
Flashback On
"Ketiga alam dewa bumi puncak tingkat lima setara dengan dewa palsu tahap menengah tingkat dua. Kau akan kesulitan. Ditambah pedang iblis buta adalah pedang yang ditempa oleh energi kebencian hingga niat membunuh kuat. Setara dengan pedang legenda kegelapan,"ucap Kaisar Ding Feng.
"Pedang legenda kegelapan? " tanya pangeran Shang Feng.
"Ya! Pedang yang lebih kuat dibandingkan dengan pedang Karma milikku. Pedang raja iblis Mo Xiaotong,"jawab Kaisar Ding Feng.
"Lautan kesadaranmu seluas samudera di dunia ini. Ketiga pedang dewa berada dalam lauatan kesadaranmu berikut dengan jiwa kami. Kami akan membantumu mengalahkan mereka secepat mungkin. Aku yakin orang terakhir dari suku dewa Mingyun harusnya bisa menggunakan domain kehampaan, " ucap Kaisar Cai Jin.
"Karena kau berambisi menyatukan tujuh benua, maka kau harus menemukan pedang kegelapan secepatnya. Setidaknya kau harus memimpin tiga benua dan menjadi Kaisar wilayah Selatan, " balas Kaisar Ding Feng.
Flasback Off
Pangeran Shang Feng menatap ketiganya dengan pandangan angkuh.
"Hanya semut-semut kecil beraninya melawanku," ucap pangeran Shang Feng.
"Beraninya kau meremehkanku!! " teriak Fan Dingxiang melesat ke arah pangeran Shang Feng. Dia menghindar sekilas menatap mata iblis yang bergerak pada pedang iblis buta.
"Bugggg!! "
Pangeran Shang Feng meninju wajah Fan Dingxiang dengan keras membuatnya terpental jauh.
Aliran energi spiritual suci mengelilingi pangeran Shang Feng. Energi tersebut berasal dari energi Kaisar Cai Jin.
"Buka! " ucap pangeran Shang Feng.
Energi seorang Kaisar sejati menguar dari tubuhnya. Dia adalah Kaisar Cai Jin pemilik pedang takdir penguasa benua Shengming.
"Pedang dewa Kaisar Takdir? " ucap Liu Mengyao.
Hui Li menatap wujud spiritual raksasa tersebut. Matanya berkedip. Pangeran Shang Feng menyatukan kedua tangannya membuat energi berkumpul hingga tiga pedang dewa melesat ke atas menghantam kekosongan membentuk formasi besar. Cahaya keluar dari dalam formasi tersebut. Tiga bayangan pangeran Shang Feng muncul mengelilingi mereka bertiga. Masing-masing dari mereka memegang pedang dewa.
"Formasi tiga pedang dewa, buka! " ucap pangeran Shang Feng.
Segitiga cahaya emas muncul mengurung mereka bertiga. Pedang iblis buta seakan gelisah.
"Formasi ini sekelas tingkat dewa. Kita bisa mati jika tak keluar secepatnya, " ucap Shi Rong.
"Kita bisa gabungkan kekuatan yang bertolak-belakang dan hancurkan formasi ini. Setidaknya sama dengan prinsip formasi Yin-Yang," ucap Fan Dingxiang.
Mereka mengangkat pedangnya ke atas menggabungkan kekuatannya hingga lapisan lingkaran formasi tercipta. Pedang raksasa merobek ruang muncul dengan perlahan-lahan. Pedang gabungan dari tiga Kaisar. Pedang melesat turun menghantam perlindungan mereka bertiga. Pedang iblis buta melesat ke atas menghalau secara langsung. Pangeran Shang Feng membuat segel tangan.
__ADS_1
"Jedug... Jedugg... Jedugg.... " suara detak jantung disertai rasa nyeri dirasakan oleh semua orang kecuali Hui Li dan Wei Rong.
"Apa ini? " tanya Liu Mengyao.
"Teknik pengendalian takdir hidup, " ucap Wei Rong.
"Hancur!! " teriak pangeran Shang Feng.
Cahaya terang disertai suara kesakitan terdengar nyaring. Tubuh ketiga orang tersebut lenyap. Pedang iblis buta mengeluarkan energi kegelapan dengan gerak-gerik bola mata yang gelisah.
"Segel dewa!" ucap pangeran Shang Feng membuka telapak tangannya.
Rantai emas melesat mengikat pedang iblis buta membuatnya tak bisa bergerak secara leluasa.
"Ughhh!! " ucap pangeran Shang Feng memuntahkan darah segarnya.
Ketiganya saling memandang satu sama lain kemudian secara bersamaan mengalirkan kekuatannya pada tubuh pangeran Shang Feng. Ia perlahan-lahan bangkit menatap bola mata dari pedang iblis buta.
