Holy Dynasty Emperor Throne

Holy Dynasty Emperor Throne
Membunuh Dua Pendekar Suci


__ADS_3

Hutan bambu kediaman Yu.


Yu Qianfang tengah bermeditasi. Matanya terbuka ketika merasakan angin berhembus tak biasa.


"Tamu tak diundang datang, " ucap Yu Qianfang.


Daun-daun bambu terhempas oleh angin datang melesat ke arah Yu Qianfang. Huang Enlai muncul sebelum menghilang kembali. Angin semakin kencang membuat Yu Qianfang beranjak berdiri.


"Tubuh tak berwujud seperti angin?" ucap Yu Qianfang.


"Bangg!!! "


Huang Enlai meninju ditangkis oleh Yu Qianfang. Ledakan energi keluar dari tubuhnya.


"Menarik, " ucap Yu Qianfang.


Huang Enlai menampakkan tubuhnya. Yu Qianfang menoleh.


"Mampu masuk ke dalam kawasan Yu-ku memang patut dipuji. Tapi aku bukanlah orang tua yang mudah ditangani, " ucap Yu Qianfeng melesat ke arah Huang Enlai.


Tubuhnya berubah menjadi angin memukul tengkuk Yu Qianfeng membuatnya terjatuh. Dia tertatih-tatih bangun mengeluarkan tekanan kultivasinya. Huang Enlai tak bergeming sedikitpun menerima tekanan Yu Qianfang. Pedang melesat di tangan Yu Qianfang menebas dan memotong gerakan Huang Enlai. Mereka bertarung di tengah hutan bambu. Huang Enlai mengeluarkan tombaknya melemparkan ke arah Yu Qianfang. Dia terdorong hingga mundur beberapa langkah.


Lian Xiang datang dari atas mengacungkan jari telunjuknya menekan Yu Qianfang hingga ke titik lemahnya.


"Dua kultivator tahap alam dewa! " pekik Yu Qianfang.


Huang Enlai membuat formasi mengikat Yu Qianfang menahannya untuk tak bergerak. Gelang yang berada di tangan Lian Xiang mengeluarkan jarum-jarum beracun menusuk tubuh Yu Qianfang seketika.


"Duarrr!! "


Ledakan terjadi. Yu Qianfang terduduk lemah memuntahkan seteguk darah segar.


"Pendekar suci klan Yu tewas, " ucap Lian Xiang mendekati jasad Yu Qianfang.


Tubuh penuh luka racun dengan dantian hancur membuat Huang Enlai bergidik ngeri.


"Klan Yu akan goyah dan tinggal menunggu esok aku diburu. Aku harap kau melindungiku, " ucap Lian Xiang.


Huang Enlai menganggukkan kepalanya. Kabar mengenai tewasnya Yu Qianfang telah sampai ke telinga raja Ming Xing.


"Bagaimana mungkin dia bisa begitu mudahnya mati?"ucap raja Ming Xing.


"Seseorang kemungkinan telah berniat mengadu-domba kota perang. Praktisi alam setengah dewa bahkan tewas. Hanya orang-orang istana yang bisa melakukannya. Kaisar Feng Yu akan menjatuhi hukuman kepada Yang Mulia"


Raja Ming Xing mengepalkan tangannya. Kesempatan Kaisar mengambil plakat Xuanmu telah ada di depan mata.

__ADS_1


"Siapa orang istana yang memasuki kota perang mengatasnamakan kota Tianqi? " ucap raja Ming Xing.


Jendral Lei terdiam mendengar pertanyaan raja Ming Xing. Semenjak kepulangannya dari medan perang, dia tak kembali dan menetap di kota Tianqi sama seperti dahulu. Namun kembali diam dan menetap di kota perang. Jendral Lei Zixin mengingat Lian Xiang yang datang ke kediamannya pada saat itu.


"Yang Mulia. Hamba kedatangan tamu mengatasnamakan kota Tianqi. Dia bernama Lian Xiang bawahan tabib Wei Rong dari halaman istana tabib. Hamba berniat memberitahukan kepada Yang Mulia hari ini namun sepertinya terlambat, " ucal jendral Lei Zixin.


"Buru dia dan bunuh! " perintah raja Ming Xing.


Bawahannya segera melaksanakan perintah. Poster pemberitahuan perburuan Lian Xiang tersebar di kota perang. Semua kekuatan kota perang bergerak demi menangkap Lian Xiang. Dua pendekar suci yang tersisa melakukan hal yang sama. Lian Xiang berada di sebuah restoran melihat sekelompok orang memburunya.


"Masuk ke dalam jebakanku, " gumam Lian Xiang beranjak berdiri keluar dari lantai dua restoran berdiri tepat di hadapan mereka.


"Aku disini, " ucap Lian Xiang.


Mereka berbalik melihat wajah yang begitu terkenal segera menyerang. Lian Xiang dengan senang hati meladeninya. Tembakan demi tembakan jarum akupuntur ia layangkan. Energi spiritual berkumpul di telapak tangannya melesat membom kawanan mereka hingga jatuh. Lian Xiang pergi meninggalkan kawasan restoran. Berita mengenai kepergian Lian Xiang ke timur kota membuat semua orang bergerak. Lian Xiang mendarat di sebuah batu dekat air terjun. Dua orang pria paruh baya datang.


"Jin Shenyi, Qin Yuji, " ucap Lian Xiang.


Dua pendekar suci yang tersohor. Mereka menatap tajam ke arah Lian Xiang.


