
Su Na tersenyum lembut mendengarnya. Dia mendekat ke arah pangeran Feng Yuan.
"Aku mencintaimu, " ucap pangeran Feng Yuan merangkul pundak Su Na.
Su Na mendekat merasakan detak jantung pangeran Feng Yuan.
"Aku juga mencintaimu, " balas Su Na.
Seorang wanita turun berpose dari atas. Dia adalah bintang kali ini. Seseorang yang menempati posisi pertama daftar kecantikan kota Meili.
"Nona Dai Yu! Kecantikan pertama kota Meili! " teriak semua orang bersorak bahagia.
Dai Yu turun ikut meramaikan pesta. Tariannya penuh akan keanggunan. Su Na tersenyum manis ketika melihat kedatangannya. Petikan senar guqin miliknya berubah energi spiritual merembes dari dalam tubuhnya. Kedua saudara Yu menoleh melihat Su Na bermaian tanpa memerdulikan sekitarnya.
Dai Yu melakukan tarian angsa menuju surga dengan sangat indah. Sesekali selendangnya berkibar menyapu beberapa penonton. Bilah energi spirutual melesat ke arah Su Na ketika Yu Chan mengayunkan pedangnya. Su Na terlihat santai menarik senar menghancurkan bilah pedang tersebut. Su Na melakukan beberapa improvisasi dalam memainkan guqin. Mereka adalah bintang hari ini. Su Na berkonsentrasi penuh mengumpulkan energi spiritual besar hingga aliran energi spiritual mengelilingi layaknya sungai besar. Su Na melayang di udara disusul dengan gelombang ombak spiritual menghantam semua orang menyebabkan guncangan kecil serta angin.
Pangeran Feng Yuan segera melambaikan tangannya membuat perlindungan tipis baginya dan untuk Nai Ye. Yu Huan maupun Dai Yu terpaksa jatuh akibat hantaman tak kasat mata dari Su Na. Semua orang diam tak menunjukkan tanda-tanda kecewa ataupun bahagia.
"Walikota telah tiba!! "
"Yang Mulia Permaisuri telah tiba!! "
Mendengar pengumuman tersebut semua orang segera melihat ke arah pintu utama. Semuanya terlihat baik-baik saja tanpa cidera sekalipun. Permaisuri datang mengenakan pakain merah delima dengan perhiasan sederhananya. Berjalan berdampingan dengan walikota Xiao yang merupakan ayahnya. Mereka menuju podium tertinggi.
"Aku telah melihat pertunjukan luar biasa dari kalian. Aku menaruh tebakan kepada Su Na bahwa dia akan terpilih dalam perjamuan kali ini menjadi nomer satu di kota Meili, " ucap walikota Xiao Shen
Sorakan terdengar meriah. Permaisuri tersenyum dan pandangannya tak sengaja menemukan pangeran Feng Yuan dan Nai Ye. Mereka sama-sama memberi penghormatan.
"Hari ini aku datang bukan untuk mengganggu kalian. Aku hanya ingin memberikan kejutan. Apa yang dikatakan walikota Xiao Shen bahwa ia memilih Su Na sebagai pemenang jamuan ini bukan berarti dia mutlak pemenangnya. Asalkan dia mendapatkan kemenangan dalam lomba musik, beladiri, bermain Xiangqi dan berpuisi maka aku akan mempertimbangkannya, " ucap Permaisuri.
Kedua saudara Yu dan Dai Ye tersenyum memberikan hormat kepada Permaisuri. Su Na melakukan hal yang sama sebagai formalitas.
"Aku akan mengumumkan bahwa kota Meili merevisi daftar peringkat kecantikan setiap perjamuan bunga persik. Jika dahulu dan sekarang terdapat 10 peringkat maka aku ubah menjadi 5 peringkat. Mereka yang berada di bawah lima peringkat terdahulu dinyatakan tak lolos dalam penentuan kualifikasi ini. Aku akan memberikan hadiah dua sutra naga dan phoenix kepada mereka yang beruntung hari ini yang mampu menghiburku, " ucap Permaisuri mengumumkan titahnya.
__ADS_1
Semua orang tercengang dengan peraturan ketat ini dan hadiah yang diberikan oleh Permaisuri.
"Perjamuan bunga persik tahun ini resmi dimulai!"ucap Permaisuri disusul dengan suara gendang dipukul beberapa kali. Tepukan tangan terdengar memenuhi seluruh ruangan.
" Fang'er memang benar-benar hebat mengendalikan suasana, "ucap walikota Xiao Shen.
" Tentu saja. Ayah juga hebat menangani kota sendirian. Aku akan mulai menyeleksi untuk Ming'er, "balas Permaisuri.
Walikota Shang Wen melihat lima peserta yang tengah berdiri di atas panggung sebelum menoleh ke arah putrinya.
" Bukankah putra mahkota berada di medan perang bersama dengan jendral Lei Zixin? "tanya walikota Xiao Shen.
" Benar. Yang Mulia mengikat kota obat sebagai dukungan. Tentu saja aku harus mempersiapkannya,"jawab Permaisuri.
