
Shang Feng membuat segel tangan untuk keluar dari dunia tersebut. Dia berada di tempatnya hingga tubuhnya tertimbun oleh salju menyisakan kepalanya saja. Shang Feng menghempaskan salju yang menutupi tubuhnya. Dia membersihkan sisa-sisa salju pada pakaiannya. Lolongan serigala terdengar. Beberapa serigala abu mengelilinginya. Tatapan ganas dilayangkan kepada Shang Feng. Mereka melompat secara bersamaan menerkam Shang Feng. Segera dia melesat membunuh kawanan serigala dalam satu kali serangan.
Dalam badai saju terdapat sepasang mata tajam yang tengah mengawasi mangsa. Shang Feng melihat sepasang mata tersebut.
"Raja serigala salju? Dia pun terpengaruh menjadi iblis, " ucap Shang Feng.
Raja serigala salju menampakkan dirinya sendiri dalam ganasnya badai salju.
"Benar-benar tak menyangka melihat raja serigala salju di hutan ini. Sepertinya tujuan dari tes adalah membunuh binatang iblis membersihkan ancaman masa depan akademi, " ucap Shang Feng memberikan senyuman remeh.
Raja serigala salju melompat berjalan mengitari Shang Feng.
"Manusia berdarah suci. Dengan mengalahkanmu maka aku bisa menjadi dewa. Hahahahaha, " ucap raja serigala mengaum.
"Terlalu sombong bagi kalian siluman lemah! " balas Shang Feng menyerang. Cakar raja serigala tajam layaknya pedang. Mereka bertarung dengan sengit.
"Badai pedang angin! " ucap Shang Feng mengayunkan pedangnya disusul dengan angin berhembus kencang memaksa raja serigala mengurungkan niatnya untuk melompat. Hempasan angin tajam menyayat beberapa bagian tubuh raja serigala. Dia melong-long ke dengan keras.
"Elemen angin murni. Kau seorang jenius. Namun ajalmu telah dekat dan aku ingin kau mati! " ucap raja serigala mengayunkan cakarnya.
Shang Feng menahan hingga terseret mundur. Pedang sungai dan gunung mengeluarkan aliran air menghancurkan wujud spiritual cakar raja serigala.
"Tebasan air tajam! " ucap Shang Feng mengayunkan pedangnya.
Bilah pedang melesat menghantam raja serigala. Air membeku di udara menciptakan duri es tajam menusuk disetiap bagian tubuh raja serigala.
"Bagaimana bisa! Aku telah menahan serangan pertama!" marah raja serigala.
Shang Feng mengusap pedang melapisinya dengan api.
"Apa! Tiga elemen murni! " ucap raja serigala.
Dia segera waspada membuat tubuhnya menyatu dengan badai angin salju. Shang Feng melihat sekelilingnya dengan waspada.
"Pembakaran Api Abadi!"ucap Shang Feng menancapkan pedangnya ke tanah. Kobaran api membesar melelehkan semuanya. Raja serigala salju telah ditemukan. Shang Feng mengunci targetnya. Pedang membelah diri melesat sesuai perintah Shang Feng.
" Segel! "ucap Shang Feng.
Raja serigala berhasil dikurung. Dia berteriak dengan marah. Shang Feng berjalan mendekatinya.
" Katakan tunduk atau mati! "ucap Shang Feng mengacungkan pedangnya. Raja serigala memundurkan kepalanya.
" Apa keuntunganku mengikutimu? "tanya raja serigala.
" Keuntunganmu adalah tetap hidup. Tugasmu adalah memburu mereka dan kacaukan tugasnya,"jawab Shang Feng.
__ADS_1
"Aku adalah entitas terkuat di hutan ini dan tidak ada yang lebih kuat dariku. Namun aku akan melakukan apa yang kau perintahkan, " balas raja serigala.
Shang Feng melepaskan segelnya. Raja serigala buru-buru pergi dibuatnya. Suara angin terdengar. Shang Feng menajamkan indra pendengarannya. Seseorang datang langsung menyerang Shang Feng.
"Siapa! " ucap Shang Feng.
Orang tersebut mendarat di tanah. Dia tampak tenang tanpa emosi.
"Xing Yun!
Shang Feng membalas dengan senyuman meremehkan.
" Salah satu murid tiga puncak mulia? Murid Tetua Agung datang berkunjung, "ucap Shang Feng.
Xing Yun berjalan menyisakan beberapa meter dari Shang Feng.
" Aku takut kau akan mati disini. Jadi, aku datang membantumu, "ucap Xing Yun.
