
Shang Feng berada dalam jarak cukup dekat dengan mereka. Beberapa saat kemudian semuanya berubah menjadi kabur. Shang Feng bingung untuk sesaat. Dia bertanya-tanya.
"Gerbang ketiadaan?" gumamnya mengingat pertama kali ketika dia melangkah masuk ke dalam portal. Dia mengangkat kepalanya, beberapa saat kemudian lima orang suci melayang di langit di atas mereka semua. Mereka memiliki energi alam semesta raya. Mewakili lima unsur elemen.
"Ini adalah proyeksi pikiranku sendiri! Maksud gerbang ketiadaan adalah pikiran itu sendiri karena aku bertindak sebagai pemikir maka akan terbentuk sebuah wujud nyata dari hasil pemikiran itu sendiri, " ucap Shang Feng ketika mengetahui rahasia dari gerbang ketiadaan. Dia segera membuat segel tangan berfokus pada dirinya sendiri. "Melepaskan semuanya untuk mencapai titik tertinggi dari ketiadaan mengetahui semesta dari diri sendiri mengalami kesempurnaan dan pencerahan ilahi membawa jiwa ke surga melihat kesempurnaan. Teknik Pelepasan Jiwa Primordial! " ucap Shang Feng.
Suara retakan terdengar sesaat sebelum dinding tak terlihat pecah. Shang Feng mundur beberapa langkah. Dia mendarat di tanah.
"Kau berhasil lolos, " ucap suara misterius sebelum seseorang datang menghampiri Shang Feng.
"Aku Ya De tetua halaman Timur memuji bakatmu. Kekuatanmu melebihi perkiranku. Tapi aku heran mengapa refleksi pikiranmu adalah sembilan altar suci?"ucap tetua Ya De.
Shang Feng diam mendengar ucapan tetua Ya De. Dia bingung bagaimana harusnya dia menjawab.
"Tetua terlalu memuji tapi bolehkah aku bertanya mengapa aku berada di halaman timur? " tanya Shang Feng.
"Ohhh itu, karena halaman luar dibagi menjadi dua. Timur dan Barat sedangkan masalah penempatan bukan ditentukan akademi melainkan secara alami mungkin dikatakan adalah takdir, " jawab tetua Ya De.
Shang Feng menganggukkan kepalanya. Dia berada di depan gerbang raksasa menjulang tingggi di langit.
"Ikuti aku! " ucap tetua Ya De.
Shang Feng berjalan mengikuti tetua Ya De dari belakang. Dia mendengarkan penjelasan dari tetua secara seksama.
"Halaman Timur memiliki aku sebagai penanggung jawab. Gerbang sebelumnya adalah gerbang masuk halaman timur. Terdapat beberapa kediaman murid halaman luar yang memiliki beberapa struktur tingkatan dari mulai asrama, kamar sewa hingga bangunan pribadi. Namun semuanya memerlukan uang. Akademi memberikan fasilitas 10 bangunan megah dengan istana Timur berada pada tingkatan teratas. 10 bangunan megah itulah yang menjadi tradisi bahwa mereka yang berada dalam 10 bangunan megah adalah murid teratas halaman timur. Mereka diprioritaskan dalam kuota kualifikasi murid halaman dalam. Halaman barat dan timur memiliki fasilitas dan kuota yang sama. Dan terpenting adalah 10 bangunan tersebut tak boleh ditinggali secara tetap. Siapapun yang menantang secara terbuka akan menempatinya altar pembuktian siap digunakan dalam pertarungan, "ucap tetua Ya De.
Shang Feng cukup puas bagaimana Akademi Salju Abadi mengatur kualifikasi pengaturan murid baru.
__ADS_1
" Aku ingin membeli bangunan pribadi dan tolong katakan kepada tetua pengurus halaman barat untuk memberitahu kepada teman-temanku, "ucap Shang Feng melambaikan tangannya sebuah peti berisikan emas muncul dari kekosongan.
" Aku akan langsung membawamu ke kediamanmu. Masalah temanmu aku akan mengabarinya nanti, "balas tetua Ya De melambaikan tangannya memasukkan peti ke dalam cincin penyimpanan.
Tetua Ya De segera membawa Shang Feng menuju tempat tinggalnya. Sepanjang perjalanan tetua Ya De menjelaskan tugas-tugas sebagai murid Akademi.
" Aku memuji sistem akademi Salju Abadi ini, "batin Shang Feng.
