
Tetua Agung menatap tajam pangeran Shang Feng.
"Melihat dari energimu, sepertinya kau yang membunuh Chen Duyi, " ucap Tetua Agung.
"Benar. Aku yang membunuhnya. Mengapa? Apakah Tetua Agung keberatan? " tanya pangeran Shang Feng.
"Lancang! "
Serangan melesat ke arah pangeran Shang Feng yang berbelok ketika jarak sudah dekat dengan tubuhnya.
"Tetua Xiong Wei dari puncak bintang? Apakah salah satu energi alam semesta milikmu begitu dahsyat hingga berani unjuk gigi untuk yang pertama? " ucap pangeran Shang Feng.
"Kau! " marah tetua Xiong Wei yang ditahan oleh Tetua Agung.
"Sepertinya kau berani kemari karena memiliki persiapan. Tunjukkan padaku apa saja yang telah kau persiapkan,"ucap Tetua Agung.
"Baiklah kalau Tetua Agung yang memintanya maka aku tak akan sungkan lagi," ucap pangeran Shang Feng mengeluarkan peta bintang.
"Peta bintang! Harta pusaka puncak bintangku! " ucap tetua Xiong Wei berseru.
"Benar! Karena murid kebangganmu itu tak bisa menggunakannya maka aku dapat merawatnya dengan baik, " ucap pangeran Shang Feng menyuntikkan energi spiritualnya ke dalam peta bintang disusul dengan ledakan kekuatan besar keluar dari dalamnya.
"Boommm!! "
Bintang-bintang muncul di udara membentuk wujud 12 rasi bintang.
"Pembalikan wujud semesta! " ucap pangeran Shang Feng.
Ledakan energi peta bintang mengguncang tanah dan langit seakan-akan ingin hancur.
"Dia menggunakan teknik pembalikan semesta. Benar-benar tak bisa dianggap remeh, " ucap Tetua Agung.
"Benar. Peta Bintang adalah harta langka dari puncak bintang didapatkan dengan cara yang tak mudah, " ucap tetua Xiong Wei.
"Para tetua dengarkan perintahku. Gunakan formasi matahari terik! " perintah Tetua Agung.
"Baik! " jawab mereka serempak.
Para tetua membuat segel secara bersamaan mengarahkan ke pusat formasi besar sekte hingga formasi matahari terik tercipta. Enam mata formasi terbentuk. Tetua Agung membuat segel mengendalikan formasi matahari terik.
"Teknik hujan badai matahari!"
Layaknya lidah api yang meliuk-liuk dalam serangan bola energi matahari melesat ke arah pangeran Shang Feng.
"Buka! " ucap pangeran Shang Feng.
Pola bintang melesat menahan serangan bola energi dari para tetua. Hempasan energi panas terasa diseluruh puncak hingga para murid merasakan tubuhnya seakan terbakar. Jari telunjuk tangan kiri pangeran Shang Feng terangkat menggerakkan dua pedang air esktrem dan air jernih untuk menancap di tanah. Beberapa saat kemudian air keluar dengan derasnya membendung panasnya badai matahari.
__ADS_1
"Bommmm!! "
"Wushhhh!! "
Hampir sebagian halaman luar terendam oleh air. Pangeran Shang Feng mendorong membuat Tetua Agung menanggung tekanan.
"Boommm!! "
Ledakan dahsyat terjadi begitupun dengan enam tetua mundur ke belakang dibuatnya. Tetua Xiong Wei membuat segel tangan seketika serigala malam mengaum menyerang ke arah pangeran Shang Feng.
"Tebas, " ucap Qin Li mengayunkan pedangnya. Dia langsung menyerang tetua Xiong Wei menggunakan pedang Yin-Yang. Kecepatannya seperti bayangan yang muncul dimanapun berada.
"Kau bawahan rendahan berani menyerangku! " marah tetua Xiong Wei.
"Bahkan bawahan mempunyai hak untuk memberontak bila Tuannya tak adil terhadapnya," balas Qin Li.
Tetua Agung menatap pangeran Shang Feng dengan tajam.
"Jutaan murid di sekte Tianmen mampu mengurung kalian. Jika ketua sekte keluar maka aku yakin kalian dan terutama kau pasti akan mati, " ucap Tetua Agung.
"Benarkah begitu. Aku akan menunggu ketua sekte keluar. Sebelum itu akan aku porak-porandakan sekte Tianmen, " ucap pangeran Shang Feng.
"Nyalimu aku akui hebat, namun sekte Tianmen bukanlah sekte sembarangan, " balas Tetua Agung.
"Bukan sekte sembarangan? Aku dengar Xian Nianzu mendirikan sekte Tianmen setelah pengusirannya dari kota suci, " ucap pangeran Shang Feng.
