
Paviliun Tianji.
Ketua Shi Jun merasakan keanehan lantas melihat bola armiler terkejut melihat perubahannya.Beberapa cincin yang mewakili garis bujur dan lintang kalestial berputar tak tentu arah dan memperlihatkan kebingungan. Paviliun Tianji seakan menerima guncangan kecil pertanda sesuatu. Ketua Shi Jun seketika beranjak berdiri.
"Langit telah tertutup! " ucapnya dengan terkejut pergi keluar dari paviliun Tianji.
Gunung Taiyang seakan bercahaya. Awan berkumpul membentuk pusaran. Pangeran Shang Feng memejamkan matanya meneteskan darah di atas monumen kebangkitan. Tulisan yang ada pada monumen mengkilat sebelum lonjakan energi besar membuka formasi raksasa yang perlahan terlihat. Terdapat lima pola lingkaran di sampingnya.
"Keluarkan plakat kalian, " ucap pangeran Shang Feng.
Mereka mengikutinya membuat plakat melayang di udara dan kekuatan keluar dari dalam memenuhi lima lingkaran yang kosong. Ketika lima lingkaran kosong telah terisi, aliran dari masing-masing energi klan bersatu hingga membuat cahaya turun menyinari mereka. Sebuah bangunan megah melayang di balik awan menakjubkan semua orang.
"Kita pergi sebelum dia datang! " ucap pangeran Shang Feng.
Mereka semua melayang melesat menuju langit dipandu oleh cahaya. Awan perlahan-lahan tertutup. Ketua Shi Jun melesat melihat langit yang sebelumnya terbuka kembali tertutup. Dia berdiri melayang di udara.
"Seseorang menutupi rahasia langit. Aku tak bisa merasakan siapa mereka yang berhasil membuka pintu langit, " ucap ketua Shi Jun.
Ketua Shi Jun melihat pilar cahaya yang perlahan naik ke atas. Dia segera menyusulnya berniat masuk ke dalam pilar cahaya namun ditolak. Petir melesat turun menyerangnya.
"Bahkan ranah alam dewa manusia tingkat puncak sepertiku tak bisa melewatinya, " ucap Ketua Shi Jun.
Langit tiba-tiba bergemuruh. Ketua Shi Jun melihat kilatan petir yang berasal dari istana.
"Bodoh!! " ucap ketua Shi Jun melesat kembali ke istana.
Alam rahasia gudang harta dinasti Tianwu.
Mereka telah sampai ditempat dimana gudang harta dinasti Tianwu berada. Bangunan megah layaknya istana yang berdiri di atas awan. Mereka berada di depan pintu.
"Letakkan kembali plakat kalian sesuai dengan nama klan masing-masing yang tertera di pintu, " ucap pangeran Shang Feng.
Mereka menuruti perintah pangeran Shang Feng dengan meletakkan plakat masing-masing klan ke pintu. Pangeran Shang Feng memutar mekanisme membuat suara gerakan terdengar hingga pintu terbuka lebar. Lima plakat klan terjatuh setelahnya. Mereka segera menyimpannya kembali dan mengikuti pangeran Shang Feng masuk ke dalam.
Aula sangat luas menyimpan segala harta beladiri pada zaman dinasti Tianwu. Rak-rak kayu menjulang tinggi berisi buku-buku beladiri. Pangeran Shang Feng memimpin jalan dan ia berhenti pada sebuah meja. Terdapat lima buah buku di atasnya.
__ADS_1
"Ini merupakan lima buku ajaran kunlun klan kalian. Teknik terlengkap. Kalian bisa mencapai ranah dewa manusia tingkat puncak ketika mempelajarinya, " ucap pangeran Shang Feng.
Mereka melihat buku kuno yang ada di depannya. Tangan mereka terulur untuk menyentuhnya kemudian terhenyak hingga kesadarannya ditarik paksa. Pangeran Shang Feng hanya tersenyum ketika melihatnya.
"Kalian akan dibimbing langsung oleh leluhur kalian masing-masing, " gumam pangeran Shang Feng.
Dia melihat sekeliling hingga pandangannya terkunci pada langit-langit aula dimana papan kompas keberuntungan berada.
"Jika aku ingin merebut kembali takhta, aku harus menggerakkan kompas keberuntungan langit, " ucap pangeran Shang Feng menembakkan kekuatannya ke arah kompas tersebut.
