Holy Dynasty Emperor Throne

Holy Dynasty Emperor Throne
Terencana


__ADS_3

Mereka mengikuti pangeran Shang Feng dari belakang. Beberapa saat kemudian mereka mendarat di depan goa masuk secara bersama-sama.


"Apakah pangeran mencari rahasia di makam? Ibuku pernah berkata bahwa sesuatu ada di makam, " ucap Lian Xiang.


"Benar. Aku ingin membuka paviliun pedang, " balas pangeran Shang Feng.


Lian Xiang mengamati sekelilingnya hingga menemukan bahwa pencahayaan dari langit-langit goa memiliki pola hexagonal. Lian Xiang menembakkan kekuatannya disusul dengan yang lainnya membuat aliran kekuatan bersatu dan sinar cahaya menuntunnya menghancurkan tembok batu. Mereka menemukan pintu dari paviliun pedang. Pangeran Shang Feng segera meletakkan permata tersebut di atas mahkota patung naga membuat pintu berderit dan terbuka. Mereka masuk ke dalam ruangan. Beberapa pedang menancap pada batu hingga beberapa senjata layaknya tengah menyembah sebuah pedang yang memiliki sarung ukiran naga.


Mereka mendekati senjata tersebut dan tak henti-hentinya terkagum-kagum. Senjata kipas, guqin, pedang, tombak, kotak jarum akupuntur, gelang hingga cakram menyembah satu pedang yang terselimuti aura suci.


Senjata-senjata tersebut melayang menghampiri pemiliknya. Guqin dan kipas berada di tangan Hua Jing, pedang berada di tangan Qin Li, tombak berada di tangan Huang Enlai sedangkan kotak jarum akupuntur dan gelang berada di tangan Lian Xiang.


"Guqin giok surgawi dan kipas hempasan langit adalah dua senjata legendaris klan Xie. Pendahulu Xie Kangjian menggunakan kedua senjata itu, " ucap pangeran Shang Feng.


Guqin giok yang halus dengan senar-senar putih kuat serta kipas putih dengan corak gelombang ombak biru langit.


Pandangan pangeran Shang Feng tertuju pada dua pedang di tangan Qin Li.


"Klan Ye memiliki teknik Yin pedangnya pun sama. Pedang Yin. Namun karena suatu hal dan hubungan dengan klan Mu, dia memiliki pedang Yang. Pendahulu Ye Chang menggunakan kedua pedangnya menciptakan teknik perpaduan Yin-Yang, " ucap pangeran Shang Feng.


Mendengar hal tersebut membuat Lian Xiang sedikit bingung dan mencuri-curi pandang ke arah Qin Li.


"Berarti leluhurku dan leluhur klan Ye memiliki suatu hubungan khusus! " pekik Lian Xiang dalam hatinya.


"Tombak angin ekstrem adalah tombak tercepat dan terkuat. Pendahulu Huang Guozhi menggunakannya untuk menghancurkan formasi delapan barisan musuh,"ucap pangeran Shang Feng.


Huang Enlai melihat tombak yang ada di tangannya dan merasakan bahwa tombak tersebut sangat ringan.


"Cakram api adalah senjata khusus yang dibuat dan hanya bisa digunakan keturunan klan Huo. Selain sayap apinya, cakram api adalah ciri khasnya. Masalah api yang menyelimuti cakram bergantung pada pemiliknya sendiri," ucap pangeran Shang Feng.


Huo Xiang mengalirkan energi spiritualnya pada cakram api membuat api berubah yang sebelumnya merah menjadi hijau kebiruan. Perlahan-lahan sayap api muncul di belakang punggungnya. Dia terbang dengan kecepatan tinggi membawa api dimana ia lewat.


"Api ilahi dua warna adalah api dengan tingkatan yang sama dengan api jiwa sejati. Sama seperti klan Ye, klan Huo memiliki hubungan dengan klan Mu, " ucap pangeran Shang Feng.


Semua orang melihat Huo Xiang terbang di udara sedangkan Qin Li diam-diam melihat ke arah Lian Xiang.

__ADS_1


"Mungkinkah dia yang membantuku mengendalikan api jiwa sejati? " gumam Lian Xiang.


Pangeran Shang Feng melihat Lian Xiang yang tengah terkagum-kagum dengan Huo Xiang.


"Kotak Xianji dan gelang tersembunyi adalah senjata khusus milik klan Mu, " ucap pangeran Shang Feng.


Gelang tersembunyi berada di lengan Lian Xiang dengan cantik.


"Apakah pangeran ingin mengambil pedang itu? " tanya Lian Xiang.


