
Kedua Kaisar mengrenyitkan dahinya ketika melihat pangeran Shang Feng. Mengenai Wei Rong, mereka tahu kehebatan Lembah Obat. Kaisar Feng Ming menatap tajam pangeran Shang Feng. Lima orang datang berdiri sejajar dengan pangeran Shang Feng.
"Siapa kau?"tanya Kaisar Jiang Shan.
Pangeran Shang Feng membentuk tanda penghormatan kepada Kaisar Jiang Shan.
" Shang Feng. Keturunana Kaisar Shang Yuan putra dari Kaisar Sheng Jing pewaris dinasti besar Tianwu, "ucap pangeran Shang Feng.
Kaisar Ren Cai seketika berdiri dari kursinya berikut dengan keterkejutan Kaisar Jiang Shan. Masing-masing membentuk tanda penghormatan.
"Ye Qin Li bangsawan klan Ye" ucapnya memperkenalkan diri.
"Huo Xiang bangsawan klan Huo"
"Huang Enlai bangsawan klan Huang"
"Xie Hua Jing bangsawan klan Xie"
"Mu Lian Xiang bangsawan klan Mu"
Semua orang berdiri ketika mendengar ucapan kelima orang tersebut. Dua diantara mereka kenal. Bawahan kompeten Permaisuri Xiao Fang dan bawahan mantan kepala tabib istana.
"Sesuai dengan sumpah mendiang Kaisar Sheng Jing bahwa putranya akan merebut kembali apa yang menjadi haknya! " ucap Wei Rong.
"Apakah begitu! " balas seseorang disusul dengan bilah pedang melesat ke arah Wei Rong. Jentikan jarinya membuat bilah pedang tersebut hancur.
Leluhur Feng Gui datang berhadapan dengan Wei Rong.
"Bagaimana jika membiarkan mereka bertarung menentukan siapa yang kuat, " ucap leluhur Feng Gui.
"Baik! Tidak ada yang boleh bergerak. Biarkan Shang Feng bertarung, " ucap Wei Rong.
Wei Rong mundur digantikan dengan pangeran Shang Feng mendarat di arena pertarungan. Putra mahkota Jiang Weishe melihat Kaisar Jiang Shan dibalas anggukan olehnya. Dia melesat turun di arena. Tombak yang berada di punggungnya dibalut oleh kain putih membuat kesan misterius. Putra mahkota Ren Yu turun ke arena berada di sisi kiri pangeran Shang Feng.
"Tombak naga perak? Aku dengar Jiang Yingjie menggunakan tombak itu menerobos istana mengacungkan dengan sombong kepada ayahku," ucap pangeran Shang Feng ketika melihat putra mahkota Jiang Weizhe membuka kain penutup tombak tersebut.
__ADS_1
"Beraninya menyebut leluhur pertama semudah itu dihadapanku, " balas putra mahkota Jiang Wiezhe.
"Hanya mengandalkan kau dan bawahanmu tak mungkin mengacaukan acara, " ucap putra mahkota Ren Yu menarik pedang dari sarungnya.
"Pedang guntur petir? Konon kecepatannya melebihi keluarga Lei. Aku ingat Ren Tingfeng menggunakan pedang itu menodongkan kepada ayahku dan menghina klan Ye, " ucap pangeran Shang Feng.
"Aku akan melakukan hal yang sama kepadamu, "balas Ren Yu melesat seketika muncul di hadapan pangeran Shang Feng. Pedang ia ayunkan. Pangeran Shang Feng menyipitkan matanya meninju perut Ren Yu membuatnya mundur. Jiang Weizhe datang dengan tombaknya. Kecepatannya tak kalah dengan milik Ren Yu.
Pangeran Shang Feng menahan tombak naga perak menggunakan lengannya. Ren Yu beranjak berdiri melesat melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan Jiang Weizhe menekan pangeran Shang Feng. Tanah dibawah kaki pangeran Shang Feng retak. Keduanya tersenyum meremehkan.
"Bahkan aku tak menggunakan pedang untuk melawan kalian akan tetapi serangan kalian terlalu lemah, " ucap pangeran Shang Feng menghentakkan kakinya meledakkak energi spiritual dari dalam tubuhnya membuat keduanya mundur.
Jiang Weizhe menghentakkan tombaknya ke tanah seketika aliran energi spiritual mengelilingi dan ia menaiki seekor naga perak yang merupakan wujud dari energi spiritual. Ren Yu mengangkat pedangnya ke langit seketika awan berkumpul layaknya turun ke bumi disertai dengan gemuruh. Dia melayang di udara dengan pedang yang diselimuti oleh petir. Semua orang menunggu hasil tersebut bahkan kedua Kaisar sendiri.
"Kau akan mati! " ucap Jiang Weizhe.
