Holy Dynasty Emperor Throne

Holy Dynasty Emperor Throne
Memaksa Mengatakan Sebenarnya


__ADS_3

"Seharusnya empat titik tersebut adalah formasi dasar pilar langit namun sepertinya salah seorang dari alam iblis mengincar sesuatu hingga memurnikan energi suci menjadi iblis. Sepertinya sesuatu akan muncul dari penggabungan ini. Aku ingin melihat seberapa yakin dia akan muncul ataupun datang, " batin Shang Feng.


Raungan terdengar nyaring. Kepulan asap yang berisikan energi jahat muncul sebuah ular raksasa yang melilit pilar formasi. Meraung ke arah Shang Feng dengan keras.


"Phyton darah hitam. Makhluk iblis yang muncul, " ucap Shang Feng.


Kelima pengawalnya terjun dari kapal terbang berdiri di belakang Shang Feng.


"Makhluk iblis. Apakah Anda membiarkan pedang iblis darah menyerang sesuka hatinya, " ucap Qin Li.


"Tentu saja tidak. Aku hanya ingin melihat apa yang ingin dia perbuat. Mata yang ada pada pedang itu adalah mata iblis dari alam iblis yang hanya dimiliki orang-orang tertentu. Layaknya kita yang melihat luasnya dunia namun tetap berada di tempat tanpa berpindah-pindah,"balas Shang Feng. Dia mendongak melihat phyton meliuk-liuk bersiap menyerang kapanpun.


"Apakah ini yang kau bisa kau ciptakan dari formasi pemujaan darah iblis? Sepertinya kau benar-benar berhati-hati. Tapi tunggu saja. Aku akan mengumpulkan seluruh pedang iblis yang ada di alam manusia untuk memaksamu keluar, " ucap Shang Feng. Ucapan tersebut dibalas raungan nyaring phyton darah hitam.


"Darahnya mengandung racun korosif dan yang pasti memiliki racun bisa ular. Dia tak memiliki tubuh fisik yang berarti dia akan tetap kembali ke bentuk semula meskipun diserang dari cara apapun, " ucap Lian Xiang.


"Aku ingin mencoba apakah benar dia sekuat itu, " ucap Shang Feng mengadahkan tangannya membuat pedang yang berada di sarung Qin Li melesat ke arahnya.


"Tebas! " ucap Shang Feng mengayunkan pedangnya disusul dengan raungan dari sang phyton menahan bilah pedang hingga membuatnya hancur. Gerakan phyton darah hitam cepat. Dia mengitari istana menghindari setiap serangan dari Shang Feng.


"Pergi! " perintah Shang Feng kepada pedang-pedangnya. Puluhan pedang menyerang phyton darah hitam yang berusaha memblokir jalannya. Semburan racun melesat dengan cepat tanpa bisa membuat Shang Feng bergerak. Phyton darah hitam berhenti melihat ke arah Shang Feng sebelumnya berada. Perlahan-lahan lelehan racun jatuh ke tanah. "Racun yang sangat korosif. Tapi itu tidak bisa membunuhku. Zirah cangkang kura-kura hitam adalah yang terkuat di alam manusia.


" Terkuat menurutmu? Apakah begitu? "


"Benar. Aku menganggapnya tak tertembus, " balas Shang Feng mengangkat pedangnya. Puluhan pedang keluar dari dalam tanah menencap pada kulit phyton hitam. Raungan kesakitan terdengar.


"Bedebah kau manusia! " marahnya dengan keras.


"Memiliki kecerdasan? Aku yakin Tuanmu adalah yang terhebat. Namun kau hanya wujud spiritual. Selagi alam manusia tak runtuh maka siapapun itu tak bisa masuk ke mari dengan wujud langsung dengan mudah, " balas Shang Feng.


Phyton darah hitam mengerang kesakitan ketika aliran energi suci mulai menyerang pertahanannya. Raungan phyton menggetarkan tanah menghancurkan pedang melesat ke arah Shang Feng.


"Tahan! " ucap Shang Feng mengadahkan tangannya. Dinding tipis seketika muncul membuat phyton menabrak dinding tersebut berusaha memakan Shang Feng.

__ADS_1


"Kau bukan berasal dari alam siluman. Sepertinya kau memang benar-benar makhluk iblis. Baiklah. Aku akan memurnikanmu, " ucap Shang Feng.


"Teknik cahaya emas Buddha!" ucap Shang Feng.


Pancaran sinar cahaya emas dari telapak tangannya membuat phyton darah hitam mengerang kesakitan. Ekornya menabrak dinding-dinding istana merasakan kesakitan seakan darahnya dimurnikan secara langsung.


"Kau bedebah gila! " marahnya mengibaskan ekor kepada Shang Feng.


"Banggg!! "


Kemarah phyton darah hitam semakin menggila. Shang Feng telah geram. "Cahaya suci meleburkan dosa mengusir roh jahat mengembalikan kejayaan. " Teknik kurungan penjara roh! "ucap Shang Feng.


Pilar-pilar emas mengelilingi phyton darah hitam mengurungnya dan semakin mengecil perlahan-lahan. Shang Feng melihat pedang iblis darah yang berada di dalam tubuh phyton darah hitam. Tatapannya tajam mengarah kepada pedang tersebut.


