
Kedua tangannya menyentuh pintu besi tersebut namun sesaat serangan dahsyat menghantam tubuhnya. Kepala kasim datang setelah melihat Wei Rong menerobos pintu besi. Wei Rong menyunggingkan senyum sebelum berbalik.
"Kepala kasim berani mengungkapkan identitasnya,"ucap Wei Rong.
Kepala kasim berdiri dengan wibawanya mengabaikan basa-basi Wei Rong.
"Jika kau ingin keadilan lembah obat? Bergabunglah denganku mencari siapa pelakunya, " ucap kepala kasim.
"Bergabung? Aku lebih percaya pada diriku sendiri, "balas Wei Rong.
Wei Rong mendorong pintu besi menggunakan kedua tangannya. Kepala kasim telau bersiap menggunakan tapak kematiannya.
"Jika tak ingin dinasti ini dalam kekacuan, maka jangan ganggu aku atau Kaisar akan tewas sebelum aku datang,"ucap Wei Rong.
Kepala kasim menyimpan kembali energinya. Wei Rong melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan. Penasihat istana melesat ke arah Wei Rong.
"Banggg!! "
Tubuh penasihat istana terpental ketika mengenai tubuh Wei Rong.
"Tubuhku tak bisa ditembus oleh apapun itu kecuali aku sendiri, " ucap Wei Rong menutup pintu besi.
Penasihat istana tercengang mendengarnya. Kepala kasim melihat penasihat istana termenung segera pergi. Di dalam ruangan kultivasi, Kaisar tengah menanggung hukuman langit. Tubuhnya diselimuti oleh petir yang merusak otot-ototnya. Telah dipastikan Kaisar Feng Yu gagal dalam terobosan menjadi abadi. Jarum akupuntur segera keluar dari lengan Wei Rong menusuk beberapa bagian tubuh Kaisar meminimalisir kerusakan yang diterima olehnya.
"Ketrampilan medis hamba tak sebanding dengan klan utama Mu. Hamba hanyalah keluarga cabang, " ucap Wei Rong.
Kaisar Feng Yu tertawa mendengarnya.
"Aku tahu gadis itu adalah keluarga utama klan Mu. Kesalahanku adalah menutup masa lalu mengenai kehancuran lembah obat, " ucap Kaisar Feng Yu disela-sela menahan rasa sakitnya.
"Hamba hanya ingin masalah lembah obat kembali di buka di pengadilan! " balas Wei Rong.
Tanda yang berada di antara kedua alisnya berkedip menetralkan hukuman surgawi yang diterima oleh Kaisar Feng Yu.
"Yang Mulia tak bisa menjadi dewa. Hukuman surgawi ini adalah peringatan, " ucap Wei Rong.
"Karena leluhurku membantai keturunan lima klan suci?"tanya Kaisar Feng Yu.
"Itu adalah sebab utama namun hal besar tengah menghukum Anda. Beliau lah yang mendapatkan pencerahan dari surga, " jawab Wei Rong.
"Tak kusangka dalam hidupku ini aku memerlukan bantuan seseorang. Terima kasih Tuan Muda lembah obat, " balas Kaisar Feng Yu.
Wei Rong memusatkan energinya pada jarum-jarum akupuntur yang tertancap pada tubuh Kaisar Feng Yu. Aliran energi spiritual memblokir beberapa aliran energi petir yang berniat merobek dantian Kaisar Feng Yu. Teriakan keras ketika Wei Rong memaksa aliran energi petir untuk keluar dari dalam tubuh Kaisar Feng Yu. Penasihat istana mendengar teriakan Kaisar segera membuka pintu besi dan melihat Kaisar yang tengah duduk bermeditasi dengan Wei Rong menyimpan kembali jarum-jarum akupunturnya.
"Ada apa penasihat istana? " tanya Kaisar Feng Yu.
Penasihat istana mendengar suara akrab tersebut segera menoleh dan membungkukkan badannya.
__ADS_1
"Hamba hanya ingin memastikan Yang Mulia baik-baik saja, " ucap penasihat istana.
