
Kota Perang.
Pangeran Shang Feng dan ratu Xi Shi mendarat tepat di halaman istana.
"Mengapa kita kemari? Dimana musuhmu? " tanya ratu Xi Shi.
"Dia disana, " jawab pangeran Shang Feng menunjuk ke arah atap istana. Mengikuti arah pandang pangeran Shang Feng, ratu Xi Shi terkejut melihat pria yang berdiri di atas atap istana.
"Putra mahkota Feng Ming!" ucap ratu Xi Shi.
"Saudara Feng sepertinya telah menungguku begitu lama, " ucap pangeran Shang Feng.
"Saudara Shang bahkan membawa kekasih kemari, apakah ingin memamerkannya kepadaku?" tanya putra mahkota Feng Ming.
"Aku tidak merasa begitu. Sepertinya kota perang akan hancur rata layaknya tanah kosong, " jawab pangeran Shang Feng.
"Tentu saja. Berani merebut takhtaku maka dia akan menjadi musuhku! " balas putra mahkota Feng Ming.
"Takhta Kaisar tak berhak untuk kau duduki! " ucap pangeran Shang Feng melayang di udara. Ledakan ranah alam dewa bumi tahap awal meluap dari tubuhnya. Begitupun dengan putra mahkota Feng Ming melepaskan energi spiritualnya yang menandakan ranah alam dewa bumi tahap awal. Mereka saling berhadapan bertukar pandangan tajam satu sama lain.
"Alam dewa bumi mampu mengguncang bumi beserta isinya. Menggerakkan alam dan mampu memengaruhi kehidupan di bumi. Kota perang akan menjadi tanah,"ucap ratu Xi Shi.
Putra mahkota menarik pedang dari sarungnya. Angin berderu hingga langit berubah menjadi gelap. Aura spiritual yang keluar dari pedangnya mengandung kekuatan luar biasa.
"Pedang penebas karma! " ucap ratu Xi Shi dengan ekspresi rumit. Salah satu pedang kuno pada zaman dinasti besar Tianwu yang melegenda.
Pangeran Shang Feng menarik pedang dari sarungnya. Angin dingin berhembus pelan menyebar ke segala penjuru. Pedang pendek dengan bilah mengkilap dan tipis. Mengalirkan udara dingin disekitarnya.
"Meskipun pedangku tak sebaik pedang karma, mungkin pertarungan ini mampu mengembalikan kejayaan pedang karma milikmu itu, " ucap pangeran Shang Feng.
"Pedang angin salju. Pedang pendek terkuat dari segala pedang pendek. Mengandung hawa dingin gunung Kunlun. Bagus, kau memang layak menjadi lawanku,"balas putra mahkota.
"Dia tak menggunakan pusaka dinasti besar? " gumam ratu Xi Shi.
Keduanya melesat dari tempat masing-masing bertarung di udara. Angin dingin berhembus memporak-porandakan kota perang. Aliran energi dingin menyebar ke segala arah. Tanpa terpengaruh oleh hawa dingin pedang angin salju, putra mahkota terus melakukan penyerangan. Mereka beradu teknik pedang dan beberapa kali mereka mundur.
__ADS_1
"Pedang yang mampu menebas karma buruk apapun itu. Sepertinya kau selamat karena mendapatkan pedang itu," ucap pangeran Shang Feng.
"Keturunan dinasti besar memang cerdas. Aku Feng Ming yang akan menjadi Kaisar suatu saat nanti dan membunuh kalian semua hingga mati tak bersisa! " Balas putra mahkota melemparkan pedangnya di udara membuat gerakan tangan seketika tanah berguncang. Bongkahan-bongkahan tanah melayang di udara. Ratu Xi Shi mencoba melarikan diri berpijak dengan berpindah-pindah tempat.
Bongkahan batu tersebut berubah bentuk menjadi pedang panjang. Pedang karma mengalirkan energinya pada setiap pedang batu yang tercipta membuat aliran energi panas mengalir dan mengandung hukum pedang karma. Pangeran Shang Feng mengayunkan tangannya membuat pedang angin salju membelah dirinya menjadi ribuan pedang. Angin dingin berhembus dari segala arah. langit turun salju akibatnya.
"Tidak ada yang bisa mengalahkan keras serta dinginnya gunung Kunlun, " ucap pangeran Shang Feng menarik dua jari dan merapatkannya menurunkan kedua jarinya secara perlahan.
"Teknik pedang batu pembelah bumi! " ucap putra mahkota.
Puluhan pedang batu raksasa tersebut melesat ke arah pangeran Shang Feng. Tanah berguncang ketika pedang raksasa tersebut melesat hingga membuat retakan di tanah.
"Serang! " ucap pangeran Shang Feng.
Puluhan ribu pedang angin salju melesat menghantam pedang batu menyebabkan ledakan energi angin menghempaskan seluruh kota perang. Pedang angin salju membekukan pedang batu dan menghancurkannya. Ledakan terjadi dan pedang angin salju melesat ke arah putra mahkota namun sesaat senyuman jahat muncul.
