
Shang Feng menganggukkan kepalanya mengikuti gerakan Kaisar Xue Kai sebelum tangannya menyentuh pintu raksasa. Suara berderit terdengar dengan pintu perlahan-lahan terbuka. Shang Feng memasuki istana. Pilar-pilar besar menjulang tinggi. Lukisan mural indah berada di langit-langit istana. Selendang biru muda menjuntai ke bawah. Kursi Kaisar berada jauh di depan. Kaisar Xue Kai muncul melayang menuju kursi kebesarannya. Dia menyentuh ganggang kursi mengingat masa lalu pada saat dia memimpin.
"Shang Feng. Apakah kau benar-benar tak ingin melihat portal menuju gunung Kunlun? " tanya Kaisar Xue Kai.
Shang Feng menggelengkan kepalanya. "Sebenarnya aku memiliki beberapa pertanyaan. Tapi hal mendesak perlu dilakukan, " jawab Shang Feng.
Kaisar Xue Kai menghela nafas panjang. Dia melambaikan tangannya membuat angin berhembus menyalakan pencahayaan di dalam ruangan istana.
"Terbukalah, " ucap Kaisar Xue Kai pelan.
Langit-langit istana yang memiliki beberapa bentuk mengalirkan kekuatannya pada satu titik dimana cahaya biru melesat turun menyinari Shang Feng. Lantai istana seketika berubah menjadi es. Beberapa saat kemudian di depan Shang Feng muncul sebuah anak tangga dengan kabut tebal menutupinya. Shang Feng tanpa ragu segera menuruni anak tangga tersebut. Kabut tebal beserta dengan hawa dingin membuatnya berhenti di tengah jalan.
"Apakah ini titik terdalam benua Hanleng? Kekosongan mutlak? " tanya Shang Feng.
"Terjunlah ke bawah tanpa menggunakan kekuatan apapun, " ucap Kaisar Xue Kai.
Shang Feng menurutinya. Dia terjun langsung ke bawah. Dia menembus kabut dengan kecepatan tinggi. Kedua matanya menyipit ketika melihat sesuatu.
"Byurrrr!!! "
Shang Feng jatuh ke dalam air dingin. Beberapa saat kemudian dia keluar menampakkan tubuh atletisnya. Dia mengenakan pakaian sutra putih membuat tubuhnya tercetak jelas. Dia berjalan ke luar dari dalam air dingin menuju daratan es.
"Bukan tanah tapi es beku! " ucap Shang Feng bingung.
"Ini adalah tempat dimana tubuhku disimpan di dalam peti es abadi, " ucap Kaisar Xue Kai menunjuk suatu tempat dimana sebuah peti terletak tak jauh darinya. Shang Feng segera menghampirinya. Dia berniat menggunakan kekuatannya untuk membuka tutup peti sebelum getaran terjadi begitu kuat membuat Shang Feng mendongak. Sepasang mata biru malam terlihat di tengah kabut. Seekor rusa raksasa menatap tajam Shang Feng.
"Aku Xue Kai datang mengunjungi Tuanmu, " ucap Shang Feng. Penampilannya berubah layaknya Kaisar Xue Kai asli.
__ADS_1
Rusa tersebut menurunkan kepalanya. Shang Feng mengulurkan tangan membelai kepalanya. Mata mereka bertemu sejenak membuat suasana hening. Rusa salju perlahan-lahan menjauhi Shang Feng kembali ke dalam kabut tebal. Shang Feng tersadar kembali. Dia segera membuka peti mati Kaisar Xue Kai. Tubuh yang masih utuh layaknya tengah tertidur. Beberapa saat kemudian setelah jatuhnya tutup peti membuat retakan dan muncul peti mati baru yang terbuka. Kaisar Xue Kai keluar dari dalam tubuh Shang Feng.
"Dimana jiwa permaisuri Anda? " tanya Shang Feng.
Kaisar Xue Kai menunjuk dirinya sendiri. Kaisar Ding Feng menggelengkan kepalanya tak habis fikir betapa cintanya Kaisar Xue Kai dengan permaisurinya.
"Dia benar. Jiwa permaisuri Dai Yu adalah dirinya sendiri," ucap Kaisar Cai Jin.
"Hei! Bagaimana bisa seperti itu? " tanya Kaisar Ding Feng.
