
Kaisar Cai Jin menyipitkan matanya ketika melihat sesuatu keanehan terjadi pada dalam tubuh pangeran Shang Feng. Jantungnya berdetak lebih cepat dengan energi qi yang kacau balau mengalir ke seluruh pembuluh darahnya.
"Gawat! Dia termakan oleh iblis hati! " ucap Kaisar Cai Jin melesat bersama lainnya ke arah pangeran Shang Feng. Dia membuat segel tangan. "Teknik penyegelan hati!"ucap Kaisar Cai Jin membuka telapak tangannya berusaha menyentuh punggung pangeran Shang Feng.
"Sedikit lagi, " batin Kaisar Cai Jin.
Hempasan energi kuat memaksa ketiga Kaisar mundur. Energi meluap-luap dari tubuh pangeran Shang Feng. Xu Zian tertawa menatap pangeran Shang Feng yang dilanda oleh kemarahan.
"Serang!.. Serang!! Akuu!! " ucap Xu Zian berseru.
Pangeran menyatukan kedua tangannya membuat tubuh dewa tertinggi miliknya muncul. Delapan lengan terbuka semuanya. Xu Zian mengangkat pedangnya ke atas membuat wujud spiritual tubuhnya muncul. Kedua wujud raksasa saling berhadapan.
"Bukan iblis hati! " ucap Kaisar Ding Feng menyangkal pernyataan. Kaisar Cai Jin mengamati dengan seksama apa yang terjadi pada tubuh pangeran Shang Feng.
"Tebas! " ucap pangeran Shang Feng mengayunkan pedangnya. Xu Zian melakukan hal yang sama. Tabrakan kekuatan menyebabkan fluktuasi energi.
"Beraninya kau mengancamku! " marah pangeran Shang Feng menatap tajam Xu Zian.
"Kau memang makhluk rendahan yang beruntung mendapatkan tubuh dewa! " balas Xu Zian.
"Akan aku bunuh kau dengan tanganku sendiri!! " marah pangeran Shang Feng. Dia membuat segel tangan. "Formasi Penghancuran! " ucapnya disertai lingkaran formasi menembakkan berbagai kekuatan ke arah Xu Zian.
Xu Zian mengusap pedangnya mengangkatnya ke atas. "Teknik Pedang Pelahap Segalanya!" ucapnya mengayunkan pedang menahan serangan pangeran Shang Feng. Xu Zian meneteskan darahnya pada mata iblis membuat mata iblis raksasa muncul mengeluarkan hawa pembunuhan serta kesesatan dunia menatap tajam ke aran pangeran Shang Feng.
"Mata Iblis darah, buka! " ucap Xu Zian.
Mata iblis memancarkan energi alam iblis melesat ke arah pangeran Shang Feng. Dia segera menggabungkan kedua tangannya kembali. "Tubuh dewa tertinggi: Teknik Pertahanan Mutlak! "
"Itu adalah mata iblis! " ucap Kaisar Cai Jin terkejut. Mereka saling memandang satu sama lain. Kaisar Xue Kai dan Kaisar Ding Feng berada di belakang Kaisar Cai Jin menyatukan kedua tangannya. "Teknik Pembalikan Api Surgawi!" ucap mereka serempak. Kedua api saling bergabung mengeluarkan kekuatan dahsyatnya. Kaisar Cai Jin membuat segel tangan.
"Delapan roda takdir membuka kebenaran mengalahkan kejahatan! " ucap Kaisar Cai Jin disusul dengan piringan raksasa berlapis delapan muncul di belakangnya. Kaisar Xue Kai dan Kaisar Ding Feng menyalurkan gabungan api miliknya ke tubuh Kaisar Cai Jin. Delapan roda takdir diselimuti kobaran api. Kaisar Cai Jin memejamkan matanya sejenak mengalirkan api dan mengendalikannya. "Teknik Roda Hukuman Pendosa! " ucap Kaisar Cai Jin. Seketika ledakan kekuatan menuju mata iblis yang terbuka. Xu Zian melihatnya menatap tajam. Dia mengerahkan kekuatannya secara besar-besaran."Pengorbanan Jiwa Berdarah! "ucap Xu Zian.
Asap merah yang mengandung korosif menyebar ke segala arah. Kaisar Xue Kai membuat dinding perlindungan dari es.
" Kita seakan melawan dewa sesungguhnya,"ucap Kaisar Ding Feng.
Pangeran Shang Feng menatap tajam Xu Zian seakan amarahnya siap meledak kapanpun itu. Dia mengingat hal yang terjadi sebelumnya.
"Kau pantas mati!! " teriak pangeran Shang Feng.
Kekuatan aneh menyelimuti tubuh pangaran Shang Feng. Kekuatan yang tak terbatas dan tak memiliki kesesuaian aturan alam semesta. Bukan kekuatan suci maupun iblis. Pangeran Shang Feng membuat segel tangan seketika delapan lengannya telah memegang pedang dewa. Ketiga Kaisar terkejut untuk kesekian kalinya begitupun Xu Zian.