Mata semua orang tertuju pada satu pedang yang memiliki aura misterius.


"Tidak. Aku harus mencapai ranah dewa langit baru bisa mengangkatnya, " jawab pangeran Shang Feng.


"Pangeran mencapai ranah apa? " tanya Lian Xiang kembali.


"Ranah alam dewa bumi tahap awal, " jawab pangeran Shang Feng.


"Hebat! Aku baru saja mencapai ranah dewa manusia,"balas Lian Xiang mengacungkan jempolnya.


"Hmm. Sebenarnya aku memerintahkan Su Na sebagai anggota cabang yang tersisa untuk menculik permaisuri membawanya ke negara Lu," ucap Hua Jing.


Lian Xiang menganggukkan kepalanya karena dia lupa memberitahu Qin Li.


"Tidak apa. Lagipun, Kaisar Feng Yu tengah berkultivasi di dalam istananya, " ucap pangeran Shang Feng.


"Berkultivasi? " tanya Qin Li.


"Eumm. Aku dan kepala tabib Wei membuat pil ketenangan dunia. Bahkan paviliun Tianji membuat formasi agar hukuman surgawi tidak terlihat. Aku yakin Kaisar ingin menjadi abadi dengan menelan dua pil surgawi, " jawab Lian Xiang.


"Kalau begitu kita harus ke istana! " ucap Huang Enlai.


"Tunggu! Kekacauan akan segera hadir. Seseorang memanfaatkan ramalan dari ketua paviliun Tianji. Kita harus memanfaatkannya, " ucap pangeran Shang Feng.


Mereka semua setuju dan langsung pergi menuju sungai Qingche.

__ADS_1


Ketua Shi Jun mendengar kabar bahwa sungai Qingche meluap membuatnya marah.


"Seseorang menipuku! " ucapnya dengan marah.


Paviliun Tianji kembali seperti semula. Bola Armiler yang sebelumnya terhenti sekarang telah bergerak. Ketua Shi Jun yang melihatnya menyipitkan matanya.


"Seseorang mampu menipu langit. Hanya orang yang memiliki pencerahan surga yang dapat melakukannya. Apakah seseorang yang berada di ranah alam dewa langit melakukannya? Tidak mungkin kecuali Dia yang duduk di kursi kebesarannya! " ucap ketua Shi Jun.


Petir mengglegar di langit. Istana panjang umur tengah menyerap sebagain besar energi langit dan bumi. Kaisar duduk bermeditasi setelah menelan pil ketenangan dunia. Dia tak terpengaruh sedikitpun mengenai suara petir yang sangat keras di luar. Dia dalam sunyi berada di ruangan kosong. Berbagai kilasan kejadian masa lalu leluhurnya bahkan dirinya sendiri tertampilkan di alam kesadarannya. Kaisar mencoba tetap fokus dalam ketenangan. Energi langit dan bumi terserap ke dalamnya setelah pil melebur menyebar ke seluruh pembuluh darah.


Kaisar mengadahkan tangannya membuat pil pembersih jiwa fana melayang mendarat di telapak tangannya. Kaisar menelan pil surgawi tersebut. Langit bergemuruh keras di istana. Seseorang masuk ke dalam istana panjang umur.


"Dimana Yang Mulia? " tanya Wei Rong.


"Beliau sedang berkultivasi, " jawab penasihat istana.


"Sudah aku katakan kultivasi tidak boleh dilakukan sekarang. Hukuman surgawi bagi Kaisar bukanlah sederhana. Karma langit akan menghukum langsung melalui petir surgawi, " balas Wei Rong.


"Bukankah itu keinginanmu? " ucap penasihat istana.


Wei Rong melangkah mendekat menuju pintu besi namun dicegah oleh penasihat istana.


"Mohon kepala tabib kembali, " ucap penasihat istana.


Wei Rong mengabaikan peringatan penasihat istana. Dia tetap melangkah maju menuju pintu tersebut. Pusaran energi berkumpul ditelapak tangan penasihat istana berniat memukul perut Wei Rong.


"Boomm!! "


Penasihat istana mundur beberapa langkah. Wei Rong diam tak bergeming menerima pukulan tersebut.


"Kau tak akan bisa menyentuhku, " ucap Wei Rong melangkah maju menuju pintu besi.


Penasihat istana diam ketika melihat Wei Rong semakin dekat.


"Mengapa kau ingin bertindak sekarang? " tanya penasihat istana.

__ADS_1


"Karena aku ingin keadilan bagi lembah obat, " jawab Wei Rong.


__ADS_2