
Pasukan raja Ming Xing tengah menyebrangi danau mistik. Mereka menuju muara sungai Qingche untuk menaiki kapal-kapal yang telah disediakan pasukan jendral Lei Zixin. Raja Ming Xing dan He Lei berada dalam kapal besar yang sama. Raja Ming Xing tak membawa seluruh pasukan kota perang menyisakan mereka untuk berjaga-jaga.
"Yang Mulia. Mengapa tak memusnahkan ratu Xi?" tanya He Lei.
"Ratu Xi memiliki pengaruh pada tiga negara lainnya. Dia kuat namun pertarungan dengan tiga pendekar suci membuatnya terluka. Dan pria disampingnya adalah sosok luar biasa, " jawab raja Ming Xing.
Arus sungai Qingche pelan tak ada pergerakan besar. Kapal-kapal berjalan dengan tenang. Jendral Lei memanfaatkan kapal-kapal milik suku Qingshui agar tak membuat para penjaga post perbatasan curiga.
Sebuah kapal menghentikan mereka ditengah perjalanan. Hua Jing berdiri dengan mengipas-ngipas wajah tampannya.
"Kota Tianqi tak mengundang raja Ming Xing untuk datang. Mengapa begitu banyak membawa pasukan?"tanya Hua Jing.
Raja Ming Xing menatap nyalang Hua Jing. He Lei melakukan hal yang sama. Reputasi Hua Jing telah tersebar luas.
"Aku tak melihat Tuan Hua membawa guqin. Apakah ingin bertarung dengan seseorang?" tanya raja Ming Xing.
"Bagaimana menurut raja? balas Hua Jing balik bertanya.
" Pemuda tampan seperti wanita tak cocok dalam pertarungan, "ucap He Lei.
" Lancang! "marah Hua Jing melambaikan kipasnya membuat angin berdesir membawa gelombang ombak menghantam kapal. Mata Hua Jing menatap nyalang He Lei.
" Silahkan berbalik atau aku balikkan kapal raja Ming!"bentak Hua Jing marah.
Hua Jing membuka kipasnya membuat hembusan angin berdesir melewati sungai Qingche. Berikut pusaran air muncul mengelilingi kapal Raja Ming Xing. Pusaran air bergerak mulai mendekati kapal utama. Sebuah tombak melesat turun dari langit menghempaskan pusaran air tersebut. Seseorang turun berdiri di atas tombak.
"Tombak naga? " ucap He Lei.
"Aku ingin mereka melewati sungai Qingche dengan aman karena aku mengantarkan Kaisar sebenarnya,"ucapnya mengangkat dagu menatap lurus ke arah Hua Jing.
"Cun Xiang sang dewa tombak. Selagi aku berdiri dimari, raja Ming Xing tak akan bisa lewat, " balas Hua Jing.
"Kalau begitu, aku ingin menjajal ketrampilan pendekar elegan Hua Jing seperti apa, " ucap Cun Xiang melesat ke udara dengan membawa tombak naganya. Hua Jing turun dari kapalnya menyambut pertarungan melawan Cun Xiang. Tusukan tombak Cun Xiang sangat akurat. Tanpa perlindungan kipas hempasan langit, Hua Jing kemungkinan akan kalah dalam pertahanan.
"Badai angin! " ucap Hua Jing melambaikan kipasnya membuat angin kencang memukul mundur Cun Xiang.
"Tombak penghukum naga! " ucap Cun Xiang melemparkan tombaknya. Segera Hua Jing berputar memanfaatkan perlindungan air menghalau tombak menembus tubuhnya.
"Benar-benar harus serius, " gumam Hua Jing meneteskan darahnya pada kipas hempasan langit membuat ukiran ombak laut mengkilap sesaat.
"Hancur! " teriaknya membalikkan tombak naga Cun Xiang menggunakan tekanan energi spiritualnya.
