
"Kalian memang bodoh hingga tak menyadari siapa aku,"ucap walikota Shang Wen.
Mo Hai melesat menyerang walikota Shang Wen mengayunkan pedangnya. Mereka bertarung dengan pedang. Walikota Shang Wen mendorong pertarungan ke luar ibukota. Wei Rong mengeluarkan ranting kayu dari bajunya.
"Apakah kau sungguh menyerah hingga menggunakan ranting kayu sebagai pedang? " tanya Mo Dan.
"Benar. Aku tak memiliki pedang sama sekali, " jawab Wei Rong menatap mata Mo Dan.
"Deggg!! "
Dada Mo Dan terasa nyeri ketika melihat mata Wei Rong. Dia dengan samar melihat sosok besar dibelakangnya. Mo Dan beranjak berdiri membuat segel tangan dengan kekuatan jahat melesat ke arah Wei Rong.
"Tahan! "ucap Wei Rong.
" Blarrrr!!! "
Ranting kayu menahan serangan kuat Mo Dan. Wei Rong melesat muncul di belakang Mo Dan memukul punggungnya dan menendang kakinya.
"Melawanmu hanyalah mainan, " ucap Wei Rong melemparkan ranting kayu miliknya melesat menusuk tepat dijantung Mo Dan. Dia tewas dengan cepat. Uap merah keluar dari dalam tubuh nya berniat pergi dengan cepat.
"Kunci! " perintah Wei Rong.
Jiwa iblis Mo Dan terkurung oleh akar tumbuhan milik Wei Rong. Jiwanya meronta-ronta berusaha lepas dari kekangan. Wei Rong mengadahkan tangannya membuat jiwa Mo Dan melayang mengarah kepadanya. Wei Rong menutup kembali telapak tangannya. Ledakan dahsyat terjadi begitu hebat. Biksu Tang Zhou terjatuh dari langit hingga menabrak dinding istana. Wei Rong segera menghampirinya.
"Energi primordial terganggu. Tubuhku terlalu lemah menggunakan teknik itu. Tapi aku berusaha mengulur waktu dan gunakan teknik terbaikmu, " ucap biksu Tang Zhou beranjak berdiri dengan tongkatnya.
"Tang Zhou! Apakah kau telah menjadi orang tua lemah! " teriak Mo Guan.
"Hehehe. Pak tua ini memang orang tua yang lemah,"ucap biksu Tang Zhou.
"Kau bahkan tak menggunakan teknik gunung roh-mu itu dihadapanku, " ucap Mo Guan.
Biksu Tang Zhou menghentakkan tongkatnya ke tanah. Dia menatap Mo Guan dengan serius. Dia membuat segel tangan seketika lingkaran aksara kuno.
"Ini.... " ucap Wei Rong.
"Teknik Pemblokiran Langit Bening!" ucap Biksu Tang Zhou.
Delapan piringan bergabung membentang ke segala arah mendekati Mo Guan. Dia bersiap mengayunkan pedangnya.
"Tebasan jiwa sesat! " ucap Mo Guan.
__ADS_1
Bentrokan terjadi begitu hebat di langit. Pemblokiran langit bening biksu Tang Zhou seperti kaca transparan. Wei Rong menatap biksu Tang Zhou.
"Pemblokiran ini seluas 2 mill membentang hampir seluruh poros tengah, " batin Wei Rong.
Biksu Tang Zhou tengah fokus dalam meditasinya. Kedua matanya terbuka memancarkan energi emas kuat.
"Hahahahaha!!! Aku suka pertarungan ini!! " teriak Mo Guan sangat senang.
Mo Guan mengangkat pedangnya tinggi-tinggi dengan bayangan spiritual penuh akan energi kejahatan tercipta.
"Teknik Pedang Penghancur! " ucap Mo Guan.
Biksu Tang Zhou kembali membuat segel tangan hingga delapan lingkaran miliknya memadat.
"Pencerahan jiwa terkutuk! " ucap biksu Tang Zhou membuka telapak tangannya. Mo Guan melihat tanda di telapak tangan biksu Tang Zhou terhenyak hingga terkejut melihat sekelilingnya.
"Mo Guan... Kembalilah ke jalan yang benar. Jangan terjerumus ke dalam kesesatan. Kenali dirimu sendiri..."ucap suara misterius.
Mo Guan berbalik melihat wujud Buddha bersinar terang.
"Tang Zhou!! Beraninya kau menjebakku! " marah Mo Guan.
Biksu Tang Zhou berjalan membawa tongkatnya keluar dari cahaya dan berhenti di depan Mo Guan.
"Baik. Aku akan menerima ajakanmu, " balas Mo Guan berjalan mendekati biksu Tang Zhou yang menyambutnya dengan ramah. Mereka berdiri dengan jarak beberapa centi.
"Namun aku berbohong! " ucap Mo Guan.
