Holy Dynasty Emperor Throne

Holy Dynasty Emperor Throne
Menemukan Pedang Kaisar Cai Jin dan Kondisi Kesehatan Kaisar Feng Yu


__ADS_3

Pangeran Shang Feng bersujud berterima kasih kepada leluhur yakni Kaisar Shang Yuan. Lambaian tangan Kaisar Shang Yuan membuat pangeran Shang Feng kembali ke dalam alam kesadarannya sendiri. Dia tengah bermeditasi menyerap energi langit dan bumi mengalirkannya pada dantiannya dan seluruh bagian-bagian vital seperti otot, sarah dan pembuluh darah. Lonjakan kekuatan pangeran Shang Feng meningkat pesat setelah bertemu dengan Kaisar Shang Yuan. Membuka tiga teknik pedang dan mendapatkan berkah dari para pendahulu Kaisar membuatnya berada dalam alam dewa bumi tahap puncak tingkat lima. Pangeran Shang Feng membuka matanya dimana ia melihat danau dewa dengan suara air terjun menenangkan dan menghipnotis siapapun yang mendengarnya karena hanya suara air yang terdengar jelas.


Pangeran Shang Feng melihat air danau dewa yang merupakan air abadi tempat suci para Kaisar dinasti Tianwu bertapa. Dia menyelam ke dalam danau dan melihat dimana sebuah pedang di rantai empat penjuru dengan batu bundar besar.


"Pedang Takdir Kaisar Cang Jin! " batin pangeran Shang Feng.


Pangeran Shang Feng mendarat di altar tempat dimana pedang takdir tertancap. Dia melihat pedang yang telah tertutupi oleh lumut hijau. Pangeran Shang Feng membuat gerakan segel tangan sesuai yang diajarkan Kaisar Shang Yuan hingga pedang takdir bergetar dan empat rantai yang mengikatnya hancur. Pangeran Shang Feng memegang pedang takdir membuat pedang tersebut tercerahkan hingga lumut dan karat yang menutupinya seketika menghilang. Pangeran Shang Feng mengangkat pedang takdir ke atas membuat pusaran air pada danau dewa. Pangeran Shang Feng melesat ke udara berdiri di atas air terjun. Pemandangan hijau asri dan alami menyejukkan mata membuat siapapun betah memandanginya.


"Pertapaan leluhur akan tetap menjadi rahasia, " ucap pangeran Shang Feng.


Angin lembut datang seseorang muncul dibelakang pangeran Shang Feng.


"Konon para Kaisar dinasti Tianwu bertapa di danau dewa mencoba menjadi abadi secara jiwa," ucap seseorang yang tak lain adalah Wei Rong.


Pangeran Shang Feng berbalik. Wei Rong berjalan hingga ia sejajar dengan pangeran Shang Feng.


"Kepala tabib atau? " tanya pangeran Shang Feng.


"Akulah yang akan mengasuhmu berikut dengan lima pengawalmu. Perkenalkan, aku Wei Rong murid dari sang Abadi yang diperintahkan turun gunung untuk membimbingmu menyatukan dinasti mendirikan kembali dinasti Tianwu yang Agung atau dikenal sebagai dinasti suci, " jawab Wei Rong.


"Senior tahu apa yang akan terjadi dan apa yang telah junior rencanakan? " tanya pangeran Shang Feng.


"Tentu saja. Mata dewaku sama seperti pencerahan surga milikmu. Kelak kau akan tahu perbedaannya, " ucap Wei Rong.

__ADS_1


"Mengapa senior tak mencegah terjadinya kehancuran itu? Dimana ibuku berada. Akademi Jia bukanlah akademi biasa, jika aku hidup hingga sekarang karena darah kekaisaran apakah ibundaku tetap hidup sampai hari ini, ayah angkat tak menjawabnya, " ucap pangeran Shang Feng.


"Pamanmu sendiri yang membuat dinasti hancur, jika tidak seperti itu mengapa aku datang kemari. Semuanya telah terjadi. Ibumu Permaisuri Jia Mei berada di sekte Tianmen. Akademi Jia hancur namun Permaisuri sempat meminum air abadi dari danau dewa ini. Saudaranya Jia Ling menolak meminum air abadi dari Kaisar. Jika bukan karena biksu Tang Zhou pernah melawan tetua agung sekte Tianmen, maka kau tak akan selamat. Hanya saja pada saat itu Permaisuri Jia Mei dibawa menuju sekte Tianmen sebagai jaminan menunggumu kembali karena mereka tahu keturunan kekaisaran Tianwu akan abadi. Alasan mengapa Kaisar Sheng Jing tewas adalah karena pamanmu yang membunuhnya tanpa ia sadari. Kau menggunakan mantra 'melupakan masa lalu' hanya mampu menutupi untuk sesaat, namun seiring waktu dia akan menyadarinya,"ucap Wei Rong.