"Tubuh dewa tertinggi: Wujud 8 Pedang Dewa Kaisar Duniawi! " ucap pangeran Shang Feng.
__ADS_1
"Cai Jin! "ucap Kaisar Ding Feng berusaha meminta kejelasan.
Pedang dewa es Xue Kai, Pedang Karma Kaisar Ding Feng, Pedang Takdir Kaisar Cai Jin, Pedang Matahari Kaisar Yang Tingguang, Pedang Bintang Kaisar Zhang Yusheng, Pedang Bulan Kaisar Xin Dong, Pedang Pembelah Langit Kaisar Tian Gui dan Pedang Tunggal Kaisar Shang Yuan. Delapan pedang dewa muncul.
"Tidak! Itu bukan pedang nyata. Itu sisa jiwa yang dikumpulkan, " ucap Kaisar Cai Jin.
"Siapa yang mengumpulkan 8 pedang dewa. Tidak mungkin Dia!, " balas Kaisar Ding Feng.
"Seberapa banyak rahasiamu! " teriak Xu Zian.
Pangeran Shang Feng mengabaikan amarah Xu Zian. Dia membuat segel tangan seketika ledakan energi kuat menghempaskan ketiga Kaisar.
"Satu pedang dewa membelah langit menciptakan keadilan membantai pendosa. "Teknik Tebasan Penghukum Iblis! " teriak pangeran Shang Feng. Formasi besar tercipta dengan gabungan delapan pedang dewa membuat pedang raksasa keluar dari dalam formasi. Xu Zian tengah bersiap melawannya. "Teknik mata iblis pemusnah! " ucap Xu Zian.
Mata iblis melancarkan sinar merahnya menghantam serangan pedang raksasa tersebut. Kekuatannya beradu.
"Tidak akan ada kehidupan jika tak berakhir dan tak akan ada yang baru tanpa permulaan. Kekacauan adalah hal yang tak bisa diatur karena kekacauan adalah sumber penciptaan! " ucap pangeran Shang Feng. Kristal biru melayang di udara. Ketiga Kaisar terkejut akan kemunculan kristal tersebut.
"Kristal biru abadi Kaisar Shang Yuan! " ucap mereka serempak. Kristal biru tersebut mengeluarkan kekuatan energi kekacauan yang menyebabkan ruang hampa terguncang. Keduanya tak memerdulikan hal tersebut. Seberkas cahaya muncul menyerang mata iblis hingga membuat teriakan kesakitan terdengar dari Xu Zian. Mata kirinya telah terluka hingga mengeluarkan darah menbuatnya tak bisa membuka matanya kembali. Teriakan nyaring terdengar keras dari Xu Zian. Pangeran Shang Feng mundur setelah serangan mendadak tersebut.
"Beraninya alam iblis menganggu alam manusia-ku!"ucap bola cahaya terang melayang di udara. Xu Zian menatap bola terang tersebut. "Siapa kau! Beraninya ikut campur urusanku! "marah Xu Zian. Bola cahaya terang perlahan-lahan bersinar membentuk wujud seseorang raksasa yang diselimuti oleh energi emas.
" Kaisar Shang Yuan! "ucap ketiga Kaisar terkejut.
Xu Zian menatap tajam Kaisar Shang Yuan meskipun dia terluka. Mata iblis mengalami pendarahan.
" Kaisar Shang Yuan!! Kau membutakan kedua mataku. Apakah kau tak takut alam manusia akan musnah! "ucao Xu Zian.
" Alam manusia akan mempunyai pemimpin baru yang akan membawa kejayaan bagi umat manusia. Peradaban kuno tujuh Kaisar telah musnah dan digantikan dengan era yang baru. Mengapa aku harus takut denganmu jika aku bisa membunuhmu, "balas Kaisar Shang Yuan.
" Lakukan jika kau berani! "teriak Xu Zian.
Kaisar Shang Yuan membuka telapak tangannya seketika sinar cahaya melesat ke arah Xu Zian membakar tubuhnya. Teriakan kesakitan nyaring terdengar.
" Teknik cahaya hukuman pendosa, "ucap Kaisar Shang Yuan
Tubuh Xu Zian menghilang. Kaisar Shang Yuan menangkap jiwa iblis dan pedang iblis darah.
" Arkhhhh!!! "teriak pangeran Shang Feng.
Dia menyatukan kedua tangannya menggunakan tubuh dewa tertinggi serta delapan pedang dewa mencoba menghancurkam segalanya.
" Delapan jalan pedang menuju surga menggunakan pedang mengguncang alam. "Teknik delapan pedang dewa menembus surga! " ucap pangeran Shang Feng.
__ADS_1
Delapan pedang dewa melesat ke segala penjuru mencoba menghancurkan ruang hampa.
"Kaisar Shang! " ucap mereka melihat kegilaan pangeran Shang Feng.
Kaisar Shang Yuan membuka telapak tangannya menyinari tubuh pangeran Shang Feng dengan cahaya emasnya. Formasi besar tercipta di bawah kaki pangeran Shang Feng. Rantai emas muncul mengikat kedua tangan dan kakinya membuat tak bisa bergerak leluasa. Pangeran Shang Feng mengamuk.
