
"Laksanakan perintah! " balas Xie Hua melepaskan barier pelindungnya. Shang Feng melesat dan langsung membunuh puluhan monster. Dia berdiri di atas air. Tangannya mengusap pedang. "Teknik pedang gelombang pasang! " ucap Shang Feng mengayunkan pedangnya. Ombak setinggi 5 meter tercipta menghempaskan monster. Pedang melesat membunuh satu per satu monster. Shang Feng kembali melayang di udara. Dia merentangkan kedua lengannya. "Teknik hujan pedang air! " ucap Shang Feng. Awan gelap dengan suara gemuruh keras terdengar yang tak lama kemudian turun hujan. Butiran air yang jatuh perlahan-lahan saling bergabung membentuk sebuah pedang secara alami.
"Pergi! " perintah Shang Feng.
Ribuan pedang air melesat turun membunuh para monster ikan hingga menyebabkan air berubah menjadi merah untuk sesaat.
"Qin Li ambil komando! Aku akan mencari Tuannya!"perintah Shang Feng.
"Baik! " balas Qin Li.
Shang Feng melesat masuk ke dalam air. Qin Li membuat segel tangan membelah pedangnya. "Formasi pedang pelindung! " ucapnya disusul dengan formasi mengelilingi kapal yang akan menembakkan pedang ketika monster mendekat. Shang Feng melesat dengan kecepatan tinggi di dalam air.
"Senior! " panggil Shang Feng.
"Arah tenggara! " ucap Ying Ke.
Shang Feng menuruti ucapan Ying Ke. Dia melesat ke arah yang dimaksud. Cahaya semakin samar. Shang Feng tak gentar akan hal itu.
"Arah jam 2! " ucap Long Yu.
Serangan mendadak muncul tepat setelah Shang Feng menghindar.
"Apa itu! " ucap Shang Feng terkejut.
"Gurita sembilan lengan, " ucap Long Yu.
Shang Feng melihat gurita raksasa dengan mata nyala berada di dalam kegelapan. Lengannya meliuk-liuk di dalam air.
"Bukankah dia makhluk air dalam? Mengapa bisa muncul dimari. Sepertinya perairan dalam terkontamintasi energi iblis, " ucap Shang Feng. Dia memegang erat pedang sungai dan gunung. Serangan datang dia pun menghindar dengan cepat. Gerakannya tak terpengaruhi oleh tekanan dan arus air. Raungan nyaring membuat Shang Feng mundur. Cairan hitam tiba-tiba menyebar menutupi pemandangan. Shang Feng berada dalam kegelapan.
"Awas! " ucap Ying Ke.
"Tebas!! "ucapnya mengayunkan pedang membuat lengan gurita yang menyerangnya terpotong. Raungan kesakitan terdengar.
" Aku memiliki kekuatan kharakteristik empat hewan mistik! "ucap Shang Feng menyakinkan pada dirinya sendiri.
" Mata ular! "ucapnya membuat dia dapat jelas melihat keberadaan monster gurita. Lengan yang sebelumnya terpotong telah kembali utuh.
" Sepertinya kemampuan regenerasinya benar-benar baik dan cepat, "ucap Shang Feng.
Shang Feng melambaikan tangannya membuat air menyapu tinta hitam.
"Teknik pembekuan! " ucap Shang Feng.
__ADS_1
Seluruh air membeku membuat gurita raksasa tak bisa bergerak. Dia marah mencoba menangkap Shang Feng.
"Pusaran air! " ucap Shang Feng.
Empat pusaran mengelilingi gurita raksasa kemudian bergerak mendekatinya. Serangan dilakukan untuk menghancurkan pusaran air tersebut. Shang Feng mengangkat pedang sungai dan gunung memegangnya dengan erat.
"Teknik pedang pembelah gunung! " ucapnya dengan keras mengayunkan pedangnya. Bilah raksasa melesat membelah tubuh gurita sembilan lengan. Shang Feng membekukan seluruh tubuh gurita tersebut.
"Hancur! " perintahnya.
"Pyarrr!!! "
Kepingan es bersama dengan potongan tubuh gurita jatuh ke dasar samudera. Shang Feng melesat mengambil inti kehidupan gurita tersebut.
"Mengalami mutasi yang begitu hebat. Energi kehidupan yang telah hilang digantikan energi jahat, " ucap Shang Feng menyimpan kristal tersebut. Dia melesat ke atas kemudian keluar dari dalam air kembali ke kapal.
"Aku tidak menemukan sebuah formasi atau segel yang rusak. Kemungkinan monster ini pergi membawa energi jahat menyebar ke seluruh samudera, " ucap Shang Feng.
"Aku takutkan jika semua makhluk air telah bermutasi maka manusia akan musnah, " ucap Qin Li.
"Benar! Kita harus cepat ke daratan, " balas Shang Feng.
