Holy Dynasty Emperor Throne

Holy Dynasty Emperor Throne
Sampai


__ADS_3

Huo Xiang dan Lian Xiang membopong Bi Dong menuju ruangan untuk beristirahat. Shang Feng berdiri tegap menikmati sejuknya angin.


"Yang Mulia. Apakah perlu membuat barier pelindung?"tanya Qin Li.


"Tidak perlu. Kabut dingin yang dimaksud adalah pelindung alami yang dimiliki benua Hanleng. Kedatanganku kemari adalah melihat apakah para monster telah menyusup ke dunia manusia, " jawab Shang Feng.


Tak lama kemudian hawa dingin mulai terasa terbawa oleh hembusan angin.


"Senior Xue, apakah ini buatanmu? " tanya Shang Feng.


"Ya! Karena pedang dewa es masih berada di benua Hanleng. Kau harus mengambilnya agar kekuatan pedang dewa benar-benar sempurna karena selama ini tiga pedang dewa milikmu merupakan energi spiritual yang memadat membentuk duplikatnya, " ucap Kaisar Xue Kai.


"Mungkin disini aku akan mengalami beberapa adaptasi,"ucap Shang Feng.


"Benua Hanleng memiliki julukan benua tersembunyi karena kabut dingin yang mengelilingi. Layaknya balok es abadi yang terapung di air dan terombang-ambing tak tahu arah. Hanya ketika Kaisar Shang Yuan dapat membuat benua Hanleng diam di tempat, " balas Kaisae Xue Kai.


"Benua Hanleng adalah surga dingin yang tersembunyi. Apakah keberutnunganku baik dapat melihat bunga mawar abadi sesuai yang tercatat di dalam buku-buku. Tapi ucapan senior memang benar. Leluhur memiliki misterinya sendiri. Aku membaca catatan berdirinya kekaisaran selatan malah membuatku semakin penasaran mengapa semuanya terjadi dan apa alasan alam iblis begitu ingin merenggut alam manusia, "ucap Shang Feng.


Tak ada balasan dari Kaisar Xue Kai. Shang Feng menghela nafas panjang. Kabut tipis mereka lewati yang menunjukkan bahwa tujuan mereka telah dekat. Lambaian tangan Shang Feng membuat kabut terbelah membentuk jalan lurus. Shang Feng melayamg di udara membuat segel tangan


" Teknik Pengendalian Hawa dingin! "ucap Shang Feng.


Semua orang di kapak merasakan hawa dingin yamg nyaman. Shang Feng kembali mendarat secara alami.


" Kita sampai, "ucap Shang Feng.


Kapal mereka melewati kabut dingin membuat penduduk disekitar pelabuhan kalang kabut merasa waspada. Kapal berhenti di pelabuhan. Shang Feng berputar di udara menghindari bilah dingin yang datang secara tiba-tiba.


" Pyarrr!! "


Suara pecahan es yang menabrak dinding kapal. Shang Feng melihat dengan sekilas orang yang datang.


"An Ming! " ucapnya dengan keras.


"Marga An?"ucap Shang Feng.


" Siapa kalian? "tanya An Ming.


" Hanya seorang pelaut yang tak sengaja mampir,"jawab Shang Feng santai.


"Kalian bisa selamat dari kabut dingin yang berarti bukan orang biasa, " balas An Ming.

__ADS_1


"Lantas mengapa jika aku bukan orang biasa?" ucap Shang Feng mendalam.


Keterkejutan muncul di hati An Ming akan ucapan tegas Shang Feng.


"Pergi dan jangan kemari! " ucap An Ming.


"Aku kagum akan ucapan tegasmu tapi kau tidak bisa mewakili benua Hanleng, " balas Shang Feng berjalan dibudara dengan sangai.


An Ming terkejut melihatnya. Dia melesat menyerang. Shang Feng menahan pedang tersebut hanya menggunakan kedua tangannya.


"Pemuda sepertimu memang memiliki tekad seorang kultivator. Akan tetapi kau bukanlah siapa-siapa dan tak berhak mewakili benua Hanleng, " ucap Shang Feng menghempaskan energinya membuat An Ming mundur.


"Aku bisa sedikit mewakili benua Hanleng, " ucap seseorang. Pria tua datang mengenakan mantel tebal.


"Walikota! " ucap An Ming dengan hormat.


"Aku An Bingwen meminta maaf atas tindakan cucuku. Benua Hanleng khususnya kota Haifeng menerima siapapun yang mampir, " ucapnya dengan ramah.


