
Shang Feng berhenti begitupun dengan lima pengawalnya.
"Tetua Jian Yi! " panggil Tetua Ya De.
"Aku mengerti! " balas Tetua Jian Yi.
Kedua tetua membuat segel tangan mengalirkan kekuatannya membuka segel formasi. Perlahan-lahan wujud formasi terlihat.
"Benar berhati-hati. Formasi yang memblokir kutukan permaisuri Dai Yu. Tapi sayang formasi ini tak berguna sama sekali. Memangnya siapa mereka hingga meremehkan kekuasaan seorang Permaisuri, " gumam Shang Feng.
Aliran energi besar mengeliar disetiap inci formasi.
"Mengapa formasi ini menjadi lebih kuat tak seperti biasanya? " batin Tetua Ya De.
Shang Feng mengulurkan tangannya membantu proses pembukaan segel formasi.
"Buka! " ucap Shang Feng.
Portal terbuka ketika formasi berhasil dipecahkan. Kedua tetua saling berpandang sebelum memerintahkan untuk maju. Semua orang memasuki portal. Mereka muncul dalam jarak cukup jauh namun tiga puncak gunung terlihat dengan halaman besar di bawahnya. Beberapa wilayah disekitar merupakan asrama dan bangunan penunjang lainnya. Mereka telah sampai dan turun dari kapal. Tetua Agung dan lainnya telah duduk di kursi kebesaran menunggu peserta murid luar.
"Kalian akan melakukan tiga tes sebelum resmi menjadi murid dalam dan tes dimulai dari sekarang! " ucap Tetua Agung mengayunkan tangannya membuat tekanan besar datang dari atas.
"Bomm.. "
Tekanan yang memaksa untuk tunduk. Shang Feng mendongakkan kepalanya.
"Formasi ini setidaknya salah satu harta akademi. Mungkin dibuat oleh pendirinya, " gumam Shang Feng.
Qian Fengge berusaha berdiri dengan susah payah sembari menatap tajam Shang Feng yang tak terpengaruh sedikitpun mengenai tekanan.
"Bagaimana dia bisa bertahan dibawah tekanan ini, " batin Qian Fengge.
Tetua Agung menyipitkan kedua matanya ketika Shang Feng tak terpengaruh oleh tekanan formasi.
"Dia bisa bertahan dari tekanan formasi gunung penakluk? " Batin Tetua Agung.
Shang Feng menghentakkan kakinya membuat energi qi menguar dari dalam tubuhnya secara kuat. Tetua Agung terhenyak. Dia berada di dimensi lain dimana gunung raksasa melayang di langit.
"Itu adalah formasi gunung penakluk, " ucap Tetua Agung ketika menyadari bahwa dia berdiri di atas air.
Gelombang ombak ganas mengguncang air perlahan-lahan naik ke udara atas perintah Shang Feng menghantam gunung raksasa tersebut.
"Byurrr!!! "
"Dia mematahkan formasi gunung penakluk, " ucap Tetua Agung. Dia kembali ke dunia nyata dimana pandangannya tak teralihkan kepada Shang Feng.
"Segel empat penjuru lautan, " gumam Shang Feng menghilangkan tekanan kepada bawahannya.
Tetua Agung menghentikan tekanan formasi membuat beberapa orang lega dibuatnya.
__ADS_1
"Bagus! Kalian memiliki tekad seorang pejuang. Tes selanjutnya adalah bertahan hidup sendirian di tengah hutan salju. Kalian akan berpisah dan jika keberuntungan baik maka kalian bisa bertemu satu sama lain, " ucap Tetua Agung melambaikan tangannya membuat portal muncul. Para peserta masuk ke dalamnya. Cermin cembung aktif menampilan kondisi di dalam hutan salju. Shang Feng mendarat di tanah.
"Terlalu membosankan tes masuk murid halaman dalam ini. Hanya bertahan dan bertahan, " ucap Shang Feng mengeluh. Badai salju tiba-tiba datang memperpendek jarak pandang.
"Jangan mengeluh, lebih baik kau berkeliling mencari sesuatu yang menarik, " ucap Kaisar Ding Feng.
Shang Feng menuruti perkataan Kaisar Ding Feng. Dia berjalan mengelilingi hutan menemukan sesuatu yang menarik. Butuh waktu lama bagi Shang Feng menyadari sesuatu.
"Tunggu! Aku berjalan namun ditempat yang sama. Seperti aku berjalan di atas bola, " ucap Shang Feng.
Angin berhembus kencang menerbangkan salju membuatnya berlindung dibalik lengannya. Hembusan angin tersebut menunjukkan sesuatu dipermukaan tanah.
"Jalan berdarah? " ucap Shang Feng kebingungan.
Dia mengikuti jalan dimana bekas darah berceceran membentuk seperti jalan tersebut.
"Jalan pengorbanan Kaisar Xue Kai dan Permaisuri Dai Yu, " ucap Kaisar Cai Jin.
Dahi Shang Feng berkerut ketika mendengarnya.
"Kaisar Xue Kai terluka parah berjalan menuju peristirahatannya bersama dengan Permaisuri Dai Yu hingga mereka tewas. Hutan ini dilewati oleh mereka berdua jadi pasti ada rahasia dibaliknya mungkin seperti dua dunia karena tanpa Permaisuri Dai Yu, Kaisar Xue Kai tak akan bisa merasakan apa itu cinta, " ucap Kaisar Cai Jin.
"Aku merasakan panas dan dingin ketika melewati jalan ini. Mungkin sesuatu tersembunyi," ucap Shang Feng memejamkan matanya. Beberapa saat kemudian ia membuka kembali matanya ketika hawa panas ia rasakan. Dia sedikit terkejut dimana pemandangan di depannya sangat kontras dengan sebelumnya. Lautan api membara ditengah salju.
