Holy Dynasty Emperor Throne

Holy Dynasty Emperor Throne
Pelatihan Struktural Dan Sistematis


__ADS_3

Air tiba-tiba muncul membasahi arena memadamkan api Qian Fengge secara perlahan-lahan. Tubuh Shang Feng terlihat penuh luka bakar yang perlahan-lahan sembuh.


"Menipu mereka dan melihat wajahnya sungguh menyenangkan, " batin Shang Feng tersenyum.


Suara gemericik air terdengar. Gumpalan air mengitari Shang Feng yang tak lama kemudian membentuk wujud seekor ikan mas. Shang Feng membuka kedua matanya beranjak berdiri. Dia merenggangkan tubuhnya dengan santai.


"Lompat ke langit!! " teriak Shang Feng.


Ikan mas tersebut melompat ke udara disertai fenomena aneh di langit. Awan memiliki celah lingkaran.


"Yah meskipun ini hanyalah refleksi wujud spiritual naga setidaknya dia benar-benar memiliki garis keturunan naga. Hanya saja belum melompati gerbang naga sesungguhnya, " ucap Shang Feng.


Ikan mas tertelan oleh awan hitam. Hujan turun dengan deras tanpa henti. Tetua Agung mendongak ke langit. Dia tanpa ditemani Dekan Akademi. Raungan naga terdengar melengking. Ikan mas berubah menjadi seekor naga raksasa dengan tubuh memanjang keluar dari langit. Shang Feng melesat berdiri di atas Long Yu.


"Senior, maafkan aku karena pamer. Tapi izinkan aku mengalirkan energi senior Ying Ke memperkuat sisik nagamu," ucap Shang Feng.


"Tak apa. Tanpa bantuan darah kekaisaranmu mana mungkin aku bisa merefleksikan naga agung ini. Sisikku tak sekuat naga sesungguhnya" ucap Long Yu.


"Emmm" balas Shang Feng.


Aliran energi dari Ying Ke menyelimuti tubuh naga Long Yu memperkuat sisik naganya. Keras seperti cangkang Ying Ke asli.


"Pedang datang! " perintah Shang Feng.


Pedang sungai dan gunung bergetar melesat ke arah Shang Feng dan berada dalam genggamannya. Semua orang terkejut akan kemunculan naga dari langit.


"Kau benar-benar bukan orang sembarangan! Siapa kau sebenarnya? " ucap Qian Fengge.


Tetua Agung beranjak berdiri dari tempat duduknya ketika melihat Shang Feng menunggangi naga. Tetua Chen Qianfan datang memenuhi undangan sama halnya terkejut.


"Aku? Murid walikota Haifeng, " jawab Shang Feng.


"Bualanmu terlalu hebat. Sepertinya pertarungan ini akan menentukan bagaimana namamu dikenal, " ucap Qian Fengge.


"Pangeran kedua... Bukankah ini memang benar-benar penentuan? " balas Shang Feng.


Qian Fengge membuang muka. Dia terlihat kesal menatap Shang Feng.


"Berbaris dibelakangku! " perintah Shang Feng.

__ADS_1


Keempat orang berbaris dibelakang Shang Feng. Mereka menyalurkan kekuatan secara berurutan berpusat pada Qian Fengge sedangkan dia membuat segel tangan. Ledakan energi kuat berasal dari tubuhnya menguar dengan cepat. Energi lima elemen bergabung hingga membentuk sebuah wujud spirutual naga dari penggabungan lima elemen. Raungan naga menggema di langit.


"Struktural yang baik dan dilakukan penuh sistematis. Kekaisaran dan akademi benar-benar tak akur sama sekali, " ucap Shang Feng.


"Tak peduli siapa kau sebenarnya. Hari ini aku akan mengalahkanmu dan mengusirmu dari sini!"balas Qian Fengge.


" Aku bahkan hanya bermain-main dengan kalian,"ucap Shang Feng tertawa ringan.


Qian Fengge memulai penyerangannya. Dia melesat menggenggam erat pedang menyerang Shang Feng.


"Long Yu. Ayo maju! " ucap Shang Feng.


Long Yu meraung sebagai balasnnya. Dia bertarung dengan naga penggabungan lima elemen. Cakar Long Yu menyayat lawannya dengan ganas. Shang Feng melompat di udara menahan serangan Qian Fengge.


"Praktik pengajaran lima elemen secara struktural demi memperkuat akademi salju membuatku terkesan. Tapi pangeran bukankah mengkhianati istana bila begitu atau menjadi mata-mata? " ucap Shang Feng.


