Holy Dynasty Emperor Throne

Holy Dynasty Emperor Throne
Menang berturut-turut


__ADS_3

"Dia mengandalkan elemen angin untuk menyerang. Sepertinya bermain-main dengannya cukup bagus,"gumam Shang Feng. Dia melayang di udara bergerak secara bebas kemanapun melangkah tubuhnya seringan angin.


"Ilmu terbang yang bagus, " ucap Dekan Akademi.


Wang Yichen merasa kesal sebab Shang Feng memiliki kecepatan luar biasa.


"Kesempatan! " ucap Wang Yichen menusukkan pedangnya. Lambaian tangan Shang Feng membelokkan ujung pedang.


"Apa! " ucap Wang Yichen terkejut.


Shang Feng datang dan langsung meninju perut Wang Yichen hingga membuatnya terpental tak bisa bertarung lagi. Hembusan angin dingin melesat cepat yang kemudian berhasil ditangkis oleh Shang Feng. Dia tengah memegang ujung pedang yang perlahan-lahan menampilkan pemilik dari pedang tersebut.


"Pergi! " ucap Shang Feng meledakkan energinya.


Seseorang tersebut mundur dibuatnya. Wajah yang sedikit memiliki kemiripan dengan Wang Yichen.


"Siapa? " tanya Shang Feng berbalik badan.


"Sungguh tak sopan! "


"Kaupun sama tak sopannya denganku bahkan mengabaikan tetua Ya De, " ucapnya tak mau kalah beradu argumen dengan Shang Feng.


"Wang Yuchen, apakah kalian bersaudara benar-benar ingin bertarung habis-habisan? Sayangnya Wang Yichen tak bisa berdiri lagi, " ucap Shang Feng.


"Wang Yuchen... Jika kau kalah maka kediaman kedua akan menjadi miliknya, " ucap tetua Ya De.


"Tetua tenang saja. Aku tak akan kalah semudah itu!"balas Wang Yuchen.


Dia mengusap pedangnya mengangkatnya ke langit membuat hawa dingin menguar ke segala arah.


"Aku sudah bosan dengan seni pedang dingin!" balas Shang Feng menarik pedang dari kekosongan. Pedang sungai dan gunung berubah layaknya pedang para pendekar negeri salju. Darah jatuh ke permukaan pedang yang kemudian ia tarik hingga ujung pedang. Bayangan dirinya terpantul terbelah oleh garis darahnya sendiri. Semua orang tak mengerti maksud dari apa yang tengah dilakukan Shang Feng.


"Apakah dia akan mengeluarkan naga es lagi? " ucap Tetua Agung.


Dekan Akademi pun dibuat bingung oleh Shang Feng.


"Apa yang dia lakukan? " ucapnya dalam hati.


"Buka! " ucap Shang Feng.


Hembusan angin dingin keluar meluap-luap. Darah yang ada pada pedang menetes di arena.


"Ini..... " ucap Tetua Agung seperti mengingat sesuatu.


"Salah satu dari pembukaan jalan pedang. Seni beladiri para ksatria benua Hanleng, " ucap Dekan Akademi.


"Apa! " ucap Tetua Agung terkejut.


"Seni beladiri dari jalan pedang ksatria benua Hanleng hanya diwariskan dan hanya klan Xue yang dapat melakukannya. Tapi dia bisa yang berarti bahwa dia memiliki sesuatu," ucap Dekan Akademi.


"Jangan-jangan salah satu klan Xue berhasil lolos pada saat itu, " ucap Tetua Agung.


Pedang sungai dan gunung dibalut oleh energi dingin menusuk yang meledak-ledak.


"Kau memang pantas menjadi lawanku, " ucap Wang Yuchen melesat menyerang Shang Feng.


Mereka saling berkontak mata beradu seni beladiri pedang.

__ADS_1


"Serang!


" Tahan! "


Wang Yuchen berada dalam kondisi bertahan melawan tekanan Shang Feng. Goresan kedua pedang membuat percikan api. Tatapan menusuk dilayangkan Shang Feng ketika berlari mengitari Wang Yuchen.


"Hawa dingin ini sekelas para bangsawan berlatih seni pedang dingin, " ucap Wang Yichen melihat pertarungan kakaknya dengan Shang Feng.


Pedang sungai dan gunung meliuk-liuk menarik hawa dingin benua Hanleng merubahnya menjadi tornado kecil. Pertarungan mereka berlasung secara seru. Mereka seimbang dalam seni pedang dingin.


"Pedang es mematikan! " ucap Wang Yuchen.


Beberapa pedang es melesat ke arah Shang Feng. Gerakan salto di udara hingga berputar ia lakukan untuk menghindari serangan tersebut. Shang Feng seperti tengah melakukan tarian pedang di arena. Gerakannya fleksibel.


"Tebas! " ucap Shang Feng mengayunkan pedangnya.


Bilah pedang melesat ke arah Wang Yuchen dimana ia langsung menahan serangan tersebut membuatnya mundur beberapa langkah.


"Pembekuan abadi! " ucap Shang Feng melepaskan hawa dingin dengan ekstrim.


Wang Yuchen berusaha menghindari pembekuan abadi.


"Domain Es Abadi! " ucap Shang Feng.


Semuanya berubah menjadi es. Domain yang seharusnya tak kasat mata berubah menjadi nyata atas kehendak Shang Feng.


"Cih! Bagaimana bisa dia memiliki hawa dingin ekstrim ini. Apakah salah satu bangsawan penyusup yang mendukung raja Beifeng? " ucap Wang Yuchen yang akhirnya berhenti menghindari pembekuan abadi.


