Holy Dynasty Emperor Throne

Holy Dynasty Emperor Throne
Ancaman


__ADS_3

" Formasi pedang suci membuka langit, buka!"Wei Rong.


Lonjakan energi kuat melesat ke langit membuka formasi raksasa. Pedang raksasa turun dari langit. Lu Chang menatap tajam pedang raksasa tersebut.


"24 pedang suci duniawi klan Xia mampu bersaing dengan senjata dewa. Menghilang secara misterius dan muncul di benua Shenyun. Aku harus kembali mengabarkan mereka, " gumam Lu Chang.


Dia mengangkat pedangnya ke langit meledakkan energi besarnya.


"Teknik pedang transisi! " ucap Lu Chang.


"Boommmm!!"


Ledakan terjadi begitu hebat. Liu Mengyao terpana dengan pemandangan di depannya.


"Sebagai putra raja pedang Liu Bai, aku bukan apa-apa dibandingkan denganmu, " ucap Liu Mengyao.


"Anda harus mempersiapkan diri ke kota suci mencari tahu kematian raja pedang Liu Bai dan hubungan kotak ini, " balas Wei Rong.


Lu Chang menahan tekanan hebat dari pedang suci. Lama ke lamaan ia terdorong hingga terpental jauh.


"Pergi! " perintah Wei Rong.


24 pedang suci melesat memburu Lu Chang.


"Sial! Dia mengusai beladiri pedang yang mumpuni! Aku harus kembali demi mencari Lie'er," maki Lu Chang dalam hatinya.


Ia mengeluarkan token teleportasi yang membuatnya melesat menghilang di udara. Wei Rong memerintahkan 24 pedang suci kembali ke tempatnya.


"Senior punya, " ucap Wei Rong.


Liu Mengyao menerima kotak pedangnya kembali.


"Seharusnya raja Liu Bai pernah mengguncang kota suci pada saat itu. Membawa pusaka klan Xia bukanlah hal yang mudah. Entah apapun motifnya, beliau memiliki alasan tertentu. Hanya dengan memasuki kembali kota suci maka akan memgetaui sesuatu. Tapi klan Luo telah mengetahuinya yang berarti baik klan Luo ataupun klan Xia akan kemari, "ucap Wei Rong.


" Aku mengerti. Umurku memang tua tapi ilmumu benar-benar berguna. Putra raja pedang Liu Mengyao pasti akan ke kota suci! "balas Liu Mengyao.


" Anda bisa pergi ke makam pedang hutan bambu untuk memahami pedang langit ini. Aku membuka dengan paksaan bukan secara alami. Aku yakin Hui Li pasti bisa membantu secara dia penjaga terakhir makam pedang benua Shenyun,"ucap Wei Rong memberikan sarannya.


"Baiklah! Pak tua ini akan belajar mengendalikan 24 pedang suci ini! " balas Liu Mengyao melesat pergi menuju hutan bambu.


Pandangan Wei Rong seketika berubah setelahnya.


"Shang Feng berada di benua Hanleng yang berarti kemungkinan dia bertemu para master suci. Luo Chang datang dan mengetahui kotak pedang beladiri. Sepertinya gejolak konflik mendalam mulai terasa dimulai dari kota suci sendiri. Waktu kematianku telah dekat. Aku merasa tubuh dewa lima elemenku memiliki hubungan dengan dia, bangsawan Huang,"gumam Wei Rong.


Shang Feng tengah berdiri sendirian dimana ia berada di dalam paviliunnya sendiri.

__ADS_1


"Penjara kesadaran jiwa? " gumam Shang Feng.


Seseorang muncul yakni Song Zhuang berdiri berhadapan dengan Shanh Feng.


"Anak muda. Katakan darimana kau berasal? " tanya Song Zhuang.


"Apakah pemimpin akademi datang berkunjung untuk introgasi? " balas Shang Feng kembali bertanya.


Song Zhuang mengangkat lengannya membuat rantai dari berbagai penjuru mengikat tubuh Shang Feng. Aliran energi yang mengalir menekanaliran spiritual.


"Kepada siapa kau berpihak? " tanya Song Zhuang.


"Aku tak berpihak kepada siapapun. Bukankah kita memiliki tujuan yang sama. Pergi ke kota Baoxue, " jawab Shang Feng.


Song Zhuang mengepalkan tangannya membuat tarikan rantai mengencang.


"Katakan dengan jujur atau aku musnahkan jiwamu selamanya! " ancam Song Zhuang.