"Jadi ibundaku berada di sekte Tianmen? Dan paman telah mengetahui dengan jelas siapa pembunuh ayahanda? " tanya pangeran Shang Feng.


"Betul. Bukan klan Shi ataupun klan Feng yang membunuh Kaisar Sheng Jing. Tetapi saudaranya sendiri. Ketika saudara sedarah kekaisaran saling membunuh maka darah mereka akan menetes mengalir dan salah satu diantara mereka akan mati, " ucap Wei Rong.


"Tapi mengapa aku melihat paman dalam pengasingan? Bukan istana? " tanya pangeran Shang Feng.


"Karena pikirannya telah dikendalikan oleh klan Shi yang bernama Shi Xiong sebagai pendiri paviliun Tianji, " jawab Wei Rong.


Pangeran Shang Feng mengepalkan tangannya dengan erat. Pengetahuannya selama ini hanyalah sampul buku. Memiliki isi namun tak merasa ada isi.


"Aku akan datang pada konfrensi Qinglong dan bertarung melawan Feng Ming pemilik pedang karma Kaisar Ding Feng, " ucap pangeran Shang Feng.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Istana Panjang Umur.


Raja obat tengah melakukan perawatan kepada Kaisar. Kondisi kesehatan Kaisar Feng Yu menurun drastis. Aliran spiritual di dalam tubuhnya perlahan menguap. Jiwanya mulai goyah akibat hukuman surgawi. Menurunnya kondisi Kaisar Feng Yu dirahasiakan. Raja Obat tengah melakukan dengan beberapa jarum akupuntur menusukkan ke tubuh Kaisar Feng Yu.


"Buka! " ucap raja Obat.

__ADS_1


Aliran energi spiritual raja obat mengalir ke dalam pembuluh darah, otot, saraf hingga dantian mencoba meregenerasi sel-sel rusak. Raja Obat membuat gerakan tangan membuat jarum-jarum akupuntur bergetar. Tak lama kemudian jarum akupuntur kembali ke tempatnya.


"Bagaimana keadaan Yang Mulia? " tanya penasihat istana.


Raja obat menghela nafas panjang menggelengkan kepalanya. Ketua Shi Jun, kepala kasim, penasihat istana dan perdana mentri beserta Permaisuri hadir.


"Yang Mulia telah terluka parah. Jiwanya rusak. Aku hanya bisa meregenerasi sel-sel yang rusak meneruskan pemulihan, " ucap raja Obat.


Semuanya tertunduk begitu mendengarnya. Undangan konfrensi Qinglong telah disebarkan dan sampai di tangan masing-masing Kaisar dinasti. Raja obat undur diri setelahnya. Ketua Shi Jun pergi kembali ke paviliun Tianji dan mengumumkan tidak menerima kedatangan siapapun itu. Perdana mentri keluar dari ruangan berikut dengan kepala kasim. Tersisa penasihat istana dan Permaisuri.


"Rahasiakan keadaan Yang Mulia, " ucap Permaisuri.


"Hamba menuruti perintah," jawab penasihat istana.


Permaisuri keluar dari ruangan. Penasihat istana menggelengkan kepalanya.


"Putra mahkota belum kembali, apakah pangeran Feng Yuan akan mewakili dinasti Zhufu dalam konfrensi Qinglong? Perseteruan baru saja dimulai, " ucap penasihat istana pergi meninggalkan ruangan. Tak lama kemudian seseorang masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Kau akan tewas tak lama lagi, jika kau ingin bertahan. Setidaknya tentukan siapa penerusmu atau kekaisaran akan hancur sebelum konfrensi besar," ucap leluhur Feng Gui.


Kaisar Feng Yu membuka matanya melirik leluhur Feng Gui.


"Kau bahkan mengabaikan peringatanku, " ucap leluhur Feng Gui.

__ADS_1


"Aku ceroboh, leluhur mohon bantuannya. Aku tak ingin kekaisaran Zhufu hancur akibat perselisihan kedua putraku, " ucap Kaisar Feng Yuan.


"Itu tergantung keberuntunganmu apakah dia bersedia atau tidak, " balas leluhur Feng Gui meninggalkan Kaisar Feng Yu.


__ADS_2