Holy Dynasty Emperor Throne

Holy Dynasty Emperor Throne
Merencanakan


__ADS_3

Istana Negara Lu.


Raja Lu Sai Gong tengah mengelus-elus rambut Permaisuri Xiao Fang. Wanita tersebut membuka mata tersenyum manis.


"Apakah engkau tak bosan memandangiku? " tanya Permaisuri.


"Tidak. Aku tak pernah bosan, " jawab raja Lu.


Permaisuri bangkit dari ranjang membenahi pakaiannya yang sedikit terbuka. Dia mendekati raja Lu dengan perlahan menghirup bau khas tubuhnya bersender pada dada bidangnya memejamkan matanya merasakan sensasi panas di bawah.


"Rajaku memang perkasa dalam hal panas, " ucap Permaisuri menggoda memegang dagu raja Lu mencium bibirnya.


"Lapor! surat dari Yang Mulia Kaisar! " ucap prajurit.


Sepasah kekasih tersebut terhenyak. Permaisuri berpindah menatap kedua mata raja Lu.


"Rajaku mendapatkan titah, " ucap Permaisuri.


Raja Lu mendekatkan wajahnya menempelkan hidungnya dengan milik Permaisuri. Kecupan hangat mendarat pada bibir manis tersebut.


"Aku akan kembali, kita lanjutkan nanti bahkan lebih,"ucap raja Lu menoel dagu Permaisuri beranjak turun dari ranjang memperbaiki pakaiannya dan mengenakan jubah sebelum melangkah keluar.


Raja Lu duduk menerima gulungan dari prajuritnya tersebut. Membuka dan membaca dengan seksama sebelum menutup kembali gulungan tersebut.


"Persiapkan perjalananku menuju kota Tianqi. Aku akan berangkat esok pagi! " perintah raja Lu.


"Baik! "


"Kota perang musnah. Raja Ming Xing dan Jendral Lei diadili. Pasukan diungsikan. Mengapa Kaisar tak meminta ratu Xi memegang plakat Xuanwu? Apakah karena aku anak angkat mendiang Kaisar yang bisa ia kendalikan? " ucap raja Lu beranjak berdiri meninggalkan ruangan kerjanya. Ia berjalan dan pandangannya menemukan sosok pujaan hatinya tengah duduk di pinggiran danau sembari meminum teh. Dia tersenyum dan menghampirinya.


"Ada apa dengan Yang Mulia? " tanya Permaisuri.


"Dia memintaku datang menghadap ke istana, " jawab raja Lu.


Permaisuri tersenyum menuangkan teh untuk raja Lu.


"Plakat Xuanwu dan tiga plakat penyeimbang militer akan jatuh ke tanganmu bukan ratu Xi, " ucap Permaisuri.


"Benar. Aku menduganya. Padahal ratu Xi berperan menghadang raja Ming Xing dan pasukannya. Serta, aku menemukanmu pingsan di pinggiran danau. Kau tak berniat kembali? Pertunangan pangeran Feng Yuan telah diumumkan " tanya raja Lu.

__ADS_1


"Aku akan kembali pada saat pertunangan Feng Yuan, " jawab Permaisuri.


"Dengan cara? " tanya raja Lu.


"Menggunakan ratu Xi sebagai tumbal penculikanku,"jawab Permaisuri tersenyum dengan anggun menyeduh teh.


Raja Lu menatap Permaisuri dengan pandangan cinta. Matanya tak lelah melihat wanita di depannya itu. Tangannya terulur menyentuh anak rambut menjuntai milik Permaisuri sembari mendekatkan wajahnya hingga keduanya saling bertatapan dan jatuh ke dalam jurang cinta terlarang.


"Aku ingin lebih malam ini, " bisik raja Lu.


Permaisuri tersenyum malu-malu membelai pipi raja Lu memandang kedua matanya.


"Aku suka permintaanmu," balas Permaisuri.


Istana Negara Xi.


Pangeran Shang Feng tengah menyembuhkan luka ratu Xi Shi. Luka lama terulang kembali membuat luka baru.


"Sebenarnya apa yang terjadi pada saat itu? " tanya pangeran Shang Feng mencoba penasaran.


Ratu Xi Shi tersenyum dan tertawa pelan mendengar pertanyaan pangeran Shang Feng.


"Ya! Aku ingin tahu dari ceritamu langsung, " jawab pangeran Shang Feng.


