Holy Dynasty Emperor Throne

Holy Dynasty Emperor Throne
Nyata


__ADS_3

Mendengar hal tersebut seakan menyadarkan An Ming mengenai sesuatu. Dia mengingat perkatan kakeknya.


"Semakin kau kejar maka sesuatu akan pergi. Tak perlu terburu-buru menggapai hasil karena engkau akan melupakan bagaimana menikmati proses yang kau lalui"


Seutas senyuman muncul di wajah An Ming. Dia memegang rantai menggunakan kedua tangannya.


"Aku mengetahui apa jawaban itu! " balas An Ming menghancurkan rantai emas.


"Pedang datang! " perintahnya disusul dengan pedang melesat berada dalam genggamannya. Dia mengusap pelan pedangnya mengangkatnya ke langit.


"Jurus ke sembilan belas: Sembilan Belas Tusukan Pedang Dingin! " ucap An Ming.


Kloningan pedang muncul disekitarnya, ia melesat ke arah Nangong Yuxuan. Mereka bertarung secara intens. Putri ketiga berniat menyerang namun An Ming melemparkan senyum meremehkan.


"Apa maksudmu! " marah putri ketiga tanpa disadari pedang melesat mendorongnya hingga jatuh ke tanah setelah terseret beberapa meter.


Nangong Yuxuan melihat keganasan An Ming segera meneteskan darah pada pedangnya membuat aliran energi keluar dengan derasnya.


"Teknik Pedang Es Kunlun! " ucap Nangong Yuxuan.


"Kau tak pantas menamai teknik itu dengan nama suci Kunlun! " balas An Ming.


Ribuan pedang melesat mencegah An Ming untuk turun. Beberapa pedangnya telah dihancurkan. Tanpa gentar ia terus melaju mengabaikan luka yang ia derita dengan sesekali menghancurkan pedang es yang datang. An Ming berputar hingga membentuk tornado menghindari pedang melukainya lebih lama lagi. Putri ketiga perlahan-lahan bangkit. Dia menatap tajam ke arah An Ming. Kubus hexagonal bercahaya samar. Dia telah menjadi satu dengan harta pusaka.


"Serang! " ucap putri ketiga.


Cahaya emas melesat menuju An Ming dan tepat menyerang lengannya. Pedang terlepas dari tangan. Nangong Yuxuan telah menemukan peluang tepat.


"Pedang Kunlun Membunuh Pendosa! " ucap Nangong Yuxuan.


"Telah aku katakan bahwa jangan gunakan nama suci itu jika kau adalah pendosa! " teriak An Ming.


"Boommmm!!!"


Ledakan terjadi. An Ming mengacungkan jari telunjuknya menahan bayangan pedang es Nangong Yuxuan.


"Teknik Pedang Manusia! " ucap An Ming.


Bayangan pedang menyelimuti tubuhnya dengan jari telunjuknya sebagai ujung pedang. Teknik ke dua puluh sesungguhnya. Shang Feng hanya tersenyum tipis ketika melihat An Ming menggunakan teknik tersebut. Teknik yang menyerap hawa dingin alami benua Hanleng memadukannya dengan energi qi di dalam tubuh serta refleksi dari niat pedang dan terciptalah teknik pedang manusia.


"Ini.... " ucap Tetua Agung lirih.

__ADS_1


Dekan Akademi terdiam melihat teknik pedang manusia.


"Kau akan merasakan teknik pedang yang tak pernah kau lihat sebelumnya! " ucap An Bingwen.


"Kau adalah orang luar yang tak tahu aturan bertindak secara liar! " marah Dekan Akademi.


"Hahahahaha! Kau akan merasakannya! " balas An Bingwen.


Dekan Akademi tersadar dari lamunannya. An Ming telah beraksi dengan memberikan tekanan pada Nangong Yuxuan.


"Hancur! " teriak An Ming.


"Pyaaarrr!"


An Ming meninju tubuh Nangong Yuxuan membuatnya terpental jauh. Dia berdiri dengan nafas terengah-engah. Serangan tiba-tiba datang secepat kilat.


"Boommm!!! "


Cahaya emas melindungi An Ming dari serangan tersebut. Dekan Akademi melihat lonceng emas telah mengelilingi An Ming. Dia melihat Shang Feng mengangkat telapak tangannya sejajar dengan dada.


"Putri ketiga jangan bertindak tidak tahu malu. Anda kalah dan tak mengakuinya? " tanya Shang Feng.


"Apa maksudmu? " tanya putri ketiga.


Putri ketiga melakukan apa yang diperintahkan oleh Shang Feng. Dia terkejut karena tak menyadari luka yang dia dapatkan.


"Tidak! Aku memiliki kubus hexagonal dengan cahaya penyembuhan! " teriak putri ketiga.


"An Ming menarik energi alami mematahkan pertahananmu secara konstan! " balas Shang Feng.


