
Qi Dao mengamati tubuh kedua dari Shang Feng. Dia mengulurkan tangannya membuat air bergejolak dan sosok naga air keluar meraung ke langit melingkari tubuhnya. Empat gunung menggabungkan kekuatannya dan cahaya terang memunculkan jiwa Qi Dao dalam bentuk perwujudan raksasa.
"Hanya memahami tahap dasar tetapi sudah sombong. Sepertinya aku perlu berbicara kepada Xue Kai untuk meruntuhkan Akademi ini dan membangun ulang, " ucap Kaisar Cai Jin segera membuat segel tangan bersamaan dengan Shang Feng.
Pedang sungai dan gunung teraliri oleh kekuatan spiritual pedang takdir yang kemudian membelah dirinya hingga menjadi ribuan melesat berbaris rapi di belakang wujud spirutual raksasa Kaisar Cai Jin.
"Sutra pedang: 18 jalan surgawi menuju langit! "
Ribuan pedang membentuk 18 piringan yang masing membentuk piringan pedang. Kaisar Cai Jin menyatukan kedua telapak tangannya membuat hempasan angin kuat menyapu segalanya.
"Gunakan mata ketiga sebagai penuntun jalan surga!" ucap Kaisar Cai Jin.
Dintara kedua alisnya muncul seberkas cahaya bersinar terang hingga tubuh wujud spiritualnya memakai pakaian perang lengkap memegang pedang takdir.
"Sutra pedang yang menggunakan kekuatan jiwa menciptakan ribuan pedang tak terbatas yang mampu memenggal takdir setiap orang, " ucap Kaisae Cai Jin.
"Jalan pedang pasukan kebajikan? Anda benar-benar suka pamer, " ucap Shang Feng.
"Tentu saja aku tak akan kalah dengan Xue Kai yang menggunakan jalan pedang pendekar salju,"balas Kaisar Cai Jin.
Qi Dao melihat kekuatan dari Shang Feng menajamkan matanya. Dia memegang erat pedang ditangannya.
" Pergilah! "perintah Qi Dao.
Naga air meraung melesat ke arah Shang Feng. Kaisar Cai Jin mengarahkan telapak tangannya ke langit sedangkan Shang Feng mengangkat pedangnya.
" Ribuan pedang jiwa tak terbatas! "ucap mereka serempak.
Ribuan pedang melesat ke berbagai arah hingga pedang-pedang menancap pada gunung-gunung dan lainnya. Ribuan pedang menembus tubuh naga air hingga membuatnya hancur. Tak lama kemudian air kembali meninggi menciptakan beberapa naga air dalam satu waktu.
" Karena kau memanfaatkam medan danau ini maka aku akan mengeringkannya! "ucao Shang Feng.
Seekor burung vermilion keluar dari dalam tubuh Shang Feng terbang di langit mengeluarkan api ilahinya membakar danau hingga berubah menjadi kering.
" Jiwa binatang ilahi! "ucap Qi Dao terkejut.
Dia menerima semburan api Huo Yelian.
" Wusshhhh!!! "
__ADS_1
Kobaran api menyapu tubuhnya. Huo Yelian melayang di udara.
"Benar-benar kuat. Sesuai perkataanmu yang mengatakan ada ratusan beladiri jiwa selain yang aku pelajari namun kau akan tetap kalah oleh medan duniaku," ucap Qi Dao mengalirkan kekuatan pada pedangnya hingga hawa dingin kian menyebar ke segala arah. Huo Yelian segera menangkupkan sayapnya menutupi tubuh Shang Feng.
"Hawa dingin ini cukup kuat. Mungkin teknik terkuatnya. Dia belum mampu mempelajari beladiri jiwa, " ucap Kaisar Cai Jin.
Qi Dao meledakkan hawa dinginnya. Nafasnya sedingin es.
"Teknik pedang hujan salju abadi, " ucap Qi Dao mengacungkan kekuatannya.
Lonjakan energi dinginnya menembus langit hingga mengubah pemandangan tropis menjadi hujan salju.
"Lakukan teknik pedang penebas takdir. Itu akan memepengaruhi masa depannya secara tak langsung, " ucap Kaisar Cai Jin.
"Aku akan membantu. Aku merasakan teknik ini memiliki kemiripan dengan Kaisar Xue Kai, " ucap Huo Yelian.
"Teknik pedang bunga salju memang benar milik Permaisuri Dai Yu. Aku melihatnya menggunakan mata dewa tertinggi, " balas Shang Feng.
"Kau cukup ceroboh menggunakan mata dewa tertinggi. Itu akan menguras energimu namun tak apa. Pengawalmu akan datang setelah dunia ini hancur, " ucap Kaisar Cai Jin.
Huo Yelian melebarkan sayapnya meyemburkan api dari mulutnya disertai dengan tembakan batu api mencoba mengenai Qi Dao. Serangan Huo Yelian ditahan oleh gelombang dingin. Batu api berubah menjadi dingin setelah melewati gelombang hawa dingin.