Kaisar beranjak berdiri. Dia berjalan ke luar ruangan melewati penasihat istana begitu saja. Wei Rong berhenti sebentar ketika berhadapan dengan penasihat istana.
"Lebih baik secara adil menjadi musuh daripada memanipulasi kekuatan bawahan Tuannya, "ucap Wei Rong melangkah pergi.
Penasihat istana hanya melihat sekilas sebelum senyuman dingin terlintas. Kaisar berada di ruangan kerjanya mendengar laporan bawahan yang terburu-buru membuatnya penasaran.
" Ada apa? "tanya Kaisar Feng Yu.
" Lapor! Yang Mulia Permaisuri telah diculik dan sungai Qingche banjir besar! "
Kaisar Feng Yu seketika beranjak berdiri ketika mendengarnya.
"Cepat bawa walikota Xiao kemari! " perintah Kaisar Feng Yu.
Beberapa saat kemudian walikota Xiao Shen datang menghadap. Kaisar menatap tajam ayah mertuanya sendiri.
"Tidak mungkin bagi seorang musuh menculik Permaisuri di kawasan teramannya, " ucap Kaisar Feng Yu.
"Mohon ampun Yang Mulia. Fang'er menghilang setelah perjamuan selesai dan tidak ada satupun jejak ditemukan. Hamba kebingungan karena tak ada satupun musuh terlihat dan terdeteksi, " ucap walikota Xiao Shen.
Kaisar hanya diam mendengar alasan walikota Xiao Shen. Matanya menyipit ketika mengingat ucapan ketua paviliun Tianji dan kabar akan sungai Qingche yang meluap.
"Pergi! Tangkap ketua suku Qingshui dan bawa dia kemari! " perintah Kaisar Feng Yu.
"Yang Mulia. Banjir besar belum pernah terjadi pada sungai Qingche. Suku Qingshui terisolasi dari dunia luar dan tidak bisa dilalui dari segala arah, " ucap seorang prajurit pasrah dan tak berdaya.
Kaisar dengan marah menggebrak meja cukup keras mendengar ucapan bawahannya.
"Perintahkan seluruh kota menutup akses masuk! Dan perintahkan paviliun kebebasan mengirimkan orang!"perintah Kaisar Feng Yu.
Prajurit tersebut buru-buru berdiri melaksanakan perintah Kaisar Feng Yu. Walikota hanya diam tertunduk lesu.
"Kembalilah dan tunggu kabar baiknya, " ucap Kaisar Feng Yu kepada walikota Xiao Shen.
"Baik. Hamba berterima kasih atas kemurahan hati Yang Mulia, " balas walikota Xiao Shen beranjak pergi undur diri.
Kaisar Feng Yu memuntahkan seteguk darah segar. Wei Rong buru-buru mengusapinya.
"Hampir seluruh otot Yang Mulia robek. Dantian terancam akibat aliran petir surgawi yang memberontak. Hamba tak bisa mengeluarkan segalanya karena keterbatasan ketrampilan, " ucap Wei Rong.
Kaisar Feng Yu duduk menghela nafas panjang. Mendengar ucapan Wei Rong membuatnya tertawa geli.
"Dimana gadis itu? " tanya Kaisar Feng Yu.
"Hamba tak mengetahuinya. Kemungkinan berada di kota Meili melihat perjamuan. Akan tetapi hamba telah menghubunginya untuk segera kembali, " jawab Wei Rong.
__ADS_1
Seorang wanita masuk ke dalam ruangan. Dia adalah Lian Xiang.
"Hormat kepada Yang Mulia, " ucap Lian Xiang.
Kaisar Feng Yu menganggukkan kepalanya mendengar penghormatan Lian Xiang.
"Kau kembali dengan cepat? " tanya Wei Rong.
"Tentu saja. Jika tidak kepalaku akan terlepas, " jawab Lian Xiang berjalan mengecek kondisi tubuh Kaisar Feng Yu.