Putri ketiga segera menyadari sesuatu. Dia mengingat senyuman An Ming pada sat memegang rantai emas miliknya.


"Sialan! " marah putri ketiga.


Dekan Akademi datang sebagi tanda bahwa pertarungan telah berakhir.


"Mereka bertiga kontestan terbaik dalam pemilihan murid luar kali ini maka dengan ini tiga altar menjadi milik mereka! " ucap Dekan Akademi.


Mendengar hal itu, mereka bertiga segera berdiri di atas altar masing-masing. Sembilan altar telah penuh terisi. Masing-masing tottem di setiap altar bercahaya berikut dengan perwakilan simbol pada altar utama. Shang Feng berdiri di atas tottem naga, Qin Li berdiri di atas tottem Bola Yin-Yang, Huang Enlai berdiri di atas tottem Awan, Huo Xiang berdiri di atas tottem Qilin, Xie Hua berdiri di atas tottem bunga krisan , Lian Xiang berdiri di atas tottem merak sedangkan An Ming berdiri di atas tottem rusa. Nangong Yuxuan dan putri ketiga berdiri di atas tottem labu air dan pohon bambu.


Pemandangan ketika sembilan altar terisi sangat indah dan menakjubkan. Dekan Akademi dan Tetua Agung mengiyakan bahwa mereka terpukau dan takjub.

__ADS_1


"Kalian akan memasuki gerbang ketiadaan menentukan bagaimana kalian nanti akan diterima akademi Salju Abadi. Kalian akan diuji segalanya, " ucap Dekan Akademi.


Sebuah gerbang muncul seperti portal pada masing-masing altar. Mereka semua masuk ke dalam tanpa ragu.


"Apa itu ketiadaan? " gumam Shang Feng melangkahkan kakinya memasuki gerbang. Pemandangan kabut putih menyambut indra penglihatannya. Tak ada satupun warna selain putih.


Shang Feng kebingungan ketika mendengar suara orang ramai seakan tengah melakukan diskusi.


"Apakah suara ini merefleksikan dari pikiranku? " ucap Shang Feng bermonolog.


Keriuhan akan suara yang tak jelas dari mana asal-usulnya hingga membuat Shang Feng pusing.


"Siapa mereka! " bentak Shang Feng.


Kabut putih tebal perlahan-lahan menunjukkan sesuatu dimana sembilan altar suku suci terisi oleh orang-orang asing.


"Suku Mingyun benua Shenyun! "


"Suku Xueren benua Hanleng!"


" Suku Suanming benua Shengming!"


"Suku Jiegu benua Yunchang! "


"Suku Yuzhou benua Shengzhou! "


"Suku Yueqiu benua Manyue! "


"Suku Taiyang benua Hongse! "


"Suku Dingji benua Lantian! "


"Suku Danyi kota suci! "


Sembilan altar menyala. Altar utama muncul menggabungkan semuanya. Beberapa orang muncul pada altar utama. Shang Feng menerima pesan nama-nama mereka.


Seputih susu dan tampan layaknya dewa memimpin dengan bijak bagaikan Kaisar Yan Guang. Dia adalah Kaisar Shang Yuan. Putra surga dari selatan. Berjubah ungu malam indah bercahaya dengan kupu-kupu terbang disekitarnya berasal dari wilayah Utara dan merupakan sahabat putra surga selatan. Dia adalah Kaisar Tian Gui. Putra surga dari utara. Murid Kunlun dari surga memiliki senyuman manis dengan jubah birunya dikenal sebagai Kaisar Xue Kai. Berapi-api tak kenal takut siapapun yang dihadapi bahkan langit pun mereka tentang. Tekad kuat serta ambisi besar identik dengannya. Mereka adalah Kaisar Yang Tingguang dan Kaisar Ding Feng. Memiliki kebajikan tinggi layaknya penasihat istana surgawi. Dia adalah Kaisar Cai Jin. Memiliki wajah rupawan lembut dan karakter tegas serta memiliki kekuatan tak terbatas dari alam semesta. Mereka adalah Kaisar Zhang Yusheng dan Kaisar Yue Zian.


Delapan pria dari alam manusia yang memimpin peradaban kuno berkumpul pada satu tempat. Seseorang datang berada ditengah-tengah para Kaisar Duniawi, dia memiliki keabadian luar biasa dengan aura yang sama seperti dua putra surga. Mengenakan sutra putih bemotif pohon perdu membawa sebuah kipas putih di tangannya. Memiliki rambut hitam legam membut siapapun memuji keindahannya. Dia adalah pendiri kota suci Lan Shaoqing.


Shang Feng lagi-lagi dibuat bingung akan berkumpulnya seluruh orang-orang hebat pada zaman peradaban kuno.

__ADS_1


"Apakah ini nyata? " ucap Shang Feng mendekati mereka semua.


__ADS_2