Sebuah pedang melesat merobek ruang menusuk perut biksu Tang Zhou.
"Urrghhhh.... "
Biksu Tang Zhou memuntahkan darah segarnya menatap Mo Guan. Segalanya berubah kembali seperti semula. Biksu Tang Zhou terjatuh ke tanah. Wei Rong segera menghampirinya.
"Pedang itu mengandung energi kebencian kuat yang dimurnikan oleh darah dan dipelihara dengan niat pembunuh. Dia telah memanggil pedang iblis darah dan aku tertipu dibuatnya. Aku akan melakukan sesuatu untuk mengulur waktu Shang Wen kembali, " ucap Biksu Tang Zhou lemah dengan sekuat tenaga ia berdiri menggunakan tongkat sebagai bantuannya.
"Tang Zhou... Seharusnya kau tidur di peti mati emas. Aku bisa membawakanmu dengan gratis! " ucap Mo Guan.
Biksu Tang Zhou tertawa kecil hingga terbatuk-batuk mengeluarkan darah.
"Mo Guan... Hidupku telah lama dan tugasku hampir selesai. Hanya saja aku tak bisa menuntaskannya. Biarkan Dia yang menghentikanmu, " ucap biksu Tang Zhou.
__ADS_1
"Kau segera mati saja! "marah Mo Guan.
" Hueekk!! "
Darah tercecer di tanah. Tongkat tertancap tegap berdiri. Biksu Tang Zhou membuat segel tangan dengan perlahan-lahan. Langit berubah mendung di buatnya. Hujan turun membasahi tanah.
"Jangan lakukan itu! " ucap Wei Rong.
"Ternyata kau memang murid Sang Abadi. Aku menggunakan teknik ini untuk mengulur waktu, " ucap biksu Tang Zhou.
Tanah berguncang. Angin berhembus kencang membawa perasaan duka yang mendalam. Hujan semakin deras membuat darah mengalir mengikuti kemana air membawanya. Senyuman tulus terukir indah di wajah tua biksu Tang Zhou.
"Katakan padanya jika aku telah berterima kasih kepada leluhurnya dan menunaikan janjiku, " ucap biksu Tang Zhou.
Wei Rong menganggukkan kepalanya. Biksu Tang Zhou menyelesaikan segel tangannya seketika tubuhnya memancarkan cahaya emas terang menembus langit ditengah derasnya air hujan. Perlahan-lahan cahaya tersebut redup hanya menyelimuti tubuh biksu Tang Zhou.
"Teknik Tujuh Penebusan Reinkarnasi! "ucap biksu Tang Zhou.
Delapan lingkaran membentang luas memadat mengeluarkan aksara kuno seperti rantai meliuk-liuk di udara. Mo Guan mengangkat pedangnya ke atas hingga pedang raksasa turun dari langit.
" Turun! "perintah Mo Guan. Pedang yang mengandung aura pembunuh kuat serta jejak jiwa-jiwa sesat yang berada di dunia manusia. Sinar terang dari tubuh biksu Tang Zhou menghalau jiwa-jiwa sesat mendekati tubuhnya. Rantai aksara mengikat pedang raksasa menahannya untuk turun. Perlahan-lahan tubuh biksu Tang Zhou menghilang.
" Hancurkan jiwaku dan gunakan sebagai penyegelan cahaya, "ucap biksu Tang Zhou tersenyum sembari meneteskan air matanya sebelum tubuhnya menghilang.
" Pyarrrrr!!! "
Pedang raksasa hancur berkeping-keping disertai tawa keras dari Mo Guan.
"Pak Tua bodoh akhirnya kau pergi. Melawanku membuatmu berkorban hingga seperti ini. Aku takut di benua Shenyun tak ada lagi orang tua kuat sepertimu lagi, " ucap Mo Guan.
"Aku bisa melawanmu. Tak perlu menunggu orang lain lagi, " ucap Wei Rong.
"Anak muda. Lebih baik kau pergi kembalilah berlatih,"balas Mo Guan.
"Apakah begitu? " tanya Wei Rong.
"Ini! " ucap Mo Guan terkejut.
"Lima elemen pembentukan semesta memadatkan tubuh meniupkan jiwa. Tubuh dewa lima elemen, buka!"ucap Wei Rong.
Ledakan dahsyat terjadi. Tatapan tajam Wei Rong pada Mo Guan berakibat langit bergemuruh.
__ADS_1
"Memaksa biksu Tang Zhou menggunakan salah satu teknik terlarang dari sembilan puluh sembilan lembar kitab Kebajikan Tertinggi. Kau sungguh tercela!"ucap Wei Rong.
" Hahahaha. Dia memang harus mati. Sedangkan kau memiliki tubuh dewa lima elemen yang berarti kau bukan dari dinasti Tianwu! "balas Mo Guan