"Pemimpin akademi yang tak pernah keluar dari puncak tertinggi selama 50 tahun. Memiliki murid bernama Qi Dao yang ditemukan di tepi jurang iblis es. Pergi ke kota Baoxue 10 tahun yang lalu membawa pulang kitab beladiri pelukis jiwa. Pendekar tangguh yang mampu memahami jalan pedang pendekar selatan. Digadang-gadang generasi terbaik yang mampu memimpin benua Hanleng. Beladiri pedang kitab bunga es salju klan Song, "ucap Shang Feng.


Dahi Song Zhuang mengrenyit. Dia memiliki mata tajam.


" Siapa kau sebenarnya, "ucap Song Zhuang dengan nada mengintimidasi.


" Shang Feng! "


"Katakan atau mati! " ucap Song Zhuang.


Shang Feng tersenyum meremehkan. Dia melepaskan ikatan rantai dengan mudah berjalan beberapa langkah mendekati Song Zhuang.


"Tidak ada satupun yang aku takuti. Jalan pedang pendekar salju? Aku bisa melakukan sebaliknya, " ucap Shang Feng melambaikan tangannya membuat naga api muncul mengelilingi tubuhnya.


"Jalan pedang api duniawi, " ucap Shang Feng.


Song Zhuang menatap Shang Feng sebelum menarik kembali teratai es miliknya.


"Mari buat kesepakatan, " ucap Song Zhuang.


Shang Feng melakukan hal yang sama. Dia menarik kembali naga apinya.


"Katakan saja, aku tak menolak ajakan kerja sama, " balas Shang Feng.


"Aku ingin kau berada di pihak akademi pada saat pembukaan reruntuhan ibukota Baoxue. Kedua adalah aku ingin kau pergi ke ibukota menyelidiki pangeran ketujuh, "ucap Song Zhuang.


" Pangeran lumpuh yang hampir mati namun bangun menentang langit? Putra mendiang permaisuri Lin Lang,"tanya Shang Feng memastikan.

__ADS_1


" Benar. Dia memiliki sesuatu yang disembunyikan, "balas Song Zhuang.


" Baik! Aku akan melalukan keduanya. Namun aku memiliki permintaan. Pertama adalah membunuh dekan Song Bojing menggangkat Tetua Agung menjadi dekan. Kedua adalah aku ingin muridmu mati, "ucap Shang Feng.


" Keterlaluan! Aku bisa menuruti permintaan pertamamu. Namun untuk yang kedua aku tak bisa! Dia telah aku anggap sebagai cucuku sendiri, "marah Song Zhuang.


" Dia adalah iblis bukan manusia, "ucap Shang Feng membuat keterkejutan di hati Song Zhuang.


" Tidak! Dia pandai mendalami beladiri pelukis jiwa! Beladiri suci dari surga! "balas Song Zhuang mempertahankan keyakinannya.


" Terserah apa katamu. Aku hanya ingin dekan Song Bojing tewas. Aku akan segera berangkat esok hari,"balas Shang Feng menghilang.


Song Zhuang mengepalkan tangan menahan amarah yang siap meledak kapanpun.


" Tak mungkin dia bertindak gila. Song Bojing masih berguna untukku. Tanpa dia formasi rahasia klan tak bisa digunakan secara sempurna,"ucap Song Zhuang.


Alam nyata.


Pagi cerah mengawali hari bahagia. Shang Feng beranjak bangun dari tempat tidurnya. Dia bersiap untuk pergi ke ibukota kekaisaran.


"Mengirim surat undangan kepada Dia, " ucap Shang Feng.


Kota Haifeng.


Walkota An Bingwen tengah membaca surat dari Shang Feng.


"Akhirnya waktunya telah tiba, "ucap An Bingwen beranjak berdiri. Dia berdiri di teras rumahnya menatap langit untuk beberapa saat sebelum melesat pergi meninggalkan rumahnya.


Dekan Song Bojing berdiri dengan gagah berani bersiap untuk pergi kembali ke akademi.


" Song Bojing! "ucap An Bingwen lantang.


Dekan Akademi mendongakkan kepalanya ketika namanya disebut.


" Hahahaha!! Aku sedikit terkejut kau mengetahui keberadaanku, "ucap Dekan Akademi.


" Seseorang memintaku untuk mencegahmu kembali,"balas An Bingwen.


" Siapa! Katakan atau aku bunuh cucumu! "marah Dekan Akademi.


" Sebelum kau membunuhnya, aku takut kau tak bisa kembali dengan selamat, "balas An Bingwen.


Dekan Akademi mengayunkan pedangnya membuat air melesat ke arah An Bingwen.


" Boommmm!!! "

__ADS_1


Pelindung es tercipta tepat pada saatnya.


"Pedang datang! " perintah An Bingwen


__ADS_2