
Liu Mengyao berada di depan Permaisuri Jia Mei melindungi dari hal tak diinginkan.
"Aku ingin berkunjung ke kota suci tapi sepertinya takdir mempercepatnya, " ucap pangeran Shang Feng.
"Orang rendahan sepertimu memang tak pantas dibiarkan untuk hidup, " ucap Luo Lie melesat menyerang pangeran Shang Feng.
"Tranggg!! " Suara pedang beradu. Kecepatan mereka benar-benar tak bisa dilihat oleh mata telanjang. Liu Mengyao mengawasi dari bawah pertarungan tersebut.
"Apakah Yang Mulia akan menang? " tanya Qin Li.
"Sulit untuk mengatakannya, " jawab Liu Mengyao.
"Putaran badai mental! " ucap Luo Lie mengayunkan pedangnya.
Hempasan angin yang mengandung energi mental menyapu pangeran Shang Feng. Detak jantungnya seakan lambat hingga kepalanya terasa pusing.
"Hanya memiliki beberapa ketrampilan berani melawanku, " ucap Luo Lie sombong.
"Hancur! " Teriak pangeran Shang Feng.
Pedangnya berubah dengan cepat menjadi pedang takdir.
"Pembentukan alam semesta hukum karma sebab akibat. Roda takdir kehidupan, buka! " ucap pangeran Shang Feng.
"Banggg!!!! "
Roda takdir berputar dibelakang tubuh pangeran Shang Feng. Pedang takdir membelah dirinya menjadi lima membentuk lingkaran.
"Putaran pedang kebenaran! " ucap pangeran Shang Feng.
Beberapa kloningan pedang takdir melesat dengan kecepatan tinggi menyerang Luo Lie hingga membuatnya tak bisa diam saja dalam pertarungan.
"Trangg...!! Trangg...!!! Trangg!!!!! "Suara dentingan pedang terdengar. Kecepatan Luo Lie tak kalah dengan pedang takdir.
Pangeran Shang Feng mengusap pedang takdir mengangkatnya ke atas membuat lonjakan energi meledak.
" Satu pedang menghancurkan kejahatan menghukum pendosa membela keadilan. "Teknik Pedang Kebenaran!" ucap pangeran Shang Feng.
__ADS_1
Dari langit turunlah pedang raksasa yang kemudian melesat turun. Luo Lie segera membuat segel tangan disusul dengan energi yang meluap-luap dari dalam tubuhnya.
"Tebas! " ucao Luo Lie mengayunkan pedangnya.
Kedua kekuatan bertabrakan hingga menyebabkan sekte Tianmen terguncang olehnya. Semburan air keluar dari dalam tanah secara deras. Liu Mengyao segera membuat perlindungan. Mereka layaknya berada di tengah-tengah lautan.
"Tahan! " ucap Luo Lie membuat semburan air membumbung tinggi menahan serangan pedang raksasa tersebut. Suara retakan terdengar. Luo Lie tersenyum melihatnya.
"Pedang dewa Kaisar Cai Jin? Kau belum pantas menggunakannya, " ucap Luo Lie.
Pedang raksasa mendorong hingga membuat gelombang air pecah yang tak lama kemudian pedang menghantam tanah. Ledakan besar terjadi. Sekte Tianmen telah berubah layaknya lautan.
"Pedangmu memang bagus, namun penguasaanmu tak sebaik generasiku, " ucap Luo Lie disertai asap menghilang dengan dinding perlindungan mengelilingi tubuhnya. Sekejap kemudian dinding perlindungan tersebut menghilang dengan sebuah sisik melayang jatuh ke tangan Luo Lie.
"Satu sisik naga mampu menahan serangan pedang dewa yang berarti kau tak mengerahkan kekuatann sepenuhnya, " ucap Luo Lie meremehkan pangeran Shang Feng dengan dia melompat di atas batu.
Pangeran Shang Feng mendarat di atas permukaan air melihat Luo Lie yang sombong berdiri di atas batu.
"Sisik naga? Memang benda yang bagus. Kota suci memang benar-benar tempat terkuat di alam manusia bahkan memiliki salah satu sisik naga dari alam siluman," ucap pangeran Shang Feng.
"Pengetahuanmu cukup luas hingga mengetahui alam siluman. Tapi, aku tak yakin kau bisa menginjakkan kakimu disana, "balas Luo Lie.
" Lancang! "marah Luo Lie melambaikan tangannya membuat air tajam melesat ke arah pangeran Shang Feng.