"Hormat kepada ketua sekte, " ucap tetua serempak.
Qin Li mundur atas perintah pangeran Shang Feng.
"Ketua sekte Tianmen. Xian Pengfei, " ucap pangeran Shang Feng.
"Kau kemari karena Dia atau membalas dendam runtuhnya dinastimu? " tanya Xian Pengfei.
"Ingin menyatukan wilayah kekaisaran Tianwu dahulu,"jawab pangeran Shang Feng.
"Kau salah tempat. Mengandalkanmu dan keenam orang yang kau bawa aku takut kau pulang tinggal nama,"balas Xian Pengfei.
"Apakah begitu? " tanya pangeran Shang Feng.
Ledakan energi kuat dari Xian Pengfei dirasakan oleh semua orang.
"Aku ingin melihat. Seberapa lama kau bisa bertahan,"ucap Xian Pengfei mengadahkan tangannya seketika pedang datang berada dalam genggamannya.
"Pedang tak berjejak? Sekte Tianmen begitu kaya ternyata, " ucap pangeran Shang Feng menoleh ke belakang semua mengerti menganggukkan kepalanya.
"Karena aku datang tak berniat baik, aku akan menggunakan pedang ayahku sendiri. Pedang datanglah!" perintah pangeran Shang Feng.
__ADS_1
Pedang Wuwei datang berada dalam genggaman pangeran Shang Feng. Mereka berdua bertarung hingga mengguncang tanah. Pedang tak berjejak milik Xian Pengfei tak memiliki bilah pedang ketika diayunkan seakan menyatu dengan alam.
"Tebas! " ucap pangeran Shang Feng.
Xian Pengfei menghindari serangan pangeran Shang Feng.
"Padatkan jiwaku, gunakan sebagai jalan menuju langit!"ucap Xian Pengfei mengacungkan pedangnya ke langit.
Ribuan pedang seluruh murid sekte Tianmen pergi menuju langit. Xian Pengfei membuat segel tangan mengaktifkan lima monumen puncak sekte Tianmen membuat aliran energi murni meledak disetiap monumen puncak.
"Sekteku dijuluki penguasa langit timur! Kau akan mati setelah melihat keagungannya, " ucap Xian Pengfei melesat mengacungkan pedangnya.
Pangaran Shang Feng menahan serangan tersebut menggunakan pedang Wuwei. Ledakan energi menghempaskan seluruh sekte Tianmen.
"Serangan ini.. " batin pangeran Shang Feng.
"Lima monumen puncak mengandung energi keilahian murni. Kau harus mengeluarkan tiga pedang dewa sekarang! "perintah Kaisar Cai Jin tegas.
Pangeran Shang Feng tanpa menunda-nunda segera tiga pedang dewa muncul dari kekosongan mengantam serangan Xian Pengfei.
" Tiga pedang dewa! "ucap Xian Pengfei.
Pangeran Shang Feng membuat segel tangan mengalirkan energi spiritualnya ke dalam tiga pedang dewa.
" Peleburan pedang menjadi abadi! "ucap pangeran Shang Feng.
Ketiga pedang melebur menjadi satu yang memiliki kekuatan luar biasa hebatnya. Aliran energi ilahi dari monumen lima puncak sekte Tianmen seakan bersinkronisasi dengan energi pedang dewa.
" Duarrrr!!! "
Ledakan dahsyat membuat kedua belah pihak mundur. Xian Pengfei sedikit gemetar memegang pedangnya. Pangeran Shang Feng memegamg kedua pedang di tangannya.
"Pantas jika kau berani kemari. Tiga pedang dewa dari daratan Selatan telah kau kantongi, " ucap Xian Pengfei.
"Apakah ketua sekte Tianmen benar-benar terkejut melihatnya? Bukankah leluhurku adalah penguasa tiga benua? " tanya pangeran Shang Feng.
"Munafik! Hanya mengandalkan nama besar Kaisar Pertama membuat kalian begitu congkak. Kau akan merasakan akibatnya! " ucap Xian Pengfei.
"Semuanya dengarkan perintahku! Gunakan formasi Pembunuhan Sembilan Matahari! " Perintah Xian Pengfei.
"Baik!" ucap semuanya serempak.
Para tetua yang dipimpin oleh Tetua Agung membuat segel tangan menembakkan ke langit menciptakan formasi besar memenuhi seluruh sekte mengurung sekte dari luar. Xian Pengfei membuat segel tangan mengalirkan energi ilahi lima monumen puncak sekte Tianmen ke dalam pedang yang ia acungkan ke langit.
Formasi besar menyerap kekuatan dari lima monumen puncak. Suhu meningkat drastis berikut dengan badai panas menyebar ke segala arah. Sembilan mata formasi tercipta.
"Serang! " perintah Xian Pengfei.
__ADS_1