
Satu bulan berlalu.
Dibawah perawatan Lian Xiang, pangeran Shang Feng telah pulih sepenuhnya. Dia sekarang tengah duduk di sebuah taman istana utama. Wei Rong datang menghampiri duduk melihat pangeran Shang Feng meneguk teh.
"Apa yang akan kau lakukan? " tanya Wei Rong.
"Tentu saja mencari obat untuk ibuku dan calon istriku,"jawab pangeran Shang Feng.
Wei Rong menganggukkan kepalanya. Dia melihat langit cerah dimana suasana nyaman dan damai dapat dirasakan setelah sekian lama.
"Benua Shenyun telah kau miliki. Dinasti Tianwu kembali berdiri. Apa yang kau rasakan setelah duduk di atas singgasana itu? " tanya Wei Rong.
Pangeran Shang Feng meletakkan cangkir teh di meja nenghela nafas panjang mendengarnya.
"Menaggung beban berat. Karena leluhur merupakan Kaisar Wilayah Selatan, tentu saja aku harus melakukan hal yang serupa, " ucap pangeran Shang Feng.
"Kau akan kemana terlebih dahulu? " tanya Wei Rong.
"Benua Hanleng. Tapi sebelum itu aku ingin pergi ke wilayah barat benua Shenyun, " jawab pangeran Shang Feng.
"Aku ingin kau berjanji kepadaku sesuatu, " ucap Wei Rong.
Pangeran Shang Feng sedikit terkejut akan ucapan Wei Rong.
"Aku bisa membantumu menjaga benua Shenyun selagi kau berkelana di benua lain namun suatu saat nanti jika aku harus berkorban maka aku akan melakukannya karena kelahiranku memiliki tujuan tertentu, " ucap Wei Rong.
"Aku mengerti, " balas pangeran Shang Feng.
__ADS_1
"Penobatanmu telah selesai. Tak seharusnya gelar pangeran kau sandang. Kau adalah Kaisar benua Shenyun. Kaisar Shang Feng, " ucap Wei Rong.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ruangan Kerja Kaisar.
Kaisar Shang Feng tengah membuka buku-buku kuno dari perpustaakan istana. Dia membaca literatur dari berbagai era dinasti. Kaisar Shang Feng membaca sebuah buku mengenai dinasti Tianwu hingga berdirinya Kekaisaran Selatan. Judul buku tersebut adalah "Rahasia Berdirinya Kekaisaran Selatan". Kaisar Shang Feng membaca dengan seksama ditemani aroma dupa wewangian cendana.
Suatu ketika setelah deklarasi Kaisar Shang Yuan, dia bepergian tak pernah kembali menjelajahi kawasan lain di samudera tak terbatas. Dia memimpin pasukan bayangan yang selalu mengikuti sebagai teman perjalanan. Dia akan kembali ketika ingin. Memiliki armada laut kuat membuat dinasti Tianwu disegani. Sekte-sekte dibawah naungan dinasti Tianwu makmur dan berjaya. Mereka di bawah pengawasan akademi Jia. Suatu ketika badai dahsyat terjadi hingga lautan mengamuk membuat pasukan bayangan tewas tenggelam menyisakan Kaisar Shang Yuan. Badai membawa kapal yang disebut sebagai ujung dunia. Kaisar Shang Yuan menatap matahari yang terbit dari timur berdiri di atas kapal dengan rambut berkibar terkena oleh angin. Dia bertanya pada dirinya sendiri. "Apakah ini yang disebut sebagai ujung dunia?"gumamnya pelan. Air dari samudera tak terbatas terjun ke bawah jurang curam. Sinar matahari tak bisa menembus kegelapannya. Kaisar Shang Yuan menikmati pemandangan indah dengan laut tenang sembari meminum sebotol arak. Dia berpuisi sembari mabuk. "Apakah dunia memiliki ujung atau aku yang terlalu lugu. Hanya aku manusia yang bisa melihat ujung dunia betapa beruntungnya aku saat ini. Andaikan saja aku mati ketika minum arak Baihua Jiu maka aku akan dengan senang hati menemui Raja Yama, "ucap Kaisar Shang Yuan meneguk sisa-sisa terakhir araknya.
" Manusia dari selatan yang melihat ujung dunia sama sepertiku. Siapa namamu? "ucap seseorang tersebut.
Kaisar Shang Yuan berdiri dengan sempoyongan melihat secara samar siapa orang disebrang jurang.
" Kau bertanya siapa aku? Aku adalah Shang Yuan Kaisar benua Shenyun dari selatan, "ucap Kaisar Shang Yuan memperkenalkan diri. Suaranya terdengar jelas meskipun jarak mereka sangat jauh.
"Aku ingin minum arak bersamamu sayangnya arakku telah habis, " ucap Kaisar Shang Yuan.
"Arak apakah itu hingga membuatmu senang? " tanya Kaisar Tian Gui.