"Mati? Terlalu mudah bagiku untuk mati sekarang," balas pangeran Shang Feng.
Dia mengangkat dua jarinya ke langit. Seketika aliran energi spiritual berdatangan mengalir layaknya sungai.
Seluruh pedang bergetar melesat ke arah pangeran Shang Feng. Puluhan kilometer ribuan pedang berdatangan. Semua menuruti panggilan pangeran Shang Feng. Semua orang terkejut melihat fenomena itu.
"Shang Feng ingin membunuh mereka. Mohon jiwa pedang bersedia membantu, " ucap pangeran Shang Feng.
Ribuan pedang yang mengelilingi bersama-sama melesat ke langit dan menghilang. Suasana seketika hening.
"Menjadi dewa pedang? Terlalu mimpu! " ucap Jiang Weizhe.
"Apakah begitu? " tanya pangeran Shang Feng menurunkan lengannya seketika langit terbelah dengan ribuan pedang menyatu hingga pedang raksasa turun dari langit. Jiang Weizhe mendongak menggenggam erat tombaknya melesat menaiki naga ke arah turunnya pedang tersebut.
"Hiyaaaaa!!!! " teriaknya ketika tombak naga perak bersentuhan dengan pedang raksasa. Ren Yu melesat membantu Jiang Weizhe. Mereka berdua menghalangi pedang raksasa untuk turun. Tekanan kuat terjadi. Raungan naga perak menggema. Senjata mereka perlahan-lahan retak membuat mereka terkejut. Pedang raksasa memaksa turun mendorong mereka untuk jatuh. Kaisar Jiang Shan dan Kaisar Ren Cai beranjak berdiri berniat menyelamatkan putranya masing-masing.
"Blarrrr!!! "
Kilatan cahaya menghancurkan gabungan ribuan pedang tersebut. Ren Yu dan Jiang Weizhe terpental memuntahkan darah segarnya membuat mereka tak bisa bangkit.
__ADS_1
"Bukankah kau sendiri yang bilang biarkan anak muda yang menyelesaikannya? " ucap Wei Rong.
Leluhur Feng Gui memegang pedang hati mati ditangannya dengan lengan lurus ke samping.
"Pertarungan ini tidak adil, " ucap leluhur Feng Gui.
"Tidak adil? Dua melawan satu. Lantas adil seperti apa yang diinginkan leluhur Feng Gui ini, " balas Wei Rong.
"Aku tahu dia memiliki pedang dewa. Biarkan pertarungan adil melawan Feng Ming, "jawab leluhur Feng Gui.
" Baik! "balas Wei Rong menoleh ke arah pangeran Shang Feng menganggukkan kepalanya.
Kaisar Feng Ming turun dari singgasana menuju altar Qinglong. Dia berhadapan dengan pangeran Shang Feng. Pelindung seketika diaktifkan ketika keduanya saling menatap satu sama lain.
"Aku tahu rahasia apa yang kau maksud dari pedang ini,"ucap Feng Ming mengeluarkan pedang karma miliknya.
Suhu udara meningkat ketika pedang karma muncul. Semua orang terkejut bahkan kedua kaisar ketika melihat pedang dewa.
"Pedang Karma Kaisar Ding Feng. Menebas karma buruk ataupun baik. Sekarang aku mengerti mengapa dia muncul, " ucap Kaisar Jiang Shan.
"Bukankah jika dibiarkan maka Kaisar Feng Ming akan mengungguli seluruh generasinya dan bahkan memimpin sebagai kekaisaran terkuat, " balas Kaisar Ren Cai.
Api berkobar di dalam pelindung. Feng Ming tampak menatap pangeran Shang Feng dengan pandangan tajam sebelum ia alihkan pada Lian Xiang. Qin Li dan yang lain terkejut akan pandangan selias itu.
"Kau mengenalnya? " tanya Qin Li mewakili rasa penasaran yang lainnya.
"Dia yang menyelamatkanku dan membawaku ke kota perang, " jawab Lian Xiang.
Pangeran Shang Feng berjalan tiga langkah membuat tanah mulai membeku. Pakaian putih bersih dengan semburat biru langit membuatnya tampak seperti putra salju.
"Aku tahu kau akan mengetahuinya, namun aku tak menginginkan dirimu melainkan orang dibalikmu, " ucap pangeran Shang Feng.
Hembusan udara dingin seakan bertarung dengan suhu panas membuat siapapun yang merasakannya bahkan diluar pelindung merasakan perasaan tak enak pada tubuhnya. Pangeran Shang Feng dikelilingi oleh aliran hawa dingin kemudian berkumpul di telapak lengannya hingga membuat pedang pendek angin salju muncul.
"Pedang dewa Kaisar Es Xue Kai! " ucap Kaisar Jiang Shan.
__ADS_1