
Nangong Yuxuan dan putri ketiga merasakan hantaman badai angin dingin hingga membuat yang lainnya merasakan badai di tengah-tengah danau. Nangong Yuxuan mengeluarkan pedangnya diusapnya dengan perlahan. " Teknik bilah pedang angin! "ucapnya mengayunkan pedang.
" Boommm!! "
Formasi tetap berdiri kokoh. Putri ketiga membuat segel tangan menbentuk tanda segitiga. "Teknik hantaman pilar air! " ucapnya disusul dengan pilar air menghantam keras formasi. "Tekan! " ucapnya mendorong kekuatannya. Nangong Yuxuan tengah bersiap menggunakan teknik pedang lainnya. "Teknik badai angin tajam! " ucapnya melawan badai angin milik Shang Feng. Kekuatan mereka berdua bergabung untuk beberapa saat kemudian membuat formasi perlahan-lahan retak dan terdengar suara ledakan. Memanfaatkan hal tersebut mereka melesat masuk ke dalam goa. Sedangkan di dalam goa, kelompok Shang Feng tengah terpukau akan kristal es bening karena mereka dapat bercermin di permukaannya.
"Hati-hati! Cermin es ini merefleksikan diri kita sendiri,"ucap Shang Feng. Beberapa saat kemudian bayangan mereka keluar dari cermin es berdiri berhadapan dengan mereka semua. Bayangan es melesat menyerang membuat semuanya terpencar. Shang Feng bertarung dengan sengit bertukar seni pedang dengan dirinya sendiri. "Kau siapa? " ucap bayangan pada Shang Feng. "Aku? Tentu saja Shang Feng Kaisar Benua Shenyun, " ucapnya dengan tegas. Bayangan es mundur begitupun dengan Shang Feng. "Aku adalah kau dan kau adalah aku. Kita adalah satu,"ucap bayangan es menurunkan pedangnya. Shang Feng menatap bayangan es dengan tenang. "Dua tak pernah menjadi satu bila mereka tak saling mengakui begitupun dengan kau. Kita bukan satu orang karena aku tak mengakuinya, " ucap Shang Feng mengangkat pedang mengusapnya dengan perlahan. "Teknik pedang membanjiri bumi! " ucap Shang Feng bersamaan dengan bayangan es dirinya. Gelombang air muncul menghantam satu sama lain. Mereka berdiri di atas ombak masing-masing.
"Jika aku mati maka kau pun sama, " ucap bayangan es memperingatkan Shang Feng. "Kau mengancamku? Sayangnya aku telah mengetahui rahasiamu, " balas Shang Feng membuat segel tangan. "Teknik roda dharma: Penyegelan jiwa terkutuk! " ucap Shang Feng disusul dengan cahaya berbentuk roda mengikat bayangan es dirinya. "Kau!" ucapnya dengan marah menunjuk Shang Feng. "Kau hanyalah iblis bukan diriku!"balas Shang Feng. Tak lama kemudian bayangan es dirinya telah hancur berkeping-keping. Shang Feng mendarat kembali di tanah. "Bagaimana mungkin iblis bisa menduplikat diriku sendiri. Apakah ini ada kaitannya dengan asal-usul itu? " gumam Shang Feng. Mereka berenam tengah melawan diri mereka sendiri. Shang Feng mengamati bayangan es mereka.
"Tak menyerang orang lain hanya diri sendiri. Memiliki kekuatan serupa namun sedikit berbeda. Mereka semua adalah iblis. Apakah cermin es ini menghasilkan iblis dari bayangan seseorang ketika berkaca? " ucap Shang Feng berpikir keras. Beberapa saat kemudian ia menghela nafas panjang karena tak menemukan jawaban yang pasti dan akurat. Pertarungan keenam anggota kelompoknya masih berlangsung. Seseorang datang mengalihkan perhatiannya. Nangong Yuxuan dan putri ketiga datang. Melihat keenam anggota kelompok tengah bertarung membuat mereka tak begitu khawatir namun pandangan mereka berubah ketika melihat Shang Feng.
"Nangong Yuxuan dari kota Xianpin dan putri ketiga Tu Ruo Xuan selamat datang pada tes kedua ini, " ucap Shang Feng.
"Kau! " Tunjuk Nangong Yuxuan pada Shang Feng mengacungkan pedangnya.
"Anggota kelompokmu tengah bertarung dan kau menjaganya karena telah mengetahui rahasia cermin es?" tanya putri ketiga.
"Benar! Aku telah mengetahui rahasianya. Tapi Tuan Putri salah. Aku bisa membantu mereka, " jawab Shang Feng menyatukan kedua tangannya membacakan mantra seketika cahaya emas bersinar menerangi mereka berenam melelehkan bayangan es membuat mereka tersadar.
__ADS_1
"Apa! Bagaimana bisa? " ucap putri ketiga terkejut.
Nangong Yuxuan menjadi waspada. Keenam orang tersebut mendarat kembali di tanah.