"Kau yang membunuh Yu Qianfang?" tanya Jin Shenyi.


"Benar. Aku yang membunuhnya, " jawab Lian Xiang.


"Sepertinya kau belum mendengar nama kami, " balas Jin Shenyi.


"Kalau begitu kau harus mati demi tumbal misi ini," ucap Jin Shenyi melepaskan tekanan alam dewa tahap menengah. Lian Xiang tak gentar menghadapinya. Dia berdiri begitu tegap meskipun aura penekanan begitu kuat.


Qin Yuji melakukan hal yang sama. Alam dewa tahap menengah. Ledakan penekanan energi membuat gejolak luar biasa disekitar. Air bergejolak hingga membuat pepohonan disekitar terkena dampaknya.


"Karena kalian ingin menumbalkanku, aku balikkan kepada kalian, " ucap Lian Xiang melesat ke arah mereka.


Serangan tertuju pada Jin Shenyi. Lian Xiang tanpa menggunakan senjata apapun menyerangnya. Pukulan hingga beberapa tinjuan ia lakukan. Lian Xiang terdorong mundur oleh mereka.


"Bodohnya aku hanya mengetahui teknik beladiri medis. Tak begitu berguna sekarang. Menunggu Huang Enlai harus segera bertahan, " gumam Lian Xiang.


"Gadis kecil, kau harus mati demi Kaisar! " ucap Qin Yuji.


Lian Xiang menyatukan kedua tangannya membuka tingkatan kultivasinya. Ranah alam dewa tahap puncak meledak keluar dari tubuhnya. Satu per satu jarum akupuntur keluar mengelilingi tubuhnya hingga berjumlah ribuan.


"Alam dewa tahap puncak! " ucap mereka serempak.


Lian Xiang memerintahkan jarum medisnya untuk maju menyerang. Mengikuti perintah Tuannya, jarum-jarum tersebut segera melesat menyerang musuh. Jin Zhenyi mengeluarkan pedangnya menangkis serangan Lian Xiang.


"Teknik tebasan bumi! " ucap Jin Shenyi.

__ADS_1


"Duarrr!! "


Tanah berguncang menabrak serangan Lian Xiang. Qin Yuji melompat di udara merapalkan mantra memegang erat pedangnya disusul dengan energi spiritual memadat membentuk bilah pedang raksasa.


"Serang! " perintah Qin Yuji.


Lian Xiang menjentikkan jarinya membuat perlindungan dari jarum-jarum medisnya.


"Blarrrr!!! "


Kepulan asap terjadi berikut dengan guguran jarum akupuntur berjatuhan.


"Dia klan Mu. Mampu menggunakan beladiri medis mumpuni. Ribuan jarum akupuntur, " ucap Jin Shenyi.


Api tiba-tiba berkobar membakar disekitarnya. Lian Xiang memiliki sayap di kedua sisinya.


"Aku adalah klan Mu terhormat! Mampu menggunakan medis sebagai penyelamat ataupun pembunuh! " ucap Lian Xiang menembakkan bola-bola apinya ke segala arah.


Tempat jatuhnya bola api Lian Xiang tak pernah padam hingga membakar segalanya. Mereka datang dari dua arah menyerang Lian Xiang.


"Terlalu munafik! " balasnya meledakkan energi api semakin membara.


Mereka berdua mundur melihat Lian Xiang dikelilingi oleh api.


"Konon klan Mu diberkahi api surgawi setiap keturunannya. Setidaknya kita harus membuat Yang Mulia membuat menghukum raja Ming Xing meskipun nyawa taruhannya! " ucap Qin Yuji.


Jin Shenyi setuju. Mereka saling memunggungi mengalirkan energi spiritual menuju pedang masing-masing. Langit bergemuruh hingga air bergejolak.


"Pedang penebas petaka! " ucap mereka serempak.


Aliran energi spiritual kedua belah pihak yang menyatu membentuk pedang raksasa melesat turun. Lian Xiang mengangkat kedua tangannya. Air bergejolak terangkat naik. Api berkobar hingga keduanya bersatu membentuk piringan raksasa.


"Cermin dua elemen! " ucap Lian Xiang.


"Banggg!!! "


Tabrakan dahsyat terjadi hingga menyebabkan guncangan. Lian Xiang memejamkan matanya ketika aliran ingatan teknik pedang muncul dalam benaknya. Beberapa gerakan tangan ia lakukan dengan cepat. Jarum-jarum yang sebelumnya terjatuh berserakan terangkat berkumpul menjadi satu melesat turun menghantam mereka berdua.


"Tidak ada catatan sejarah klan Mu menggunakan pedang! " ucap Qin Yuji panik akan keadaanya terdesak.


"Mati! " ucap Lian Xiang mendorong piringan dua elemen bersamaan dengan jatuhnya pedang raksasa miliknya. Qin Yuji dan Jin Shenyi terdorong jatuh menghantam tanah dan tewas seketika.


Lian Xiang memuntahkan darah segarnya terhuyung-huyung jatuh dengan nafas tersengal-sengal. Huang Enlai datang membopong Lian Xiang melesat pergi.


Seseorang datang ditempat kejadian dengan jubah hitam gelapnya berkibar di udara. Melihat jasad dua pendekar suci keluarga beladiri dinasti Zhufu, sudut mulutnya berkedut.

__ADS_1


"Aku akan melihat. Siapa yang berani merebut takhtaku,"ucapnya menghilang diudara.


__ADS_2