Holy Dynasty Emperor Throne

Holy Dynasty Emperor Throne
Mendatangi Sekte Tianmen


__ADS_3

Satu tahun kemudian.


Pangeran Shang Feng tengah duduk nyaman menikmati udara segar. Dia meminum teh bersandar pada dinding kayu.


"Kau ingin pergi sekarang? " tanya Wei Rong.


"Benar. Aku ingin pergi sekarang, " jawab pangeran Shang Feng.


"Aku ingin ikut denganmu. Membalaskan dendam penghinaan yang telah aku alami di puncak pedang pada saat itu. Biarkan mereka tahu siapa Liu Menyao yang mereka buang pada saat itu, " ucap Liu Mengyao membawa kotak kayu dibelakang punggungnya.


"Aku harus menjaga poros tengah agar benua Shenyun tetap seimbang dan menjaga kekaisaran tetap aman,"ucap Wei Rong.


Kelima bawahan pangeran Shang Feng masuk ke dalam ruangan. Mereka membawa senjata masing-masing.


"Kami siap mengawal! " ucap mereka serempak.


Pangeran Shang Feng menganggukkan kepalanya. Mereka keluar dari ruangan saling berpandangan karena yakin akan kemenangan mereka.


"Kita pergi sekarang, " ucap pangeran Shang Feng.


Pegunungan Shanmai dimana letak sekte Tianmen berada. Dimana daratan bagian ujung timur benua Shenyun. Awan menutupi setiap puncaknya. Samudera tak terbatas mengelilingi sekte Tiamen sebagiannya. Puncak Sunyi dimana tetua agung telah mendengar kabar.


"Tetua halaman luar Chen Duyi tewas? Sepertinya orang-orang tua dunia beladiri benar-benar belum mati. Poros tengah telah dikuasi kembali keturunan Kaisar Shang Yuan, " ucap Teua Agung Chu Guiren.


Tetua Agung mendongak ke langit dimana formasi besar pelindung sekte aktif dan bergetar dibuatnya.


"Halaman luar sepertinya telah terjadi sesuatu, " ucap Tetua Agung.


Halaman luar sekte Tianmen.


Dua orang tetua yang bertanggung jawab atas halaman luar keluar setelah mendengar suara peringatan pelindung aktif.


"Beraninya kalian menyerang sekte Tianmen. Apakah nyawa kalian memang benar-benar tak dibutuhkan lagi?"tanya tetua Yi Xin.


"Pak Tua, apakah kau tak mengingatku? " tanya Liu Mengyao.


Tetua Yi Xin terkejut mendengar suara Liu Mengyao.


"Kau?" ucap tetua Yi Xin.


"Pengkhianat puncak pedang! " ucap tetua Xiu Tao.


"Benar. Aku si pengkhianat itu, " balas Liu Mengyao.

__ADS_1


"Jutaan murid berada di halaman luar. Sepertinya sekte Tianmen benar-benar begitu ketat menyeleksi murid-muridnya, " ucap pangeran Shang Feng.


"Lakukan semaumu. Kau datang kembali membawa bocah-bocah yang tak mengerti kejamnya dunia. Apakah mereka semua muridmu?" tanya tetua Yi Xin.


"Semauku? Baik. Aku akan melakukannya, " ucap pangeran Shang Feng mengangkat jari telunjuknya sejajar dengan dadanya.


Seluruh pedang yang berada di sarung setiap murid halaman luar melesat naik ke langit mencoba menghancurkan formasi pelindung halaman luar dari dalam.


"Pemanggilan pedang! " ucap tetua Yi Xin.


"Benar. Tetua memang memiliki mata yang tajam, " balas pangeran Shang Feng.


Kedua tetua menggabungkan kekuatan mencoba memecahkan pengendalian jiwa yang dilakukan oleh pangeran Shang Feng. Jutaan pedang berbondong-bondong menggabungkan kekuatan mencoba menghancurkan pelindung.


"Hancurr!! "ucap pangeran Shang Feng.


" Pyarrrr!!! "


Kedua tetua terdorong mundur. Pangeran Shang Feng menggerakkan jarinya membuat jutaan pedang mengikuti perintahnya.


"Bagaimana, bukankah murid si pengkhianat itu benar-benar hebat? " tanya pangeran Shang Feng.


"Pengkhianat tetaplah pengkhianat meskipun dia mati dan tulangnya menjadi tanah! " balas tetua Yi Xin membuat segel tangan disusul dengan lima formasi pedang di belakangnya.


"Formasi pedang lima elemen? Aku ingin mengadu siapa yang lebih kuat, " ucap pangeran Shang Feng.


Lima pedang keluar dari formasi melesat ke arah pangeran Shang Feng.


"Huang... " ucap pangeran Shang Feng.


