Holy Dynasty Emperor Throne

Holy Dynasty Emperor Throne
Nie Yongnian


__ADS_3

"Alam manusia akan runtuh oleh bencana dari mereka berdua. Salah satu diantara mereka harus tewas untuk memenuhi takdir. Karma dari lima dewa umat manusia akan berulang dalam bentuk siklus kehancuran, " balas Master Dun Ming.


"Xiao Baozhai tewas ditangan Kaisar Shang Yuan, Tian Gui melawan hingga di tewas di pulau terlarang bersama dengan Kaisar Shang Yuan. Ramalan batu bening belum terpecahkan semuanya. Lan Shaoqing tertidur abadi di kota suci. Dia yang mengetahui maksud kalimat terakhir dalam batu ramalan, " ucap Kaisar Xue Kai.


"Aku telah menemui Shang Feng. Dia berbeda. Apakah dia yang memulai peperangan besar atau tidak hanya takdir yang mengetahuinya, " balas Master Dun Ming.


"Murid mohon bimbingannya. Cai Jin tak memiliki gagasan pasti. Siapa yang berhak mewarisi gelar Kaisar umat manusia? Keturunan Tian Gui atau Kaisar Shang Yuan, " ucap Kaisar Xue Kai benar-benar bingung dia harua bertindak seperti apa dan bagaimana.


"Dekrit suci penciptaan alam manusia dari Kaisar Surgawi Yan Guang terlalu misterius. Saudaramu Tian Gui dirasa paling cocok hingga ia pergi ke ujung dunia. Tapi, Shang Yuan yang seorang manusia berhasil menaklukkan wilayah selatan datang ke ujung dunia melihat terbukanya dekrit suci hingga peperangan terjadi. Akupun tak mengetahui isinya sebab Tian Gui langsung menutup diri, " ucap Master Dun Ming.


"Leluhur Guru Abadi Tertinggi memberikan kitab lima dewa kepada mereka dan memberikan berkatnya hingga Kaisar Shang Yuan berjaya bersama dengan bangsawan Tianwu. Detik ini murid tak mengetahui maksud leluhur guru, " balas Kaisar Xue Kai.


"Tak ada yang tahu kecuali mereka. Shang Yuan, Tian Gui, Lan Shaoqing dan Leluhur Guru. Tapi tenang saja. Segala keputusan tetap berada di tangan Shang Feng. Apapun yang dia lakukan kalian tak berhak mengintervensinya. Berpura-puralah bahwa kalian sama halnya dengan dia tak mengetahui segalanya, " ucap Master Dun Ming memberikan nasehatnya.


"Murid hanya berharap bahwa pertarungan berdarah antar saudara tak terjadi. Murid tak kuasa menahan perasan sedih ketika membunuh saudara sendiri sebagai musuh dan tak saling kenal satu sama lain, " ucap Kaisar Xue Kai mengingat peperangannya dahulu.


"Kalian dipaksa oleh takdir. Jika samudera tak terbatas berubah menjadi merah darah maka tidak ada satupun makhluk yang dapat hidup di alam manusia ini. Kembalilah dan ikuti alurnya. Aku yakin keajaiban pasti terjadi, " balas Master Dun Ming.


"Murid mengerti, " jawab Kaisar Xue Kai.


Master Dun Ming menghilang dan Kaisar Xue Kai kembali ke istana.


"Nyawaku berada di tangan Shang Feng, " gumam Kaisar Xue Kai.


Dalam beberapa bulan Shang Feng bermeditasi di hutan bambu tanpa kembali ke kediamannya. Dia ingin mengetahui sesuatu. Angin berhembus pelan menerbangkan dedauanan. Cui Liangyi mendarat di tanah.


"Wushhh!! "


Shang Feng membuka kedua matanya.


"Ada apa paman mencariku? " tanya Shang Feng.


"Sepuluh peringkat halaman luar akan segera memasuki tes memasuki halaman dalam, " jawab Cui Liangyi.

__ADS_1


"Aku tak memiliki gambaran mengenai halaman dalam, " balas Shang Feng.


"Halaman dalam memiliki murid bertalenta baik. Namun terdapat tiga murid khusus. Tiga murid tersebut mewakili tiga puncak mulia. Puncak kedua ditinggali oleh Dekan Akademi dan puncak kedua ditempati oleh Tetua Agung. Sedangkan puncak pertama merupakan kediaman pemimpin akademi Song Zhuang dengan murid pribadinya Qi Dao. Dia adalah Tuan Muda Akademi Salju abadi sedangkan kedua murid puncak lainnya Yun Piao dan Xing Yun bertindak sebagai pengawal Tuan Muda, "ucap Cui Liangyi.


" Baik! Aku pasti akan bertemu dengan mereka suatu saat nanti, "balas Shang Feng beranjak berdiri dari tempat duduknya berniat untuk pergi.


" Tunggu! "ucap Cui Liangyi.


