
"Senior! Aku meminta bantuan untuk menjaga mereka. Aku ingin melakukan sesuatu, " ucap pangeran Shang Feng.
"Baik! Aku akan menjaganya, " balas Liu Mengyao.
"Apa yang ingin dilakukan Yang Mulia? " tanya Huang Enlai.
"Menemui Permaisuri Jia Mei atau mencari papan es abadi, " jawab Liu Mengyao.
Pangeran Shang Feng memasuki gunung belakang dimana tempat terlarang sekte Tianmen. Dia mendarat di tanah berada tepat di depan goa.
"Hancur! " ucapnya melambaikan tangannya membuat pintu batu hancur meledak. Dia melangkah masuk ke dalam goa menaiki tangga dan melihat seorang wanita yang terbaring di atas papan es. Kaisar Xue Kai dan yang lain muncul.
"Itu adalah papan es abadi milikku, " ucap Kaisar Xue Kai.
"Siapa dia? " tanya Kaisar Ding Feng.
"Ibundaku, Permaisuri Jia Mei, " jawab pangeran Shang Feng melangkah mendekatinya melihat dengan seksama wajah yang tak pernah ia lihat sebelumnya.
"Selain aku hanya ada satu kuota bagi manusia untuk menempati papan es abadi. Selain itu khasiatnya hanya akan diterima oleh orang itu dan orang lain tidak bisa merasakannya, " ucap Kaisar Xue Kai.
"Dia tak bisa lepas dari papan es abadi ini. Jiwanya benar-benar rusak parah seakan diekstrak untuk sesuatu. Jika dia meninggalkan papan itu sama saja untuk mati. Pilihanmu hanya satu. Dia atau ibumu, " ucap Kaisar Cai Jin.
Pangeran Shang Feng terdiam. Keduanya adalah orang yang dia cintai.
"Bunga teratai abadi 1.000 reinkarnasi bisa menyelamatkan jiwa yang rusak, " ucap Kaisar Cai Jin diangguki oleh Kaisar Xue Kai.
"Namun itu hanya sekali dan satu orang. Sama seperti papan es abadi ini yang hanya digunakan oleh satu orang manusia. Kau memilih siapa? " tanya Kaisar Xue Kai.
"Aku bisa membantu namun kau harus pergi ke benua Yuncang dimana dahulu danau lava abadi yang berada di belakang istanaku mekar sebuah bunga teratai karma empat kelopak. Namun seorang manusia tak akan bisa sanggup menahannya sebab dia akan menanggung takdir buruk dari segala umat manusia. Kesengsaraan tiada tara hingga akhir hayatnya. Bunga teratai ini adalah kebalikan dari teratai abadi, " ucap Kaisar Ding Feng.
"Aku tak bisa memutuskannya sekarang. Aku lebih memilih ibundaku terlebih dahulu untuk sekarang, " ucap pangeran Shang Feng mengangkat papan es namun getaran tiba-tiba terjadi. Sebuah cahaya keluar dari dalam tubuh Permaisuri Jia Mei. Pangeran Shang Feng buru-buru membawanya pergi keluar dari dalam goa.
"Yang Mulia! " ucap mereka serempak memanggil pangeran Shang Feng.
__ADS_1
Lima puncak sekte Tianmen bercahaya yang berasal dari monumen batu.
"Apakah ini yang dimaksud membangunkan cahaya menerima pencerahaan dan pergi ke surga melupakan dunia, " ucap Liu Mengyao.
Mereka semua melihat lonjakan energi disetiap puncak mengeluarkan cahaya melesat ke langit hingga aura suci menyebar ke segala arah.
"Ini adalah energi primordial dari seorang suci entah apakah itu dewa. Kekuatan ilahi inilah yang membuat sekte Tianmen begitu kuat. Tanpa pedang dewa dan tubuh dewa tertinggi milikmu aku tak yakin seseorang mampu menggoyahkan sekte Tianmen, " ucap Kaisar Cai Jin.
Dari setiap puncak terciptalah dinding emas tipis hingga saling terhubung membentuk pilar raksasa dengan gabungan kekuatan disetiap puncak sekte Tianmen.
"Ini.... " ucap Liu Mengyao bingung.
Pangeran Shang Feng menatap pilar raksasa tersebut dan teringat akan orang misterius yang dia temui.
"Apakah ini yang dimaksud pilar langit? " batin pangeran Shang Feng.
Hempasan energi kuat menyapu seluruh sekte Tianmen. Jejak energi suci dapat dirasakan.