" Apakah begini kekuatan jenius kota suci? "tanya pangeran Shang Feng berjalan disusul dengan hawa dingin menguar dari dalam tubuhnya membekukan air hingga air tajam yang menyerang dirinya. Seluruh air berubah menjadi es. Pangeran Shang Feng memiliki mata tajam berjalan disusul dengan balok es runcing tercipta dibelakangnya.
" Pergilah! "perintah pangeran Shang Feng.
Balok es runcing melesat ke arah Luo Lie. Pedang ia ayunkan untuk menghancurkan balok es runcing tersebut. Pedang angin salju muncul di tangan pangeran Shang Feng. Dia menghembuskan nafasnya membuat angin dingin datang menyapu segalanya. Luo Lie mendarat kembali. Dia melihat pangeran Shang Feng memegang pedang dewa lainnya.
" Kau memiliki pedang dewa lainnya! Keberuntunganmu memang benar-benar baik! "ucap Luo Lie.
" Keberuntunganku memang bagus karena aku berusaha, bukan meminta, "balas pangeran Shang Feng melesat ke arah Luo Lie. Pertarungan mereka terjadi pada jarak dekat.
" Pedang Penggetar Dunia! "ucap Luo Lie membuat segel tangan dan formasi besar di langit mengeluarkan pedang yang mampu mengguncang tanah. Es perlahan-lahan retak hingga membuat Liu Mengyao dan lainnya mencari tempat aman.
Pangeran Shang Feng mendongak ke langit mengadahkan tangannya membuat pedang angin salju membelah diri kemudian mengelilinginya. Enam piringan lingkaran tercipta di langit disusul dengan kemunculan pedang berwarna biru dengan hawa dingin menusuk menghantam pedang penggetar dunia. Ledakan dahsyat kembali tercipta. Tanah bergoyang dibuatnya.
__ADS_1
"Teknik Kaisar Es: Pedang Pembekuan Mutlak! " ucap pangeran Shang Feng.
Keduanya layaknya saling dorong-mendorong kekuatan satu sama lain. Luo Lie tersenyum yang membuat pangeran Shang Feng curiga.
"Teknik Bayangan Malam! " ucap Luo Lie.
Beberapa bayangan tubuhnya seketika muncul disekitar pangeran Shang Feng. Mereka melesat ke arah Liu Mengyao. Pertarungan tak bisa dihindari.
"Keterlaluan! " marah pangeran Shang Feng mendorong kekuatannya hingga ledakan terjadi kembali di langit. Dia dengan marah mengepalkan kedua tangannya membelah dirinya melawan seluruh bayangan Luo Lie.
"Ini... " ucap mereka terkejut.
"Hahahahah!!! Kau tak akan bisa menjadi kuat jika bersama. Tinggalkan mereka dan semuanya. Jadilah kuat tanpa siapapun itu maka kau akan mengerti apa itu kekuatan! " ucap Luo Lie tertawa keras dengan nada bicara sombong dan angkuh menatap pangeran Shang Feng sebagai guyonannya.
"Hanya orang kesepian yang tak pernah merasakan kekuatan dan arti kebersamaan, " balas pangeran Shang Feng.
Hawa dingin digantikan oleh hawa panas yang memancar dari tubuh pangeran Shang Feng. Matanya berkobar dengan kemarahan memuncak. Pedangnya berubah menjadi pedang karma.
"Tebas! " ucapnya mengayunkan pedang membuat bilah pedang raksasa menyerang Luo Lie menyeret api disetiap medan yang dilalui.
"Tiga pedang dewa! Kau setara dengan penguasa Kaisar Selatan! " ucap Luo Lie.
"Kau baru menyadarinya ketika terpojok. Apakah para jenius tak diajarkan untuk menganalisis lawan terlebih dahulu, " balas pangeran Shang Feng.
Dia melesat menyerang Luo Lie dengan kecepatan tinggi hingga membuat Luo Lie terluka dibuatnya.
"Sreeettt..... "
Pangeran Shang Feng kembali mendarat di tanah. Luo Lie perlahan-lahan bangkit mengusap jejak darah di sudut bibirnya.
"Kau memang jenius fana tapi takhta Kaisar Selatan bukan milikmu, " ucap Luo Lie menyatukan kedua tangannya seketika energi dahsyat meledak keluar dari dalam tubuhnya.
"Segel gunung suci! " ucap Luo Lie.
Sebongkah gunung muncul dari langit melesat turun. Bayangannya menutupi cahaya matahari.
"Jangan bergerak! " ucap Liu Mengyao memperingatkan.
__ADS_1
Pangeran Shang Feng menatap dengan tenang segel gunung tersebut.
"Lima elemen pelebur semesta, " gumam pangeran Shang Feng.