Holy Dynasty Emperor Throne

Holy Dynasty Emperor Throne
Tanah Leluhur Kekaisaran Daxue


__ADS_3

Pasar Gelap.


Fang Kueng sebagai kepala keluarga Fang telah memerintahkan penyerbuan tersembunyi pasar gelap setelah mengetahui titik lokasi.


"Atas perintah kepala keluarga Fang! Orang yang bernama Shang Feng keluar sekarang juga! "


Diantara barisan penonton, Shang Feng beranjak berdiri terbang mendarat di tengah arena.


"Aku tak akan berbasa-basi. Karena aku berspesialis jiwa, aku akan langsung melakukannya, " ucap Shang Feng menyatukan kedua telapak tangannya membuat wujud spirutual tercipta berwarna emas dengan lingkaran berada di belakang punggungnya.


"Tubuh cahaya abadi: Teknik penarikan jiwa! " ucap Shang Feng.


Cahaya terang menyinari seluruh aula hingga suara teriakan kesakitan terdengar bersamaan. Pasukan keluarga Fang binasa seketika.


"Jika ingin mencariku, aku tak pernah keluar dari ibukota!" ucap Shang Feng kepada semua orang sebelum pergi meninggalkan pasar gelap.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tanah leluhur.


Shang Feng mendarat ditanah kemudian berjalan-jalan mengitari tempat yang dianggap suci oleh kekaisaran. Beberapa bilik terdapat kursi kebesaran dengan jumlah bilik 10.


"10 mendiang Kaisar dinasti Daxue. Sepertinya tempat pewarisan para Kaisar selanjutnya,"gumam Shang Feng.


" Tapp!! "


"Akhirnya aku bisa menemukanmu, " ucap Bao Chai.


Shang Feng berbalik memandang pria tua di depannya.


"Leluhur kekaisaran Bao Chai? " ucap Shang Feng.


"Benar! Kau memang pemuda mengejutkan. Aku telah menebak siapa Tuanmu, namun dengan datang ke ibukota bukan pilihan baik, " balas Bao Chai.


"Aku takut mereka akan mengacaukan ibukotamu, " balas Shang Feng.


"Tak masalah. Ada lebih dari selusin orang-orang sepertiku, " ucap Bao Chai menakut-nakuti Shang Feng menberi isyarat bahwa ancamannya gagal.


"Baiklah! Karena tujuanmu menangkapmu maka akupun harus menyerahkannya, " ucap Shang Feng merentangkan tangan kananya. Angin kencang membawa tubuh seseorang. Dia adalah Xiao Ye.


"Bukankah dia suruhan pangeran ke tujuh? " ucap Shang Feng melemparkan tubuh Xiao Ye di depan Bao Chai.


"Kau berusaha menemukan kunci membuka danau leluhur? " tanya Bao Chai.


Xiao Ye menganggukkan kepalanya lemah. Bao Chai menyingkirkan tubuh Xiao Ye ke samping. Dia tak memerdulikannya sama sekali.


"Pergi! Tanah leluhur bukanlah tempat yang bisa kau kunjungi! " ucap Bao Chai marah meledakkan energinya.


Shang Feng mengacungkan jari telunjuknya membelah hempasan angin menjadi dua. Bao Chai melesat sekali melangkah menyerang Shang Feng.


"Banggg!! "

__ADS_1


Shang Feng menahan menggunakan lengan kananya. Dia berbalik berniat memukul dada Bao Chai sebelum menghindar.


"Bugggg!! "


Bao Chai merentangkan kedua tangannya seketika aksara kuno mengelilingi tubuhnya.


"Kutukan jiwa! " ucap Bao Chai.


Ribuan aksara kuno mengelilingi Shang Feng. Riak air danau terlihat jelas.


"Segel! "


Aksara kuno melekat pada tubuh Shang Feng. Bao Chai mengendurkan kewaspadannya.


"Sepertinya leluhur benar-benar tak melihat laporan siapa yang menyerang putra mahkota menguasai beladiri apa, " ucap Shang Feng.


"Hmph! Tak peduli kau menguasai beladiri apa, aku tak percaya jika aku tak bisa membunuhmu, " balas Bao Chai.


"Beladiri jiwa spesialis kutukan? Menarik! Aku bertemu lawan kuat yang aku inginkan. Teknik roda dharma cahaya Buddha, buka! " ucap Shang Feng.


Roda dharma dengan cahaya terang menghapus jejak kutukan penyegel ditubuh Shang Feng.


"Tubuh dharma suci! " ucap Shang Feng.


Cahaya emas membentuk wujud spritual menyerang Bao Chai hanya dengan satu tangannya.