"Kau harus mati! " ucap Nangong Yuxuan melesat menggenggam erat pedang ditangannya. "Tranggg!! " suara pedang beradu. An Ming menahan serangan Nangong Yuxuan dengan berani. "Kau hanya orang dari kota miskin! " ucap Nangong Yuxuan. An Ming merasakan tekanan hebat dari Nangong Yuxuan. Dia menggertakkan giginya mendorong balik hingga membuat Nangong Yuxuan mundur. "Teknik ketiga: Bilah Sayap Dingin! " ucap An Ming mengayunkan pedangnya. Serangan yang mirip dengan kupu-kupu melesat ke arah Nangong Yuxuan. Dengan sekali tebasan membuatnya hancur. "Kau cucu walikota Haifeng bukan? Beraninya kau ikut perekrutan akademi mulia ini, " ucap Nangong Yuxuan. "Semua orang memiliki mimpi untuk direalisasikan! " balas An Ming.
"Tebas! " ucap putri ketiga.
Bilah pedang melesat mendadak ke arah An Ming. Huo Xiang melambaikan tangannya membelokkan serangan.
"Wanita muda yang agresif! " ucap Huo Xiang.
Putri ketiga terkejut ketika melihat seseorang mampu membelokkan serangannya.
"Apakah begitu? " balas Huo Xiang melangkahkan kakinya disusul dengan api menyelimuti tubuhnya melesat ke arah putri ketiga dan mengelilinginya.
"Apakah pembeladiri benua Hanleng hanya memiliki atribut es hingga tak biasa melihat atribut api? " ucap Huo Xiang.
Putri ketiga merasakan hawa panas tak mengenakkan menyerang tubuhnya. Nangong Yuxuan melihat dari kejauhan tak begitu bertindak agresif.
__ADS_1
"Sudahlah. Bukan waktunya saling membunuh. Biarkan mereka menjalani tesnya, " ucap Shang Feng.
Huo Xiang menarik kembali apinya menuruti perkataan Shang Feng.
"Apa maksudmu? " tanya Nangong Yuxuan.
"Bukankah aku sudah mengatakan bahwa aku telah mengetahui rahahasianya? Kalian tak ingin melihat kristal es pada atap-atap goa karena tak ingin memancing duplikat bayangan es kalian sendiri bukan? Oleh sebab itu aku membantu kalian supaya cepat lulus dalam tes ini, " jawab Shang Feng membuat segel tangan mengangkatnya ke atas. "Teknik Pencerminan Es!"ucapnya dengan lantang disusul dengan balok-balok es turun mengelilingi merela berdua membuatnya mau tak mau tubuh mereka tercermin.
"Beraninya kau mempermainkanku!" teriak Nangong Yuxuan.
Ledakan terdengar dari dalam kurungan balok es. Shang Feng hanya santai mendengar teriakan Nangong Yuxuan.
"Yang Mulia? " ucap An Ming.
"Apa yang dicerminkan adalah diri kita sendiri dan goa ini seperti kaca besar. Dan iblis yang akan keluar dari dalam cermin es tersebut, " ucap Shang Feng menghentakkan kakinya membuat api menguar membara mulai melelehkan es disekitarnya. "Teknik Pembakaran Duniawi! " ucap Shang Feng. Api layaknya memiliki jiwa mengepung balok es yang mengelilingi mereka berdua. "Kita pergi! " ucap Shang Feng diangguki lainnya dan pergi meninggalkan goa es.
Nangong Yuxuan dan putri ketiga tengah berhadapan dengan bayangan es diri mereka sendiri.
"Memang gila! " marah Nangong Yuxuan.
__ADS_1
"Abaikan itu kita harus keluar dari sini secepatnya!" balas putri ketiga mengeluarkan pedangnya. Dia melesat menyerang bayangan es dirinya sendiri. Mereka bertarung dengan kekuatan seimbang. Nangong Yuxuan melakukan hal yang sama. Beberapa saat kemudian mereka sama-sama mundur. "Benar-benar sama persis. Sesuai rumornya mengenai goa iblis es!" ucap putri ketiga. "Heh! Hanya iblis kecil akupun tak takut sama sekali! " balas Nangong Yuxuan. Dia mengusap pedangnya membuat bayangan pedang tercipta. "Teknik Pedang Cermin! " ucap Nangong Yuxuan disusul dengan pedang melesat ke arah bayangannya sendiri yang ditangkis bersamaan. Seutas senyuman muncul dibibirnya. "Tranggg!! " suara dentingan pedang terdengar. "Apa! " ucapnya terkejut. Bayangan Nangong Yuxuan yang tak terlihat berniat menyerang bayangan es ditangkis dengan mudah. Sesaat dia tersadar kemudian menepi menghindari serangan dengan teknik yang sama.
"Bodoh! Kau lupa bahwa ini adalah iblis! " ucap putri ketiga marah.