" Kau pasti telah mendengar peringkat lima elemen bukan? Halaman dalam memilikinya dan lebih kuat dibandingkan halaman luar dan tak sekuat tiga murid puncak"


"Paman tenang saja. Aku pasti akan hidup, " ucap Shang Feng berpamitan pergi.


"Dimana Dia? " tanya Qian Fengge.


Tetua Ya De melihat lurus ke depan mengabaikan pertanyaan Qian Fengge.


"Dia datang, " ucapnya disusul dengan Shang Feng berdiri melayang di udara.


"Maaf ada urusan mendesak, " ucap Shang Feng.


Kapal terbang bergerak menuju halaman dalam. Shang Feng terbang di udara bersama dengan kelima pengawalnya.


"Senior Huo, " panggil Shang Feng.


"Ya. Aku ada disini, " balas Huo Yelian.


"Aku penasaran api ilahi Huo Xiang. Pandanganku kabur dibuatnya, " ucap Shang Feng.


"Dia tak memiliki apiku namun legenda pada zaman kuno dikatakan bahwa seseorang terlahir dari api surgawi tanpa mengenakan sehelai benang apapun. Jika dia perempuan maka pesonanya mampu menyaingi rubah ekor sembilan namun jika laki-laki maka dia akan berwibawa dengan watak halus dan pesona luar biasa. Digadang-gadang maksud dari legenda itu bukan aku melainkan burung phoenix agung yang terlahir menjadi manusia setelah 999 reinkarnasinya, "ucap Huo Yelian.


" Aku rasa bukan seperti itu. Jika Huo Xiang adalah seekor phoenix maka akan semakin rumit. Tak hanya alam iblis yang menyusup tetapi alam siluman pun ikut campur urusan alam manusia. Aku berasumsi bahwa suatu rahasia ada dibaliknya yang berkaitan dengan lima dewa pelindung umat manusia. Senior Huo adalah salah satu dari tujuh hewan mistik yang berkaitan dengan empat pilar penyangga langit memiliki rahasia kuno dan keterikatan takdir, "ucap Shang Feng.


" Sesuatu yang kau anggap baik ataupun orang lain memujinya tak mesti orang itu baik. Ingatlah untuk tetap mengingat nama ini, "ucap Huo Yelian.

__ADS_1


" Maksud senior? "tanya Shang Feng.


" Dia adalah Nie Yongnian. Ingatlah nama itu apapun yang terjadi, "jawab Huo Yelian.


Shang Feng tak bertanya lebih lanjut. Ia fokus terbang.


" Nie Yongnian? "gumam Shang Feng.


" Kau tampak memikirkan sesuatu, "ucap Kaisar Cai Jin.


" Apakah senior pernah mendengar nama Nie Yongnian?"tanya Shang Feng.


" Deggg! "


Kaisar Cai Jin terkejut berusaha menormalkan kembali ekspresinya.


"Belum saatnya kau mengetahui siapa dia jika kau telah mendapatkan teratai karma maka aku akan memberitahumu, " ucap Kaisar Cai Jin.


"Aku mengerti, " balas Shang Feng.


"Dia mengetahui nama itu, " ucap Kaisar Ding Feng.


Kaisar Cai Jin menghela nafas panjang sebagai balasannya.


"Dia mengetahui nama ayahanda," ucap Kaisar Cai Jin.


"Aku... Tak bisa berbuat apa-apa. Kekuatanku memang hebat tapi akan tetap kalah dengan takdir siklus ini, "ucap Kaisar Ding Feng.


"Tujuh putra Kaisar umat manusia diramalkan akan memimpin alam manusia sesuai ramalan batu bening. Takhta suci ayahanda akan jatuh ke tangan Tian Gui sebagi pangeran ke tujuh namun Kaisar Shang Yuan datang pada saat Tian Gui akan menerima dekrit suci. Sebenarnya apa yang terjadi pada saat itu? Aku benar-benar ingin tahu apa yang terjadi antara Tian Gui dan Kaisar Shang Yuan serta Lan Shaoqing, " ucap Kaisar Cai Jin.


"Ayahanda pernah mengatakan bahwa jurang kematian tercipta untuk memisahkan wilayah dan membelah takdir baik alam manusia. Sesuai perkataannya, benua besar telah terpecah-pecah," ucap Kaisar Ding Feng.


"Semua kekuatan akan tunduk pada takdir mutlak itu. Jurang kematian semakin melebar dari waktu ke waktu,"ucap Kaisar Cai Jin menghel nafas tak berdaya.

__ADS_1


"Apakah kita akan berkorban lagi demi putra surga naik ke alam dewa? Pertarungan sebelumnya belum menentukan siapa pemenangnya, " ucap Kaisar Ding Feng.


"Tentu saja kita harus melakukannya. Kita lahir bukan tanpa alasan, " balas Kaisar Cai Jin.


__ADS_2