"Seharusnya ini merupakan cermin kebalikan. Tapi mengapa ada api ditengah salju. Apakah api cinta atau api kemarahan? " gumam Shang Feng berjalan di jalan setapak di tengah kobaran api.
Shang Feng menghentikan langkahnya mendengar ucapan bernada tinggi Kaisar Ding Feng.
"Api ini adalah api kemarahan Kaisar Xue Kai dimana dia tak rela kematiannya menanggung beban kepada Permaisurinya. Api penuh akan kemarahan mutlak seorang penguasa sama halnya dengan api ilahi dan inilah sumber ataupun asal muasal api dingin yang dimiliki olehnya. Api kemarahan hatinya sendiri. Di luar tampak sedingin es namun di dalam dirinya marah tiada tara berapi-api, " ucap Kaisar Ding Feng.
Ditengah lautan api terdapat seseorang bermeditasi yakni Kaisar Xue Kai.
Shang Feng berjalan mendekatinya. Sosok mirip dengan Kaisar Xue Kai tersebut menoleh. Tatapannya tajam penuh akan niat membunuh kuat. Shang Feng terkejut dibuatnya sebab ia tak pernah melihat Kaisar Xue Kai dengan pandangan seperti itu.
"Senior? " ucap Shang Feng.
Tatapan nyalang diterima oleh Shang Feng. Dia terhenyak.
"Kau adalah bencana yang lahir di dunia ini! " ucap Kaisar Xue Kai.
"Tidak! Semua orang terlahir membawa tujuan! Kau adalah iblis! " balas Shang Feng.
"Kau adalah aib! Kalian merusak segalanya merebut hal yang tak seharusnya kalian miliki! Kekuatanmu bukanlah milikmu! " ucap Kaisar Xue Kai marah. Kekuatannya meledak mengalirkan hawa panas dingin tak mengenakkan. Kobaran api kian membara.
"Boommm!
Shang Feng menahan serangan gelombang api dengan ombak air.
" Tak pernah sekalipun aku merebut kebahagian orang lain dan aku terlahir mambawa tujuan mulia! "ucap Shang Feng.
__ADS_1
Gelombang ombak air kian meninggi. Shang Feng mengacungkan pedang sungai dan gunung ke arah Kaisar Xue Kai.
" Pilar air pembunuh! "ucap Shang Feng disusul dengan air melesat ke arah Kaisae Xue Kai. Dinding es muncul menghantam serangan air tersebut.
" Mengapa senior begitu marah? "tanya Shang Feng sembari bertarung.
" Tranggg!! "
Kaisar Xue Kai menekan pedangnya membuat Shang Feng dalam posisi bertahan.
"Karena kau membuat seluruh saudaraku terbunuh bahkan aku sendiri, " ucap Kaisar Xue Kai.
Shang Feng terhenyak dia tak mengetahui maksud dari Kaisar Xue Kai.
"Pembunuh! "
Shang Feng terpental. Tubuh dewa tertinggi aktif menampar Kaisar Xue Kai. Shang Feng membuat segel tangan.
"Teknik aura dewa penakluk! " ucap Shang Feng.
Cahaya terang terpancar dari tubuhnya memaksa Kaisar Xue Kai untuk tunduk.
"Kau adalah iblis! " ucap Shang Feng.
"Arkhhhhhhhh!!!! " Teriak Kaisar Xue Kai meledakkan kekuatannya. Luapan energi dingin keluar dari dalam tubuhnya tangannya memegang pedang dewa angin salju. Kaisar Xue Kai melesat menyerang Shang Feng.
"Bommmm!! "
Kaisar Xue Kai terpental menghindari tabrakan energi. Seseorang berdiri di depan Shang Feng. Lengannya terulur membuat hawa dingin menyelimuti tubuh Kaisar Shang Feng menekannya untuk tunduk meredam amarah membara. Pola rune muncul menjalar di tubuh Kaisar Xue Kai.
"Segel! " ucap orang tersebut.
Kaisar Xue Kai berteriak sebelum kedua matanya tertutup dan tubuhnya membeku.
"Senior? " tanya Shang Feng.
"Dia tercipta dari wujud kemarahannya. Dunia ini adalah cermin Yin-Yang. Dunia kehidupan dan kematian, " ucap orang tersebut yakni master Dun Ming.
"Mengapa aku bisa memasuki kesadaran dunia Yin-Yang ini? Tak mungkin tanpa sebab, " ucap Shang Feng.
"Dunia ini tercipta ketika Kaisar Xue Kai dan Permaisurinya berjalan dari ujung utara melewati hutan salju membentuk jalan pengorbanan dimana setiap tetes darah mereka adalah kemarahan dan kebencian Kaisar Xue Kai, " ucap Master Dun Ming.
"Mengapa Beliau mengatakan aku adalah pembunuh? Sesuatu terjadi pada zaman dahulu dan kejadian apa hingga membuat kemarahannya mengucapkan kata itu?"tanya Shang Feng.
"Kejadian yang tak terduga hingga semuanya berakhir dan berlanjut pada era mu. Era awal peradaban, era peperangan dan era pasca peperangan. Kemarahan inilah melahirkan api dingin abadi Kaisar Xue Kai yang tak terima akan takdir, " jawab Master Dun Ming.
"Senior datang kemari apakah karena suatu hal untuk dikatakan? " ucap Shang Feng kepada master Dun Ming ketika menyadari orang yang berada di depannya bukanlah orang sembarangan.
"Ketika kau kembali mungkin akan melawan berbagai iblis berwujud. Semoga kau beruntung menemukan sesuatu berharga, " balas Master Dun Ming perlahan-lahan menghilang.
__ADS_1