Holy Dynasty Emperor Throne

Holy Dynasty Emperor Throne
Huo Xiang


__ADS_3

Shang Feng kembali ke dunia nyata. Dia melihat kelima pengawalnya dalam kondisi berdiri memiliki tatapan kosong. Selendang biru memanjang mengelilingi mereka.


" Lindungilah mereka dari mimpi buruk. Aku meminta bantuan Anda, "ucap Shang Feng.


Selendang biru mengeluarkan serbuk sari menenangkan. Bayangan rusa salju muncul sekilas.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lautan kesadaran Huo Xiang.


Lautan api terlihat sepanjang mata memandang. Huo Xiang bingung hingga ia berteriak ke sana kemari ketika mendengar suara minta tolong. Suara burung terdengar nyaring. Api melayang di udara layaknya tengah menari perlahan membentuk wujud seorang manusia. Dia mendekati Huo Xiang.


"Tunggu! " ucap Huo Xiang.


Orang tersebut berhenti ketika mendengar keengganan Huo Xiang.


"Siapa? "


"Mereka menyebutkan sebagai manusia abadi yang terlahir dari api surgawi. 999 reinkarnasi telah aku lakukan. Membakar langit meleburkan bumi adalah hal mudah. Aku adalah dewa phoenix Tan Dao dari alam siluman"


Huo Xiang terhenyak. Dia tengah berhadapan dengan dewa.


"Senior mengapa menemui saya?" tanya Huo Xiang.


"Hanya memberitahumu bahwa kau adalah murid tak langsungku. Buku Membakar Langit dan Bumi dengan api adalah ketrampilan beladiri dewa dariku. Benua Hanleng memiliki komunikasi dengan gunung surga Kunlun oleh karena itu aku bisa datang menemuimu, " jawab Tan Dao.


"Junior mengerti sepenuhnya, " balas Huo Xiang.


"Ingatlah bahwa kau akan menjadi pengawal putra surga yang terpilih untuk kembali ke surga bersamanya. Entah dengan Dia atau orang lain, " ucap Tan Dao.


"Tidak! Aku Huo Xiang telah bersumpah kepada Yang Mulia Shang Feng untuk tetap setia kepadanya terlepas dia adalah putra surga terpilih yang Anda maksud atau bukan. Ini bukan tentang siapa yang terpilih melainkan kesetiaan sebagai teman hidup dan mati! " balas Huo Xiang.


"Lancang! "


"Beraninya mau membantah nasehatku! " marah Tan Dao mengeluarkan sayap phoenixnya.

__ADS_1


Api berkobar disertai angin menerjang Huo Xiang. Amarah Tan Dao membuat lautan api disekitarnya kian meninggi. Wujud spiritual phoenix melebarkan sayapnya terbang di atas lautan api dengan suara tingginya berhenti di belakang Tan Dao.


"Pembakaran ilahi! " ucap Tandao mengulurkan tangannya.


Phoenix menyemburkan api surgawinya dengan cepat membakar tubuh Huo Xiang.


"Wushhh!! "


Huo Xiang keluar dari kobaran api terbang menggunakan sayapnya menghindari tembakan bola-bola api. Dia memegang cakram api di tangan kanannya.


"Bahkan jika jiwaku hancur maka aku akan tetap setia bersama dengan Yang Mulia, " ucap Huo Xiang berhenti ketika lidah api menghadangnya. Dia melemparkan cakram api guna memblokir serangan tersebut.


"Bommm!!! "


Kedua api saling bertabrakan. Tan Dao memerintahkan phoenix untuk menyerang Huo Xiang. Cakarnya menerjang tubuh Huo Xiang hingga membuatnya terpental jatuh ke dalam lautan api. Cakram miliknya jatuh ke tanah. Tan Dao melihat dari atas dimana Huo Xiang di telan oleh lautan api pembakaran.


"Menghargai hubungan persahabatan ketika masih hidup adalah penting dibandingkan takdir pemaksaan yang Anda katakan. Hidup untuk menikmati proses, bukan berjalan begitu saja dengan menunggu kematian, " ucap Huo Xiang mengusap darah di sudut bibirnya dan beranjak berdiri.


Selendang biru dengan serbuk kilaunya melayang menenangkan kobaran api hingga membuat tubuh Huo Xiang terlihat. Api tak berani menyentuh tubuhnya kembali. Bayangan rusa raksas terlihat. Huo Xiang mengadahkan tangannya segera cakram berada dalam genggamannya.