" Diantara mereka, dua saudara Yu dan Dai Yu adalah orang berlatar belakang cukup kuat. Sedangkan Su Na merupakan putri dari kepala suku Qingshui, "ucap walikota Xiao Shen melihat jalannya perlombaan telah dimulai.
" Aku ingin memilih Su Na sebagai menantuku. Hal ini tentu saja akan menguntungkanku dan Yang Mulia. Suku Qingshui sekarang menguasai perairan Qingche secara menyeluruh. Kapal-kapal mereja berlayar disepanjang sungai. Yang Mulia sedikit khawatir suku Qingshui mengumpulkan sekutu untuk memberontak. Aku memilihnya karena ingin menyandera putri kepala suku. Tidak perlu menjadi Permaisuri karena dia tak pantas,"balas Permaisuri.
"Tidak ingin dua saudara Yu kau ikut ambil juga? " tanya walikota Xiao Shen.
Walikota Xiao Shen meneguk tehnya. Mendengar semua jawaban dari putrinya membuatnya menghela nafas. Pendekar suci keluarga Yu adalah salah satu dari tiga pendekar suci yang dibentuk oleh Kaisar Feng Yu dalam penaklukkan negera Xi. Keluarga Yu, keluarga Jin, dan keluarga Qin. Mereka dikenal sebagai keluarga beladiri teratas dinasti Zhufu yang dibentuk karena kekalahan pertama dalam menaklukkan negara Xi. Keluarga Jin adalah yang teratas karena Jin Yi menjadi perdana mentri. Mereka sebagai penyeimbang militer dinasti Zhufu. Masing-masing keluarga memegang 200.000 ribu pasukan dengan jendral besar Lei Zixin memegang plakat Xuanwu yang mampu mengerahkan 1 juta pasukan di kota perang. Lebih tinggi dibandingkan pasukan yang berada di dalam istana. Suaranya akan membuat perubahan besar dalam pemilihan takhta Kaisar selanjutnya.
Kota Wushuang.
Qin Li tengah bersama dengan Huang Enlai dan walikota Shang Wen. Mereka tengah melihat bulan purnama.
"Kalian akan pergi sekarang? " tanya walikota Shang Wen.
Mereka berdua menganggukkan kepalanya.
"Memenuhi undangan untuk pergi ke gunung Taiyang,"ucap Qin Li.
Walikota Shang Wen menganggukkan kepalanya. Qin Li dan Huang Enlai melesat menghilang dari pandangan menuju gunung Taiyang. Mereka terbang di udara melewati lembah dan kompleks pemakaman dinasti Tianwu. Mereka memutar tak langsung melewati di atas makam hingga beberapa saat kemudian gunung Taiyang menjulang tinggi terlihat.
__ADS_1
"Hai! " ucap Lian Xiang melambaikan tangannya.
Qin Li dan Huang Enlai menoleh melihat Hua Jing membawa Lian Xiang terbang. Mata Qin Li menyipit melihat tangan Hua Jing merangkul pinggang Lian Xiang. Beberapa saat kemudian mereka sampai di monumen kebangkitan. Mereka mendarat di tanah disambut dengan seseorang yang tengah membelakangi mereka.
"Sudah sampai semua? " ucapnya bertanya.
"Kurang satu. Klan Huo tidak bersama kami, " jawab Qin Li.
"Dia datang dibelakang kalian, " ucapnya.
Mereka semua berbalik melihat Huo Xiang datang. Pakaiannya berwarna merah terang layaknya api berjalan.
"Huo Xiang dari klan Huo, " ucapnya memperkenalkan diri.
Qin Li melihat dengan seksama Huo Xiang dari atas sampai ke bawah sebelum pandangannya teralihkan pada orang di depannya.
"Jadi kau adalah pangeran kami? " tanya Qin Li.
"Betul. Aku Shang Feng. Keturunan Kaisar Shang,"jawabnya berbalik mentapa semua orang.
Seperkian detik mereka diam sebelum bersujud ke tanah.
"Hormat kepada pangeran! " ucap mereka serempak.
Pangeran Shang Feng melambaikan tangannya memerintahkan untuk berdiri.
"Umurku memang tua bahkan mencapai puluhan tahun dari sekarang. Aku menunggu waktu ini karena takdir telah diputuskan untuk membuka gudang harta dinasti, " ucap pangeran Shang Feng.
"Tapi Yang Mulia. Paviliun Tianji? " ucap Hua Jing ragu.
"Jika mereka mampu menerjemahkan pesan langit dan mengetahui rahasianya. Maka aku bisa menutupinya,"balas pangeran Shang Feng berbalik.
Tangannya terangkat ke tas disusul dengan lonjakan cahaya melesat ke langit. Beberapa pilar cahaya muncul dari berbagai arah termasuk monumen kebangkitan.
__ADS_1
"Dengan pencerahan surga yang aku miliki. Mohon bantuannya untuk sementara! " ucap pangeran Shang Feng.
Langit seakan mematuhi. Mereka berubah menjadi mendung. Kompas keberuntungan tak aktif bahkan rasi bintang tak lagi terbaca.