Holy Dynasty Emperor Throne

Holy Dynasty Emperor Throne
Dewa Pelindung Lembah Hantu


__ADS_3

"Teknik pedang semesta penakluk dunia! " ucap Qin Li.


Seluruh pedang membantu pedang Yin-Yang menahan pedang neraka untuk turun. Api berkobar dimana-mana. Semuanya tengah larut dalam tekniknya masing-masing.


"Klan Ye adalah dewa pedang sesungguhnya!!" teriak Qin Li membuat dorongan pedang Yin-Yang memaksa pedang neraka mundur bahkan hancur.


"Boommmm...!!! "


Ledakan dahsyat terjadi pedang neraka hancur berkeping-keping. Qin Li segera meraih pedangnya membunuh satu per satu raja hantu yang tersisa.


"Arkhhh..!! "


"Ampunnn!!!"


"Aku bisa menjadi budakmu!!! "


"Tolong! lepaskan aku!!!"


Qin Li seakan tuli mendengar permohonan mereka. Tebasan ia layangkan setiap dia melangkah. Sembilan raja hantu telah tewas di tangannya. Qin Li dengan tatapan dingin menatap mayat-mayat di bawahnya.


"Apa! " ucap Xing Yun terkejut.


"Kau tak akan bisa mengetahui rahasia lima klan kuno hingga kau mati! " balas kepala kasim membuat gerakan tangan hingga energi spiritual kematian yang ada di dalam tubuhnya menguar secara hebat membentuk visual tubuh manusia raksasa. Kedua telapak tangannya bersatu berikut dengan munculnya 1000 telapak tangan disekitarnya.


"Meskipun aku mati dibawah ilmu kematian tak berjejak milikmu aku tak masalah. Teknik tubuh baja 1000 tapak kematian tak kalah dengan teknikmu! " ucap kepala kasim.


"Baik kalau itu kemauanmu! " balas Xing Yun.


Tubuhnya mengeluarkan energi spiritual kematian berwarna merah pekat. Layaknya uap darah mengelilinginya mengandung sifat korosif luar biasa.


"Serang! " ucap kepala kasim disusul dengan tapak kematian turun dari langit.


Uap merah menyebar ke segala arah membentuk tangan raksasa menyambar segala serangan telapak tangan kematian milik kepala kasim.


"BOOMM....!! BOOMMM!!!"


Kepala kasim menyatukan kedua telapak tangannya hingga sebuah telapak tangan raksasa melesat dengan kecepatan tinggi mengarah ke arah Xing Yun.


"Apa! " ucapnya terkejut.


"BOOOMMM!!! "


"BOOMMM!!"

__ADS_1


"BOOMMM!!! "


Xing Yun mengalami serangan beruntun tapak kematian kepala kasim. Nafas kepala kasim terengah-engah setelah mengeluarkan begitu banyak energi spiritual.


"Apakah ini, teknik tubuh baja 1000 tapak kematian,"ucap seseorang disusul dengan serangan mendadak ke arah kepala kasim terkejut hingga tak bisa menghindarinya.


"Bommmmm!!! "


Seseorang berdiri di depan kepala kasim. Qin Li yang tak sempat bergerak tercengang akan kedatangan orang tersebut.


"Namo Amituofo" ucap seseorang dengan lembut.


"Guru besar? " ucap kepala kasim.


Biksu Tang Zhou berdiri membawa tongkat dengan tangan di depan dada.


"Guru besar kuil Shengxin datang? Aku benar-benar tak menyangka. Apakah dendam kuil Shengxin dengan lembah hantu telah dilupakan?"


"Semuanya telah ditakdirkan. Saudara Shi datang kemari bukan tanpa alasan, " balas biksu Tang Zhou.


Orang yang disebut biksu Tang Zhou adalah Shi Chao. Salah satu anggota klan Shi.


"Saudara Shi datang dari jauh mengapa tak langsung ke istana? " tanya biksu Tang Zhou.


Qin Li menghampiri kepala kasim yang kelelahan. Mereka menatap Shi Chao dengan pandangan rumit.


"Ternyata dia, dewa yang dimaksud" ucap Qin Li.


"Aku tak menyangka klan Shi yang jauh selain ketua paviliun Tianji, ternyata ada dia yang melindungi lembah hantu," balas kepala kasim.


"Sepertinya sesuatu menarik perhatian klan Shi yang ada di dalam lembah hantu. Apakah kepala kasim tahu apa itu? " tanya Qin Li.


Kepala kasim menggelengkan kepalanya tak mengetahui apa yang diincar oleh klan Shi pada lembah hantu.


"Mari selesaikan pertemuan ini, " ucap biksu Tang Zhou.


Shi Chao segera mengeluarkan pedangnya membuat ribuan formasi pedang tercipta dibelakangnya berputar berlawanan arah jarum jam. Atas perintahnya ribuan pedang tersebut melesat ke arah biksu Tang Zhou. Melihat ribuan pedang mengarah kepadanya, dia dengan lembut mengucapkan mantra menghentakkan tongkatnya hingga bayangan Buddha raksasa tercipta menyelimuti tubuhnya.


"Namo Amituofo... "


Tangan Buddha menghalau serangan ribuan pedang yang datang. Dentingan pedang terdengar hingga banyak pedang berjatuhan. Shi Chao menggertakkan giginya ketika pedangnya tak ada yang berhasil mengenai biksu Tang Zhou sedikitpun.