"Jin Zhenyi, Yu Qianfang dan Qin Yuji mengepungku. Raja Lu mendesakku hingga pertarunganku dengan mereka di atas danau mistik terjadi. Pada saat itu aku menggunakan teknik 'Membanjiri bumi' membuatku memaksakan ranah menuju alam dewa. Tanpa diduga aku membangkitkan Ying Ke yang merupakan penguasa danau mistik dan dengan bantuannya, pedang air mampu menggerakkan seluruh air danau membuat mereka mundur dan melukai tiga pendekar suci itu. Aku kalah ketika dewa tombak melemparkan tombak naga hampir mengenai jantungku, "ucap ratu Xi Shi.


" Dewa tombak Cun Xiang tewas, pendekar payung hitam Han Hong tewas di sungai Qingche. Beberapa orang-orang terkenal dunia beladiri tewas dalam pengawalan raja Ming Xing,"balas pangeran Shang Feng.


"Eksekusi jendral Lei dan raja Ming Xing dilakukan secara publik. Menurutmu hal apa yang akan terjadi? " tanya ratu Xi Shi.


Pangeran Shang Feng menatap bayangan mereka berdua melalui cermin. Dia tengah menyisir rambut ratu Xi Shi dengan hati-hati.


"Tidak ada. Kecuali Permaisuri akan kembali menggunakanmu sebagau jalannya ke istana,"ucap pangeran Shang Feng.


" Dengan cara? "tanya ratu Xi Shi.


" Raja Lu akan menerima plakat Xuanwu yang sah milik raja Ming Xing. Dengan itu, Permaisuri akan menggunakanmu sebagai jalan seolah-olah bahwa kaulah yang menyandranya dan raja Lu menyelamatkan Permaisuri maka dengan itu raja Lu akan menerima hadiah negara Dong dan kau akan dieksekusi sama seperti raja Ming Xing,"jawab pangeran Shang Feng.


Ratu Xi Shi beranjak berdiri berbalik menghadap pangeran Shang Feng.

__ADS_1


"Aku bukan orang bodoh! Culik saja Permaisuri dan buang ke sungai Qingche. Buat orang-orang paviliun kebebasan menemukannya, " ucap ratu Xi Shi.


"Shutttt!! Kau tenang saja. Aku telah merencanakan sesuatu, " ucap pangeran Shang Feng.


"Jangan bilang kau ingin plakat militer jatuh ke tangan walikota Wushuang?" ucap ratu Xi Shi.


"Kau memang pintar! Dua negara akan menjadi milikmu! Penyatuan wilayah dua negara akan menjadi satu yakni negara Xi! " balas pangeran Shang Feng.


Ratu Xi Shi menggelengkan kepalanya sembari tersenyum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bulan purnama bersinar terang menerangi danau mistik. Pangeran Shang Feng tengah berdiri di atas permukaan air. Danau mistik berkabut untuk hari ini tak seperti biasanya. Seseorang datang membuat percikan air.


"Lima klan telah berkumpul dan pewaris telah muncul. Apakah kau bersiap melawan mereka semuanya? " tanya Wei Rong.


Pangeran Shang Feng berbalik membungkukkan badannya.


"Guru telah membimbingku hingga hari ini. Murid ini berterima kasih, " ucap pangeran Shang Feng.


"Kau telah bertemu pemilik pedang Karma selanjutnya. Apa yang ingin kau lakukan selanjutnya?" tanya Wei Rong.


"Membuka altar lima dewa, " jawab pangeran Shang Feng.


"Altar Qinglong yang berada di istana kekaisaran adalah altar lima dewa, " balas Wei Rong.


"Putra mahkota setiap dinasti akan bertarung siapa yang paling unggul. Aku ingin menantang mereka semua pada saat itu, " ucap pangeran Shang Feng.


"Kaisar dinasti Xingfu dan Tianyuan sama-sama berada dalam ranah alam dewa bumi puncak. Kau tak akan bisa melawan keduanya meskipun lima klan bersatu, " balas Wei Rong.


"Tentu saja aku bisa melawannya asalkan aku mencapai ranah alam dewa langit, " ucap pangeran Shang Feng.


"Klan Shi dan orang tua istana itu akan bertindak, kau harus memperhitungkannya, " balas Wei Rong pergi meninggalkan pangeran Shang Feng sendirian.


Ying Ke menjulurkan kepalanya ke udara. Dia melihat pangeran Shang Feng dari belakang.


"Kau berniat memulai perang? " tanya Ying Ke.


"Benar. Aku harus segera menyelesaikan semuanya,"balas pangeran Shang Feng mengepalkan tangannya.

__ADS_1


__ADS_2