Holy Dynasty Emperor Throne

Holy Dynasty Emperor Throne
Mendaki Langit


__ADS_3

"Kaisar Shang Yuan adalah manusia biasa yang tak sama seperti tujuh Kaisar. Beliau meruntuhkan dinasti Lianhe yang sebelumnya dipimpin Kaisar Xiao Baozhai. Berdirinya dinasti Lianhe membuat ajaran kesesatan dan sekte Tianmen mendapatkan dukungan dari kota suci terkhusus keluarga Luo. Entah mengapa pada saat Kaisar Shang Yuan menentang di kota Tianqi, kedua kekuatan di ujung benua Shenyun tak bergerak. Bahkan ketika Kaisar Shang Yuan menduduki takhta Kaisar mendirikan dinasti Tianwu, Beliau tak membasmi mereka semua. Namun meskipun suku Mingyun terbantai oleh sekte Tianmen, tapi Hui Li tak pernah bertindak selama itu. Hanya ketika kau muncul diapun menampakkan diri. Mungkin Kaisar Shang Yuan dan leluhur suku Mingyun pernah membuat perjanjian sesuatu, " ucap Kaisar Cai Jin.


"Jadi, leluhurku dan dinasti Tianwu adalah satu-satunya dinasti yang didirikan oleh manusia?" tanya Shang Feng.


"Benar. Kami bertujuh tak memiliki ingatan kelahiran dan hanya ingatan ketika menjadi Kaisar, " jawab Kaisar Cai Jin.


Shang Feng terdiam ketika mendengarnya. Tujuh Kaisar tak mengingat masa lalu. Angin berhembus pelan membuat suara pada pohon-pohon bambu yang berderit. Sejenak Shang Feng menikmati hembusan angin sejuk. Dia teringat sesuatu hingga membuatnya terhenyak. Segera tongkat bambu keluat dari cincin kehampaan.


"Lakukan apa yang harus aku lakukan adalah pesan dari senior Hui Li. Mengenai kedua matanya buta adalah akibat melihat takdirku. Seharusnya di dalam tongkat bambu ini terdapat sesuatu, " ucap Shang Feng mengalirkan energinya perlahan-lahan memotong batang bambu tersebut hingga terbelah menjadi dua.


Sebuah surat tertinggal di dalamnya. Segera ia buka dan baca isi suratnya.


"Aku tahu kau akan menyadarinya. Tapi ini pesan untukku. Jika kau melangkah lebih jauh maka akan ada orang mati untukmu. Kau merasakan terbang menuju langit namun kenyataanya kau berjalan menaiki tangga yang terbuat dari tumpukan mayat. Tapi yang pasti bahwa itulah takdirmu dan mereka orang terdekatmu. Tak ada yang gratis di dunia ini karena sebab akibat pasti akan terjadi. Kau memikirkan dan mewujudkan apa yang ada dalam pikiranmu. Aku hanya bisa memberimu nasehat ini dan token tembaga. Ingatlah kalimat di balik kertas ini"


Shang Feng membalik kertas melihat beberapa kalimat dengan tinta tebal. "Dua putra surga terlahir sebagai manusia yang membawa siklus reinkarnasi tak terhingga di alam manusia. Salah satu diantara mereka harus mati untuk saudaranya dan menjadi bagian dari tumpukan mayat yang akan dilalui pemenang menuju langit" Shang Feng termenung dibuatnya. Kalimat begitu mengerikan.


"Apa yang kau baca? " tanya Kaisar Cai Jin.


"Sebuah pesan mengisyaratkan bahwa dua putra surga terlahir sebagai manusia dan salah satu dari mereka harus mati demi saudara lainnya kembali menuju langit,"jawab Shang Feng.


Kerutan muncul pada dahi Kaisar Cai Jin berikut dengan lainnya. Mereka mengingat dan tahu betul dua putra surga yang dimaksud.


"Apakah secepat itu? " batin Kaisar Cai Jin.


"Apa yang ingin kau lakukan sekarang? " tanya Kaisar Xue Kai.


"Aku berada pada tingkatan dewa semu menengah tingkat lima. Tapi aku membutuhkan sesuatu yang lebih besar dalam peningkatan kekuatan, " ucap Shang Feng.


"Kediaman ini memiliki kekuatan mengatur musim dan membuat tumbuhan tumbuh subur. Dikelilingi hutan bambu membuat ketenangan pada saat berkultivasi,"ucap Kaisar Xue Kai.