Seluruh simbol yang ada pada papan kompas bercahaya hingga jarum perlahan bergerak. Aula sedikir berguncang oleh karenanya.
"Aku pewaris dinasti Tianwu secara sah dan ingin membangkitkan kembali dinastiku! " teriak pangeran Shang Feng.
Jarum kompas keberuntungan berputar cepat hingga sebuah portal muncul. Tak lama kemudian seorang pria berwibawa keluar dari dalamnya.
"Salam hormat kepada leluhur, " ucap pangeran Shang Feng.
Orang tersebut adalah Kaisar Shang Yuan pendiri dari dinasti Tianwu. Dia melihat pangeran Shang Feng menundukkan kepalanya.
"Benar. Aku adalah pewaris terakhir dinasti Tianwu dan mereka keturunan terakhir lima klan bangsawan, " jawab pangeran Shang Feng.
"Keturunan terakhir? " ucap Kaisar Feng Yuan bingung.
"Dinasti besar Tianwu telah runtuh dan terpecah menjadi tiga dinasti. Sekte Tianmen melebarkan sayapnya kembali. Kami hidup dalam persembunyian, " ucap pangeran Shang Feng.
"Lancang! Beraninya mereka menganggu keturunanku!"ucap Kaisar Shang Yuan dengan marah.
Ledakan energi menghempaskan seluruh barang hingga membuat tumpukan buku terbuka untuk sesaat.
"Keturunan lima klan adalah tanggung jawabku dan kau pun sama. Mereka tak bisa dibiarkan! " ucap Kaisar Shang Yuan.
Seberkas cahaya turun dari papan kompas keberuntungan. Bola cahaya tersebut berubah menjadi sebuah permata biru cerah
"Permata suci ini akan membantumu mencapai ranah dewa langit, " ucap Kaisar Shang Yuan memberikannya kepada pangeran Shang Feng.
__ADS_1
Permata tersebut berada di tangan pangeran Shang Feng. Seketika aliran kekuatan besar mengalir keluar dari dalam permata.
"Itu adalah kunci membuka gudang senjata suci pada paviliun pedang, " ucap Kaisar Shang Yuan.
Pangeran Shang Feng tak begitu mengerti mengenai paviliun pedang dan dimana letaknya.
"Paviliun pedang berada di dalam ruangan makamku. Lima klan bisa mengambil senjata suci mereka sendiri. Kau bisa menggunakan pedang Tunggal melawan mereka, " ucap Kaisar Shang Yuan.
Pangeran Shang Feng menganggukkan kepalanya.
"Mereka bisa mencapai ranah dewa langit ketika kau berhasil mencapainya terlebih dahulu. Pencerahan surga milikmu akan membuka jalan menuju langit. Aku hanya secercah jiwa dan akan menghilang, " ucap Kaisar Shang Yuan perlahan-lahan tubuhnya menghilang.
Pangeran Shang Feng melihat permata biru yang ada dalam genggaman tangannya.
"Apakah ini permata legendaris itu? " gumamnya.
Pangeran Shang Feng melihat mereka berlima yang tengah fokus mempelejari teknik klan masing-masing di alam kesadarannya.
"Sebentar lagi teknik manipulasiku akan habis," ucap pangeran Shang Feng sedikit khawatir.
Tak lama kemudian mereka membuka mata dan saling memandang.
"Kami akan setia kepada pangeran dan bersumpah hidup dan mati mengawal pangeran menuju takhta Kaisar!"ucap mereka serempak.
"Mereka adalah teman dan juga saudaramu. Tidak peduli bagaimana sikap dan watak mereka, namun merekalah yang bersedia mati melindungimu"
"Benar apa yang dikatakan oleh ayah angkat. Mereka yang bersedia mati demiku, " gumam pangeran Shang Feng.
"Bangunlah. Kita harus keluar dari aula ini karena ketua paviliun Tianji pasti akan menyadari sesuatu yang salah. Ilmu menipu langit milikku memiliki batas waktu, " ucap pangeran Shang Feng.
Mereka kembali berdiri dan menganggukkan kepala. Pangeran Shang Feng melambaikan tangannya membuat lingkaran formasi tercipta di bawah kaki masing-masing kemudian menghilang. Mereka muncul di depan monumen kebangkitan. Rasi bintang kembali seperti semula dengan langit seakan tampak seperti biasa.
"Kita akan ke makam kekaisaran, " ucap pangeran Shang Feng.
"Baik! " ucap mereka serempak.
__ADS_1