"Boommm!! "
Ledakan dengan magma terjadi tepat di bawah pangeran Shang Feng. Seluruh tanah retak dan mengeluarkan semburan magma yang mengepung pangeran Shang Feng.
"Hati-hati! " teriak ratu Xi Shi melihat laba mengalir di tanah dan melayang menyerang pangeran Shang Feng.
"Tebas! " ucap putra mahkota disusul bilah pedang melesat menghancurkan ombak ratu Xi Shi membuatnya terjatuh.
"Brukkk!! "
Ratu Xi Shi jatuh di atas batu. Putra mahkota menatap ratu Xi Shi dengan pandangan tak bisa diartikan.
"Mengeluarkan air dimanapun berada. Dia memang benar-benar ratu negara Xi, " ucap putra mahkota. Tangannya menyentuh pedang salju yang berada tepat di depannya.
"Tingg!!" Suara ketika sentuhan terjadi.
Lava yang mengalir di tanah seketika membeku akibat udara dingin yang muncul. Lava yang sebelumnya membeku meledak. Putra mahkota terdorong ke belakang. Pedang angin salju melesat kembali ke tangan pangeran Shang Feng. Ratu Xi Shi tersenyum melihatnya.
"Kau memang memiliki pedang karma Kaisar Ding Feng. Salah satu pedang dewa pada masa daratan kuno, namun kau belum mengetahui rahasia dibaliknya seperti apa, " ucap pangeran Shang Feng menebas lava membeku tersebut menggunakan pedangnya hingga hancur berkeping-keping.
__ADS_1
Pangeran Shang Feng melangkah dan setiap jejaknya memiliki kepingan salju. Dia mengangkat pedangnya ke langit dan seketika awan turun menghendakinya. Udara yang sebelumnya panas berubah menjadi dingin.
"Gunung Kunlun selalu abadi dan tak pernah meleleh meskipun cahaya surya menyinarinya. Kokoh dan tangguh pantas disematkannya, " ucap pangeran Shang Feng disusul dengan hawa dingin yang memadat membentuk lingkaran formasi dengan pedang salju terangkat di udara.
"Teknik putaran abadi pedang Kunlun! " ucap pangeran Shang Feng.
Ribuan pedang meluncur keluar dari lingkaran formasi tersebut yang disetiap luncurannya mengandung jejak dingin.
"Boommm!! "
"Boomm!! "
"Bommm!! "
Serangan beruntun pedang angin salju membuat putra mahkota terdorong ke belakang secara bertahap. Perlindungan batu miliknya tak bisa menahan serangan pedang dingin pangeran Shang Feng.
Ledakan terjadi begitu dahsyat hingga putra mahkota terpental menabrak istana. Dadanya begitu sesak memuntahkan seteguk darah segar. Pangeran Shang Feng mendekat dengan gerakan alami ia melihat ekspresi kesakitan putra mahkota.
"Pedang dewa milik Kaisar Ding Feng pernah menebas takdir membakar ribuan pedang menandingi api ilahi burung Huo Yelian. Namun kau belum mengetahui rahasia dibaliknya yang luar biasa hebatnya, " ucap pangeran Shang Feng.
Putra mahkota berusaha bangkit menahan rasa sakit di dadanya. Dia menatap pangeran Shang Feng dengan pandangan menantang.
"Kau hanya menggunakan pedang angin salju bisa mengalahkan pedang karmaku. Karma milikmu tak bisa aku tebas. Aku ingin bertanya akan hal itu, " ucap putra mahkota.
"Kau lupa pedang angin salju ini milik siapa? Pedang pendek angin salju adalah pedang yang terbuat dari hawa dingin abadi gunung Kunlun. Pedang yang mampu membekukan segalanya dan abadi seperti gunung Kunlun. Kau mungkin lupa siapa pemilik pedang pendek ini. Kaisar es Xue Kai pemilik dari pedang dewa angin salju,"balas pangeran Shang Feng.
Putra mahkota melihat pedang karma miliknya diselimuti oleh aliran lava hidup. Melihat pedang pendek angin salju di tangan pangeran Shang Feng, dia berdiri memegang erat pedang karmanya.
"Aku akan menunggumu di konfrensi Qinglong nanti,"ucap putra mahkota pergi menghilang secepat kilat.
Pangeran Shang Feng mendarat di tanah menghampiri ratu Xi Shi.
"Kau baik-baik saja? " tanya pangeran Shang Feng.
Ratu Xi Shi memegang lengan pangeran Shang Feng dan beranjak berdiri.
__ADS_1
"Aku tak apa. Tapi aku tak menyangka pedang angin salju ternyata pedang dewa milik Kaisar Xue Kai, " ucap ratu Xi Shi.
"Lupakan itu, kau terluka. Teknik 'Membanjiri Bumi' milikmu tak seharusnya kau gunakan. Kita kembali, " ucap pangeran Shang Feng menggendong tubuh ratu Xi Shi menghilang tanpa jejak.