
Jendral Besar Jun Zhu melangkah dua kaki berikut dengan pasukannya.
"Blaarrrr!!! "
Sesuatu menghantam tanah dengan kuat. Bayangan samar seseorang beranjak berdiri dapat dilihat.
"Kembalilah. Jika ingin bertemu Kaisar maka tak perlu membawa pasukanmu, " ucap Bao Chai.
Jendral Besar Jun Zhu sedikit memiliki keterkejutan. Leluhur kelima dinasti Daxue. Salah satu dari lima leluhur terkuat setelah runtuhnya kekuasaan Kaisar Sakti. Seseorang terbang membuat atensi terarah kepadanya. Shang Feng mengenakan topeng menutupi identitasnya.
"Aku dengar putra mahkota menerima segel Guxue dan hari ini berita tersebar dengan cepat. Kaisar tewas di dalam istana. Apakah kekaisaran benar-benar tak takut runtuh dalam sekejap? " ucap Shang Feng.
"Siapa kau? " tanya Bao Chai.
"Penguasa bayangan benua Hanleng" jawab Shang Feng.
"Hmph! Mimpimu terlalu tinggi! " balas Bao Chai menembakkan energinya ke arah Shang Feng.
"Bommmm!! "
Shang Feng terlindungi secara alami. Dia mengeluarkan pedangnya mengusapnya dari bawah ke atas.
"Ribuan pedang menuju langit! " ucap Shang Feng.
Ribuan pedang muncul menuju langit atas perintah Shang Feng.
"Sutra takdir: Pemujaan jiwa pedang! " ucap Shang Feng.
Pedang melesat turun dengan kecepatan tinggi. Mereka menyatukan kekuatan menahan pedang tersebut.
"Tak tahu malu! " ucap Bao Chai melesat mengayunkan pedang meledakkan beberapa pedang spiritual.
Kanselir Li Jie mengadahkan tangannya membuat kompas Tao berwarna emas melesat di udara membesar berputar dengan kecepatan tinggi.
"Pembalikan dunia! " ucap Kanselir Li Jie.
Kompas Tao mengeluarkan pedang dalam jumlah yang sama menggunakan energi langit dan bumi sebagai energi spiritual pembentukannya.
"Cukup menarik, "ucap Shang Feng.
Bao Chai menyatukan kedua tangannya. Lonjakan energi hebat keluar dari pedangnya. Rune kuno mengalir keluar dari ganggang pedang.
"Tiga pedang alam! " ucap Bao Chai.
Formasi tercipta dibelakangnya mengeluarkan tiga pedang raksasa melesat ke arah Shang Feng.
"Empat laut mengepung daratan! " ucap Shang Feng.
Empat portal tercipta mengeluarkan aliran air besar menghantam pedang raksasa tersebut. Shang Feng mengangkat pedangnya ke langit membuat tanah bergetae dengan hebat.
"Memangku bumi! "ucap Kanselir Li Jie.
Bayangan raksasa mengadahkan tangannya di bawah kompas Tao mengeluarkan energi penekanan kuat.
__ADS_1
" Roh ilahi! "ucap Shang Feng.
Roh dewi Hai Ying muncul. Dia menatap amarah mereka semua.
" Hancurkan untukku! "ucapnya meremas udara membuat pedang raksasa hancur membuat Bao Chai dan Kanselir Li Jie.
" Cahaya ekstrim! "ucap Kanselie Li Jie.
Cahaya dengan kekuatan hebat keluar dari dalam kompas melesat ke arah dewi Hai Ying. Dia dengab lembut mengulurkan jarinya.
" Penguncian jiwa, "ucapnya lirih.
Kanselir Li Jie merasakan tubuhnya tak bisa digerakkan sama sekali.
" Kita pergi ke kuil terbengkalai! Aku merasakan getaran campuran energi, "ucap Nangong Yuhang.
Li Hua dan Fang Kueng menganggukkan kepalanya. Mereka melesat pergi meninggalkan istana.
" Jiwaku terkunci, "ucap Kanselir Li Jie.
Bai Chai mengambil alih kompas Tao mengalirkan qi kedalamnya.
" Cahaya penghukum! "
"Boommm!! "
Dewi Hai Ying memerintahkan daun-daun menyerang Bao Chai melukainya hingga terjatuh ke tanah. Dewi Hai Ying menatap tajam Kanselir Li Jie membuatnya terkejut.
"Amarah tombak langit! " ucap Jendral Besar Jun Zhu.
"Sampai leluhur kekaisaran keluar, aku tak akan pernah pergi dari sini! " ucap Shang Feng.
Bao Chai nenatap tajam Shang Feng. Dia mengepalkan tangannya.
Kaisar Ding Feng dengan gagahnya berdiri menunggu musuh-musuhnya datang. Aliran energi penuh akan gairah datang mengelilingi tubuhnya.