Shang Feng mengacungkan pedangnya. Hawa dingin menyebar dengan cepat.


"Katakan kalah atau tidak, " ucap Shang Feng.


Dia melesat menyerang Shang Feng mengitarinya hingga tak dapat dilihat oleh mata telanjang.


"Trangg!! "


"Tranggg!! "


Shang Feng berhasil menangkis tubuh asli dan bayangan Wang Yuchen.


"Tusukan air dingin! " ucap Wang Yuchen menyemburkan bilah tajam ke arah mata Shang Feng. Dia segera menghindar setelahnya.


"Kau kalah!


Shang Feng terjatuh dengan posisi tertunduk memejamkan mata yang mengalir darah dari ujungnya.


" Apakah begitu? "ucap Shang Feng muncul dibelakang Wang Yuchen menendangnya hingga terpental jauh.


" Bagaimana bisa! Itu adalah teknik rahasia! "ucap Wang Yuchen tak terima melihat kondisi Shang Feng terlihat sehat.


" Apakah kau pernah mendengar domain es abadi yang dapat mencerminkan segala sesuatu di atasnya?Proyeksi dari domain es abadi telah aku buat hingga kau hanya bertarung melawan bayanganku bukan tubuh asli,"ucap Shang Feng.


" Domain es? Tak mungkin! Hanya para pembeladiri dewa bumi puncak yang bisa menggunakannya! "balas Wang Yuchen.


" Kau memang pintar... Aku telah berada dalam ranah dewa bumi bahkan melebihnya, "ucap Shang Feng


Wang Yuchen terkejut hingga ia kehilangan waspada. Shang Feng menyerang bertubi-tubi tak membuat celah sedikitpun.

__ADS_1


" Uhuggg!!! "


Wang Yuchen terbatuk-batuk hingga mengeluarkan darah segar.


"Gelombang salju mematikan! " ucap Wang Yuchen.


Hembusan dingin bergelombang siap menelan mangsa bergerak dengan cepat ke arah ke arah Shang Feng.


"Wushhhh!!! "


Angin berdesir dengan hawa dingin menusuk menyebar. Semua orang yang melihat begitu menantikan hasilnya.


"Kau memang kuat namun bertemu denganku adalah sebuah kesalanmu, " ucap Shang Feng mengangkat pedangnya ke atas.


"Pasukan manusia salju! "


Badai angin salju menghembuskan segalanya menutupi pemandangan semua orang. Puluhan manusia salju tercipta layaknya pasukan hantu.


"Apa ini! " ucap Wang Yuchen terkejut melihat pasukan mengepung dirinya dari berbagai arah.


"Pembantaian dalam badai! " ucap Shang Feng.


Pasukan prajurit manusia salju melesat bergerak mengepung Wang Yuchen menyerangnya dari berbagai arah.


"Ini seperti pasukan hantu! " teriak Wang Yuchen merasakan sakit luar biasa ketika tubuhnya mengalami luka.


Setetes darah di atas tanah yang terselimuti salju akan menumbuhkan manusia salju kembali dan tak akan pernah mati.


"Teknik ini tercipta ketika Xue Wencheng merasakan kesedihan mendalam ketika pasukannya tewas di medan perang, " ucap Shang Feng.


"Siapa kau! " teriak Wang Yuchen merasakan aura berbeda dari tubuh Shang Feng.


"Aku? " ucap Shang Feng berjalan di tengah badai salju mendekati Wang Yuchen.


"Pergi! " bentak Wang Yuchen berusaha meneriaki Shang Feng untuk menjauh. Tubuhnya penuh akan luka


"Aku menganggumimu karena bakat elemen es adalah para bangsawan dan orang-orang terpandang di benua Hanleng. Tapi aku tak mungkin membunuhmu sekarang sebab kau adalah pangeran Wang Yuchen dari kerajaan Nanfang. Politik benua Hanleng tak sesederhana yang aku kira ternyata," ucap Shang Feng.


"Bagaimana kau tahu aku seorang pangeran!" balas Wang Yuchen.


"Ketakutan membuat pikiranmu kosong. Sepertinya aku harus memberimu pelajaran," ucap Shang Feng mengangkat telapak tangannya membuat api biru transparan muncul.


"Api! " ucap Wang Yuchen terkejut.


"Jika kau pernah mendengar pertarungan di perairan Bianjie pada zaman kuno seharusnya kau tahu betapa hebatnya pertarungan itu. Api ini adalah salah satu pemicunya, " ucap Shang Feng.


"Api dingin abadi! " ucap Wang Yuchen.


"Kau memang pintar, " balas Shang Feng melambaikan tangannya membuat api dingin melesat membakar tubuh Wang Yuchen. Cahaya samar dari api dingin terlihat begitu indah dan mengerikan di tengah badai.


"Pembalasan harus dilakukan satu per satu! "


"Arkhhhhh!!! " teriakan Wang Yuchen merasakan ngilu diseluruh tulangnya. Perasaan sakit seakan-akan tulangnya rapuh.


Wang Yuchen terjatuh tak sadarkan diri dibuatnya. Shang Feng melambaikan tangannya menghilangkan badai salju.


"Banggg!! "

__ADS_1


Telapak tangan Shang Feng beradu dengan kepalan seseorang. Shang Feng memegang lengannya menarik kemudian ia banting ke tanah.


"Terlalu tak sopan! " ucap Shang Feng menekan orang tersebut mencengkeram lehernya.


__ADS_2