Enam piringan lingkaran menyegel pedang iblis hantu membuat matanya kembali tertutup. Pangeran Shang Feng terjatuh menahan rasa sakit yang ia derita. Wei Rong menghampirinya.
"Kau tak memiliki tubuh dewa. Kau harus membangkitkan garis darah keturunanmu, " ucap Wei Rong.
Pangeran Shang Feng perlahan-lahan beranjak berdiri.
"Senior? " tanya pangeran Shang Feng.
"Dia orang terakhir suku Mengyun tentu saja bisa. Bola mata hexagonal miliknya adalah tanda bahwa ia keturunan suku dewa, " ucap Liu Mengyao.
Hui Li melambaikan tangannya membuat domain kehampaan menghilang digantikan dengan lingkungan semula. Mereka terkejut dengan keadaan istana porak poranda. Serta kelima pengawal pangeran Shang Feng yang terluka. Seberkas sinar melesat ke arah pangeran Shang Feng.
"Namo Amituofo"
"Banggg!!! "
Lonceng emas berdentang ketika menahan serangan tersebut. Biksu Tang Zhou menggabungkan kedua telapak tangannya.
"Biksu Tang Zhou? Apakah kau telah keluar dari sekte gunung roh? "
"Chen Duyi!"ucap Liu Mengyao.
" Yo.... Pendelar sembilan pedang Liu Mengyao? Sepertinya akan ada reuni hari ini, "balas Chen Duyi.
Tatapan tajam hingga kedua tangannya mengepal menahan amarah dilayangkan oleh Hui Li ketika melihat kedatangan Chen Duyi.
__ADS_1
"Yoo.... Ternyata suku Mengyun masih ada, " ucap Chen Duyi.
Amarah seakan siap meledak dari Hui Li. Sekte Tianmen adalah orang-orang yang membantai suku Mengyun hingga menyisakan Hui Li saja dibawah perilindungan Kaisar Shang Yuan yang pada saat itu belum mendirikan dinasti.
"Namo Amituofo"ucap biksu Tang Zhou.
Chen Duyi menatap biksu Tang Zhou. Dia benar-benar marah.
" Benua Shenyun tak boleh dikuasai keturunan Shang Yuan! "ucap Chen Duyi.
" Siapa dia? "tanya pangeran Shang Feng.
" Dia adalah tetua halaman luar sekte Tianmen dan pernah bertarung dengan biksu Tang Zhou memperebutkanmu. Sepertinya sekte Tianmen telah merasakan kedatanganmu, "ucap Liu Mengyao.
Biksu Tang Zhou berada di dalam lonceng emasnya tak gentar atupun marah akan ucapan Chen Duyi. Energi spiritual emas menguar dari dalam tubuh biksu Tang Zhou hingga wujud sang Buddha muncul.
" Kau benar-benar tak sabar melawanku kembali,"ucap Chen Duyi.
"Anda harus kembali ke ujung benua Shenyun. Tak seharusnya datang hingga ke tengah, " ucap biksu Tang Zhou.
Pangeran Shang Feng hanya terkagum-kagum melihat wujud sang Buddha dari biksu Tang Zhou.
"Apakah kau tahu jika teknik pedang roda takdir memiliki kemiripan dengan simbol Buddha? Aku rasa biksu itu mampu menggunakan wujud kebenaran sesungguhnya,"ucap Kaisar Cai Jin.
"Maksud senior? " tanya pangeran Shang Feng.
"Roda takdir adalah simbol kebenaran dan perputaran siklus dunia menurut pemahamanku hingga aku menciptakan teknik pedang itu, " jawab Kaisar Cai Jin.
"Aku merasa guru besar kuil Shengxin bukan orang sembarangan, " ucap pangeran Shang Feng.
"Tentu saja bukan. Sekte gunung roh adalah salah satu kekuatan dari kota suci yang terletak di tengah-tengah garis pemisah antara Kekaisaran Selatan dan Utara yang berdiri di atas pulau Terlarang, " ucap Kaisar Cai Jin.
Sebuah pedang muncul dari kekosongan yang ditarik oleh Chen Duyi.
"Aku membuat janji kepada Kaisar Sheng Jing untuk membuat putranya tetap hidup, " ucap biksu Tang Zhou.
"Aku ingin tahu, apakah ucapanmu terbukti atau tidak. Pedangku akan berbicara denganmu, " balas Chen Duyi melesat ke arah biksu Tang Zhou.
Telapak tangan biksu Tang Zhou seakan menari kemudian seberkas cahaya menahan pedang dari tetua Chen Duyi.
"Pedang Tanhuang pernah terkenal di dunia beladiri. Aku mendengarnya, " ucap Liu Mengyao.
"Pedang Tanhuang? " tanya pangeran Shang Feng.
__ADS_1
"Ya! Pedang yang pernah dimiliki oleh seseorang," jawab Liu Mengyao.