Holy Dynasty Emperor Throne

Holy Dynasty Emperor Throne
Kutukan Cinta?


__ADS_3

"Junior ingin bertransaksi sesuatu dengan Tetua mengenai Dia. Cucu walikota Haifeng pendekar angin salju, " ucap Shang Feng.


Langkah Tetua Jian Yi terhenti ketika mendengar kalimat terakhir Shang Feng. Dia berbalik. Shang Feng tersenyum. Tetua Jian Yi mengajak Shang Feng untuk mengikutinya. Shang Feng dijamu dengan baik oleh Tetua Jian Yi.


"Katakan. Apa yang kau ketahui mengenainya?" tanya Tetua Jian Yi.


"Pendekar angin salju pernah berjaya membawa kota Haifeng dan memperkuat kerajaan Beifang ada zaman itu. An Bingwen ingin memasuki akademi namun kekaisara langsung menitahkan raja Beifang menikahkan putrinya dengan putra An Bingwen agar dia tak berada di pihak akademi. Dekan Song hanya mengetahui kabar mengenai tertariknya An Bingwen namun dia tak tahu bahwa An Bingwen telah mundur hingga membuat konspirasi pertarungan di pinggiran benua. Dan pada saat itu Dekan Song hampir mati jika pemimpin akademi tak datang tepat waktu. Teknik yang digunakan An Bingwen setara dengan pendekar ilahi memanfaatkan kondisi geografi benua Hanleng, "jawab Shang Feng.


" Jadi, transaksi apa yang kau tawarkan? "tanya Tetua Jian Yi.


" Membuka kembali masalah itu dihadapan publik, "jawab Shang Feng tenang.


" Apakah kau bodoh! Itu sama saja untuk mati,"Balas Tetua Jian Yi.


"Dekan Song mau tak mau akan mundur dari posisinya. Tetua Agung akan kita ajak bekerjasama agar dia dapat menduduki posisi Dekan. Kau bisa menduduki posisi Tetua Agung sedangkan tetua Ya De bisa menjabat sebagai tetua tertinggi halaman luar. Halaman timur dan barat akan dileburkan menjadi satu menjadi halaman luar. Syarat ini bisa diajukan kepada Tetua Agung yang sekarang, "ucap Shang Feng.


Tetua Jian Yi terdiam. Tawaran Shang Feng terlalu menggiurkan.


"Bagaimana caranya? " tanya Tetua Jian Yi.


"Mendorong An Ming pada titik dimana dia disadari bahwa teknik pedang yang digunakan adalah sama seperti An Bingwen, " jawab Shang Feng.


"Meruntuhkan Dekan Song tak mudah karena dia memiliki berbagai pendukung di akademi. Tetua pengurus halaman dalam dan luar menganggumimya. Tapi kemungkinan rencana ini harus ditunda sebab membutuhkan waktu panjang, " ucap Tetua Jian Yi.


Shang Feng tersenyum membalasnya. Dia beranjak berdiri.


"Tetua tenang saja. Aku akan meluluh-lantahkan halaman timur secepatnya. Janji Tetua Chen Qianfan akan aku ingat selalu. Pada hari itu tiba maka halaman barat juga akan kacau. Aku harap tetua dapat mengatasinya," ucap Shang Feng menghilang dalam sejekap. Tetua Jian Yi menghela nafas panjang.


"Di harus dilengserkan! " ucapnya dengan tegas.


Tetua Agung kembali dengan kebingungan. Dia hanya merasakan sakit diseluruh tubuh hingga membuatnya harus memulihkan diri.


"Terlalu mengerikan! " ucap Tetua Agung.

__ADS_1


Shang Feng melihat dari kegelapan tersenyum ketika ekspresi Tetua Agung yang tak biasa.


"Ingatlah rasa sakit itu, " gumam Shang Feng sebelum menghilang. Dia muncul di kediamannya sendiri.


"Senior...! " panggil Shang Feng ketika rasa sakit mendera dada hingga membuatnya sesak.


Ketiga Kaisar muncul. Kaisar Cai Jin mengalirkan energi sucinya ke dalam tubuh Shang Feng. Kaisar Xue Kai mendongak melihat langit yang abu.


"Apa yang terjadi? " tanya Kaisar Ding Feng.


"Bencana garis keturunan, " jawab Kaisar Xue Kai menyatukan kedua telapak tangan membuat energi dingin murni berkumpul. Pada saat dia buka membuat energi dingin menyebar dengan cepat menyapu benua Hanleng.


