuk pada saat Yang Mulia Kaisar berkultivasi. Aku mencegahmu namun kau memaksa masuk dengan mengancam keselamatan Yang Mulia. Bukankah itu kesempatanmu? " balas penasihat istana.


"Bukankah penasihat melihat sendiri bagaimana Yang Mulia Kaisar berucap dan sehat? " tanya Wei Rong.


Penasihat istana terdiam. Faktanya memang seperti itu dan kebenaran yang ia lihat menang nyata adanya.


"Tidak ada saksi. Yang Mulia Permaisuri menitahkan untuk membawamu ke istana, " ucap penasihat istana.


"Pemaksaan penasihat istana menyinggungku. Tanpa perintah Yang Mulia Kaisar, aku tak akan kembali ke istana. Silahkan kalian kembali, " ucap Wei Rong berbalik melangkah masuk ke dalam paviliun penyembuhan.


Bola energi spiritual melesat menyerang dirinya. Lambaian tangannya membelokkan serangan tersebut.


"Siapa? " tanya Wei Rong.


"Aku! " balas Shou Feng.


Wei Rong melambaikan tangannya seketika tekanan muncul yang hanya dirasakan oleh Shou Feng. Pundaknya terasa berat.


"Berani menyerangku? " Tanya Wei Rong.


Shou Feng menatap tajam Wei Rong disela-sela darah mengalir dari sudut bibirnya. Penasihat istana menghentakkan kakinya membuat tekanan tersebut menghilang.


"Yo... Penasihat istana melawanku ternyata, " ucap Wei Rong.


Penasihat istana berdiri di hadapan Shou Feng. Dia menatap tajam Wei Rong.


"Keterlaluan bila menyerang seorang junior, " ucap penasihat istana.


"Bukankah aku juga seorang junior? " balas Wei Rong.

__ADS_1


Penasihat istana menggerakkan tangannya hingga bola-bola spiritual muncul di belakangnya.


"Tanpa senjata? Sepertinya penasihat istana hanya main-main denganku, " ucap Wei Rong.


"Pergilah! " perintah penasihat istana kepada bola-bola spiritual tersebut.


Wei Rong telah bersiap akan ledakan tersebut. Dia mengangkat tangannya menjentikkan jarinya seketika semua bola spiritual berbelok dan meledak di tempat jauh. Wei Rong melangkah dan berdiri di hadapan penasihat istana.


"Lembah Obat bukanlah tempat yang mudah dikunjungi. Bahkan dinasti Zhufu harus menghormatiku dan lembah ini, " ucap Wei Rong kepada penasihat istana.


"Aku diperintahkan Yang Mulia membawamu ke istana akan aku laksanakan apapun yang terjadi. Serang! " perintah penasihatbm istana.


Bawahan yang ia bawa hingga Shou Feng mengepung Wei Rong. Mereka membuat segel tangan hingga formasi tercipta mengelilingi Wei Rong.


"Ingin memaksaku? Apakah penasihat lupa pada saat itu?" tanya Wei Rong.


"Formasi lima elemen merupakan formasi penguncian kuat. Kau tak bisa lepas darinya, " ucap penasihat istana.


"Heh! Menggunakan formula formasi penguncian lima elemen peninggalan dinasti besar? Mimpi! " balas Wei Rong melambaikan tangannya seketika formasi pecah.


Dia dengan marah menatap penasihat istana. Tangannya ia angkat ke udara membuat guncangan terjadi diseluruh lembah. Energi kehidupan lembah obat berkumpul.


"Tebas! " ucap Wei Rong.


Langit terbelah ruang kehampaan terlihat akibat tebasan lambaian tangan Wei Rong. Suara desisan terdengar diseluruh lembah hingga tanah berguncang akibat pergerakan misterius.


Penasihat istana terkejut. Dia mendongak melihat retakan ruang hampa yang perlahan tertutup kembali.


"Kau akan menerima akibatnya, " ucap penasihat istana.


"Heh! Menerima akibat? Lembah Obat ada bahkan sebelum dinastimu berdiri. Berani menyombongkan muka dihadapan Tuan Muda Lembah Obat? Apakah kau kira Kaisar Obat Xia Kang meninggalkan murid yang begitu bodoh? Bahkan Kaisar harus menghormatinya,"ucap Hei She meraung membuat gelombang energi memekakkan telinga.


