Holy Dynasty Emperor Throne

Holy Dynasty Emperor Throne
Master


__ADS_3

Shang Feng merentangkan kedua tangannya membuat tiga piringan muncul dibelakangnya. Dia membuat gerakan segel tangan dengan kedua telapak tangan diselimuti cahaya emas. Pedang sungai dan gunung dialiri kekuatan hebat. Langit memiliki cahaya terang berwarna emas. Para Tetua tercengang melihatnya. Tetua Agung menyipitkan matanya.


"Cahaya Dharma Penyucian Semesta, " gumamnya.


"Teknik Pedang Cahaya Takdir! " ucap Shang Feng.


Lonjakan energi besar melesat mengaliri pedang membuatnya membesar hingga melesat turun. Qian Fengge dan lainnya tercengang dibuatnya.


"Dedewaa... " ucapnya tak bisa berbuat apa-apa.


"Boooommmmmm!!!! "


Hempasan angin kuat terasa. Pelindung aktif melindungi Qian Fengge dan lainnya.


"Pertandingan pembuktian bukan saling membunuh,"ucap Dekan Akademi.


Token perak melindungi mereka berlima. Shang Feng tanpa takut berhadapan dengan Dekan Akademi. Mereka berdua bertatapan cukup lama sebelum Dekan Akademi terhenyak. Dia berdiri di atas air melihat Shang Feng dengan wujud delapan roda takdir bercahaya emas.


"Murid ini tahu, " ucap Shang Feng menyadarkan Dekan Akademi.


"Mengapa kau menggunakan niat pembunuh kuat?"tanya Dekan Akademi.


"Tentu saja karena ingin kemenangan mutlak. Kuota masuk harus diperebutkan, " jawab Shang Feng disusul dengan Long Yu datang berdiri di belakang Shang Feng dan kelima pengawalnya.


"Kekuatanmu memang kuat tapi tak seharusnya menggunakan kekuatan penuh melawan mereka," balas Dekan Akademi.


"Tetua Chen Qianfan telah berjanji tak akan ikut campur ketika aku melawan mereka berlima. Intervensi Anda menimbulkan kerugian bagiku, "ucap Shang Feng.


Tetua Chen Qianfan dan Tetua Agung muncul di belakang Dekan Akademi.


" Benar apa yang dikatakan olehnya. Aku berjanji kepadanya untuk tak ikut campur, "ucap Tetua Chen Qianfan.


" Aku akan memberimu kompensasi, "ucap Dekan Akademi.


" Murid ingin An Ming masuk ke dalam kuota murid dalam, "ucap Shang Feng.


" Baik. Tujuh kuota telah terisi sesuai dengan perkataanmu. Tiga kuota lainnya mereka akan bertarung menentukan siapa yang layak, "balas Dekan Akademi.


" Murid berterima kasih, "balas Shang Feng menghilang bersamaan dengan pengawalnya.


" Awasi pertarungan mereka. Aku akan pergi jauh dan kembali sebelum waktu pemberangkatan, "ucap Dekan Akademi.


" Baik, "jawab mereka serempak.

__ADS_1


Shang Feng dan lainnya muncul di hutan bambu tempat kediamannya.


" Tenang saja, peringkat lima elemen halaman dalam tak sekuat yang kalian pikirkan, "ucap Shang Feng.


" Kami percaya. Namun apa yang dilakukan pemimpin akademi seperti tengah mengantisipasi sesuatu, "ucap Qin Li.


" Dia tengah berseteru dengan Kaisar Tu Lei. Mungkin perebutan harta karun kota Baoxue, "balas Shang Feng.


" Apa yang Anda lakukan sekarang? "tanya Qin Li.


" Bersantai menunggu waktunya tiba kita memasuki halaman dalam. Kalian boleh kembali, "jawab Shang Feng.


" Baik! "ucap mereka serempak.


Shang Feng sendirian duduk sembari menghela nafas. Dia mendongak ke langit menikmati hembusan angin sejuk.


" Senior. Apakah Kaisar Xue Kai mempunyai segel kekaisaran? "tanya Shang Feng.


" Tentu saja. Dia memiliki segel. Kau benar-benar bosan hingga bertanya hal begitu sepele, "jawab Kaisar Cai Jin.


" Setelah merefleksikan wujud naga dari senior Long Yu, aku teringat akan satu hal. Apakah ketiga seluruh segel kekaisaran di benua ini disatukan akan mewujudkan naga sejati di alam manusia fana ini?"balas Shang Feng.


"Hmmm"


"Tapi itu akan pertanda bahwa peperangan besar akan terjadi, " ucap Kaisar Cai Jin.