"Kakek! Aku takut mereka yang mengendalikan monster-monster itu, " ucap An Ming.


"Diam! " bentak An Bingwen tegas.


An Ming diam. Shang Feng tertarik akan topik An Ming.


"Shang? Benua Shenyun? Ternyata ada benua yang selamat selain benua Hanleng. Apakah Anda keluarga kekaisaran dinasti Tianwu? " tanya An Bingwen lirih.


Shang Feng menganggukkan kepalanya membuat An Bingwen melakukan penghormatan tertinggi.


"Kakek! " panggil An Ming.


"Cepat beri hormat bodoh!" marah An Bingwen kepada An Ming. Dengan terpaksa ia melakukan hal yang sama.


"Bangunlah, " balas Shang Feng.


Mereka berdua bangun sesuai perintah. An Bingwen segera mempersilahkan Shang Feng dan lainnya untuk mengikutinya. Shang Feng menganggukkan kepalanya memerintahkan lainnya untuk ikut serta. Mereka melesat mengikuti An Bingwen. An Ming mengikuti mereka dari belakang. Mereka telah sampai di kediaman walikota. An Bingwen segera menjamu Shang Feng dan lainnya secara ramah. An Ming benar-benar heran akan tindakan kakeknya.


"Maafkan tindakan cucuku, " ucap An Bingwen.


"Tak apa. Pemuda harus memiliki ambisi, keberanian dan tekad untuk menghadapi dunia, " balas Shang Feng.


Mereka makan bersama dengan suasan hening. An Ming merasa kesal akan tindakan pengabaian yang dilakukan kakeknya.

__ADS_1


"Kakek sebenarnya siapa dia? Kakek hormat seperti tengah bertemu dengan seorang Kaisar, " ucap An Ming


"Dia adalah keluarga kekaisaran dinasti Tianwu penguasa benua Shenyun. Keturunan dari sang pemimpin Kekaisaran Selatan dari era Peradaban Kuno Tujuh Dinasti, " ucap An Bingwen.


"Perkenalkan, aku Shang Feng. Kaisar benua Shenyun saat ini, " balas Shang Feng memperkenalkan diri.


An Ming tercengang dibuatnya. Dia tak bisa berkata apa-apa selain sujud meminta pengampunan.


"Bangunlah, " perintah Shang Feng.


An Ming mematuhi perintah sesegera mungkin. Dia diam dan tak berani lagi bersuara.


"Aku melihat gurita berlengan sembilan di samudera dan telah aku bunuh. Aku datang kemari karena ingin memastikan keamanan benua Hanleng, " ucap Shang Feng.


"Aku mengerti maksud Kaisar Shang yang ingin kembali mendirikan Kekaisaran Selatan. Namun semuanya berubah setelah runtuhnya dinasti dan hilangnya suku suci Lengshui. Benua Hanleng sekarang terpecah tak sama seperti dahulu, "balas An Bingwen.


" Marga Xue? "tanya Shang Feng.


" Itu.... Seluruh marga Xue menjadi budak sebagai pengendali kemana benua Hanleng pergi. Mereka di tawan di Akademi Salju Abadi, "jawab An Bingwen.


Ledakan energi keluar dari dalam tubuh Shang Feng. An Bingwen maupun An Ming terhenyak hingga tak lagi berani berbicara.


" Siapa pemimpin akademinya? "tanya Shang Feng.


" Song Zhuang dari marga Song. Salah satu klan kuno setelah runtuhnya dinasti, "jawab An Bingwen hati-hati.


Shang Feng meneguk teh guna meredakan amarahnya.


" Baik! Aku akan berkunjung ke sana. Tapi, apakah walikota telah melaporkan keadaan perbatasan mengenai penyerangan monster? "tanya Shang Feng


" Sudah! Namun mereka mengatakan bahwa benua Hanleng memiliki pelindung alami dan tak akan pernah bisa monster masuk, "jawab An Bingwen.


" Oleh karena itu hamba menyerang Yang Mulia, "balas An Ming menundukkan kepalanya.


" Bolehkah aku menginap dimari bersama mereka?"tanya Shang Feng.


" Tentu saja boleh! "jawab An Bingwen menganggukkan kepalanya dengan cepat.


Mereka semua dituntun masuk ke dalam ruangan masing-masing.


Tengah Malam.

__ADS_1


" Mereka hampir mati, "ucap Kaisar Xue Kai.


__ADS_2