Penasihat istana segera memimpin pasukan pergi dari lembah obat. Dia tahu Wei Rong tak salah karena dia diperintahkan langsung oleh Kaisar Feng Yu, bukan Permaisuri. Jika dia mengadukan kepada Kaisar bahwa Permaisuri menekannya, maka semuanya akan menjadi rumit.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Istana Panjang Umur.


Permaisuri melangkah masuk ke dalam kamar Kaisar. Membuka selambu dan terkejut ketika tak melihat jasad Kaisar.


"Dimana jasad Yang Mulia!! " teriak Permaisuri.


Semua orang yang mendengar teriakan Permaisuri ketakutan. Seluruh istana telah tahu kematian Kaisar Feng Yu.


"Panggil Yao Chen kemari! " perintah Permaisuri.

__ADS_1


"Baik! " jawab prajurit.


Tak lama kemudian raja obat datang memenuhi panggilan Permaisuri.


"Lihat! " tunjuk Permaisuri pada ranjang kosong disebelahnya.


Raja obat terkejut melihatnya. Jasad Kaisae Feng Yu menghilang.


"Hamba tidak mengetahui. Semua orang keluar setelahnya, " ucap raja obat bersujud.


Permaisuri diam dan setuju akan pernyataan raja obat. Semuanya keluar dari kamar Kaisar setelahnya.


"Tutup seluruh pintu istana! " perintah Permaisuri.


"Baik! " jawab raja obat beranjak berdiri melaksanakan perintah.


Seorang prajurit buru-buru masuk ke dalam melapor kepada Permaisuri.


"Lapor! Kepala kasim mengeluarkan token Kaisar tertinggi mengumpulkan seluruh anggota kekaisaran dan para pejabat istana dan wakil para bangsawan untuk berkumpul di aula langit, " ucap prajurit.


"Apa! " ucap Permaisuri terkejut keluarnya token Kaisar tertinggi.


Semua orang menuju aula langit. Wakil para bangsawan berikut pejabat istana berkumpul ketika mendengar keluarnya token Kaisar tertinggi.


"Mengapa belum datang? " tanya Permaisuri.


"Kepala kasim menunggu penasihat istana, Yang Mulia,"jawab perdana mentri Jin.


Penasihat istana segera datang setelah mendengar kabar keluarnya token Kaisar tertinggi. Dia memasuki aula langit. Semua orang berbisik-bisik menunggu kedatangan kepala kasim. Seseorang melangkah masuk ke dalam aula langit. Dia adalah kepala kasim. Menaiki tangga dan berdiri sejajar dengan Permaisuri yang dibalas tatapan tajam olehnya. Kepala kasim mengeluarkan token Kaisar tertinggi mengangkatnya tinggi-tinggi.


"Aku mengumpulkan semua orang untuk mendengarkan dekrit mendiang Kaisar! " ucap kepala kasim.


Semua orang terkejut bahkan Permaisuri sendiri. Penasihat istana maupun perdana mentri hanya diam menyimpan keterkejutannya di dalam hati. Kepala kasim membuka gulungan tersebut dan membaca dengan lantang hingga sampai pada saat penyebutan nama. "Putra mahkota Feng Ming berhak meneruskan pemerintahan atas titah terakhirku, " ucap kepala kasim membalikan gulungan tersebut hingga semua orang bisa melihat dengan jelas stempel asli yang tertera di atasnya.


Permaisuri beranjak berdiri setelah kepala kasim menyelesaikan ucapannya.


"Jasad Yang Mulia menghilang! Apakah kau yang mencurinya! " tuduh Permaisuri.


Semua orang terkejut mendengar ucapan Permaisuri. Jasad Kaisar menghilang di istana.


"Apakah benar begitu, kepala kasim? " tanya penasihat istana.


Kepala kasim hanya diam tak menghiraukan pandangan tajam Permaisuri dan yang lainnya berikut para pejabat istana.


"Apakah perlu mengetahui jasad Kaisar Feng Yu dimana jika dekrit telah diumumkan? Bukankah itu menentang wasiatnya? Dijelaskan jangan mencariku karena aku telah pergi dengan tenang," ucap ketua Shi Jun yang tiba-tiba muncul memasuki aula langit.

__ADS_1


Ketua Shi Jun berjalan ke tengah-tengah aula menatap ke arah Permaisuri begitupun dengan pangeran Feng Yuan.


"Takhta Kaisar jatuh ke tangan putra mahkota putra anda sendiri. Mengapa begitu meributkan dimana Kaisar? Aku yang mengantarkannya ke bukit Jingling sendiri," ucap ketua Shi Jun.


__ADS_2