Huang Enlai menggerakkan kembali kapal mereka. Perjalanan berjalan dengan lancar sebelum mereka melihat sebuah sampan berada di tengah-tengah samudera.
Shang Feng menyipitkan matanya melihat dibawah sampan tersebut terdapat bayangan seseorang.
"Ada! Dia berada di bawah sampan. Cepat bawa dia kemari! " perintah Shang Feng.
Huang Enlai masuk ke dalam air yang beberapa saat kemudian membawa tubuh seorang laki-laki paruh baya. Lian Xiang segera memeriksa tubuh laki-laki tersebut. Tindakan medis ia lakukan setelah mengetahui sesuatu.
"Jiwanya meninggalkan tubuh, " ucap Lian Xiang.
Shang Feng menganggukkan kepalanya. Dia memejamkan matanya sejenak sebelum membukanya kembali. Dia melihat disekeliling luasnya samudera.
"Teknik pencarian jiwa! " ucap Shang Feng.
Tak lama kemudian ia menemukan jiwa laki-laki paruh baya tersebut. Jiwanya tengah bermeditasi jauh dari tempat ditemukan tubuhnya.
"Pelatihan jiwa? Apakah dia berusaha menjadi dewa?"ucap Shang Feng heran.
"Dia setengah dewa sama seperti Hui Li. Kemungkinan dia telah berada di dalam air selama kurang lebih 300 tahun. Kau gunakan teknik Penyatuan Jiwa dan Tubuh,"ucap Kaisar Cai Jin.
Shang Feng membuat segel tangan. "Teknik Penyatuan Jiwa dan Tubuh! " ucapnya menyebabkan gelombang energi jiwa menguar dari tubuhnya. Jiwa dari laki-laki paruh baya tersebut membuat kedua matanya terbuka. Dia menoleh dan melihat sekelilingnya sebelum sesaat melesat keluar dari dalam air. Dia melihat Shang Feng.
__ADS_1
"Siapa kau bocah? "
"Aku Shang Feng Kaisar benua Shenyun. Melihat tubuh fisik senior berada di bawah air, junior merasa prihatin,"jawab Shang Feng.
"Salam kepada Kaisar Shang. Margaku Lin namaku Bi Dong. Aku manusia setengah dewa dari suku Lengshui penduduk benua Hanleng. Aku bertapa ratusan tahun berlatih di bawah air, " ucapnya memperkenalkan diri.
"Maafkan junior. Namun benua Hanleng telah bergeser ke selatan beberapa kilometer dan suku Lengshui telah musnah. Anda sama seperti senior Hui Li yang berasl dari suku Mingyun akan tetapi suku Mingyun tebantai oleh sekte Tianmen yang telah aku musnahkan yang hanya menyisakan senior Hui saja, " balas Shang Feng.
Bi Dong terdiam. Dia tak menyangka sukunya musnah. Kaisar Xue Kai muncul hawa dinginnya memiliki kemiripan dengan Bi Dong.
"Margamu Lin. Apakah kau mengenal Bi Gang? " tanya Kaisar Xue Kai.
"Beliau adalah leluhurku. Siapa Anda? " tanya Bi Dong.
"Aku Kaisar Xue Kai dari benua Hanleng, " jawab Kaisar Xue Kai.
Bi Dong bersujud mendengarnya. Dia begitu terharu ketika melihat Kaisar Xue Kai.
"Hamba begitu beruntung melihat Yang Mulia, " ucap Bi Dong.
"Kembalilah ke dalam tubuhmu dan bawa Shang Feng menjelajahi benua Hanleng. Aku ingin melihat apakah setelah keruntuhanku dinasti terakhir menjadi maju atau tidak, " ucap Kaisae Xue Kai.
"Hamba melaksanakan perintah, " jawab Bi Dong.
Kaisar Xue Kai masuk kembali ke dalam tubuh Shang Feng. Bi Dong kembali ke dalam tubuh fisiknya. Beberapa saat kemudian dia membuka kedua matanya.
"Siapa senior? " tanya Lian Xiang.
"Margaku Lin namaku Bi Dong. Panggil saja kakek Dong"
Lian Xiang menganggukkan kepalanya kemudian melihat Shang Feng.
"Bawa senior ke ruangan untuk bersitirahat dan jagalah dia. Jiwanya perlu penyesuaian, " ucap Shang Feng.
"Baik, " balas Lian Xiang membantu Bi Dong berdiri. Dia dibantu Huo Xiang membawa ke dalam ruangan
"Tungguh!" ucap Bi Dong.
Mereka berdua berhenti ketika mendengar ucapan Bi Dong.
"Setelah ini akan ada kabut dingin mematikan sebelum memasuki kawasan benua Hanleng. Kabut yang bisa membuat mati kedinginan, " ucap Bi Dong.
"Junior mengerti, " balas Shang Feng.
__ADS_1