"Aura memikatmu tak akan mempan bagiku! " balas Kaisar Ding Feng.
Wang Suyin datang tertawa pelan. Kipas bulunya mengibaskan angin pelan.
"Aura pemikatmu sungguh rendah. Aku bahkan dengan mudah melepaskannya, " ucap Kaisar Ding Feng tertawa.
"Crappp!! "
Kaisar Ding Feng menangkap sebuah anak panah. Seketika pohon disekitar kuil runtuh.
"Anak panah senyap, " ucap Kaisar Ding Feng.
Kai Yuwen datang memegang busur di tangannya. Kaisar Ding Feng mengubah posisi berdirinya ketika merasakan sesuatu. Kilatan petir menyambar pohon dengan cepat. Shen Ping datang setelahnya.
"Hanya ini? Apakah segel Guxue tak begitu berharga? " ucap Kaisar Ding Feng.
Nangong Yuhang, Li Hua dan Fang Kueng datang. Kaisar Ding Feng terkepung. Hawa dingin datang ketika pedang hantu salju berada di tangan Nangong Yuhang.
__ADS_1
"Hantaman badai salju! " ucap Nangong Yuhang menancapkan pedangnya ke tanah menyebabkan gelombang badai salju muncul secara tiba-tiba.
"Boommm!! "
Kaisar Ding Feng menggunakan api ilahinya menahan serangan Nangong Yuhang. Pakaiannya berubah berapi-api. Rambutnya tergerai berwarna merah.
"Karena kalian datang atas inisiatif sendiri, aku akan memutus takdir baik kalian semua! "ucap Kaisar Ding Feng terbang di udara menampilkan sayap api membaranya. Pedang karma ditangannya menyala dengan api unik.
" Api hukuman! "ucap Kaisar Ding Feng mengayunkan pedang.
Api berkobar. Nangong Yuhang mengambil alih mengacungkan pedang membelah kobaran api menjadi dua bagian. Dia terbang mengeluarkan sayap es hasil dari pemadatan energi dingin benua Hanleng.
" Pergi! "
Kaisar Ding Feng menangkis serangan dengan mudahnya.
"Benar-benar lemah! Apakah Xue Kai tidur dengan nyenyak! "
"Beraninya kau menyebut leluhur suci! " marah Nangong Yuhang.
"Hmph! Aku bahkan berani memanggil namanya langsung di depan orangnya sendiri, " balas Kaisar Ding Feng mengerakkan tangannya membuat pedang api karma membelah dirinya melesat ke langit menciptakan gemuruh badai petir.
"Pedang api karma pemusnah takdir! " ucap Kaisar Ding Feng.
Petir melesat turun dengan cepat menghancurkan sekitarnya.
"Petir sembilan surga! Petir surgawi yang menandakan teknik beladiri sekelas surga, " ucap Shen Ping.
Li Hua dan Fang Kueng melayang di bawah Nangong Yuhang berputar dan saling memunggungi.
"Kesatuan jiwa: Teknik sutra pemulihan! " ucap mereka serempak.
Aliran energi menguar dari tubuhnya mengelilingi Nangong Yuhang. Dia mengacungkan pedang mengusap menggunakan darahnya sendiri.
"Pemanggilan jiwa hantu! " ucap Nangong Yuhang.
Ratusan jiwa hantu mengangkat tangan berusaha meraih pedang api karma. Shen Ping mengeluarkan pedang berusaha mencari kesempatan ketika petir datang guna memperkuat pedang dan tubuhnya. Wang Suyin melemparkan kipas bulunya membuat kubah perlindungan untuknya sendiri. Kai Yuwen menarik busur menciptakan tiga anak panah melesat ke langit.
"Boommm! "
Kedua kekuatan saling bertabrakan satu sama lain berusaha saling mengalahkan. Kaisar Ding Feng mengadahkan tangan mengeluarkan proyeksi segel kekaisaran.
"Kalian begitu menginginkan segel kekaisaran, aku akan menunjukkannya, " ucap Kaisar Ding Feng.
Proyeksi segel kekaisaran muncul di udara membesar mengeluarkan hawa panas luar biasa. Segel kekaisaran dinasti Shenhuo.
"Hancurkan untukku! " perintah Kaisar Ding Feng.
"Krakkk... Krakkkk.... Boommmm!!! "
Semuanya terhempas terluka tak terkecuali. Nangong Yuhang mengalami patah tulang di beberapa bagian.
"Kau memiliki api suci sekelas surga! " ucap Nangong Yuhang.
__ADS_1
"Haisshhhh!! Kau baru saja mengetahuinya bukan? Aku memiliki dua segel kekaisaran. Aku akan menguasai alam manusia! " ucap Kaisar Ding Feng tertawa keras.