"Kembali!" perintah Kaisar Shang Yuan. Delapan pedang kembali melayang di atas formasi mengelilingi pangeran Shang Feng.
"Segel! " ucap Kaisar Shang Yuan.
Delapan pedang dewa mengalirkan kekuatannya pada formasi kemudian aliran kekuatan tersebut mengalir pada rantai emas yang menenangkan pangeran Shang Feng menyegel energi kekacauan yang meledak dalam tubuhnya.
"Pergi! " perintah Kaisar Shang Yuan.
Tiga pedang Kaisar kembali kepada pemiliknya sedangkan pedang lainnya menghilang.
"Delapan pedang dewa yang kalian lihat padanya adalah energi yang aku kumpulkan pada kristal biru. Dia telah melihat sebagian asal-usul dan merasakan energi kekacauan. Kemarahannya membuat energi kekacauan meledak dan memanggil jiwaku yang ada pada kristal biru, " ucap Kaisar Shang Yuan.
"Jadi Anda telah memprediksinya? " tanya Kaisar Cai Jin.
"Benar. Satu langkah demi satu langkah telah aku siapkan ketika pada saat awan gelap tiba dan detik-detik kehancuran peradaban kuno, aku dan Kaisar Tian Gui menemukan ramalan yang tertulis pada sebuah batu bening di pulau terlarang. Kami berdua diperlihatkan oleh Lan Shaoqing mengenai ramalan itu. Peperangan Kekaisaran Selatan dan Utara terjadi begitu sia-sia karena alam manusia akan tetap hancur karena lima dewa telah lenyap, " jawab Kaisae Shang Yuan.
"Tapi sekarang keadaanya berubah tak sama seperti dahulu. Peperangan akan terulang kembali, " ucap Kaisar Ding Feng.
"Aku tahu itu. Selama Lan Shaoqing bangun dari tidur abadinya maka semuanya bisa dicegah. Energi tak beraturan mengerikan tersebut adalah energi kekacauan asal-usul penciptaan dunia dan alam manusia terkikis oleh energi tersebut setiap tahunnya, " ucap Kaisar Shang Yuan.
"Lima dewa pelindung umat manusia lenyap. Apakah alam manusia benar-benar akan musnah? " tanya Kaisar Ding Feng.
"Tidak karena takdir telah mengaturnya, " jawab Kaisar Shang Yuan melihat ke arah Kaisar Xue Kai.
"Aku mengerti, " balas Kaisar Xue Kai.
"Aku titip Shang Feng. Pimpin dia menjadi Kaisar Wilayah Selatan. Aku tahu orang-orang dari alam lain menyusup dan kemungkinan Kekaisaran Utara telah memiliki penerus yang kuat sama seperti Shang Feng. Kota Suci tak lagi sama seperti dahulu. Konflik internal dan berbagai kekuatan baru muncul. Biarkan dia memilih karena aku hanya menuntunnya bukan menentukan takdirnya, " ucap Kaisar Shang Yuan.
"Apakah kota suci berdiri hingga sekarang karena Anda, Kaisar Tian Gui dan Pendiri kota Suci? tanya Kaisar Cai Jin.
" Aku dan Kaisar Tian Gui mengorbankan diri hingga tak memiliki tubuh fisik yang tersisa. Keabadian kami telah diberikan kepada Lan Shaoqing dan ramalan tersebut,"jawab Kaisar Shang Yuan.
" Kami mengerti. Takdir tak bisa diubah harus dilakukan untuk yang terbaik, "balas Kaisar Cai Jin.
Wujud Kaisar Shang Yuan menghilang dan kristal biru masuk ke dalam tubuh pangeran Shang Feng kembali. Semuanya berubah. Pangeran Shang Feng jatuh dari ketinggian dengan lambaian tangan Wei Rong membuatnya melayang di udara dengan perlahan masuk ke dalam istana berbaring di ranjang besar bersama dengan permaisuri Jia Mei dan Ratu Xi Shi.
" Guru, luka ratu Xi Shi memiliki energi jahat. Murid ini hanya bisa menekannya untuk sementara. Sedangkan untuk Permaisuri... Hanya papan es abadi itu yang bisa menyelamatkannya untuk saat ini, "ucap Lian Xiang.
__ADS_1
"Hanya ada dua obat yang bisa menyembuhkan keduanya. Teratai abadi 1000 reinkarnasi atau teratai karma empat kelopak. Shang Feng hanya bisa memilih untuk siapa diberikannya. Teratai karma bisa memulihkan jiwa dan menyehatkannya kembali namun harus menanggung takdir buruk setiap manusia dan kehidupannya tak lepas dari kesengsaraan hingga akhir hayatnya atau teratai abadi bisa memulihkan jiwa dan menyehatkan fisik tanpa efek samping apapun karena memiliki energi kehidupan luar biasa dari gunung Kunlun," ucap Wei Rong.
"Pilihan yang sulit. Apakah dia akan memilih kekasih atau ibundanya sendiri, " balas Liu Mengyao.