__ADS_1


"Kau bisa menggunakan energi suci yang kau dapatkan di kedua ujung benua Shenyun, " ucap Kaisar Cai Jin


Shang Feng setuju. Dia duduk bersila memejamkan matanya. Di alam bawah sadarnya kedua telapak tangannya memiliki cahaya emas meluap-luap. Shang Feng menyatukan kedua telapak tangannya mencoba mengsinkronkan kedua energi tersebut. Riak air terlihat jelas ketika dua energi mencoba digabungkan.


"Sakit.... " ucapnya ketika merasakan panas luar biasa serta perut seakan mual dibuatnya.


Ledakan terjadi begitu dahsyat hingga membuat lautan kesadaran bergelombang di buatnya. Shang Feng menghela nafas lega ketika energi suci mengalir ke segala tubuhnya. Dia memiliki kerutan ketika melihat sesuatu pada pantulan air di depannya. Sesaat dia mendongak. Proyeksi dari kejadian masa lalu berputar. Kejadian pertama kali dimana ia melihat masa lalu pada saat energi suci pilar langit masuk ke dalam tubuhnya hingga kejadian terakhir yang diproyeksikan di depan matanya.


"Tunggu! Kotak itu! " ucap Shang Feng terkejut karena baru saja tersadar.


"Jadi, lima dewa tersebut diwakili oleh lima bangsawan Tianwu serta guru Wei mengatakan bahwa dialah pengasuh lima bangsawan dan memiliki tubuh dewa lima elemen yang berarti..... Aku harus menemui Sang Abadi!"ucap Shang Feng.


Shang Feng kembali ke dunia nyata. Dia mendengar suara bambu berderit serta guguran daun bambu kering. Tiga Kaisar telah menghilang kembali.


"Ada sesuatu yang mencoba melihatku! " ucap Shang Feng segera membuat segel tangan. "Teknik perlindungan tak kasat mata! " ucapnya disertai dengan dinding pelindung tipis membesar hingga menutupi seluruh kediamannya.


"Dia mematahkan ilmu penglihatanku! " ucap Dekan Akademi.


"Apakah perlu menemui pak tua berambut perak untuk melalukan ramalan bintang? " tanya Tetua Agung.


"Tidak! Itu akan mencoreng namaku, " balas Dekan Akademi.


"Tetua Agung, Dekan Akademi. Shang Feng telah berada di arena pembuktian menantang Wang Yichen, " ucap tetua Ya De.


"Dia tengah berusaha mendaki gunung secepat mungkin melihat luar, " ucap Dekan Akademi.


Mereka bertiga menghilang dari tempatnya menuju arena pembuktian. Shang Feng tengah berdiri di tengah-tengah arena menunggu Wang Yichen.


"Tak kurang dari seminggu kau memasuki halaman luar tapi kau berani menantangku, " ucap Wang Yichen mendarat di tanah.

__ADS_1


Semua orang bersorak ketika melihat kedatangan Wang Yichen


"Dia bodoh! Apakah pemilik bangunan megah di bawah istana Timur adalah orang lemah? " ucap putri ketiga.


"Dia tak akan sampai di puncak karena kematian telah ada di depannya, " balas Nangong Yuxuan.


Seutas senyuman muncul di hati Shang Feng. Dia berjalan dua langkah ke depan.


"Aku ingin melihat sesuatu dibalik dinding tinggi itu, "ucap Shang Feng.


"Itu tak akan mudah, " balas Wang Yichen.


Tetua Ya De muncul di arena. Dia berada diantara keduanya.


"Tetua Agung dan Dekan Akademi melihat pertarungan ini. Kebetulan beliau mengatakan bahwa sebentar lagi pemilihan kuota murid dalam akan segera dilaksanakan. 10 orang dari halaman timur dan barat akan diprioritaskan, " ucap tetua Ya De


"Tetua tenang saja. Orang seperti dia tak akan bisa menggeser posisiku, " ucap Wang Yichen.


Tetua Ya De melihat ke arah Shang Feng dimana ia terkejut karena tak melihat keberadaannya.


"Apakah begitu? " tanya Shang Feng muncul dibelakang Wang Yichen memukul punggungnya hingga membuatnya terpental berguling-guling.


"Kau! " marah Wang Yichen.


"Aku ingin mendapatkan istana timur hari ini juga," balas Shang Feng melesat menyerang Wang Yichen.


"Tranggg!! "


Kedua pedang beradu. Shang Feng berputar di udara menghindari tusukan pedang Wang Yichen.

__ADS_1


"Pergi! " ucap Wang Yichen.


Shang Feng mundur setelahnya menghindari serangan fatal. Wang Yichen melesat bertindak sebagai penyerang aktif. Dia melakukan gerakan tajam.


__ADS_2