Ledakan energi spiritual alam dewa manusia ranah menengah mengejutkan Cun Xiang. Dia memegangi tombak naga. Hua Jing melayang di udara dengan tenang menatap Cun Xiang.
__ADS_1
"Bahkan mati sekalipun aku mampu melukaimu, " ucap Hua Jing.
Cun Xiang menghentakkan tombak naga di atas permukaan air.
"Aku dewa tombak Cun Xiang dengan tombak naga mampu mengalahkanmu!" ucap Cun Xiang disusul dengan naga air mengelilinginya.
Hua Jing mengayunkan kipasnya membuat sungai terbelah. Kipasnya berputar-putar membelah dirinya layaknya cakram melesat ke arah Cun Xiang.
"Wungg... Wungg.... Wungg... "
"Blarrrr!!! "
Ledakan dahsyat membuat sungai Qingche bergejolak. Hua Jing berbentrokan langsung dengan Cun Xiang. Tatapan tajam saling dilayangkan.
"Kau akan mati! "
"Terlalu mudah bagiku untuk mati!" balas Hua Jing.
Sebuah tombak melesat dengan kecepatan tinggi menyentuh tombak naga Cun Xiang.
"Trangg!!"
Cun Xiang mundur ke belakang. Tombak misterius kembali ke tangan pemiliknya yakni Huang Enlai. Beberapa jarum menyebar menyerang Cun Xiang namun seseorang datang membuka payung menghalau jarum-jarum tersebut. He Lei turun dari kapal bergabung dengan Cun Xiang.
"Yoo... Pendekar payung hitam Han Hong, " ucap Hua Jing. Perempuan dengan pakakain hitam serta capilnya identik dengan payung hitam bercorak bunga kematian adalah ciri khasnya.
"Tidak peduli dari pihak mana yang datang, raja Ming Xing harus kembali ke kota Tianqi sebagai Kaisar! " ucap Han Hong.
"Raja Ming Xing telah diberikan negara Dong. Kota perang bahkan jendral Lei memegang plakat Xuanwu,"ucap Lian Xiang.
Han Hong menoleh melihat Lian Xiang berbicara dengannya.
"Siapa kau? Tak pernah dengar namamu, " ucap Han Hong.
"Perkenalkan. Aku Lian Xiang bawahan kepala tabib Wei Rong dari halaman tabib istana sekaligus murid walikota Wushuang, " balas Lian Xiang.
"Hahahahaha. Hanya seorang alkemis bahkan diturunkan kemari. Kau terlalu lemah untukku, " ucap Han Hong.
"Buktikan perkataanmu!" balas Lian Xiang membuka telapak tangannya mengeluarkan ribuan jarum akupuntur dari celah lengannya. Han Hong terkejut segera membuka payungnya menahan hujan jarum akupuntur tersebut. Lian Xiang mengangkat jarinya membuat jarum yang terjatuh segera terangkat melesat menusuk Han Hong. Menyadari bahaya mendekat, dia melemparkan payungnya ke udara membuat gerakan tangan menahan jarum-jarum tersebut.
"Beladiri medis!" ucap Cun Xiang terkejut.
Han Hong sangat waspada ketika melihat ujung jarum akupuntur beracun dan mengandung kekuatan spiritual tajam.
__ADS_1
"Awas! " teriak He Lei melihat 12 jarum akupuntur melesat turun menyerang Han Hong. Segera payung hitamnya mengeluarkan pisau terbangnya menahan 12 jarum akupuntur terkuat Lian Xiang.
"Pengendalian luar biasa! " ucap Cun Xiang.
Han Hong segera menghempaskan jarum akupuntur yang mengelilinginya melompat mengambil payung hitam mencoba membantu menahan pisau terbangnya.
"Teknik ribuan jarum penghukum!" ucap Lian Xiang.
Ribuan jarum akupuntur kembali meluncur dengan kecepatan luar biasa. Han Hong dipaksa mundur olehnya termasuk yang lainnya.
