
Shang Feng memulai pertarungan melawan mereka berdua. Tak gemetar ataupun takut menghadapi dua orang yang berasal dari kalangan terpandang di benua Hanleng. Pertarungan mereka menarik Dekan Akademi yang memperhatikan dengan seksama.
"Badai pedang! " ucap Nangomg Yuxuan mengayunkan pedangnya membuat badai angin berisikan pedang-pedang menerjang Shang Feng. Putri ketiga menancapkan pedangnya di tanah membuat hawa dingin bergerak dan bergabung dengan badai pedang. Shang Feng di telan oleh badai pedang tak terhingga.
"Bahkan anggota kekaisaran pun tak memiliki pedang sebagus milik An Ming, " gumam Shang Feng mengangkat pedangnya ke atas membuat pedang mengkilap. Tangannya menggenggam erat ganggang pedang. "Teknik pedang pembelah gunung! " ucap Shang Feng dengan kuat membelah badai pedang berhawa dingin hingga membuat hempasan angin menyebar ke segala arah. Dia mendarat di tanah menurunkan pedangnya.
"Keluarkan harta pusaka kalian gunakan untuk melawanku atau jangan berharap aku mengasihani musuhku, " ucap Shang Feng.
"Cihh!! Kau hanya manusia dari kota pinggiran! " balas Nangong Yuxuan.
"Baik! Aku akan melakukan sesuai dengan permintaanmu! " balas putri ketiga mengeluarkan kubus hexagonal miliknya. Pancaran cahaya terang keluar ketika kubus tersebut merenggang.
Shang Feng menancapkan pedang sungai dan gunung di tanah. Dia meletakkan kedua tangannya pada ganggang pedang melihat pertunjukan barang pusaka bagus. Nangong Yuxuan tak mau kalah. Dia mengeluarkan pedang dinginnya. Hawa dingin menguar dari dalam pedang meledak-ledak.
"Itu pedang dingin milik Bi Gang dan seharusnya berada di tangan Bi Dong, " ucap Kaisar Xue Kai.
"Pusaka keluarga Nangong! "
Shang Feng menekan pedang menggunakan jari telunjuknya melawan energi dingin dari Nangong Yuxuan.
"Pedang dingin itu bukan milikmu, " ucap Shang Feng.
"Kau! " balas Nangong Yuxuan.
Semakin lama Shang Feng menekan pedangnya membuat celah retakan kecil pada altar menyebabkan air mengucur keluar dengan derasnya meluap-luap membuat semua orang menghindari luapan tersebut. "Membanjiri bumi menggunakan air, " gumam putri ketiga. Dia melambaikan tangannya memerintahkan cahaya hexagonal meliuk-liuk layaknya tali mengelilingi Shang Feng membuat kurungan. "Teknik kurungan cahaya emas! " ucap putri ketiga
Shang Feng hanya tersenyum remeh membalasnya. Dia memejamkan matanya mengalirkan energi qi ke dalam pedang memicu kekuatan misterius dari bola kristal air. Gelombang ombak raksasa muncul siap meratakan semua musuh-musuhnya meskipun ia berada dalam kurungan.
"Apa! Kurungan cahaya emas memblokir segala qi untuk keluar. Kecuali.... " ucap putri ketiga menggantung ucapannya.
"Kecuali jika dia menggunakan energi alam, " ucap Nangong Yuxuan.
"Hancur! " ucap Shang Feng
"Pyarrrr!!! "
__ADS_1
Penjara yang mengurung dirinya hancur berkeping-keping. Dia mencabut pedangnya dari altar.
"Kubus hexagonal memiliki kecepatan perubahan tak biasa dengan kemampuan penjara ruang hampa. Memiliki barang yang bagus memang sesuai dengan rumor anggota kekaisaran, " ucap Shang Feng kepada putri ketiga. Dia melihat pedang di tangan Nangong Yuxuan.
"Hawa dinginmu bagus, namun aku lebih mengakui An Ming daripada kau! "
Nangong Yuxuan marah menggenggam erat pedangnya. Shang Feng menghentakkan kakinya membuat hawa dingin meledak keluar dari dalam tubuhnya. Perlahan-lahan dia terangkat di udara oleh air yang dia buat dengan berdiri di atas kepala naga. Gelombang air berubah menjadi naga es dalam sekejap. Semua orang terhenti dibuatnya. Shang Feng terlihat tinggi melihat mereka dengan ekspresi menahan tawa. Dia membalik pedangnya.
"Serang! " perintahnya.
Naga es menyemburkan hawa dingin disertai batu-batu runcing. Pedang di tangan Nangong Yuxuan berputar menghindari semburan naga es. Putri ketiga membuat perlindungan dengan kubus hexagonal miliknya.