"Kau melakukan pengorbanan menumbalkan jiwa manusia memperoleh kekuatan. Apa yang kau cari? Mengapa kau tak datang kemari secara langsung. Apakah karena hukum lapisan alam? " ucap Shang Feng.


Ruangan nyaring terdengar ketika Shang Feng menyelesaikan ucapannya seakan phyton darah hitam merasakan amarah memuncak.


"Leburkan! " Perintah Shang Feng.


"Krakkk... Krakkk.. Krakkk.. "


"Pyarrr..!!!!! "


Shang Feng mundur menghindari pecahan tersebut. Ruangan menggema hingga angin menyapu seluruh istana.


"Menjadi naga? Apakah Longmen telah menerima makhluk sepertimu? " tanya Shang Feng.


Pyhton darah hitam berubah menjadi naga. Darahnya berubah menjadi sisik-sisik keras dengan tubuhnya kian membesar. Kepalanya mendekati Shang Feng disrtai dengan hembusan nafasnya.


"Ternyata membirkanmu lepas untuk sementara tak menghasilkan apa-apa. Siapkan posisi masing-masing! " perintah Shang Feng.


"Baik! " ucap mereka serempak melesat ke posisi mereka masing-masing.

__ADS_1


"Formasi lima elemen pengunci! " ucap mereka serempak.


Tanah bergetar kemudian rantai-rantai mencuat dari dalam tanah mengikat monster tersebut dengan kuat. Raungan kembali terdengar dan sang naga menembakkan api untuk menyerang Shang Feng.


"Sebenarnya aku tak sekuat itu, aku hanya memanfaatkan elemen semesta, " ucap Shang Feng.


Semua orang terhenyak merasakan sesuatu yang entah apa.


"Hati-hati! " ucap Shang Feng melambaikan tangannya membuat formasi cangkang kura-kura muncul melindungi dari gas beracun. Seluruh istana tertutup oleh gas merah.


"Qin Li! Ambil kendali! " perintah Shang Feng.


"Baik! " balas Qin Li.


Shang Feng melesat keluar dari formasi cangkang kura-kura berada di dalam gas merah.


"Tunjukkan wujudmu, " ucap Shang Feng.


Sebuah mata besar muncul terbuka lebar menatap Shang Feng.


"Kau memang kuat namun hanyalah makhluk rendahan. Aku tak perlu menunjukkan wujudku untuk melawanmu. Aku hanya ingin mencoba seberapa jauh kau nenguasai pedang dewa yang kau agung-agung kan itu"


"Apakah begitu? Jadi, kau ingin mencoba diriku? Baiklah kalau begitu, " balas Shang Feng.


Mata iblis mengeluarkan kekuatan membuat pasukan roh iblis muncul. Ribuan pasukan mengelilingi Shang Feng. Shang Feng menarik pedng dari kekosongan. Dia melangkah melesat menyerang satu per satu pasukan roh iblis. Pedang melesat menghancurkan roh-roh iblis. Gerakan tangan Shang Feng memepengaruhi kecepatan pedangnya. Teriakan-teriakan amarah menggema. Pedang kembali kemudian membelah dirinya mengelilingi.


"Teknik delapan pedang penjuru! " ucap Shang Feng disusul dengan delapan pedang melesat dengan kecepatan tinggi. Delapan pedang menari-nari membunuh roh iblis. Mata iblis bergerak mengawasi pertarungan tersebut. Shang Feng membuat segel tangan. "Formasi pengurungan pedang! " ucapnya membuat delapan pedang tertancap dan formasi tercipta. Shang Feng melayang berdiri di atas formasi berhadapan langsung dengan mata iblis.


"Kau seharusnya memiliki marga Xu bukan?" ucap Shang Feng.


"Benar. Aku memiliki marga Xu. Namaku terlalu mulia untuk kau ketahui, " balasnya dengan sombong. Shang Feng hanya tersenyum tipis mendengar balasan tersebut. "Sepertinya kau telah lupa dimana kau pernah disegel, " ucap Shang Feng menyilangkan kedua tangannya. "Heh! Aku hanya ingin melihat kalian para manusia rendahan sejauh mana bertindak, " balasnya angkuh tak mau mengakui kekalahannya. "Jadi, kau tak mengakui kekalahanmu?" tanya Shang Feng. "Benar! Aku tak pernah mengakui kesalahanku! " ucapnya disusul dengan roh iblis yang memiliki peningkatan kekuatan di dalam kurungan formasi pedang delapan penjuru. Shang Feng melihat ke bawah secara sekilas dimana roh-roh iblis mulai menggila.


"Amarah iblis gila! "

__ADS_1


Suara aneh terdengar menggema yang mengandung energi spiritual. Shang Feng menatap mata iblis dengan tajam. "Katakan! Apa tujuan kalian kemari dan sebutkan siapa yang telah menyusup ke alam manusia! "teriakan amarah keluar dari mulut Shang Feng.


" Sebelum kau tahu, kau akan mati terlebih dahulu! "


__ADS_2