"Cringg.... "


Bulu burung phoenix sekeras baja hingga cakram api tak dapat menggoresnya. Tan Dao mengulurkan telapak tangannya membuat phoenix mengepakkan sayapnya menciptakan pulunan pedang yang kemudian melesat ke arah Huo Xiang. Selang biru menangkis serangan puluhan pedang api tersebut. Cakram api kembali di tangan Huo Xiang .


"Aku tak boleh mati disini! " ucap Huo Xiang bertekad.


Cakram api membelah dirinya menggabungkan setiap komponen penyusunnya membuat senjata tersebut kian meningkat. Perputaran dari cakram api bertambah berkali-kali lipat.


"Teknik cakram matahari! " ucap Huo Xiang.


Cakram mengumpulkan api hingga membesar membentuk seperti matahari kemudian melesat ke arah Tan Dao. Perputaran yang sangat cepat membuat burung phoenix menahan dengan sekuat tenaganya.


"Hancurkan untukku! " teriak Huo Xiang.


Cakram api berhasil menembus tubuh burung phoenix melesat ke arah Tan Dao.

__ADS_1


"Aku adalah dewa siluman phoenix, " ucap Tan Dao menghentikan cakram api hanya dengan menyentuhnya.


"Hancur! " ucapnya meremas cakram hingga hancur menjadi abu.


Huo Xiang memuntahkan darah segarnya. Kepalanya terasa pusing hingga ia tak bisa berdiri tegap. Tan Dao mengulurkan tangannya memerintahkan api untuk segera menelan tubuh Huo Xiang. Selendang biru segera bereaksi melilit tubuh Huo Xiang menutupinya dari api. Selendang biru mengeluarkan serbuk sebanyak-banyaknya hingga membentuk wujud seorang wanita. Dia mendarat di tanah menyebabkan api menjauh darinya.


"Mohon ampuni dia, " ucap Permaisuri Dai Yu.


Tan Dao menyimpan kembali tangannya ketika mendengar permintaan Permaisuri Dai Yu.


"Kau? " ucap Tan Dao.


Permaisuri Dai Yu mengadahkan tangannya memerintahkan selendang biru miliknya membentang mengangkat tubuh Huo Xiang.


"Dewa Tan Dao, " ucap Permaisuri Dai Yu.


"Apakah karena kau telah di usir dari alam dewa hingga meremehkan misiku? Dewi mimpi Dai Yu, " balas Tan Dao.


"Aku bukan seorang dewi lagi. Namun dunia mimpi tetaplah aku penguasanya. Dia manusia yang akan mengawal perubahan itu. Kau tidak berhak memutuskan apapun. Mengawal putra surga yang menang untuk kembali ke surga? Biarlah dia memilihnya sendiri. Bukan masalah mengabaikan misi darimu namun ini tentang persahabatan. Hubungan tak terpisahkan dari seorang manusia, " ucap Permaisuri Dai Yu.


"Apakah karena kau mencintai seorang manusia hingga tak menganggapku sebagai dewa dari alam siluman?"tanya Tan Dao.


"Seorang manusia? Bukankah dia putra dari Kaisar pertama umat manusia Nie Yongnian dan juga keturunan dari mereka berdua? Dia manusia setengah dewa, " jawab Permaisuri Dai Yu.


"Baiklah. Aku akan melihat seberapa jauh dia berlari menghindari takdirnya, " balas Tan Dao mengangkat telapak tangannya membuat api ilahi miliknya masuk ke dalam tubuh Huo Xiang. Aliran api tersebut menyebar ke seluruh tubuh dan berkumpul pada dantiannya. Tanda api merah muncul pada dahi Huo Xiang.


"Dia telah menjadi dewa dalam bentuk fisik. Kekuatan dewa yang ia miliki akan meningkat berkali-kali lipat. Dia mewarisi tubuh api abadi dari ras phoenix khususnya diriku"


Permaisuri Dai Yu memberikan salam penghormatan kepada Tan Dao.


"Terima kasih"


Tan Dao mengepakkan sayapnya pergi terbang merendah menghilang di tengah lautan api. Permaisuri Dai Yu menyentuh kening Huo Xiang membawanya kembali ke alam nyata.


"Mereka telah datang yang berarti putra surga lainnya telah melakukan persiapan yang sama, " ucap Permaisuri Dai Yu.

__ADS_1


__ADS_2