"Ini adalah karma keturunan dari langit. Melalui petir surgawi untuk memberikan hukuman. Aku bisa mengeluarkan sepenuhnya sisa-sisa energi yang ada di dalam tubuh asalkan Yang Mulia memenuhi syarat hamba, " ucap Lian Xiang.
"Katakan. Apa syarat yang kau inginkan? "tanya Kaisar Feng Yu.
" Jaminan hamba untuk tetap selamat dan hidup di dalam istana. Tidak terpengaruh ataupun terancam dari siapapun di istana, "jawab Lian Xiang.
" Baik. Aku akan memenuhi syaratmu, "balas Kaisar Feng Yu.
Kotak ilahi jarum akupuntur terbuka dan dengan jemarinya yang cantik membuat beberapa jarum akupuntur mengikuti arahnya. Dengan tatapan mata phoenix, Lian Xiang menancapkan satu per satu jarum akupuntur ke dalam tubuh Kaisar Feng Yu.
" Hamba akan menggunakan api ilahi untuk melawannya, mohon Yang Mulia menahannya,"ucap Lian Xiang.
Ujung jemari Lian Xiang mengeluarkan api berwarna putih berikut dengan setiap jarum akupuntur yang tertancap pada tubuh Kaisar Feng Yu. Aliran energi petir surgawi terdorong keluar berusaha bertarung dengan menggunakan energi ilahinya. Lian Xiang menyunggingkan senyum ketika merasakan desakan kekuatan surgawi dari hukuman petir. Lian Xiang membuka telapak tangannya menekuk tiga jari dan mendorongnya membuat Kaisar merasakan sakit luar biasa disekujur tubuhnya. Jarum-jarum akupuntur bergetar hebat. Lian Xiang memejamkan matanya.
"Mohon pangeran membantu hamba, " gumam Lian Xiang.
Seakan mendapatkan kekuatan misterius, Lian Xiang dialiri oleh api disekujur tubuhnya. Api dua warna milik klan Huo. Lian Xiang dengan pelan mengalirkan api dua warna ke dalam jarum-jarum akupuntur membuat tiga api surgawi saling membantu mendorong petir surgawi keluar.
"Hancur! " ucap Lian Xiang.
Sisa-sisa energi petir surgawi menghilang dengan Kaisar Feng Yu dalam kondisi lemah. Wei Rong segera membantu Kaisar untuk duduk lebih baik. Lian Xiang mendekat melihat kondisi lebih lanjut Kaisar Feng Yu.
"Sebenarnya Yang Mulia bisa menjadi dewa, namun hamba merasa bahwa sesuatu yang tinggi tidak merestui. Kondisi Yang Mulia sangat lemah. Pemulihan, aku berharap aku mampu melakukannya. Namun lebih baik Yang Mulia segera menyiapkan segala hal lainnya,"ucap Lian Xiang.
Kaisar Feng Yu bersender pada kursi. Mendengar ucapan Lian Xiang dia tahu.
"Aku berhutang pada klan Mu, " ucap Kaisar Feng Yu.
"Hamba hanya ingin Yang Mulia bertahan setelah putra mahkota kembali dari medan perang, " balas Lian Xiang.
Kaisar Feng Yu tertawa kecil ketika mendengarnya. Dia merapikan kembali posisi duduknya.
"Kau ingin menggunakanku untuk menekan mereka? Kau memang benar-benar cerdas, " ucap Kaisar Feng Yu.
"Hamba memang cerdas. Begitupun Yang Mulia bahkan berani menelan dua pil surgawi sekaligus pada waktu krisis demi menghalanginya menjadi abadi, " balas Lian Xiang
"Hahh.... Aku memang ceroboh. Sekarang hanya menunggu ajal sembari mengendalikan keadaan. Jika kau ingin balas dendam, maka kau bisa membunuhku sekarang. Namun jika kau ingin mencegah bencana sembari balas dendam dengan mereka, pergilah temui raja perang Ming Xing dikota perang. Kau akan mengetahui sesuatu, " ucap Kaisar Feng Yu.
__ADS_1
"Hamba mengerti, " balas Lian Xiang.