"Mengerti, " jawab Huang Enlai melemparkan tombaknya seketika membelah dirinya menghantam satu per satu pedang menahannya.


"Jika Anda menggunakan pedang, maka aku menggunakan tombak, " ucap pangeran Shang Feng.


Tetua Xiu Tao merentangkan kedua tangannya membuat air bah keluar melesat ke arah pangeran Shang Feng.


"Beraninya melukai Tuanku! " marah Xie Hua menghempaskan kipasnya membuat hembusan angin menghantam gelombang air tersebut.


Percikan api dan suara benda tajam saling bertabrakan terdengar.


"Hancur! " ucap Huang Enlai.


"Duarrr!! "

__ADS_1


Kelima tombak melesat menancap di udara mengelilingi tetua Yi Xin hingga formasi tercipta mengurungnya.


"Formasi pengurungan lima elemen, buka! " ucap Huang Enlai..


"Arkhhh!! " teriak tetua Yi Xin.


Tetua Xiu Tao melihat tetua Yi Xin tewas menoleh sebentar ke arahnya.


"Pergilah, " Perintah pangeran Shang Feng kepada jutaaan pedang untuk pergi ke arah tetua Xiu Tao.


"Apa!" ucapnya terkejut hingga tak sempat menghindar dan dengan terpaksa menutup kedua matanya. Suara dentingan pedang terdengar hingga ia membuka matanya kembali. Jutaan pedang saling beradu satu sama lain. Seseorang datang mengendalikan pedang menahan serangan pangeran Shang Feng.


"Tetua Cheng Xiong ! " ucap tetua Xiu Tao senang. Pangeran Shang Feng menghentikan serangannya memerintahkan pedangnya untuk kembali. Tetua Cheng Xiong adalah tetua halaman dalam puncak pedang.


"Pemanggilan jiwa pedang. Kau memang anak muda berbakat, " ucap tetua Cheng Xiong.


"Muridmu ini juga berbakat, " balas Liu Mengyao.


Tetua Cheng Xiong mendecih sebagai balasan dari ucapan Liu Mengyao.


"Murid pengkhianat puncak pedang. Tentu saja aku ingat," ucap tetua Cheng Xiong.


"Pengkhianat? Sepertinya pertaruhan itu membuat guru tak puas hingga mengusirku dari puncak pedang bahkan ketua sekte memerintahkan pengeluaranku dari sekte. Tapi kotak pedang hadiah pertaruhan ini cukup bagus dan aku sangat menyukainya, " Balas Liu Mengyao.


"Diam! Kau mencuri harta pusaka puncak pedang dan dengan bangganya kau memamerkannya di depanku!"marah tetua Cheng Xiong kepada Liu Mengyao


"Apakah begitu? Bukankah memang peraturannya jika seseorang memenangkan taruhan maka orang tersebut bisa mengambil haknya. Tidak seperti kalian tanpa malu mengambil hakku dengan mengandalkan kekuasaan sebagai seorang tetua " balas Liu Mengyao.


"Lancang! " marah tetua Cheng Xiong memerintahkan ribuan pedang menyerang Liu Mengyao.


Suara pedang melesat menembus angin terdengar jelas. Liu Mengyao memukul kotak pedangnya dan suara derit mekanisme terdengar.


"Pedang Gubai, Pedang Qihei, Pedang Jiangyin, Pedang Xiyu, Pedang Leiyu. Pergilah! " Perintah Liu Mengyao.


Lima pedang melesat menghalau ribuan pedang tetua Cheng Xiong. Tetua Cheng Xiong menekan menambah tekanan kekuatannya.


"Pedang Juexin, Pedang Baiyun, Pedang Touming, Pedang Shabao. Pergilah! "perintah Liu Mengyai tegas.


Empat pedang datang membantu dan menyerang ribuan pedang tetua Cheng Xiong berusaha membuka celah untuk menyerang. Tetua Cheng Xiong membuat gerakan segel tangan hingga puncak pedang mengeluarkan energi besar yang tak terhingga menyelimuti dirinya. Sebuah pedang melesat berada dalam genggaman tetua Cheng Xiong.


" Tebas! "ucapnya mengayunkan pedang membuat bilah pedang melesat ke arah Liu Mengyao.


"Pedang Lieren, Pedang Xinling, Pedang Tianfa. Pergilah!"Perintah Liu Mengyao.

__ADS_1


Tiga pedang melesat keluar dari dalam kotak pedang mengarah ke tetua Cheng Xiong. Tiga pedang yang lebih kuat dari sembilan pedang lainnya. Tetua Cheng Xiong dibuat terkejut akan kemunculan tiga pedang. Liu Mengyao membuat segel tangan dengan cepat.


"Formasi pedang, buka! " ucap Liu Mengyao.


__ADS_2