"Bedebah! " maki Han Hong terkejut akan kekuatan Lian Xiang.
"Teknik bayangan hantu malam! " ucapnya sesekali menghilang dan muncul berniat menyerang Lian Xiang menggunakan pedang tersembunyinya.
"Prangg!! "
Tombak Huang Enlai menahan. Tangannya mengepal meninju Han Hong hingga membuatnya terjatuh. Beberapa bagian tubuhnya terkena sayatan jarum. Ribuan jarum mengelilingi mereka bertiga. Cun Xiang melihatnya mengangkat tombak naga ke langit kemudian menghentakkannya di atas permukaan air membuat air melonjak menghancurkan kepungan jarum akupuntur Lian Xiang. Huang Enlai segera maju mengenggam tombak angin ekstrem miliknya beradu dengan tombak naga Cun Xiang.
Beberapa kali mereka beradu ketrampilan tombak. Huang Enlai layaknya angin yang berpindah-pindah secepat kilat.
"Tubuh tak berwujud, " ucap Cun Xiang.
"Kau memang benar. Aku akan membunuhmu hingga gelar sang dewa tombak aku yang akan menyandangnya," balas Huang Enlai.
Cun Xiang mundur beberapa langkah. Aliran spiritual mengalir melalui ukiran naga. Energi spiritual memadat dan dari dalam air keluarlah naga air raksasa.
"Aku akan membinasakanmu, Klan Huang!! " teriak Cun Xiang mangayunkan tombaknya. Naga air melesat meliuk-liuk menuju ke arah Huang Enlai.
Tombak angin ekstrem melayang di udara membelah dirinya menjadi empat bagian. Masing-masing dialiri oleh lima elemen yang kemudian melesat secara bersamaan menghantam naga air Cun Xiang. Ledakan kekuatan terjadi membuat kapal bergejolak. Raja Ming Xing dibuat khawatir akan keadaan begitu terbalik.
Raungan naga air membuat tak gentar lima tombak Huang Enlai. Tombak naga bahkan terpengaruh olehnya. Badan tombak perlahan-lahan menunjukkan keretakannya hingga seberkas cahaya menyilaukan mengejutkan Cun Xiang sebelum Huang Enlai datang dengan tombak di tangannya menusuk perutnya.
"Arkhhhh!! " Teriak kesakitan Cun Xiang.
He Lei datang melompat memegang pedang di tangannya. Jarinya mengusap pedang dan langsung bertarung dengan Hua Jing. Kipas hempasan langit mampu menahan berbagai serangan pedang He Lei. Pukulan dilayangkan oleh Hua Jing hingga tendakan beruntun yang dia lakukan. Kipasnya berputar layaknya cakram membelah diri mengepung He Lei kemanapun pergi.
"Wunggg.... Wunggg... Wungg... "
He Lei salto di udara menghindari serangan menyilang dari kipas tersebut. He Lei berbalik matanya melotot ketika melihat Hua Jing datang menyayat lehernya. Tubuhnya jatuh ke dalam sungai Qingche. Musuh-musuh telah dikalahkan menyisakan Han Hong yang tak berdaya menunggu ajal akibat racun Lian Xiang.
Raja Ming Xing menatap tajam mereka bertiga. Para pasukan dibelakangnya mulai ragu kepada raja Ming Xing. Hua Jing mengeluarkan token Kaisar dan mengangkatnya tinggi-tinggi.
"Raja Ming Xing memberontak dan akan diadili dipengadilan istana! " teriak Hua Jing.
__ADS_1
Token Kaisar adalah perintah tak langsung dari Kaisar yang siapapun menolaknya akan diberi hukuman mati. Raja Ming Xing hendak bertarung namun dia telah dilumpuhkan oleh Lian Xiang. Huang Enlai datang ke kapal raja Ming Xing mengikat kedua tangannya. Seluruh kapal bergerak menuju kota Tianqi.