"Mengerti, " balas Shang Feng.


Dia melihat genangan air di permukaan tanah dengan terkejut. Wajah seseorang terlihat jelas.


"Siapa dia? Aku tidak mungkin berhalusinasi, " ucap Shang Feng beranjak berdiri berniat untuk beristirahat. Dia merebahkan tubuhnya di ranjang perlahan-lahan memejamkan mata.


"Menjalankan takdir tanpa pengaruh orang lain. Berjalan dengan hati bersih. Kau memang tak seperti pendahulumu, " ucap suara misterius.


"Siapa? " tanya Shang Feng.


Hembusan udara dingin datang menyapu membekukan segalanya. Seseorang datang membentuk cahaya samar.


"Mengapa kau menunjuk kembali Kaisar Xue Kai memimpin kembali benua Hanleng? "


"Karena aku ingin seseorang berjuang dengan tulus bukan terpaksa. Aku tak ingin merenggut kebahagiaan orang lain, " jawab Shang Feng.


"Kau akan semakin lemah tanpa wujud spiritual pedang dewa di dalam tubuhmu. Tubuh dewa tertinggi milikmu tak akan berarti"

__ADS_1


"Aku memiliki hak dalam memilih keputusan, " jawab Shang Feng.


"Jikalau begitu biarkan aku memberitahumu sesuatu mengenai penggambaran masa depan"


"Aku akan mendengarkan dengan seksama, " balas Shang Feng.


"Alam manusia akan kacau balau. Mereka yang tertidur akan bangun. Manusia adalah iblis yang akan bangun suatu saat nanti. Mereka terlahir dari karma masa lalu yang tak pernah putus hingga seseorang membelah langit"


Shang Feng mencoba memahami perkataan orang tersebut.


"Aku mengetahui sesuatu. Namun alam manusia bukanlah medan perang dari karma masa lalu. Aku akan memutus lingkaran itu dan membelah langit menanyakan kepada Kaisar Surgawi mengapa alam manusia ditakdirkan untuk mati dan tak memiliki umur panjang, " ucap Shang Feng.


"Lakukan apa yang menurutmu benar. Kau akan tahu perlahan-lahan, " balasnya perlahan-lahan menghilang. Shang Feng membuka kedua matanya duduk dengan terkejut.


"Siapa dia? Dan mengapa bisa hadir di dalam mimpiku?"ucap Shang Feng bingung.


"Senior? " ucap Shang Feng.


"Energi misterius dan kuat memasuki tubuhmu memutus hubungan kita dan bahkan membuatku gemetar. Sepertinya benua Hanleng memiliki monster tersembunyi dan kuat. Aku tak tahu dan tak dapat melihat siapa dia, " balas Kaisar Cai Jin.


"Siapa dia sebenarnya. Benua Hanleng memiliki rahasia mendalam, " batin Shang Feng.


Ibukota Baoxue.


Kaisar Xue Kai tengah bermeditasi membuka matanya terkejut. Dia merasakan energi tak asing keluar dari dalam portal di depannya.


"Aku tak mungkin salah merasakan energi itu, " gumam Kaisar Xue Kai beranjak berdiri berjalan mendekati portal. Dia mengulurkan tangannya seketika tubuhnya tertarik ke dalam portal. Kaisar Xue Kai berdiri di tengah-tengah hujan salju.


"Apakah kau mengingat siapa dirimu? " tanya seseorang tanpa menampakkan wujudnya.


"Aku mengingat siapa diriku. Xue Kai murid master Dun Ming"


Seseorang datang menampakkan diri di depan Kaisar Xue Kai.


"Guru! " ucap Kaisar Xue Kai terkejut.


Master Dun Ming tersenyum tulus melihat ekspresi Kaisar Xue Kai.


"Shang Feng memberikanmu energi spiritual pedang dewa. Kau memiliki kekuatan mutlak pedang dewa angin salju. Apa yang ingin kau lakukan setelahnya? " tanya Master Dun Ming.


"Murid akan tetap bertindak sebagai pendukung sama seperti dahulu, " jawab Kaisar Xue Kai.


"Kalian memiliki garis keturunan Kaisar Nie Yongnian dimana dia Kaisar umat manusia jauh sebelum perabadan kuno berdiri. Putra dari dewa Zhen Liang dan dewi Shu Mi, " ucap master Dun Ming.

__ADS_1


"Murid mengerti, namun keturunan Kaisar Shang memiliki garis takdir tak terelakkan. Tujuh saudaraku terpecah belah, " ucap Kaisar Xue Kai.


__ADS_2