"10.000 putaran pedang dunia! " ucap Shi Chao.

__ADS_1


Lingkaran berlapis dibelakangnya menembakkan pedang dari segala arah hingga berjumlah ribuan yang tak akan mampu dibendung hanya dengan satu tangan Buddha. Kepala kasim hendak menggunakan teknik tubuh bajanya namun dihentikan oleh Qin Li. Biksu Tang Zhou yang menyatukan kedua telapak tangannya sebelum ia buka dan rentangkan tangannnya. Aliran kekuatan spiritual luar biasa keluar dari tubuhnya.


"1000 tangan Buddha! " ucap biksu Tang Zhou disusul dengan aliran kekuatan spiritual memadat berubah menjadi tangan Buddha yang berjumlah 1000 dengan kedua tangannya dalam posisi mudra Abhaya.


Tangan-tangan Buddha menghancurkan ribuan pedang dunia milik Shi Chou secara bergantian hingga berbagai ledakan terjadi di mana-mana. Qin Li maupun kepala kasim sangat terpana akan pertarungan tersebut.


"Teknik tapak Buddha! " ucap Biksu Tang Zhou hingga tapak tangan raksasa melesat menghantam tubuh Shi Chao membuatnya terluka parah. Seteguk darah keluar dari mulutnya ketika terkena serangan tersebut. Shi Chao menatap nyalang biksu Tang Zhou yang dibalasnya dengan senyuman. Shi Chao buru-buru pergi meninggalkan mereka.


"Brukkk!! "


Kepala kasim bersujud di kaki biksu Tang Zhou. Dia menangis tersedu-sedu.


"Manusia ini memohon ampun kepada guru... " ucap kepala kasim.


Biksu Tang Zhou menyentuh rambut kepala kasim membantunya berdiri.


"Biarlah yang lalu berlalu," ucap kepala kasim.


"Izin bertanya kepada guru besar. Mengapa klan Shi melindungi lembah hantu? " tanya Qin Li.


"Karena di dalam lembah inilah hidup salah satu hewan mistik yang memiliki api ilahi. Lembah hantu terhubung dengan dunia magma gunung api abadi. Dia pasti menginginkan makhluk itu, " ucap biksu Tang Zhou.


"Kau bisa kesana, aku harus kembali ke istana terlebih dahulu, " ucap kepala kasim berpamitan kepada Qin Li maupun biksu Tang Zhou.


Qin Li melihat murid-murid lembah hantu yang tersisa dari pertarungan sebelumnya.


"Mereka adalah jiwa yang tertahan di dunia ini. Lembah hantu telah hancur semenjak dahulu, klan Shi lah yang menghancurkannya begitupun merekalah sang penyelamat, " ucap biksu Tang Zhou mengangkat telapak tangannya seketika cahaya terang menyinari seluruh lembah hantu dan murid-murid yang merupakan jiwa tertahan seketika tercerahkan dan menghilang menuju alam selanjutnya.


"Aku akan kembali. Jaga dirimu baik-baik, " ucap biksu Tang Zhou pergi.


Qin Li menganggukkan kepalanya. Pemandangan lembah hantu berubah setelah tercerahkan oleh biksu Tang Zhou.


"Seharusnya pintu masuk dunia magma yang dimaksud berada di dasar pagoda, " ucap Qin Li melesat ke arah pagoda tersebut dan langsung menembus ke dasarnya. Energi spiritual berkumpul di tangannya meninju tanah tersebut hingga retak dan terlihat aliran magma dengan hawa panas luar biasa. Qin Li turun mendarat di tanah.


Menyusuri aliran magma tersebut hingga menemukan tulang-belulang manusia dan beberapa sisa-sisa lembaran buku teknik.


"Inikah dasar jurang darah dari lembah hantu? 10 raja hantu bunuh diri dengan menjatuhkan dirinya. Sepertinya, klan Shi lah yang memulai konflik hingga lembah hantu dijuluki perguruan pengkhianat, " ucap Qin Li mengambil lembaran judul buku tertulis "Keputusasaan Akan Dunia" yang merupakan induk segala macam teknik lembah hantu termasuk lima daftar teknik terkuatnya.


"Teknik pedang kekosongan raja kedua, " gumam Qin Li membuang lembaran kedua dari halaman pertama ke dalam aliran magma


Ia meneruskan berjalan menyusuri aliran sungai magma. Langkahnya terhenti ketika melihat seekor burung yang diselimuti oleh api tengah menangkupkan sayapnya seperti tertidur di atas batu. Terdapat aksara kuno pada segel yang mengelilinginya. Qin Li mendekatinya menyentuh segel tersebut yang seperti air.


"Apakah ini burung vermilion yang dikatakan oleh Yang Mulia? Dari segel disekitarnya sepertinya dibuat khusus menggunakan delapan trigram. Aku akan mencoba membukanya. Seharusnya hewan mistik memiliki tempramen baik, " ucap Qin Li membuat segel tangan mengaktifkan formasi delapan trigram hingga cahaya masing-masing garis dan simbol Yin-Yang berpusat pada burung vermilion aktif.

__ADS_1


__ADS_2