Mereka sampai di mana sebuah bangunan megah dikelilingi hutan bambu asri serta beberapa spot kolam ikan.
" Ini adalah bangunan terakhir dan yang tak pernah diminati para murid kaya sebab letaknya terlalu tersembunyi dan tak menonjol serta penjaga yang sedikit galak karena tak membiarkan pemiliknya bermain-main dengan wanita, "ucap tetua Ya De.
Shang Feng menganggukkan kepalanya. Tetua Ya De memberitahukan mengenai beberapa hal sebelum pergi. Shang Feng melangkahkan kakinya memasuki kediamannya berjalan melewati seorang penjaga yang tengah menyapu dedaunan.
" Memendam mimpi karena kegagalan satu kali? Sungguh seorang yang lemah tak mengerti apa itu tekad,"ucap Shang Feng.
"Pendekar pedang tak berwujud. Sepertinya akademi Salju Abadi memiliki banyak master tersembunyi, " ucap Shang Feng masuk ke dalam kediaman menutup pintunya kembali.
Penjaga diam mendengar ucapan dari Shang Feng tersebut. Dia melihat ke arah telapak tangannya menatap beberapa detik.
"Aku menggunakannya kembali? " ucapnya tak percaya.
Shang Feng melihat-lihat isi dari bangunan yang baru saja dia beli. Dia puas akan desain sederhananya. Ruang bersantai yang menghadap ke arah hutan bambu adalah tempat favorite nya saat ini.
"Sepertinya benua Hanleng memiliki orang-orang kuat berspesialis elemen angin dan air namun untuk elemen pengembangan seperti es hanya dimiliki oleh garis keturunan terpandang kecuali..." ucap Shang Feng menggantung.
"Kecuali orang tua dan bocah bermarga An itu bukan?"ucap Kaisar Xue Kai
__ADS_1
Shang Feng menganggukkan kepalanya. Walikota Haifeng adalah orang hebat yang bersembunyi.
"Aku tahu mengapa dia begitu marah pada saat itu, namun pembalasan dendamnya bahkan melampai praktisi dewa bumi. Jika bukan karena pemimpin akademi turun tangan, aku takut dekan akademi tak akan bisa selamat, " ucap Shang Feng.
"Aku tak tahu mungkin Cai Jin bisa memberikan gambaran? " ucap Kaisar Xue Kai.
Kaisar Cai Jin keluar begitupun Kaisar Ding Feng. Mereka bertiga duduk dengan santai di kursi. Kaisar Cai Jin memberikan penjelasan terperinci mengenai maksud Shang Feng.
"Memotong tanah salju abadi ini dipahat menjadi pedang mendalami jalan hingga mengembangkan sebuah teknik unik menarik hawa dingin alami benua Hanleng. Bukankah dia setara dengan suku suci? " ucap Kaisar Xue Kai.
"Mungkin, " balas Kaisar Cai Jin.
"Seberapa dalam kau mengetahui masa depan?"tanya Kaisar Xue Kai.
Shang Feng berbalik ketika mendengarnya. Dia menatap Kaisar Xue Kai.
"Aku tak sebaik senior Kaisar Cai Jin, mungkin ini bakatku, " jawab Shang Feng.
"Jika kau mengatakan seperti itu aku tak dapat yakin. Tapi aku tahu kau mengetahui sesuatu, " ucap Kaisar Xue Kai.
"Aku ingin mengetahui sembilan altar suci, " ucap Shang Feng.
"Itu adalah tempat berkumpulnya suku suci, " jawab Kaisar Cai Jin.
"Suku Mingyun benua Shenyun, suku Xueren benua Hanleng, suku Suanming benua Shengming, suku Jiegu benua Yunchang, suku Yuzhou benua Shengzhou, suku Yueqiu benua Manyue, suku Taiyang benua Hongse, suku Dingji benua Lantian, suku Danyi kota suci? " tanya Shang Feng.
"Kau mengetahuinya? " balas Kaisar Cai Jin.
__ADS_1
"Jika sembilan suku pernah bersatu mengapa peradaban kuno bisa runtuh? Karena perang? Itu tidak mungkin. Seakan semuanya terjadi begitu terencana. Tujuh pedang dewa? Seharusnya ada tujuh Kaisar. Mengapa leluhurku seperti seorang pendatang yang merusak tatanan? " ucap Shang Feng meminta kejelasan daripada ketiga Kaisar mengenai asal-usul leluhurnya.