Kekuatan dari dunia jiwa Qi Dao terserap ke dalam pedangnya. Hawa dingin kian menusuk menyebar ke segala arah. Shang Feng mengigit jarinya mengusap pedang membuat garis darah terserap ke dalamnya. Shang Feng merentangkan kedua lengannya membiarkan pedang melayang di udara. Dia menyatukan kedua telapak tangannya.
"Cahaya bersinar di tengah kegelapan menerangi kekacauan menghidupi semesta. Mempengaruhi kehidupan alam dan berjalan sesuai dengan takdir. Teknik pedang penebas takdir! "ucap Shang Feng.
18 piringan pedang berputar berlawan arah jarum jam mengumpulkan kekuatannya pada pedang utama. Wujud spiritual raksasa memegang erat pedang dan mulai mengayunkannya. Qi Dao mengayunkan pedang menyapu seluruh dunia jiwa hingga hempasan angin kacau menyebar kemana-mana.
" Booommmm!! "
Pertarungan antara dua wujud spritual. Shang Feng menekan menggunakan pedangnya membuat Qi Dao tertekan hingga kakinya masuk ke dalam tanah.
"Kau pembeladiri jiwa jenius dari benua Hanleng namun takdirmu telah aku tentukan. Aku menunggu pertarungan di dunia nyata, " ucap Shang Feng mengayunkan pedangnya hingga membuat bilah pedang merobek langit menyebabkan dunia bergetar.
"Tebas! " ucap Shang Feng menebas tubuh Qi Dao hingga aliran benar tipis terputus. Takdirnya berubah menjadi kacau. Qi Dao memuntahkan seteguk darah segar. Dunia jiwa miliknya runtuh. Retakan kian menyebar dan hancur berkeping-keping. Qi Dao terpental hingga menabrak dinding kuil. Shang Feng mendarat di tanah dengan alami.
Qi Dao terbatuk-batuk melihat darah keluar dari mulutnya membuatnya tercengang.
"Ini... " ucap Qi Dao dengan tangan gemetar.
__ADS_1
Kelima pengawal Shang Feng datang berdiri sejajar dengan Tuan mereka.
"Dia? tanya Qin Li.
" Murid pemimpin akademi. Qi Dao, "jawab Shang Feng.
Dua orang datang membantu Qi Dao untuk kembali berdiri. Salah satu diantara mereka memgalirkan hawa murni guna menyembuhkan Qi Dao dari luka.
" Yun Piao murid Dekan Song Bojing dan Xing Yun murid Tetua Agung. Dua pengawal Tuan Muda Qi,"ucap Shang Feng.
"Mungkin Tuan Muda kalah hari ini namun nanti dia akan menang melawanmu, " ucap Yun Piao.
"Mengapa harus saling bertarung jika tujuan kita sama. Mencari peluang di ibukota Baoxue, " balas Shang Feng.
Yun Piao hendak berbicara dihentikan oleh Qi Dao.
"Mungkin kau benar. Namun kita akan tetap bertarung entah sebagai lawan atau kawan, " ucap Qi Dao.
Shang Feng menyipitkan kedua matanya ketika melihat keanehan terjadi di dalam tubuh Qi Dao. Dia melihat darah di tanah dan mengamati kembali ekspresi Qi Dao.
"Tuan Muda sebaiknya beristirahat dan memahami beladiri jiwa. Ingatlah jangan sampai jiwamu tersesat,"ucap Shang Feng.
Qi Dao mendongakkan kepalanya menatap Shang Feng membalasnya dengan anggukan.
"Aku mengerti. Kuil dewi memiliki sesuatu di dalamnya yanh bahkan pemimpin tak mengetahuinya dan aku menjamin kebenaran itu," ucap Qi Dao.
Yun Piao dan Xing Yun membopong Qi Dao pergi meninggalkan puncak kuil.
"Yang Mulia sepertinya tertarik dengan Tuan Muda itu, " ucap Lian Xiang.
"Dia memiliki tubuh fisik aneh seperti bukan terlahir sebagai manusia, " ucap Shang Feng.
Lian Xiang menganggukkan kepalanya mengerti. Ketika Tuannya memiliki kecurigaan pasti terbukti.
"Dia memiliki jejak aura iblis. Apakah dia? " batin Shang Feng berprasangka.
"Dia iblis yang berhasil berubah menjadi manusia seutuhnya. Setelah dia menjadi manusia mungkin tak pernah namanya terluka. Song Zhuang itu menjaganya dengan baik. Sepertinya dia harta karun berhargarnya. Darah itu bisa menjadi pemicu dirinya berubah menjadi iblis dalam wujud manusia, "ucap Kaisar Cai Jin.
" Sepertinya jarak lubang hitam dengan benua Hanleng tak jauh. Senior Kaisar Xue Kai seharusnya mengetahui dan melakukan sesuatu,"ucap Shang Feng.
__ADS_1
"Hmmm. Lebih baik kau segera masuk ke dalam kuil, " ucap Kaisar Cai Jin.