"Arak Baihua Jiu. Arak terbaik di wilayah selatan. Kau tidak akan bisa menemukan sembarangan arak ini. Hahahahaha" balas Kaisar Shang Yuan.
Kaisar Tian Gui mengeluarkan sebotol arak mengangkatnya ke atas. "Wilayah utara memiliki arak San Hua Jiu. Sama seperti arak Baihua Jiu milikmu. Arak ini tak sembarang orang dapat meminumnya, " ucap Kaisar Tian Gui.
"Baik! Aku akan melihatmu minum arak San Hua Jiu dengan melihat pemandangan langit indah itu, " balas Kaisar Shang Yuan berbaring di atas kapal berbantalkan kedua lengannya dia melihat dengan mata cerah langit indah itu.
Mereka sama-sama mabuk hingga tak sadar apa yang terjadi di dalam jurang kematian. Sebuah bola cahaya melesat keluar dari dalam jurang. Mereka yang tersadar melihat secara samar pancaran cahaya tersebut. Bentangan gulungan memanjang diselimuti oleh cahaya. Kaisar Shang Yuan maupun Kaisar Tian Gui melihatnya dan terkejut hingga mereka menghilangkan efek arak masing-masing.
__ADS_1
"Mengapa tidak sesuai dengan judulnya dan bentangan gulungan apa itu yang berada di jurang kematian? " ucap Kaisar Shang Feng bingung melihat halaman terakhir yang kosong. Kaisar Shang Feng hanya melihat rekatan dua halaman. Ia buka dengan perlahan-lahan hanya melihat tulisan Kaisar Shang Yuan berisikan pesan aneh. "Aku menemukan keberadaan yang seharusnya tak aku ketahui. Andaikan saja aku tak berambisi melihat ujung dunia maka kehancuran tak akan terjadi. Sekarang aku menyesal karenanya. Pertemanan sesaat telah hancur dibuatnya. Kini semuanya telah terjadi dan akan terulang lagi entah kapan. Pada saat itu terjadi akan ditandai dengan bersatunya wilayah Utara yang membentuk Kekaisaran Utara dan Selatan yang membentuk Kekaisaran Selatan kembali. Siklus Kehancuran Alam Manusia akan terulang kembali"
Shang Feng terdiam membaca nasehat dari leluhurnya. Dia mencerna buku tersebut dan memikirkan apa yang terjadi.
"Apakah semuanya bermula dari pertemuan leluhur dan Kaisar Tian Gui atau kejadian yang telah menjadi siklus berulang? Sepertinya aku harus menyatukan wilayah selatan dan pergi ke ujung dunia, " ucap Shang Feng menutup buku tersebut bertepatan dengan habisnya dupa.
Dia beranjak berdiri berniat ke aula Langit setelah dia memerintahkan kasim untuk mengumpulkan semuanya. Sekarang dia duduk di atas singgasananya. Penasihat Zhi Nan, guru istana Liu Mengyao dan Ketua Lembah Obat Wei Rong serta lima bangsawan hadir.
"Aku hanya ingin mengumumkan bahwa Kekaisaran Tianwu akan di perintah oleh penasihat istana, Ketua Lembah Obat dan guru istana. Aku ingin bepergian memastikan dan mencari obat bersama kelima bangsawan, " ucap Shang Feng.
Orang-orang yang ditunjuk menyetujui perintahnya. Pangeran Shang Feng menuruni anak tangga berjalan ke luar aula Langit disusul dengan kelima pengawalnya. Mereka berhenti melihat pemandangan kota Tianqi yang indah dari istana.
"Sekarang aku telah menduduki takhta Kaisar Tianwu. Aku ingin kalian ikut bersamaku menjelajahi wilayah selatan, " ucap Shang Feng.
"Kami akan mengikuti Yang Mulia kemanapun pergi karena leluhur kami telah bersumpah melayani Kaisar,"ucap mereka serempak.
"Baik! Kita pergi sekarang, " perintah Shang Feng.
Mereka melesat terbang menuju kota Wushuang untuk naik ke kapal terbang yang disiapkan walikota Shang Wen. Penasihat istana, Liu Mengyao dan Wei Rong melihat kepergian Shang Feng dan kelima bangsawan menghela nafas panjang.
"Mereka tak bisa diam di istana karena seorang pemuda harus memiliki ambisi dalam hidupnya, " ucap penasihat istana.
"Putra yang diberkahi langit dan diramalkan oleh Kaisar Sheng Jing adalah dia, " ucap Liu Mengyao.
Wei Rong melihat dengan diam meremas bajunya menahan kesedihannya.
"Jika suatu saat aku keluar istana dan tak pernah kembali maka percayalah aku selalu ada bersama mereka yang pergi hari ini. Aku lahir memenuhi perjalanan takdir seseorang, " ucap Wei Rong.
__ADS_1
"Semua makhluk lahir memiliki takdirnya masing-masing. Aku mengerti maksudmu, " balas Liu Mengyao diangguki penasihat istana.