"Boommm!! "


"Perintah air mutlak! " ucap Shang Feng


Air menggenang membasahi tanah. Kekuatan besar dari empat segel lautan. Bao Chai berputar menciptakan angin puyuh menghalau gelombang air mendekatinya.


"Teknik jiwa kutukan bumi! " ucap Bao Chai.


Akasara kuno bergerak di atas tanah menjalar mendekati Shang Feng.


"Segel penghancur gunung! " ucap Shang Feng menapakkan telapak tangannya di atas tanah membuat retakan hingga memutus jalan aksara kuno.


Bao Chai mengangkat jari telunjuknya sejajar dengan dada. Aksara kuno membentang membentuk 10 garis tersambung dengan bilik para mendiang Kaisar.


"Pembukaan segel leluhur, buka! " ucap Bao Chai.


Setiap kursi mendiang Kaisar muncul sisa kesadaran mereka masing-masing. Cahaya terang muncul di setiap bilik.


"Orang luar beraninya kau memasuki tanah leluhur! " marah Kaisar Ketiga.


Tekanan muncul mengelilingi Shang Feng. Para mendiang Kaisar sangat marah akan kedatangannya.


"Kau harus mati! " ucap Kaisar Ketiga melambaikan tangannya membuat formasi aktif.


Bao Chai terbang menghindari area melihat Shang Feng telah terkunci di dalam formasi.

__ADS_1


"Formasi penyegelan jiwa milik mendiang Kaisar Ketiga sangatlah hebat. Siapapun tak akan bisa lepas.


" Penyegelan mutlak dinasti Daxue! "ucap mereka serempak.


Pilar cahaya biru menembus langit. Danau bergejolak hingga wujud macan terlihat jelas. Dia menyerang melompat ke arah Shang Feng dengan mengayunkan cakarnya. Shang Feng tak bisa bergerak sedikitpun.


" Mati! "


"Crasshhh!! "


Tubuh Shang Feng berubah menjadi debu seketika. Macan air berjalan mengelilingi tempat berdirinya Shang Feng sebelumnya.


"Terlalu mudah mengatakan menang, " ucap Shang Feng muncul di udara.


Bao Chai terkejut melihat Shang Feng dalam keadaan utuh.


"Tubuk tak berwujud! Kau menyempurnakan teknik pedang tak berwujud"


Shang Feng menbagaikan ucapan tersebut. Dia mengeluarkan pedang melesat pergi menyerang Kaisar ketiga.


"Hancur! " ucap Shang Feng.


"Bangg!! "


Serangan Shang Feng berhasil ditangkis dengan mudahnya.


"Sutra takdir: Pemanggilan jiwa suci! " ucap Shang Feng.


Puluhan jiwa memenuhi panggilan Shang Feng. Mereka semua berasal dari pohon dewa duniawi. Shang Feng mengadahkan tangannya membuat bendera roh muncul di tangannya melesat tertancap di tanah pada beberapa titik.


"Lakukan! " perintah Shang Feng.


Jiwa-jiwa suci dari pohon dewa duniawi mengalirkan kekuatannya pada masing-masing bendera roh. Shang Feng merenggangkan telapak tangannya membuat kubus hexagonal emas muncul dengan indahnya. Tangannya terarah melepaskan kubus hexagonal ke tanah membuat pola formasi.


"Qian, Dui, Li, Zhen, Xun, Kan, Gen, Kun! Formasi Tianyun! " ucap Shang Feng.


Ledakan energi membumbung tinggi. Para mendiang Kaisar segera berdiri berniat melesat ke arah Shang Feng.


"Boommm!! "


Bendera formasi aktif seketika membuat mereka terjerat dalam rantai formasi. Mereka dengan susah payahnya berusah lepas.


"Aku tak menyalahkan Anda semua karena lemah, kekuatanku memang di luar akal manusia, " ucap Shang Feng berjalan mengitari Formasi melihat para Kaisar tengah terjebak.


"Formasi Tianyuan adalah formasi pengikat jiwa. Pohon Dewa duniawi adalah lambang benua Shengming. Kau memiliki identitas rumit, "


Bao Chai datang menyerang namun dia terhenti di udara. Sulur pohon telah mengikatnya.


"Ternyata Kaisar Pertama dinasti Daxue benar-benar melihat dunia luar, " ucap Shang Feng.


Wujud spiritual pohon dewa duniawi perlahan-lahan berubah menjadi seorang wanita cantik berbalut sutra emas. Shang Feng sedikit terkejut dibuatnya. Wanita tersebut mendarat di tanah. Jiwa suci bersujud. Dia mengulurkan tangan dengan lembut membuat seluruh tumbuhan muncul di permukaan tanah es.

__ADS_1


"Seorang dewa, " batin Shang Feng.


__ADS_2