"Kesimpulan yang baru saja aku lihat adalah permaisuri Dai Yu melakukan sumpah surga kepada Xue Kai untuk tetap berada di sisinya dalam keadaan apapun. Jiwanya diberikan kepada Xue Kai sendiri. Jika Xue Kai tewas maka dia pun tewas saat itu juga meskipun kondisinya baik-baik saja. Ketika Xue Kai bangkit dia pun bangkit. Apakah kau lupa bagaimana detik-detik kematian Xue Kai. Mereka berdua menuju kemari berdarah-darah memasuki peti mati bersamaan hingga membentuk jalan pengorbanan, " jawab Kaisar Cai Jin.
Shang Feng menganggukkan kepalanya. Dia menatap Kaisar Xue Kai mempersilahkan berdiri disamping peti matinya. Shang Feng membuat segel tangan mempersiapkan segalanya. Bendera formasi menancap di empat sisi. Formasi tercipta.
"Teknik Penyatuan Jiwa Ilahi! " ucap Shang Feng.
"Menyatu!" ucap Shang Feng.
Jiwa Kaisar Xue Kai masuk ke dalam tubuhnya. Beberapa saat kemudian dia membuka mata duduk untuk beberapa saat menoleh ke samping dimana seorang waniya cantik tengah tersenyum kepadanya.
"Aku menepati janjiku, " ucap Permaisuri Dai Yu.
Kaisar Xue Kai keluar dari dalam peti bersama dengan permasurinya. Mereka berdiri sejajar.
"Apakah kau benar-benae marah kepada mereka hingga kutukanmu terlepas? " tanya Kaisar Xue Kai.
Permaisuri Dai Yu menganggukkan kepalanya pelan. "Jika suamiku telah tiada dan klannya disiksa maka tak ada ampun bagi mereka. Akan aku ubah daratan es biru ini menjadi darah biarkan aku bermandikan darah dosa,"jawab Permaisuri Dai Yu.
__ADS_1
"Perkenalkan dia yang menyelamatkanku. Dia Shang Feng keturunan Kaisar Shang Yuan, " ucap Kaisar Xue Kai.
Permaisuri Dai Yu tersenyum memberikan salam kepada Shang Feng.
"Terima kasih, " ucap Permaisuri Dai Yu.
Shang Feng menganggukkan kepalanya. Rusa raksasa datang kembali. Dia berada di belakang Kaisar Xue Kai dan Permaisuri Dai Yu.
"Kau menjalankan tugasmu dengan baik, " ucap Permaisuri Dai Yu mengelus-elus kepada rusa tersebut.
"Karena aku telah mendapatkan tubuhku kembali maka sudah seharusnya aku menyerahkan pedang dewa secara resmi, " ucap Kaisar Xue Kai mengadahkan tangannya membuat angin berhembus menghempaskan kabut tebal membuat jalan menuju danau dingin sesungguhnya. Getaran terjadi di dalam danau disusul dengan pedang pendek muncul dari dalam air melesat berkecepatan tinggi dan berada dalam genggaman Kaisar Xue Kai. Pedang diayunkan membuat kabut tebal menghilang seketika.
Tempat dimana mereka berpijak hanyalah es mengapung di tengah danau dingin. Kaisar Xue Kai meminta Shang Feng untuk mendekat.
"Terimalah pedang dewa angin salju secara resmi langsung dari tanganku, " ucap Kaisar Xue Kai.
Shang Feng mengulurkan tangannya menyentuh pedang dewa membuat angin berhembus kencang. Kaisar Xue Kai terkejut.
"Mengapa? " tanya Kaisar Xue Kai.
"Energi spirutual pedang dewa angin salju telah kembali kepada pemiliknya. Aku menyadari sesuatu dan sudah seharusnya pedang angin salju milik Anda. Apakah senior berniat memimpin kembali benua Hanleng? Aku menyadari bahwa benua Hanleng bergerak menuju sarang iblis laut. Ini adalah tindakan bunuh diri dari klan Xue. Kutukan telah dilepaskan. Para petinggi menangkal untuk sementara waktu hingga mereka siap kemari. Bukankah senior suka mengejutkan? "ucap Shang Feng.
" Baiklah kalau itu keputusanmu. Pedang dewa ini tetap akan kau gunakan suatu saat nanti, "balas Kaisar Xue Kai mengalirkan kekuatan pada kedua jarinya.
" Aku Kaisar Xue Kai memerintahkan kalian memberikan tanda posisi! "
Suara Kaisar Xue Kai menggema menyebar ke seluruh benua Hanleng dalam bentuk gelombang suara yang hanya di dengar orang yang dituju.
__ADS_1