" Membantu atau mempercepat kematianku? "balas Shang Feng tertawa.
" Benar! Aku ingin kau mati terlebih dahulu sebelum mereka, "ucap Xing Yun melesat mengayunkan pedangnya.
" Tranggg!! "
"Tenik pedang penggetar dunia! " ucap Xing Yun mengangkat pedangnya ke langit. Petir datang menyambar-nyambar. Shang Feng menghindari dengan cepat.
Xing Yun menyamping menghindari tusukan pedang Shang Feng. Dia mengepalkan tangan meninju perut Shang Feng.
"Tappp! "
Shang Feng berhasil menangkap pukulan Xing Yun. Dia pegang erat kemudian dilemparkan tubuh Xing Yun.
"Banggg!! "
Shang Feng menyatukan kedua tepalak tangannya. Pedang sungai dan gunung melayang mengelilinginya membelah beberapa bagian. Shang Feng mengacungkan jari telunjuknya.
"Teknik pedang bintang malam, " ucap Shang Feng.
Pedang melesat mengikuti arah angin menyerang Xing Yun.
"Perlindungan tubuh vajra! " ucap Xing Yun.
"Trangg... Tranggg... Trangg... Tranggg.. "
Beberapa pedang menancap di luar perlindungan Xing Yun. Shang Feng mengeluarkan energi qi lebih membuat kloningan pedang melingkar dibelakang tubuhnya. Beberapa lapisan putaran pedang muncul kian membesar.
__ADS_1
"Apa! Sekelas teknik suci! " ucap Xing Yun terkejut. Dia segera menyiapkan teknik terkuatnya. Piringan cermin melayang di udara menampilkan bayangan Shang Feng.
"Teknik 10.000 pedang penakluk! " ucap Shang Feng.
"Cermin penakluk langit! " ucap Xing Yun.
Ribuan pedang melesat bersamaan menyerang satu sama lain. Hujan pedang terjadi begitu hebat.
"Sehebat apapun teknikmu, kau akan tetap kalah dengan cermin surga milikku! " ucap Xing Yun.
"Heh! Kau bilang cermin surga? Aku tahu batasanmu, " balas Shang Feng.
Dia membuka telapak tangannya memerintahkan ribuan pedang untuk menyerang dengan kecepatan tinggi. Aliran energi mengalir di lengannya.
"Ribuan pedang tak terbatas! " ucap Shang Feng.
Pedang-pedang yang telah keluar dari piringan lingkaran terisi kembali seakan tak ada habisnya. Xing Yun mendecih melihatnya.
"Cahaya hukuman surga! " ucap Xing Yun.
Pancaran cahaya terang bersinar kian membesar melelehkan ribuan pedang Shang Feng yang mendekatinya.
"Teknik dewa pedang: Jurus pembelah langit! " ucap Shang Feng.
Kumpulan ribuan pedang menyatu hingga membentuk pedang raksasa melesat menahan kekuatan cahaya Xing Yun. Pedang raksasa menghantam cermin penakluk langit. Xing Yun menahan sekuat tenaganya.
"Benar-benar kuat, " gumam Xing Yun mengalirkan kekuatan lebih pada harta pusakanya.
"Cermin pembalikkan! " ucap Xing Yun.
Cermin penakluk langit mengeluarkan duplikat pedang raksasa mencoba mendorong pedang Shang Feng.
"Hancurkan untukku! " perintah Shang Feng.
"Krakkk..! "
Xing Yun terpental memuntahkan seteguk darah terduduk di tanah. Cermin penakluk langit jatuh di pangkuannya. Shang Feng mendarat di atas tanah dengan alami.
"Xing Yun? Murid Tetua Agung yang memiliki harta pusaka cermin surga, memang layak digunakan untukmu. Namun sekarang harta pusaka itu telah rusak. Perlu usaha lebih untuk memperbaikinya, " ucap Shang Feng.
Xing Yun beranjak berdiri sembari memegang dadanya yang terasa sakit.
"Ingatlah bahwa kau berada di benua abadi Hanleng dimana orang-orang kuat berada. Jika sampai kau berkhianat maka pemimpin akan datang membunuhmu langsung! " ucap Xing Yun menggertakkan giginya menahan amarahnya.
"Jika Dia ingin aku mati silahkan. Tapi jangan sampai berita kematianku tersebar ke luar benua Hanleng atau benua abadi ini akan menjadi darah merah. Ingatlah bahwa nyawaku adalah berharga. Sekali aku mati maka aku pastikan kalian akan menerima akibatnya, " balas Shang Feng pergi meninggalkan Xing Yun sendirian.
__ADS_1