Qin Fengge menggertakkan giginya mendengar ucapan Shang Feng.


"Ucapanmu terlalu jauh. Naga milikku menggabungkan lima elemen semesta. Kau tak akan pernah bisa menang!" ucap Qian Fengge.


Keduanya mundur. "Bahkan jika kalian semua menggabungkan kekuatan, sekali aku memanggil namanya maka seluruh benua Hanleng akan tunduk kepadanya tak terkecuali. Tapi karena dia sedang jatuh cinta, aku tak enak hati memanggilnya, " ucap Shang Feng.


"Oh ya? Aku rasa aku pantas menjadi siapapun, " ucap Shang Feng.


Qian Fengge seakan terbakar oleh emosinya sendiri. Shang Feng menyipitkan kedua matanya melihat ke dalam diri Qian Fengge.


"Kemarahan menimbulkan kekuatan entitas berbeda yang kuat, " guman Shang Feng.


Qian Fengge mengusap pedang membuat api berkobar nyala terang. Dia memegang pedang menggunakan kedua tangannya. Sayap api perlahan-lahan muncul setelah dia membuka kedua matanya.


"Buka! " ucap Qian Fengge.


Sayap apinya berkobar-kobar. Dia menatap Shang Feng dengan pandangan meremehkan.


"Pelatihan pedang elemen api murni? Sepertinya hanya kau yang bisa sampai pada titik ini di halaman timur,"ucap Shang Feng.


"Benar. Pengetahuanmu cukup luas. Hanya aku yang terkuat di halaman timur ini, " balas Qian Fengge.


"Sayangnya kau tak mengerti betapa mengerikannya lima elemen jika dipegang orang-orang tepat, " ucap Shang Feng.

__ADS_1


"Apa maksudmu?! " balas Qian Fengge waspada.


"Kau tak perlu tahu. Bukankah kita hanya bertarung. Aku akan menunjukkan seni pedang murni kebalikan darimu, " ucap Shang Feng meneteskan darah kemudian ia seret hingga ke ujung pedang. Lonjakan energi kuat keluar. Gemuruh terdengar di langit. Air hujan mengalir layaknya sungai di udara berkumpul mengelilingi Shang Feng. Pedang sungai dan gunung mengendalikan air tersebut dengan baik.


"Membanjiri bumi dengan air, menghidupi makhluk meratakan segalanya. Jurus luapan air samudera! " ucap Shang Feng mengacungkan pedangnya ke depan.


Aliran air layaknya sungai melesat ke arah Qian Fengge mengepungnya dari segala arah. Air jatuh ke tanah membanjiri segalanya. Uap air terlihat membumbung tinggi. Shang Feng merentangkan kedua tangannya memerintahkan pedang sungai dan gunung untuk terus mengalirkan air ke tanah. Dia mendongak ke langit melihat pusaran awan di atasnya. Gemuruh petir terdengar. Dia mengingat ratu Xi Shi. Kilatan tatapan tajam terpancar.


"Segel empat lautan buka! " ucap Shang Feng.


Air kian mengguyur turun dari langit dengan derasnya. Qian Fengge membakar kurungan air dengan apinya. Dia menatap tajam Shang Feng.


"Teknik pedang api pemusnah! " ucap Qian Fengge mengayunkan pedang membuat bilah kobaran api melesat ke arah Shang Feng.


"Gabungkan! " ucap Shang Feng.


Ledakan energi kuat berasal dari pedang sungai dan gunung menyapu bilah pedang api Qian Fengge hingga hancur. Shang Feng memegang pedang dengan erat. Segel telah terbuka sepenuhnya.


"Kejar! " perintah Shang Feng.


Aliran air melesat ke arah Qian Fengge membuatnya terbang menghindarinya.


"Pembakaran tubuh api! " ucap Qian Fengge.


Tubuhnya diselimuti oleh api menahan serangan Shang Feng. Qian Fengge berada dalam air. Dia mengigit bibirnya membuat darah mengalir dari sela-sela bibirnya kemudian menguap oleh api. Warna api berubah menjadi merah gelap seperti darah. Qian Fengge membalik pedangnya.


"Hancur! " ucapnya.


"Duarrrr!!! "


Ledakan terjadi begitu hebat. Qian Fengge menatap nyalang Shang Feng.


Tebasan api kejahatan!" ucap Qian Fengge mengayunkan pedangnya memecah arus air di udara.


"Tahan! " ucap Shang Feng mengayunkan pedangnya.


"Boommmm!! "


"Duarrrrr!! "

__ADS_1


__ADS_2