"Uhugggg!! "


Kaisar Xue Kai dibantu Kaisar Ding Feng untuk duduk. Apa yang dirasakan oleh Shang Feng dirasakan oleh semua orang yang ada di benua Hanleng.


"Katakan dengan jelas. Ini seperti kutukan yang dilepaskan mengikat semua orang, " ucap Kaisar Cai Jin.


"Ini adalah kutukan sumpah dari seseorang untuk benua Hanleng. Hu Dai Yu yang mengucapkannya, " ucap Kaisar Xue Kai.


"Permaisuri Dai Yu? " tanya Kaisar Cai Jin memastikan.


"Benar. Permaisuriku sendiri. Barang siapa yang melukai klan Xue maka dia akan menerima kutukan mengerikan tak peduli dari suku mana. Sumpah janji setia kepadaku yang diucapkannya," jawab Kaisar Xue Kai.


"Seharusnya kutukan itu mengikat seseorang yang lahir dan hidup di benua Hanleng bukan?" ucap Kaisar Cai Jin seakan tak percaya mengenai kutukan mengikat orang luar.


"Benar. Namun klan Xue hampir musnah membuat kutukan itu keluar dan menyebar melalui hawa dingin benua Hanleng. Dia belum mati hanya tertidur abadi. Dia tidur tepatnya disamping peti matiku, " ucap Kaisar Xue Kai.


"Jadi, kutukan ini menyerangku karena aku menggunakan hawa dingin alami benua Hanleng dan orang-orang kuat telah mengetahui kutukan itu dan berusaha ke reruntuhan ibukota Baoxue mencari istana utama menangkal kutukan? " tanya Shang Feng.


Tubuhnya kembali pulih. Bibirnya yang pucat perlahan-lahan kembali normal.


"Seharusnya begitu, " jawab Kaisar Xue Kai.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu aku akan ke sana, " ucap Shang Feng.


"Mengapa kau ke sana? Tidak perlu terburu-buru mencari pedang dewa ataupun membangkitkan kembali aku,"balas Kaisar Xue Kai.


"Hanya ingin mempertemukan dua orang yang jatuh cinta, " ucap Shang Feng.


Kaisar Ding Feng tertawa keras melihat ekspresi Kaisar Xue Kai.


"Sebenarnya aku bisa membantu, tapi melihat Xue Kai bertemu istrinya bukankah itu seru? " ucap Kaisar Ding Feng menaik turunkan kedua alisnya memberikan kode kepada Kaisar Cai Jin.


"Baiklah para senior sekalian. Aku akan langsung ke sana melihat kondisi sesungguhnya. Sebelum mereka datang maka aku harus menemukan peluang terlebih dahulu,"ucap Shang Feng.


Ketiga Kaisar masuk kembali ke dalam tubuhnya. Shang Feng menghilang dalam sekejap. Badai salju ia lewati. Pandangan buram tak jelas namun kecepatannya konstan.


"Kota Baoxue memiliki barier pelindung empat penjuru. Patung kelinci salju menjadi titik formasi," ucap Kaisar Xue Kai.


"Kau menggunakan patung kelinci salju karena istrimu bukan? Dasar budak cinta, " balas Kaisar Ding Feng


"Diam! " marah Kaisar Xue Kai.


Shang Feng berhenti ketika firasatnya mengatakan bahwa sesuatu menutupi jalannya.


"Apakah ini barier yang dimaksud? " tanya Shang Feng.


"Benar. Setelah melewati badai salju abadi maka akan bertemu dinding transparan kota Baoxue. Gunakan energi es pedang dewaku untuk menonaktifkan pelindung, " ucap Kaisar Xue Kai.


Shang Feng mengulurkan lengannya menyentuh dinding transparan mengalirkan energi dingin pedang dewa. Pelindung merespon dengan empat penjuru menampakkan titik formasi. Shang Feng masuk ke dalam kota Baoxue. Pemandangan misterius dapat dirasakan. Bangunan istana megah yang berdiri kokoh merupakan istana dimana Kaisar Xue Kai memimpin benua Hanleng pada zaman kuno.


"Pergilah langsung ke istana itu, " ucap Kaisar Xue Kai.


Shang Feng menurutinya. Dia melesat ke arah istana mendarat di halaman luas. Danau beku menyambut kedatangannya.


"Gunakan segel yang aku ajarkan, " ucap Kaisar Xue Kai.

__ADS_1


__ADS_2