"Kekuatan suci sang pendeta agung, " ucap pangeran Shang Feng tanpa sadar.
"Buruk! Kekuatan itu akan memurnikan tubuh Permaisuri!" ucap Liu Mengyao.
Pangeran Shang Feng segera menghampiri ibundanya hingga ia berada ditengah-tengah pilar.
"Inikah kekuatan orang suci itu? " tanya pangeran Shang Feng.
Ketiga jiwa Kaisar keluar begitu tenang merasakan kekuatan suci perlahan-lahan memperkuat jiwa mereka.
"Apakah ini pilar langit dari surga itu? Konon digunakan agar dunia manusia seimbang namun hanyalah legenda hingga sekarang aku melihat langsung, " ucap Kaisar Ding Feng.
Pangeran Shang Feng membuat barier pelindung mengelilingi tubuh Permaisuri. Dia membuat segel tangan memunculkan tubuh dewa tertinggi miliknya menyerap energi suci dari pilar langit.
"Ini dimana? " tanya pangeran Shang Feng melihat daratan luas terbentang di atas laut.
__ADS_1
Seseorang berada tak jauh di depannya memegang pedang begitupun orang disebrangnya. Mereka dipisahkan oleh jurang laut yang gelap dan dalam.
"Tempat yang sama. Jurang kematian tak berujung. Namun siapa mereka, " ucap pangeran Shang Feng mendekatinya.
"Kau memilih menjadi budak Kaisar Yan Guang, " ucap seseorang dari sebrang jurang dengan suara keras.
"Aku melayani sepenuh hati untuk Beliau. Mengapa kau berpikir menjadi budak? "
"Kau memang tak pernah berubah. Apakah pertarungan di alam manusia ini tak memuaskan? Benua besar telah terbelah menjadi dua kini benua utara akan menjadi milikku begitupun benua selatan. Kau akan menyesal karena telah melayaninya, " ucapnya menjatuhkan diri ke jurang kematian.
"Selagi manusia tak bersatu, maka kehancuran akan tiba dengan cepat"
Gemuruh terdengar keras. Orang tersebut mendongak ke langit melihat awan gelap dan aura tak mengenakkan berniat untuk turun. Dia seakan menyadarinya membuat segel tangan mengadahkannya ke langit. Sinar terang menghalau kepulan asap tersebut untuk turun.
"Era kekacauan apakah telah dimulai? " ucapnya dengan ragu.
Formasi besar tercipta menghalau kepulan asap tersebut. Kekuatan orang misterius yang sangat hebat layaknya seorang dewa. Pangeran Shang Feng merasa takjub sekaligus ketakutan dibuatnya. Awan hitam yang membawa energi aneh.
"Apakah beliau adalah dewa Zhen Liang? Dimana dewa lainnya dan siapakah orang yang sebelumnya jatuh ke dalam jurang" gumam pangeran Shang.
Pangeran Shang Feng terhenyak dan kembali ke dalam kesadarannya. Dia menatap tubuh ibundanya. Segera dia membuat segel mengunci aura kehidupan agar tak kembali menguar.
Cahaya emas tersebut meredup kemudian menghilang. Pangeran Shang Feng mendarat di tanah.
"Senior. Apakah ada hal yang berharga selain tadi? "tanya pangeran Shang Feng.
"Tidak! Kecuali sekutu sekte Tianmen dari kota suci datang maka semuanya akan runyam, " jawab Liu Mengyao.
Sebekeras sinar menghantam tanah dengan kemunculan seseorang dari ruang hampa. Dia menggunakan pakaian sutra indah dengan wajah nyaris sempurna.
"Ternyata kau yang menghancurkan sekte Tianmen hingga membuat Xian Pengfei menggunakan mutiara langit, " ucap Luo Lie salah satu jenius dari keluarga Luo kota suci.
"Benar. Apakah kau sekutu sekte Tianmen dari kota suci? Aku melihat kau sama-sama pembeladiri sepertiku,"ucap pangeran Shang Feng.
__ADS_1
"Heh! Beraninya kau menyamakan diriku dengan dirimu? Bahkan Kaisar Shang Yuan begitu menghormati kota suci namun pemikiranku salah terhadap keturunannya, " ucap Luo Lie.
"Maaf. Setiap generasi memiliki caranya sendiri menentukan masa depannya, " balas pangeran Shang Feng melayang di udara berhadapan dengan Luo Lie.