"Dia anak yang luar biasa, " ucap Tetua Agung.
Dekan Akademi mengelus-elus janggutnya. Melihat Shang Feng berdiri di atas kepala naga es dengan wibawanya menguar membuat siapapun segan dibuatnya.
"Menciptakan air dan membekukan menggunakan hawa dingin alami benua Hanleng. Dia memiliki koneksi dengan alam semesta membuatnya memiliki kekuatan tak terbatas! " batin Dekan Akademi.
Naga es mengelilingi altar seakan bersiap untuk menyerang kapanpun lagi.
Naga es memiliki tiga elemen di dalam tubuhnya. Nangong Yuxuan dan putri ketiga dibuat terkejut olehnya.
"Benar-benar tak bisa diremehkan! " balas Nangong Yuxuan.
Dia melesat menyerang Shang Feng dibantu oleh cahaya pelindung kubus hexagonal. Pedang sungai dan gunung melesat menahannya. Kekuatan pedang beradu di udara.
"Seharusnya keluarga Nangong mencuri pedang ini,"ucap Shang Feng.
"Beraninya kau!" marah Nangong Yuxuan.
Shang Feng menghempaskan Nangong Yuxuan membuatnya mundur. Kekuatan besar keluar dari dalam tubuh Nangong Yuxuan meledak-ledak. Putri ketiga berlari mengitari Shang Feng sembari melambaikan tangannya seakan membuat beberapa tanda. "Teknik pengurungan dunia kecil!" Formasi tercipta melonjak ke langit membuat barier mengurung Shang Feng.
"Badai topan dingin! " ucao Nangong Yuxuan mengayunkan pedangnya.
Badai raksasa melesat ke arah Shang Feng mengurungnya. Seutas senyuman muncul di wajah tampannya.
__ADS_1
"Sepertinya benar-benar harus membuatnya mengerti,"ucap Shang Feng perlahan-lahan melayang di udara dengan kedua sayap muncul di belakangnya. Bagian kanan merupakan kobaran api sedangkan bagian kiri adalah kristal es yang membentuk sayap. Pedang sungai dan gunung mengeluarkan energi kuat. Shang Feng perlahan-lahan menarik pedang sungai dan gunung menggunakan tangan kirinya sehingga pedang yang sama tercipta. "Inikah rahasia pedang sungai dan gunung. Memiliki kemiripan dengan pedang Yin-Yang,"ucap Shang Feng.
Dua pedang yang memiliki kekuatan hebat berada dalam genggamannya. "Dua pedang melebur segalanya berubah menjadi satu menebas langit membelah surga. 'Teknik Tebasan Gunung Penghancur! " ucap Shang Feng mengayunkan pedang gunung membuat bilah raksasa melesat membelah badai dan menghancurkannya dalam sekejap mata. Raungan terdengar bagaikan sangkakala. Guncangan tiba-tiba membuat semua orang seakan kehilangan keseimbangannya. Kepulan asap membumbung tinggi menghilang sekejap ketika angin berhembus. Shang Feng melayang di udara dengan kedua sayapnya.
"Kau! " ucap Nangong Yuxuan.
Keenam kelompoknya melesat mendekati Shang Feng berdiri sejajar dengannya. Mereka tampak seperti prajurit tangguh yang tak gentar menghadapi musuh.
"Kota Haifeng memiliki bakat bagus kali ini, " ucap Tetua Agung.
"Aku akan memberimu kesempatan tapi kali ini biarkan aku dan pengawalku yang mengurusnya," ucap Shang Feng kepada An Ming.
"Mengerti! "
Berbagai orang mendekati Nangong Yuxuan dan putri ketiga. Mereka berniat menyatukan kekuatan.
"Lakukan sesuai porsi masing-masing! " perintah Shang Feng.
"Baik! " jawab mereka serempak.
Senjata muncul di tangan masing-masing. Huang Enlai memulai terlebih dahulu.
"Pelepasan lima elemen! " ucapnya disertai dengan tombak berjumlah lima melesat bagaikan kilat menyerang mereka yang dikehendakinya.
"Perlindungan dinding es! "
"Crappp!! "
"Krakkk!!"
"Pyarrrr..!!! "
Tombak berhasil menembus pertahanan musuh menyerang melukai beberapa sebelum melesat dan berhenti di udara berputar. Qin Li mengambil alih mengulurkan pedang semestanya. Dia membuat segel tangan bersamaan dengan Huang Enlai.
"Formasi lima eleman penyatuan Yin-Yang delapan penjuru semesta! "ucap mereka serempak.
__ADS_1